Inilah Mereka Yang Berisiko Kena Radang Paru Paru (Pneumonia)02.29.12

Radang paru paru atau pneumonia adalah infeksi paru paru yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Pada umumnya, pneumonia menyebabkan terjadinya bendungan cairan atau nanah pada rongga paru paru sehingga menyebabkan penderita pneumonia mengalami kesulitan bernafas.

Berikut beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita radang paru paru atau pneumonia.

  • Orang yang berusia diatas 65 tahun atau bayi yang berusia dibawah 2 tahun. Kedua kelompok umur ini memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga mudah mengalami infeksi.
  • Penderita penyakit paru khronis seperti asma, penyakit paru obstruktif menahun dan fibrosis kistik.
  • Penderita penyakit khronis seperti gagal jantung, diabetes atau anemia sel sabit.
  • Mengalami perawatan di unit perawatan intensif rumah sakit terutama yang menggunakan alat bantu nafas/ventilator.
  • Mengalami komplikasi stroke seperti batuh atau kesulitan menelan makanan.
  • Mengalami malnutrisi/kurang gizi.
  • Mereka yang berprofesi sebagai perokok dan peminum alkohol.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Memahami Tanda Dan Gejala Syok Anafilaktik06.20.10

Syok anafilaktik merupakan suatu reaksi alergi yang cukup serius. Penyebabnya bisa bermacam macam mulai dari makanan, obat obatan, bahan bahan kimia dan gigitan serangga. Disebut serius karena kondisi ini dapat menyebabkan kematian dan memerlukan tindakan medis segera.

Berikut tanda dan gejala syok anafilaktik yang harus diketahui :

  • Bercak kemerahan pada kulit yang disertai dengan rasa gatal.
  • Bengkak pada tenggorokan dan atau organ tubuh yang lain.
  • Sesak atau kesulitan untuk bernafas.
  • Rasa tidak nyaman pada dada (seperti diikat dengan kencang).
  • Suara serak.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Kesulitan menelan.
  • Diare, sakit perut  dan muntah muntah.
  • Kulit menjadi merah atau pucat.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Berkenalan Dengan Kanker Paru06.05.09

Kanker paru seperti halnya kanker yang lain merupakan hasil dari pertumbuhan abnormal sel tubuh. Pada orang normal, pertumbuhan dan kematian sel diatur sedemikian rupa sehingga selalu dalam keadaan seimbang. Bila mekanisme ini terganggu maka sel akan tumbuh dengan semena mena sehingga sel tersebut membesar dengan tidak terkontrol yang kemudian dikenal dengan nama tumor.

Berdasarkan pertumbuhannya, tumor dibagi menjadi dua jenis yaitu tumor jinak dan tumor ganas atau lebih dikenal dengan sebutan kanker. Tumor jinak umumnya terlokalisir dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jenis ini mudah untuk dihilangkan atau disembuhkan dengan tuntas. Sedangkan kanker atau tumor ganas dapat tumbuh dan membesar dengan cepat, bersifat merusak organ di sekitarnya serta dapat mengalami metastase atau menyebar ke organ tubuh yang lain. Pengobatan kanker sangat terggantung dari stadium atau derajat pertumbuhan dan penyebaran kanker.

Seperti halnya sel yang terdapat pada organ tubuh yang lain, sel paru paru juga dapat mengalami pertumbuhan abnormal atau kanker. Paru paru sebagai suatu organ juga dapat menerima penyebaran kanker dari organ lainnya, sehingga kanker yang terjadi pada paru paru bisa berasal dari sel paru paru itu sendiri atau sel kanker yang berasal dari organ lain.

Apa sih yang menyebabkan kanker paru?

Merokok

Sampai saat ini para ahli masih berpendapat bahwa 90% penyebab kanker paru adalah karena kebiasaan merokok. Resiko menderita kanker paru akan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi rokok per hari. Mereka yang merokok dua bungkus atau lebih rokok per hari, satu diantara 7 orang akan meninggal karena kanker paru. Penggunaan pipa atau cangklong juga dapat menyebabkan kanker paru meskipun resikonya tidak sebesar perokok tanpa pipa.

Rokok tembakau mengandung lebih dari 4 ribu zat kimia dan sebagaian besar merupakan zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker. Dua zat karsinogenik utama dalam rokok tembakau adalah nitrosamine dan polycyclic aromatic hydrocarbon.

Perokok Pasif

Perokok pasif atau orang yang ikut menghirup asap rokok yang berasal dari perokok dalam jangka waktu yang lama juga mempunyai resiko menderita kanker paru. Penelitian menunjukan, perokok pasif ini mempunyai resiko menderita kanker paru 24% lebih besar daripada mereka yang tidak merokok.

Serat Asbestos

Serat asbestos adalah serat silikat yang dapat mengendap di jaringan paru paru dalam jangka waktu yang lama. Para pekerja yang sering terpapar zat ini mempunyai resiko tinggi menderita kanker paru.

Keturunan

Meskipun kebiasaan merokok merupakan biang kerok terjadinya kanker paru namun kenyataannya tidak semua perokok akan mengalaminya. Hal ini disebabkan karena ada hambatan secara genetik. Resiko kanker paru akan meningkat pada mereka yang mempunyai keluarga dekat yang pernah menderita kanker paru.

Penyakit Paru

Penyakit paru seperti chronic obstructive pulmonary disease (COPD) diduga mempunyai hubungan erat dengan peningkatan kejadian kanker paru. Resiko ini meningkat bila penderita juga merupakan seorang perokok.

Riwayat Menderita Kanker Paru 

Orang yang pernah menderita kanker paru mempunyai resiko untuk menderita kanker paru yang keduakalinya. 

Polusi Udara

Polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, pabrik industri dan pembangkit listrik tenaga fosil dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru. Polusi udara ini mempunyai kontribusi terhadap kematian akibat kanker paru sebesar hampir 1%.

Apa saja gejala dan tanda kanker paru?

Gejala dan tanda kanker paru sangat bervariasi terggantung dari derajat kanker dan kondisi fisik individu yang bersangkutan. Meskipun demikian, tanda atau gejala dini kanker paru sangat mudah untuk dideteksi. Beberapa gejala yang mungkin terjadi pada orang yang menderita kanker paru antara lain :

Tanpa Gejala

Hampir 25% orang yang didiagnosa menderita kanker paru ditemukan dengan tidak sengaja. Artinya, mereka ditemukan menderita kanker paru pada saat dilakukan pemeriksaan ronsen dada untuk suatu keperluan atau pemeriksaan kesehatan rutin. Gambaran ronsen dada menunjukan adanya tumor kecil sebesar uang logam di paru paru dan pada saat ini pasien sama sekali tidak mengeluhkan gejala apa apa.

Gejala sesuai dengan besarnya kanker

Pertumbuhan sel kanker yang mendesak jaringan paru normal akan menyebabkan terganggunya proses pernafasan pasien. Gejala yang timbul antara lain batuk, sesak nafas, nafas bunyi, nyeri dada dan batuk darah. Jika pertumbuhan sel kanker merusak sel saraf di sekitar paru maka akan menimbulkan nyeri pada bahu yang mejalar ke tangan sampai dengan jari jari tangan. Desakan sel kanker ke kerongkongan akan menyebabkan gangguan menelan.

Gejala yang berhubungan dengan penyebaran kanker

Sel kanker paru yang menyebar ke tulang akan menyebabkan nyeri pada tulang tersebut sementara yang menyebar ke otak akan menyebabkan gejala neurologik seperti mata kabur, sakit kepala, kejang, gejala stroke, kelumpuhan pada anggota gerak, gangguan sensasi rasa pada beberapa bagian tubuh.

Gejala non spesifik

Gejala non spesifik jamak ditemukan pada beberapa penyakit kanker termasuk kanker paru. Gejala ini antara lain penurunan berat badan, lemah, dan mudah lelah. Sering pula terjadi gejala psikologis seperti depresi dan gangguan mood.

Kapankah kita perlu ke dokter?

Jika anda mengalami gejala gejala seperti yang saya sebutkan di bawah ini maka anda harus segera ke dokter untuk mendeteksi secara dini adanya kanker paru.

  • Batuk lama yang makin lama makin memburuk
  • Darah pada dahak.
  • Bronchitis yang lama dan adanya infeksi paru yang berulang.
  • Nyeri dada.
  • Penurunan berat badan yang tidak wajar.
  • Sesak nafas yang berulang dan lama.

Bagaimana pengobatan kanker paru?

Metode pengobatan kanker paru yang masih dilakukan sampai saat ini yaitu operasi pengambilan sel kanker, kemoterapi dan radiasi serta kombinasi antara ketiga metode tersebut. Keputusan untuk memilih metode pengobatan terggantung dari besar dan derajat penyebaran sel kanker serta kondisi kesehatan pasien.

Bagaimana mencegah kanker paru?

Menghentikan kebiasaan merokok adalah hal yang utama dalam mencegah terjadinya kanker paru. Tidak kalah pentingnya yaitu meminimalisasi kontak dengan perokok atau menjadi perokok pasif. Segera ke dokter bila mengalami gejala gejala yang berhubungan dengan paru paru.

Posted in Info Penyakitwith 18 Comments →

Alergi Telur08.23.08

stop telur.gif

Alergi telur termasuk ke dalam golongan alergi tipe 1 atau dikenal dengan nama alergi kontak. Protein yang terdapat dalam telur merangsang reaksi sistem immun secara berlebihan. Sistem immun ini lalu menghasilkan antibodi untuk melawan protein pada telur yang sebenarnya tidak berbahaya. Penyebab reaksi immun tubuh yang berlebihan ini masih belum jelas dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bagian telur yang paling sering menyebabkan alergi adalah putih telur walaupun ada beberapa kasus alergi yang disebabkan oleh kuning telur. Orang yang menderita alergi telur mempunyai kemungkinan besar untuk mengalami alergi terhadap makanan yang berasal dari ayam.

Umumnya gejala alergi timbul beberapa menit sampai beberapa jam setelah penderita mengkonsumsi telur. Gejala dapat menetap sampai beberapa jam sampai dengan beberapa hari. Beberapa gejala yang sering timbul antara lain kemerahan dan gatal pada kulit, rasa mules pada perut, diare, mual, muntah, hidung meler, mata berair, sesak dan batuk.

Sampai saat ini salah satu metode untuk mengetahui bahwa seorang penderita mengidap alergi telur adalah dengan melakukan tes alergi. Tes alergi sebaiknya dilakukan oleh seorang spesialis alergi sehingga dapat diketahuii secara tepat jenis alergi yang diderita. Sebelum melaksanakan tes alergi, penderita diwajibkan tidak mengkonsumsi obat obatan anti alergi untuk mencegah hasil tes yang tidak valid. Ingatlah untuk selalu mendiskusikan pelaksanaan tes alergi dengan spesialis alergi sehingga didapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Tes alergi dilaksanakan dengan cara memasukan ekstrak protein telur ke dalam kulit lalu di lihat efek yang terjadi pada kulit tersebut. Bila timbul bengkak kemerahan dan gatal maka dapat dipastikan bahwa penderita tersebut menderita alergi telur.

Tes alergi yang lain adalah ‘food challenge’. Penderita disuruh untuk menghindari segala bentuk makanan yang mengandung telur selama beberapa minggu. Memang agak sulit untuk benar benar menghilangkan protein telur dari makanan sebab ada beberapa makanan yang mengandung protein telur walaupun makanan tersebut tidak terbuat dari telur. Penderita dianjurkan untuk selalu membaca kandungan makanan yang terdapat pada label makanan yang dibeli sehingga saat menjalani tes ini penderita dapat semaksimal mungkin menghindari makanan yang mengandung protein telur.

Langkah selanjutnya adalah penderita disuruh hanya makan telur dalam pengawasan dokter. Jika setelah makan telur gejala alergi muncul maka penderita tersebut dapat dikatakan positif alergi telur. Pada penderita ini sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi segala bentuk makanan yang mengandung telur.

Beberapa vitamin yang kita kenal ternyata cukup membantu mengurangi kejadian alergi seperti Vitamin A, B, C, E. Selain vitamin ada beberapa zat yang kurang lebih mempunyai fungsi yang sama dengan vitamin seperti asam pantothenic, glukosamin, antioksidan dan quercitin.

Posted in Info Penyakitwith 49 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat