Demam Typhoid07.07.09

Demam typhoid atau dalam bahasa kesehariannya dikenal dengan nama penyakit tifus/tifes adalah suatu penyakit demam akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Selain oleh Salmonella typhi, demam typhoid juga bisa disebabkan oleh Salmonella paratyphi namun gejalanya jauh lebih ringan. Kuman ini umumnya terdapat dalam air atau makanan yang ditularkan oleh orang yang terinfeksi kuman tersebut sebelumnya.

Demam typhoid saat ini masih sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari. Lebih dari 13 juta orang terinfeksi kuman ini di seluruh dunia dan 500.000 diantaranya meninggal dunia.

Bagaimana sih seseorang bisa mengalami demam typhoid?

Kuman typhoid masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air yang kita konsumsi. Seorang penderita typhoid dapat mencemari air di sekitarnya melalui kotoran yang penuh dengan kuman typhoid. Air yang tercemar ini bila digunakan untuk mengolah makanan maka makanan pun akan ikut tercemar terutama makanan yang tidak dimasak dengan baik.

Tidak semua penderita typhoid mengalami gejala yang kasat mata, banyak diantaranya yang walaupun terinfeksi tetapi tidak merasakan apa apa. Nah, mereka inilah yang berbahaya sebab mereka dapat menulari orang lain sementara karena tidak merasakan sakit, mereka enggan untuk ke dokter berobat. Orang orang seperti ini dikenal dengan nama carier.

Kuman typhoid berkembang biak dan bertambah banyak di dalam kandung empedu dan hati yang selanjutnya masuk ke dalam usus. Hebatnya, kuman ini mampu bertahan berminggu minggu di dalam air atau kubangan yang telah kering.

Bagaimana kuman typhoid dapat menyebabkan penyakit?

Setelah memakan makanan yang terkontaminasi, kuman typhoid selanjutnya masuk ke dalam usus halus lalu ke pembuluh darah. Di dalam pembuluh darah, kuman typhoid dibawa oleh sel darah putih menuju hati, limpa dan sumsum tulang. Kuman selanjutnya bertambah banyak pada organ organ ini lalu kembali ke pembuluh darah. Saat inilah penderita typhoid akan merasakan gejala demam. Berikutnya kuman akan memasuki kandung empedu lalu jaringan getah bening usus. Disini kuman akan berkembang biak semakin banyak. Lalu kuman juga akan menembus dinding usus dan bercampur dengan kotoran. Nah, selain dari pemeriksaan darah, demam typhoid juga dapat dipastikan dengan pemeriksaan kotoran.

Apa saja gejala demam typhoid?

Masa inkubasi penyakit ini antara satu sampai dua minggu dan lamanya penyakit dapat mencapai enam minggu. Beberapa gejala yang dialami pasien antara lain :

  • Sakit kepala yang luar biasa.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Nyeri nyeri pada seluruh tubuh.
  • Demam.
  • Lemah.
  • Diare.

Penderita demam typhoid dapat mengalami demam sampai dengan 40 derajat Celsius.

Beberapa pasien dapat mengalami sesak nafas, nyeri pada perut dan ketidaknyamanan lainnya. Jika tidak ada komplikasi maka penyembuhan akan terjadi pada minggu ke 3 dan 4. Sekitar 10% pasien yang sudah dinyatakan sembuh akan mengalami kekambuhan setelah dua sampai tiga minggu kemudian. Penyebab dari kekambuhan ini belum dapat dipastikan namun hal ini terjadi umumnya pada pasien yang mendapat pengobatan antibiotika.

Bagaimana mengobati demam typhoid?

Demam typhoid diobati dengan antibiotika yang dapat membunuh kuman Salmonella. Sebelum penggunaan antibiotika secara luas, angka kematian dari penyakit ini mencapai 20%. Kematian umumnya disebabkan oleh komplikasi typhoid antara lain radang paru paru, perdarahan usus, dan kebocoran usus. Dengan antibiotika yang tepat, angka kematian dapat ditekan menjadi sekitar 1 sampai 2%. Dengan pengobatan yang pas, lamanya penyakit pun dapat ditekan menjadi sekitar seminggu.

Bagi mereka yang suka jalan jalan ke daerah yang beresiko, vaksin untuk typhoid pun sudah tersedia, namun di Indonesia masih sangat jarang kita temui.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Leukemia Yang Menakutkan02.28.09

Salah satu alasan yang membuat saya tidak suka membahas masalah kanker adalah bahasannya yang panjang sehingga sering membuat saya bosan ngetik dan saya rasa pembaca pun bosan membaca tulisan yang panjang. Berhubung masalah kanker masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat maka saya berusaha menuliskannya dalam bahasan yang lebih singkat namun lengkap. Tanpa panjang lebar lagi, mari kita membahas masalah leukemia.

Apa sih leukemia itu?

Semua tahu kalau leukemia merupakan bagian dari penyakit kanker. Di kalangan masyarakat umum, leukimia juga dikenal dengan nama kanker darah karena memang pada penderita leukemia terjadi keganasan pada sel sel darah.

Semua kanker berasal dari sel yang membentuk darah dan jaringan tubuh lainnya. Pada kondisi normal, sel sel akan tumbuh dan mati sesuai dengan mekanisme yang yang diatur oleh tubuh sehingga sel yang sudah tua akan mati dan digantikan oleh sel yang muda. Pada penderita kanker, proses ini tidak berjalan sebagaimana mestinya yang mana sel yang sudah tua tidak mati namun tumbuh dengan membabi buta. Pada penderita leukemia, proses yang tidak normal ini terjadi pada sel darah.

Pada orang normal, pembentukan sel darah terjadi di sumsum tulang. Proses produksi terjadi sedemikan rupa sehingga jumlah sel yang diproduksi sesuai dengan jumlah sel yang akan mati. Pada penderita leukemia, sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal (sel leukemia). Jumlah sel leukemia yang diproduksi kian hari kian meningkat sehingga menganggu fungsi darah secara keseluruhan.

Apa saja tipe leukemia?

Leukemia dibagi berdasarkan kecepatan pemburukan penyakit ini, yakni :

  • Leukemia khronis. Proses pemburukan pada leukimia khronis sangat panjang sehingga pada awal terjadinya penyakit, penderita tidak merasakan apa apa.
  • Leukemia akut. Sebaliknya pada leukimia akut, proses pemburukan sangat cepat dan banyak sel abnormal yang ditemukan dalam sirkulasi darah.

Leukemia juga dapat dibedakan berdasarkan jenis sel darah putih yang terkena, apakah limphoid atau myeloid. Pembagian berdasarkan jenis sel darah putih ini adalah :

  • Chronic lymphocytic leukemia.
  • Chronic myeloid leukemia.
  • Acute lymphocytic leukemia.
  • Acute myeloid leukemia.

Apa saja faktor resiko terjadinya leukemia?

Sampai saat ini, belum ada yang mengetahui penyebab pasti dari leukemia. Para ahli hanya menduga beberapa faktor resiko yang memungkinkan seseorang menderita leukemia. Faktor faktor tersebut antara lain :

  • Orang yang terlalu sering terpapar radiasi dalam jumlah besar.
  • Bekerja dengan bahan bahan kimia berbahaya.
  • Pasien yang melaksanakan kemoterapi.
  • Penderita Down Syndrome.
  • Virus (Human T-cel leukimia virus-I).
  • Orang yang menderita myelodisplastic syndrome.

Beberapa tahun yang lalu ada yang menduga paparan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh beberapa alat elektronik sebagai faktor resiko leukemia namun penelitian terbaru membantah hal tersebut. Pada kenyataannya memang banyak diantara mereka yang masuk ke dalam golongan resiko tinggi tidak menderita leukemia sebaliknya tidak sedikit yang hidupnya bebas resiko malah menderita penyakit yang mematikan ini. Disinilah peranan deteksi dini terhadap kemungkinan menderita leukemia.

Apa saja gejala leukemia?

Seperti sel darah yang lain, sel leukemia mengalir ke seluruh organ tubuh melalui sirkulasi darah. Gejala timbul terggantung banyaknya sel abnormal yang ada atau beredar. Beberapa gejala umum leukemia antara lain :

  • Demam atau berkeringat pada malam hari.
  • Sering menderita infeksi.
  • Merasa lemas dan lelah.
  • Sakit kepala.
  • Mudah mengalami perdarahan (perdarahan gusi, perdarahan di bawah kulit, memar memar).
  • Nyeri pada tulang dan persendian.
  • Bengkak dan tidak nyaman pada perut.
  • Pembengkakan kelenjar limfe terutama pada leher dan ketiak.
  • Penurunan berat badan.

Gejala gejala diatas sifatnya sangat umum artinya bahwa orang yang mengalami gejala tersebut belum tentu menderita leukemia. Beberapa penyakit infeksi dapat menimbulkan gejala serupa. Jadi bila anda mengalami salah satu atau beberapa gejala diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Pada stadium awal leukemia khronis, pasien malah tidak mengalami gejala apa apa. Umumnya, leukemia diketahui saat melakukan cek up rutin. Sedangkan pada leukemia akut, gejala timbul sangat cepat dan cenderung parah. Beberapa gejala tambahan pada leukemia akut antara lain, muntah muntah, gelisah, dan kejang kejang.

Bagaimana mengobati leukemia?

Mengobati leukemia membutuhkan kerjasama yang baik antara dokter dan pasien. Pasien berhak tahu apa terjadi pada diri dan penyakitnya. Stress dan tekanan yang timbul setelah mereka didiagnosa leukemia sudah membuat pasien depresi sehingga memerlukan konseling yang baik dari dokter.

Beberapa metode pengobatan leukemia antara lain kemoterapi, terapi biologi, radiasi dan transplantasi sumsum tulang. Pemilihan metode terggantung tipe leukimia yang diderita pasien dan stadium leukemia yang terjadi.

Posted in Info Penyakitwith 71 Comments →

Mengenal Rabies Yuk!01.17.09

Beberapa minggu yang lalu, rabies berjangkit lagi di Bali. Satu persatu korban berjatuhan sehingga menyebabkan Dinas Kesehatan Propinsi Bali menetapkan Bali sebagai daerah KLB rabies. Sebagai orang yang bermukim di Bali tentu kita harus waspada terhadap penyakit ini agar keluarga yang kita sayangi tidak terkena penyakit yang mematikan tersebut.

Bagaimana seseorang bisa terkena rabies?

Penyakit rabies terutama ditularkan melalui gigitan binatang. Kuman yang terdapat dalam air liur binatang ini akan masuk ke aliran darah dan menginfeksi tubuh manusia. Binatang yang sering menderita rabies adalah anjing, kucing, kelelawar dan kera. Selain lewat gigitan, rabies juga dapat ditularkan melalui mata, hidung, mulut dan luka yang terkontaminasi oleh air liur binatang yang terjangkit rabies. Penularan lewat cara ini sangat jarang terjadi, umumnya penularan melalui gigitan.

Apa saja gejala rabies?

Gejala orang yang terjangkit rabies antara lain demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Bila kuman rabies sudah menyerang otak maka akan menyebabkan gelisah, kejang, paralisis/kelemahan otot otot, koma dan terakhir kematian.

Kapan kita perlu berobat?

Setelah digigit, kita harus secepatnya ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Hal ini penting agar kita sesegera mungkin mendapatkan vaksinasi rabies.

Apa tindakan yang dilakukan di pusat pelayanan kesehatan?

Yang pertama dilakukan adalah membersihkan luka dengan air dan sabun guna mengurangi penyebaran infeksi. Setelah luka dibersihkan, pasien diberikan vaksinasi rabies.

Dapatkan rabies ditularkan dari orang ke orang?

Sampai saat ini belum ada bukti ataupun penelitian yang sanggung membuktikan bahwa dapat terjadi penularan rabies dari orang ke orang. Walaupun secara teori bisa tetapi kenyataannya tidak begitu.

Bagaimana cara mencegah rabies?

Jadilah pemelihara hewab yang baik.

  • Selalu ingat untuk memvaksinasi hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera. Tindakan ini tidak hanya melindungi hewan anda dari penyakit rabies tetapi juga melindungi diri anda sendiri dan keluarga anda.
  • Selalu awasi binatang peliharaan anda. Kurangi kontak mereka dengan hewan atau binatang liar. Jika binatang peliharaan anda digigit oleh hewan liar, segera ke dokter hewan untuk diperiksa keadaannya.
  • Hubungi dinas peternakan setempat bila anda menjumpai ada binatang liar yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal anda.

Hindari kontak dengan hewan liar yang tidak jelas asal usulnya.

  • Nikmati hewan liar seperti rakun, serigala dari tempat yang jauh. Jangan coba coba memberi mereka makan ataupun membelai mereka.
  • Jangan sok menjadi penyayang hewan lalu mencoba memelihara hewan liar di rumah walaupun mereka kelihatan sangat jinak.
  • Cegah kelelawar memasukan rumah atau tempat anda beraktifitas.
  • Jika anda bepergian ke daerah yang terjangkit rabies, segeralah ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi rabies.

Segera lindungi keluarga anda dari rabies. Oh ya, karena rabies jangan takut ke Bali ya. :)

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics