Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Pria10.12.11

Meskipun kanker payudara kerap terjadi pada wanita, pria pun tidak luput dari penyakit yang mematikan ini.

Berikut beberapa faktor risiko kanker payudara pada pria:

  • Berumur antara 60 sampai 70 tahun.
  • Pernah terpapar radiasi.
  • Pernah didiagnosa suatu penyakit yang meningkatkan kadar estrogen pada darah seperti penyakit sirosis pada hati.
  • Memiliki keluarga yang menderita kanker payudara, khususnya yang disebabkan oleh mutasi gen BRCA2.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Osteoporosis Pada Pria08.12.11

Walaupun osteoporosis kerap terjadi pada wanita pasca menopause, pria juga dapat mengalami penyakit pengeroposan tulang ini. Seperti halnya pada wanita, osteoporosis pada pria juga terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

Berikut beberapa faktor resiko osteoporosis pada pria:

  • Minum alkohol terlalu banyak.
  • Merokok.
  • Jarang olahraga.
  • Terlalu kurus.
  • Kekurangan vitamin D dan kalsium.
  • Mengkonsumsi obat obatan tertentu seperti antikejang, steroid oral atau heparin.
  • Bertambah tua.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan patah tulang yang disebabkan karena tulang yang rapuh.
  • Menderita penyakit tertentu seperti asma, gangguan tyroid, dan rematik.
  • Menderita kekurangan hormon tertentu seperti testoteron atau estrogen.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Gejala Kanker Yang Sering Diabaikan Pria01.06.11

Pria paling sulit diajak memeriksakan diri ke dokter kalau tidak sakit. Padahal dengan rutin memeriksakan diri ke dokter, beberapa penyakit berbahaya dapat terdeteksi secara dini termasuk kanker. Semakin dini diketahui maka kemungkinan pengobatan dan kesembuhan penderita kanker akan semakin besar.

Tidak semua kanker berbahaya memberikan gejala khas pada stadium awal, namun ada beberapa gejala yang patut diwaspadai pria yang bisa mengarah ke kanker. Walaupun belum pasti kanker, tetapi minimal dapat mendorong pria untuk memeriksakan diri ke dokter.

Berikut beberapa gejala kanker yang tidak boleh diabaikan pria.

Benjolan pada payudara

Sebagai pria tentu anda tidak akan menyangka bisa menderita kanker payudara. Walau tidak umum tetapi kemungkinan pria terkena kanker payudara tetap ada. Setiap benjolan yang muncul pada payudara harus diperiksakan ke dokter apalagi disertai dengan perubahan kulit pada payudara, puting yang mengkerut, kemerahan dan keluar cairan tidak normal.

Nyeri

Nyeri adalah keluhan yang paling sering dialami manusia seiring dengan bertambahnya usia. Walaupun tidak semua nyeri mengarah ke kanker tetapi munculnya nyeri yang tidak jelas penyebabnya jangan diabaikan begitu saja.

Perubahan pada testis (buah zakar)

Kanker testis biasanya menimpa pria yang berusia antara 20 sampai 39 tahun. Jika memungkinkan, lakukanlah pemeriksaan testis ke dokter secara rutin. Namun jika anda tidak punya waktu, lakukan pemeriksaan mandiri di rumah secara rutin sebulan sekali.

Setiap perubahan pada testis baik itu membesar atau mengecil patut diwaspadai sebagai gejala kanker. Dan bila ini terjadi, segeralah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lengkap. Beberapa kanker testis berlangsung sangat cepat sehingga semakin dini diketahui akan semakin mudah diobati.

Perubahan pada kelenjar limfe

Jika anda merasakan benjolan atau pembengkakan pada kelenjar limfe di ketiak, leher atau di bagian tubuh yang lain, anda harus waspada dan segera ke dokter. Apalagi pembesarannya berlangsung sangat cepat dan lebih dari sebulan.

Demam

Jika anda mengalami demam tanpa sebab yang jelas, bisa jadi itu merupakan gejala kanker atau gejala radang paru yang harus mendapatkan penanganan segera.

Sebagaian besar kanker akan menimbulkan demam terutama setelah sel sel kanker menyebar ke organ tubuh yang lain. Demam juga jamak terjadi pada kanker yang melibatkan sel darah seperti lymphoma atau leukemia.

Penurunan berat badan

Anda gemuk lalu berat badan turun drastis tanpa ada usaha menurunkan? Jangan senang dulu, bisa jadi hal itu merupakan gejala kanker. Pria yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dalam waktu yang relatif singkat harus segera ke dokter.

Lemas

Lemas atau kurang bertenaga adalah gejala pada pria yang bisa mengarah ke kanker. Seperti halnya demam, lemas juga muncul saat sel sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh. Kecuali pada leukemia dan kanker usus besar, lemas bisa muncul pada stadium dini.

Batuk lama

Batuk merupakan gejala yang sering kita alami terutama saat demam, flu atau alergi. Batuk juga bisa terjadi sebagai efek samping suatu obat. Namun jika batuk berlangsung lama apalagi lebih dari 4 minggu, tidak boleh diabaikan begitu saja. Batuk lama bisa jadi sebagai suatu gejala kanker atau infeksi TBC dan bronchitis khronis.

Sulit menelan

Pria yang mengalami kesulitan menelan sering mengabaikannya dan membiasakan hidup dengan kondisi seperti itu. Padahal gangguan menelan bisa jadi merupakan gejala kanker pada saluran pencernaan misalnya kanker pada kerongkongan.

Pendarahan tanpa sebab yang jelas

Setiap kali anda mengalami perdarahan tanpa sebab yang jelas maka sebaiknya anda segera menemui dokter. Batuk darah, berak darah, kencing darah merupakan beberapa contoh perdarahan yang perlu anda waspadai. Berak darah selain gejala wasir atau ambien juga bisa merupakan gejala kanker usus besar.

Perubahan pada mulut

Jika anda merokok atau menghisap tembakau, anda harus waspada jika ada bercak putih pada mulut atau lidah anda. Bercak itu dikenal dengan istilah leukoplakia yang merupakan gejala awal dari kanker mulut.

Masalah perkemihan

Masalah perkemihan sudah menjadi sesuatu yang lumrah seiring dengan bertambahnya usia. Pada pria, masalah perkemihan yang lumayan sering terjadi adalah kesulitan kencing atau kencing tidak tuntas. Bila kondisi ini kian hari kian memburuk, ada baiknya anda segera ke dokter. Gangguan kencing merupakan gejala yang sering terjadi pada kanker prostat atau kanker kandung kemih.

Masalah pencernaan

Jangan anggap remeh jika anda mengalami gangguan pencernaan. Segeralah ke dokter karena disampin disebabkan oleh infeksi, gangguan pencernaan bisa juga karena kanker pada kerongkongan, lambung atau bagian lain dari sistem pencernaan.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Si Kurus Itu Menderita Anoreksia Nervosa11.28.10

Anoreksia atau lengkapnya disebut anoreksia nervosa merupakan suatu gangguan yang berpotensi mengancam nyawa akibat kelaparan dan penurunan berat badan yang drastis. Diagnosa ditegakan jika seseorang kehilangan sedikitnya 15% dari berat badan normal atau idealnya. Penurunan berat badan yang ekstrem pada penderita anoreksia sangat berbahaya bagi kesehatan dan bahkan dapat mematikan.

Istilah anoreksia secara harafiah artinya kehilangan nafsu makan. Definisi ini sedikit salah kaprah sebab penderita anoreksia sebenarnya merasakan lapar namun menolak untuk makan. Penderita anoreksia sangat takut gemuk bahkan mereka tetap melihat dirinya gemuk padahal sudah sangat kurus. Mereka akan menolak makan dan melakukan olah raga yang berlebihan  untuk menurunkan berat badan.

Siapa saja yang dapat mengalami anoreksia?

Gangguan makan seperti anoreksia umumnya dialami oleh wanita terutama mereka yang berprofesi sebagai aktor, model, penari dan atlet. Mereka umumnya takut kelihatan gemuk akibat tuntutan profesi yang lebih mementingkan penampilan tubuh.

Penderita anoreksia tampak sangat berprestasi baik di sekolah, olah raga, pekerjaan dan aktivitas lainnya. Mereka terlihat perfeksionis dengan obsesif, cemas atau gejala depresif. Anoreksia dimulai pada masa pubertas dan dapat muncul kapan saja.

Apa sih penyebab anoreksia?

Penyebab pasti anoreksia masih belum diketahui namun diduga akibat kombinasi antara karakter pribadi, emosi, dan pola pikir. Faktor biologi dan lingkungan juga berperanan penting atas terjadinya anoreksia.

Penderita anoreksia sering menggunakan makan dan makanan sebagai cara untuk “melarikan diri” dari tekanan atau stress yang mereka rasakan. Perasaan rendah diri, cemas, marah, selalu kekurangan, kesepian juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya anoreksia. Mereka yang mengalami masalah makan umumnya pernah mengalami sejarah buruk dalam hubungan pertemanan atau percintaan yaitu pernah dicampakan akibat kegemukan. Tekanan dari teman teman dan lingkungan sekitar yang tampak langsing dan cantik secara fisik ikut memancing seseorang mengalami anoreksia.

Gangguan makan juga disebabkan oleh masalah fisik. Perubahan hormonal yang mengendalikan masalah mood, selera makan, pikiran dan memori diduga berperanan atas terjadinya gangguan makan. Penderita anoreksia sering berasal dari keluarga yang salah satu anggotanya juga menderita anoreksia sehingga faktor genetik juga berperanan.

Apa saja sih gejala anoreksia?

Gejala anoreksia antara lain:

  • Penurunan berat badan yang sangat cepat dalam beberapa minggu atau bulan.
  • Terus terusan membatasi makan/diet meskipun sudah kurus.
  • Memiliki ketertarikan yang di luar kebiasaan terhadap suatu makanan, kalori, nutrisi atau memasak.
  • Sangat ketakutan bila berat badan meningkat.
  • Mempunyai kebiasaan makan yang aneh bahkan cenderung rahasia.
  • Takut gemuk meski sudah sangat kurus.
  • Tidak mampu menilai secara realistis terhadap berat badan seseorang.
  • Ingin selalu tampak sempurna dan suka mengkritik diri sendiri.
  • Kepercayaan diri sangat dipengaruhi oleh berat badan dan bentuk tubuh.
  • Depresi, cemas dan mudah marah.
  • Siklus haid yang tidak teratur dan bahkan tidak haid pada wanita.
  • Menggunakan obat diuresis, laksatif dan pil diet.
  • Sering sakit.
  • Menggunakan pakaian yang longgar untuk menutupi badan yang kurus.
  • Berolah raga yang berlebihan.
  • Merasa tidak berguna dan tidak ada harapan.
  • Putus asa.
  • Gangguan fisik seperti tidak kuat pada cuaca dingin, anemia, dan lain lain.

Bila tidak segera diatasi, anoreksia dapat menyebabkan:

  • Kerusakan organ khususnya jantung, otak dan ginjal.
  • Penurunan tekanan darah, nadi dan frekuensi nafas.
  • Rambut rontok.
  • Detak jantung yang tidak teratur.
  • Osteoporosis.
  • Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
  • Kematian akibat kelaparan atau bunuh diri.

Bagaimana mendiagnosa anoreksia?

Mengindentifikasi anoreksia memerlukan tantangan tersendiri. Kerahasiaan, perasaan malu dan menolak dikatakan menderita kelainan adalah tantangan tersebut. Hal ini menyebabkan anoreksia sulit dideteksi dan baru diketahui setelah jangka waktu lama.

Begitu gejala tampak, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik maupun penunjang untuk menegakan diagnosa anoreksia. Meskipun pemeriksaan laboratorium khusus untuk anoreksia tidak perlu tapi dokter tetap melakukan beberapa tes untuk memeriksa kemungkinan gangguan fisik yang telah terjadi akibat anoreksia.

Jika tidak ditemukan penyakit fisik, dokter akan menyarankan penderita anoreksia untuk ke psikiatri untuk mengatasi masalah mental yang terjadi.

Bagaimana mengobati anoreksia?

Perawatan kegawat daruratan pada anoreksia diperlukan jika terdapat kondisi dehidrasi berat, malnutrisi, gagal ginjal dan detak jantung tidak teratur yang mengancam nyawa.

Gawat atau tidak, pengobatan anoreksia memerlukan tantangan akibat penderita menolak dianggap memiliki masalah. Seperti gangguan makan yang lain, anoreksia memerlukan penanganan yang komprehensif untuk mengetahui kebutuhan tiap tiap pasien.

Tujuan pengobatan adalah mengembalikan berat badan ke posisi sehat, mengatasi masalah emosional, memperbaiki pola pikir dan menjaga agar perubahan tersebut berlangsung terus menerus. Pengobatan sering mengkombinasikan antara psikoterapi dan obat obatan.

Apakah anoreksia bisa dicegah?

Meskipun sangat sulit mencegah semua kasus anoreksia tetapi pengobatan dini begitu gejala muncul sangat membantu penderita jatuh ke kondisi yang lebih parah. Pendidikan secara dini tentang kebiasaan hidup sehat dan pandangan positif terhadap makanan serta penampilan juga sangat membantu mencegah keadaan yang lebih parah dari gangguan makan.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Tips Memilih Sepatu Yang Sehat11.17.10

Sepatu adalah benda yang tidak bisa lepas dari penampilan anda sehari hari. Di saat pergi ke kantor, ke mall atau berolah raga, sepatu merupakan bagian yang terpenting dalam setiap aktifias tersebut. Tapi tahukah anda bahwa kesalahan dalam memilih sepatu dapat menyebabkan masalah kesehatan pada kaki?

The American Academy of Orthopaedic Surgeons memberikan beberapa tips bagaimana memilih sepatu yang pas sehingga penampilan anda yang menarik juga ditunjang dengan kaki yang sehat.

  • Ingat selalu untuk mencoba atau mengukur kedua kaki saat akan membeli sepatu sebab kaki manusia tidak 100% simetris kanan dan kiri.
  • Usahakan membeli sepatu di sore atau petang hari pada saat kaki sedang maksimal lebarnya.
  • Untuk anda kaum wanita, hindari membeli sepatu dengan hak atau heels lebih tinggi dari 2 inchi khususnya bila sepatu itu digunakan rutin sehari hari.
  • Pastikan sepatu yang anda beli pas pada bagian tumit dan ujung jari kaki terpanjang berjarak 1/2 inchi dari ujung sepatu.
  • Cobalah mengenakan kedua sepatu dan pastikan keduanya memberikan kenyamanan terutama untuk bagian kaki yang lebih besar.
  • Berjalanlah dengan sepatu yang anda coba dan pastikan anda tidak merasa tersiksa karenanya.

Akhir kata, selamat membeli sepatu.

Posted in Tips Kesehatanwith 1 Comment →

Efek Kafein Pada Anak11.04.10

Bagi mereka yang suka sama kopi tentu sudah mengenal dengan baik apa itu kafein. Zat stimulan yang terkandung dalam kopi ini sangat baik untuk membuat seseorang tetap terjaga dan merasa lebih bergairah.

Sayangnya kafein tidak hanya terkandung di dalam kopi. Softdrink dan obat juga mengandung kafein dalam kadar tertentu. Dan anak anak yang sangat menyukai softdrink juga akan direcoki oleh kafein dalam jumlah yang tidak sedikit.

Berikut beberapa gejala atau tanda bila seorang anak mulai kelebihan konsumsi kafein :

  • Merasa resah dan gelisah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan konsentrasi dan tidur.
  • Berdebar debar dan tekanan darah yang tiba tiba naik.

Bila anak anda mengalami hal tersebut, segeralah ke dokter.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics