Mari Mengenal Jaringan Parut Bekas Luka11.08.10

Kulit adalah lambang kecantikan. Setiap luka, baik luka bakar, luka iris, operasi pembedahan dan lain sebagainya akan menimbulkan bekas yang sangat merusak kecantikan kulit.

Seperti halnya selembar kain sutera halus, bila sedikit saja ada goresan akan merusak keindahan dan menurunkan nilai jualnya. Sepanjang hidup, kita tidak akan bisa menghindari adanya luka atau goresan pada kulit kita karena memang fungsi kulit adalah sebagai proteksi tubuh.

Bekas luka atau jaringan parut tidak akan jadi masalah jika kecil dan lokasinya tersembunyi. Namun tidak semua seberuntung itu, terkadang jaringan parut muncul di tangan atau bahkan di wajah yang sangat merusak penampilan.

Sejujurnya, jaringan parut sangat sulit dihilangkan secara sempurna tetapi ada beberapa cara untuk menyamarkan atau mengecilkan ukurannya.

Terjadinya jaringan parut

Jaringan parut merupakan bagian dari proses penyembuhan luka. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya jaringan parut ini, mulai dari kedalaman, luas dan lokasi luka. Umur, keturunan dan kelamin juga mempengaruhi bagaimana reaksi kulit dalam menghadapi luka.

Macam jaringan parut

Berikut adalah beberapa macam jaringan parut yang umum terjadi :

Keloid

Keloid terjadi akibat pembentukan jaringan parut yang kelewat agresif saat proses penyembuhan luka. Jaringan parut yang terbentuk luasnya melebihi luas luka. Pembentukan keloid yang terlampau luas akan menimbulkan keluhan bermacam macam, mulai dari rasa gatal, nyeri dan gangguan pergerakan anggota gerak. Metode pengobatan yang biasa dilakukan antara lain operasi pembedahan atau penyuntikan dengan steroid. Pada keloid yang kecil dan tipis dapat diobati dengan salep.

Kontraktur

Kontraktur terjadi pada proses penyembuhan luka bakar yang menyebabkan kulit menegang dan menganggu pergerakan anggota gerak. Hal ini terjadi akibat jaringan parut sudah mengenai otot dan saraf.

Hipertropik

Jaringan parut hipertropik mirip dengan keloid tetapi jaringan parut yang terbentuk tidak melewati luas luka.

Bekas jerawat

Jaringan parut bekas jerawat umumnya timbul pada jerawat yang berat dan terinfeksi. Bentuk jaringan parut yang muncul sangat terggantung dari dalam dan luasnya jerawat.

Pengobatan jaringan parut

Beberapa metode pengobatan jaringan parut adalah sebagai beriut

Salep/Krim

Pengobatan dengan salep biasanya dilakukan untuk mencegah terjadinya jaringan parut pasca operasi. Salep juga diberikan bila jaringan parut yang terbentuk tidak terlalu tebal dan luas.

Operasi pembedahan

Operasi pembedahan dilakukan pada jaringan parut yang dalam dan luas. Metodenya antara lain skin graft, eksisi, dermabrasion atau laser.

Penyuntikan

Penyuntikan dilakukan pada keloid atau jaringan parut hipertropik. Metode ini bisa dilakukan sendiri atau dikombinasi dengan metode pengobatan yang lain.

Posted in Tips Kesehatanwith No Comments →

Kapan Sebaiknya Operasi Amandel?08.19.10

Ya, kapan sebaiknya amandel dibuang? Pertanyaan yang sering diajukan pasien saat mendapati amandelnya membesar. Mereka bahkan langsung meminta amandelnya diambil begitu merasakan ada keanehan pada organ tersebut.

Amandel atau bahasa kedokternya disebut tonsil merupakan organ yang normal terdapat pada bagian belakang rongga mulut. Organ ini merupakan jaringan kelenjar yang salah satu fungsinya adalah melindungi tubuh dari infeksi serius pada daerah pernafasan bagian atas. Karena fungsinya sebagai pelindung infeksi inilah yang membuat amandel sering ikutan meradang. Peradangan amandel dikenal dengan istilah tonsilitis.

Operasi pengambilan amandel sendiri disebut dengan istilah tonsillectomy. Operasi ini bisa dilakukan dengan pembiusan lokal maupun umum. Tonsillectomy biasanya dilakukan oleh dokter spesialis THT.

Tahukah anda bahwa tidak setiap peradangan pada amandel harus dilakukan operasi? Berikut merupakan tanda tanda amandel harus diangkat.

  • Peradangan pada tonsil yang berlangsung lama dan membandel.
  • Tonsilitis yang tidak membaik dengan pemberian antibiotika.
  • Kedua tonsil membesar dan menutupi saluran makan.
  • Peradangan tonsil sudah parah dan cenderung bernanah atau membentuk abses.
  • Peradangan amandel yang disertai dengan infeksi pada telinga tengah yang membandel.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Mengenal Lebih Jauh Tentang Operasi Seksio04.07.10

Operasi seksio atau sering disingkat SC adalah operasi pembedahan untuk melahirkan bayi melalui perut ibu. Meskipun kesehatan ibu dan bayi lebih terjamin, bukan berarti operasi ini tidak bisa mengalami komplikasi. Karena termasuk operasi besar tentu resiko yang terjadi pun akan lebih besar serta proses penyembuhan luka yang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan persalinan normal.

Operasi seksio hanya dilakukan bila proses persalinan normal tidak mungkin dilakukan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakmampuan melahirkan secara normal ini, baik yang datangnya dari ibu maupun janin yang dikandungnya.

Meskipun demikian, angka kelahiran melalui operasi seksio kian hari kian meningkat. Padahal kalau ditilik secara lebih mendalam, banyak ibu hamil yang sebenarnya dapat melahirkan secara normal tapi lebih memilih untuk melakukan operasi dengan berbagai alasan.

Jadi, sangatlah penting bagi ibu hamil untuk mengenal secara lebih mendalam tentang apa itu operasi seksio.

Mengapa operasi seksio menjadi pilihan melahirkan bayi?

Dokter akan menganjurkan anda melahirkan dengan jalan operasi jika persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan. Umumnya operasi seksio adalah tindakan terencana namun di lapangan banyak operasi yang dilakukan secara mendadak akibat gangguan proses melahirkan secara normal.

Berikut adalah hal hal yang menjadi pertimbangan dokter sebelum memutuskan apakah seorang ibu hamil layak untuk dilakukan operasi seksio :

  • Seorang ibu dengan kehamilan kembar.
  • Ibu hamil dengan penyakit berat seperti infeksi HIV, herpes dan penyakit jantung.
  • Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Ibu hamil dengan bentuk panggul yang sempit.
  • Terdapat masalah dengan plasenta.
  • Terdapat masalah dengan tali plasenta.
  • Posisi bayi di dalam rahim yang tidak normal, misalnya sungsang.
  • Terdapat gangguan aliran darah pada janin.
  • Ibu hamil dengan riwayat operasi seksio sebelumnya.

Dapatkah seorang ibu hamil meminta untuk dilakukan operasi seksio?

Kenyataannya memang banyak operasi seksio saat ini dilakukan atas permintaan pasien meskipun tanpa alasan medis. Mereka umumnya memilih melakukan operasi karena takut kesakitan saat melahirkan secara normal. Alasan lain adalah mereka lebih mudah menentukan tanggal dan waktu kelahiran dengan operasi. Selain itu, mereka juga ketakutan organ kelaminnya rusak setelah persalinan normal.

Dari sisi medis, etika permintaan operasi seksio oleh ibu hamil  masih menjadi perdebatan. Tapi umumnya para dokter beranggapan bahwa sah saja seorang ibu hamil meminta operasi asal mereka sudah diberikan pemahaman tentang keuntungan dan kerugian atas tindakan yang akan dilakukan.

Resiko medis yang dapat terjadi pada operasi seksio antara lain infeksi, perdarahan, dan bayi yang dilahirkan akan mudah mengalami gangguan nafas setelah operasi. Setelah operasi, perawatan di rumah sakit juga akan lebih lama bila dibandingkan dengan persalinan normal. Rasa nyeri setelah operasi juga jauh lebih sakit bila dibandingkan dengan persalinan normal.

Operasi seksio juga akan meningkatkan resiko medis pada kehamilan berikutnya. Kehamilan setelah operasi seksio juga akan meningkatkan resiko terjadinya ruptur atau pecahnya rahim. Dan bila hal ini terjadi tentu akan membahayakan keselematan ibu dan janin.

Meskipun pada akhirnya ibu hamil menerima segala resiko tersebut namun operasi seksio hanya dapat dilakukan setelah umur kehamilan diatas 39 minggu kecuali atas indikasi medis yang mutlak.

Apa saja tahap tahapan operasi seksio?

Sebelum operasi

Operasi seksio memakan waktu kurang lebih 45 sampai 60 menit bertempat di kamar operasi. Jadi, jika anda berada di ruang persalinan atau kamar perawatan maka anda akan dipindahkan ke kamar operasi. Setiba di kamar operasi, tim operator yang terdiri dari dokter kebidanan, dokter anestesi dan perawat akan menjelaskan prosedur tindakan kepada anda. Setelah itu akan dilakukan pembiusan melalui tulang belakang (epidural/spinal block). Setelah dilakukan pembiusan, perut anda akan dibersihkan lalu di tutup dengan kain steril.

Saat operasi

Setelah semua persiapan selesai, dokter kebidanan akan memulai melakukan pembedahan. Irisan umumnya dilakukan melintang pada bagian bawah perut tepat diatas lipatan perut bawah sepanjang lebih kurang 20 cm. Irisan ini akan diperdalam sampai menembus otot dan rahim. Setelah rahim terbuka, bayi yang ada di dalamnya akan dikeluarkan berikut plasenta yang melekat pada dinding rahim. Setelah dilakukan pembersihan rahim dari sisa sisa plasenta, selanjutnya dilakukan penjahitan kembali secara lapis demi lapis pada setiap jaringan sampai kulit. Proses penutupan atau penjahitan inilah yang biasanya memakan waktu lama.

Setelah operasi

Setelah operasi selesai, anda akan dipindahkan dari kamar operasi menuju kamar pemulihan. Di tempat ini, kondisi anda akan terus di monitor sampai beberapa jam setelah operasi. Yang di monitor antara lain, kondisi hemodinamik atau tekanan darah anda dan adanya perdarahan pasca operasi. Bila setelah waktu pemulihan selesai dan tidak terdapat komplikasi maka anda akan segera dipindahkan kembali ke kamar perawatan.

Perlu diingat bahwa 7 hari setelah tindakan adalah masa masa rawan terhadap kemungkinan terjadinya infeksi. Gejala atau tanda tanda infeksi pasca operasi dapat ditandai dengan :

  • Nanah yang keluar dari luka operasi.
  • Demam.
  • Nanah atau darah yang keluar dari kemaluan.
  • Penyembuhan luka yang lama.

Bila terjadi tanda dan gejala tersebut, segera kontrol ke dokter agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Serba Serbi Sakit Perut04.06.10

Sakit perut atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah abdominal pain adalah perasaan nyeri atau sakit yang dirasakan pada perut. Secara anatomi, rongga perut atau abdomen dibatasi oleh diafragma di bagian atas dan tulang pinggul di bagian bawah. Meskipun nyeri perut juga bisa disebabkan oleh otot dan kulit yang membungkus rongga perut, namun biasanya istilah abdominal pain digunakan untuk menggambarkan keluhan yang disebabkan oleh gangguan organ yang ada di dalam rongga perut. Organ tersebut antara lain lambung, usus halus, usus besar, hati, kandung kencing dan pankreas.

Kadangkala, nyeri yang dirasakan pada rongga perut bukan berasal dari kelainan organ yang ada di rongga perut begitu pula sebaliknya kelainan organ yang terdapat di dalam rongga perut, rasa nyeri bisa dirasakan sampai di luar rongga perut.

Apakah penyebab abdominal pain?

Nyeri perut umumnya disebabkan oleh karena adanya peradangan (contoh : appendicitis, diverticulitis, colitis), peregangan organ (contoh : sumbatan usus, sumbatan saluran empedu, pembengkakan hati), dan gangguan aliran darah ke organ (contoh : kolitis iskemia).

Kadangkala penyebab gangguan ini sulit ditentukan sehingga dikelompokan ke dalam istilah Irritable Bowel Syndrome (IBS).

Bagaimana mendiagnosa atau menentukan penyebab abdominal pain?

Untuk menentukan penyebab abdominal pain, dokter melakukan langkah langkah berikut :

1. Anamnesa (Wawancara).

Pasien ditanyakan tentang riwayat keluhannya. Mulai dari karakteristik nyerinya, kapan nyeri mulai dirasakan, sampai keluhan keluhan lain yang dirasakan berbarengan dengan rasa nyeri di perut. Ditanyakan pula riwayat penyakit yang pernah dirasakan oleh pasien yang kira kira berhubungan dengan keluhannya saat ini.

2. Pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan fisik meliputi kondisi pergerakan usus dan organ di dalam rongga perut. Tanda tanda peradangan, nyeri tekan, pembesaran organ dan lain lain.

3. Pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang meliputi, pemeriksaan laboratorium, ronsen, USG dan sebagainya.

Apa yang anda harus siapkan sebelum ke dokter?

Tidak selamanya dokter mudah menentukan penyebab dari nyeri perut. Sangat diperlukan kerjasama pasien dalam mengungkapkan keluhannya dengan lebih jelas sehingga membantu dokter dalam menentukan penyebab nyeri perut yang diderita pasien.

Berikut hal hal yang perlu anda catat sebelum ke dokter :

  • Obat yang selama ini anda konsumsi.
  • Riwayat alergi obat, makanan dan bahan bahan lainnya.
  • Obat yang anda konsumsi untuk meredakan keluhan anda saat ini.
  • Riwayat penyakit khronis yang pernah anda derita seperti penyakit jantung, diabetes, dan sebagainya.
  • Riwayat operasi pembedahan sebelumnya terutama di daerah perut.
  • Riwayat opname sebelumnya/
  • Riwayat pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan.
  • Riwayat keluarga yang memiliki keluhan yang sama.
  • Riwayat merokok, konsumsi alkohol dan sebagainya.

Yang perlu anda ceritakan sehubungan dengan keluhan yang anda derita saat ini antara lain :

  • Kapan nyeri mulai dirasakan.
  • Apakah ada keluhan yang sama sebelumnya.
  • Frekuensi nyeri yang dirasakan.
  • Apakah nyeri datang tiba tiba ada bertahap.
  • Seberapa parah nyeri yang dirasakan.
  • Apa yang menyebabkan nyeri bertambah parah.
  • Apa yang dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Karakteristik nyeri.
  • Keluhan lain yang berbarengan dengan nyeri perut seperti demam, kedinginan, keringat dingin, diare, penurunan berat badan, berak darah, hilangnya nafsu makan, mual, dan lemas.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Penyakitwith 15 Comments →

Persiapan Sebelum Menikah dan Hamil09.05.09

Sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir 40% kehamilan merupakan sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya. Padahal pemeriksaan kesehatan sebelum hamil merupakan sesuatu yang sangat penting agar kehamilan dapat berjalan dengan baik. Sayangnya, kesadaran akan hal ini masih sangat rendah sehingga angka kesakitan dan komplikasi kehamilan masih sangat tinggi.

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah atau hamil khususnya pada wanita akan mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan anak. Beberapa penyakit yang kemungkinan menganggu proses kehamilan dapat dideteksi secara dini sehingga keadaan yang lebih buruk dapat cepat dihindari.

Sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium, terlebih dahulu dilakukan wawancara yang antara lain menanyakan tentang :

Riwayat penyakit sebelumnya.

Dokter akan menanyakan penyakit yang pernah diderita sebelumnya. Beberapa penyakit atau operasi terutama di daerah perut perlu dipertimbangkan untuk proses kehamilan.

Kebiasaan makan.

Dilakukan penghitungan body mass index (BMI), pantangan makanan, dan resiko terjadinya penyakit diabetes. Ditanya pula tentang kebiasaan makan dan pola makan khususnya makanan yang kurang baik untuk kesehatan seperti alkohol, makanan berlemak dan sebagainya.

Riawayat pengobatan.

Ditanyakan apakah saat ini sedang mengkonsumsi obat obatan tertentu khususnya obat obat yang berbahaya untuk kehamilan. Ditanyakan pula apakah saat ini sedang menggunakan obat obat terlarang, obat obat herbal dan sebagainya.

Pengaruh lingkungan.

Ditanyakan apakah pasien pernah terpapar bahan bahan berbahaya atau racun seperti bahan kimia dan logam berat. Pernah terpapar radiasi dan bahan bahan infeksius.

Riwayat kehamilan.

Ditanyakan tentang riwayat persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya. Riwayat masalah pada kandungan termasuk operasi yang pernah dilakukan di daerah tersebut.

Riwayat keluarga.

Ditanyakan tentang riwayat penyakit yang pernah diderita oleh keluarga pasien terutama penyakit penyakit yang diturunkan seperti thalassemia, cacat saat kelahiran, gangguan hormon, penyakit darah, alergi dan sebagainya.

Riwayat psikososial.

Ditanyakan tentang riwayat kekerasan fisik yang pernah dialami, masalah ekonomi, dukungan emosional dan masalah sosial yang lain.

Sedangkan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan antara lain :

Pemeriksan laboratorium rutin.

Pemeriksaan laboratorium rutin artinya bahwa pemeriksaan ini dilakukan pada setiap wanita yang akan hamil antara lain : pemeriksaan darah lengkap, golongan darah, titer virus Rubella, hepatitis B, pap smear, clamidia, HIV, dan GO.

Pemeriksaan laboratorium lain yang berdasarkan indikasi.

  • Hepatitis C bila pasien mempunyai resiko tinggi menderita hepatitis C seperti pengguna obat obat suntik, memiliki tattoo dan menerima transfusi darah sebelum tahun 1992.
  • Gula darah puasa bila pasien mempunyai resiko tinggi menderita diabetes seperti kegemukan, memiliki riwayat keluarga penderita diabetes, pernah menderita diabetes pada masa kehamilan sebelumnya, riwayat memiliki bayi dengan berat badan diatas 4 kg.
  • Pemeriksaan dahak dan ronsen dada untuk pasien yang diduga menderita TBC.
  • Pemeriksaan toxoplasmosis untuk mereka yang gemar memelihara kucing atau suka mengkonsumsi makanan yang setengah matang.

Tujuan utama pemeriksaan sebelum menikah atau hamil adalah meminimalkan terjadinya gangguan kehamilan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain :

  • Menghentikan pemakaian obat obatan yang dapat menganggu kehamilan.
  • Sedapat mungkin mengendalikan hal hal medis yang terjadi pada wanita tersebut dan bila perlu dilakukan konsultasi ke dokter spesialis.
  • Menghindari makanan dan bahan bahan yang berbahaya bagi kehamilan.
  • Diberikan vaksinasi terhadap penyakit penyakit yang dapat menganggu kehamilan.
  • Dilakukan konseling bila ditemukan hal hal yang berhubungan dengan genetik atau penyakit keturunan dan dampak yang terjadi bila terjadi kehamilan.

Tulisan ini didedikasikan buat Yanuar dan Arie yang baru saja menikah dan saya tidak bisa menghadiri pernikahan mereka. Semoga langgeng, Bro and Sis.

Posted in Info Kesehatanwith 13 Comments →

Mata Minus (Myopia)02.07.09

Bila saat ini anda merasakan kesulitan melihat benda yang jauh tetapi tidak masalah jika melihat benda yang dekat maka kemungkinan anda menderita apa yang dinamakan dengan mata minus atau myopia. Myopia memang penyakit yang sangat populer dan menyerang antara 20% sampai 30% dari populasi. Gangguan mata ini dengan mudah dapat dikoreksi menggunakan kaca mata, lensa kontak atau operasi.

Apa yang menyebabkan myopia?

Orang yang mengalami gangguan penglihatan sering disebut menderita gangguan refraksi. Artinya, gangguan penglihatan terjadi akibat tidak sempurnanya bayangan benda yang diterima oleh saraf saraf penglihatan untuk disampaikan ke otak. Pada orang myopia, bentuk bola mata terlalu lonjong atau kornea terlalu melengkung sehingga bayangan benda yang masuk ke mata menjadi tidak fokus. Bayangan benda jatuh di depan retina, daerah sensitif pada mata sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Myopia umumnya diturunkan dan biasanya tampak pada usia muda. Gangguan ini dapat berkurang dengan sendirinya namun sebaliknya dapat pula memburuk seiiring bertambahnya usia.

Bagaimana gejala myopia?

Penderita myopia akan sering mengalami sakit kepala, mudah lelah dan pusing saat mengendarai kendaraan atau memandang jauh. Bila menemukan penderita dengan gejala tersebut, maka dokter akan melakukan pemeriksaan visus/tajam penglihatan baik secara manual atau dengan komputer.

Bagaimana mengobati myopia?

Myopia dapat dikoreksi dengan menggunakan kaca mata, lensa kontak atau operasi. Saat ini sudah banyak dikembangkan operasi dengan menggunakan metode LASIK (Laser-assisted in situ keratomileusis) yang mana laser digunakan mengurangi lapisan kornea sehingga kornea menjadi lebih datar yang menyebabkan bayangan benda lebih fokus ke retina.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics