Perut Membesar? Waspadai Ascites09.12.09

Perut anda tiba tiba membesar tanpa sebab yang jelas? Anda mempunyai riwayat penyakit hati? Hati hati, bisa jadi anda mengalami apa yang dinamakan ascites.

Dalam dunia kedokteran, ascites diartikan sebagai kondisi yang mana dalam perut seseorang terdapat akumulasi cairan yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah portal (portal hypertension).

Secara umum, ascites dapat terjadi bila ada perubahan kadar albumin dalam sirkulasi darah. Sekedar tahu, albumin ini berfungsi sebagai pengaturan keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel manusia.

Perubahan kadar albumin ini bisa naik atau turun. Naik turunya kadar albumin terggantung dari kondisi tubuh atau penyakit yang dialami penderita. Keadaan – keadaan yang dapat meningkatkan kadar albumin antara lain :

  • Penyakit sirrosis hepatis.
  • Peningkatan tekanan vena portal.
  • Hepatitis khronis.
  • Penyakit jantung kongestif.
  • Metastase kanker ke hati.
  • Hipotiroid.
  • Hepatitis non alkohol.

Sedangkan yang dapat menurunkan kadar albumin antara lain :

  • Keganasan di rongga perut.
  • TBC perut.
  • Radang pankreas.
  • Syndrome nephrotik.
  • Radang perut atau peritonitis.

Pemeriksaan atau diagnosa ascites sangat mudah dilakukan oleh para dokter. Perut pasien umumnya membesar dan bila dipukul/digetok seperti ada pantulan suara cairan dari dalam rongga perut. Pada kondisi tertentu pada perut pasien bisa terdapat kurang lebih 1500 cc cairan.

Diagnosis sulit dilakukan bila pasien gemuk dan pada kondisi ini perlu dibantu dengan USG perut. Pemeriksaan dengan ronsen dan ct scan diperlukan untuk membantu menentukan penyebab yang mendasari terjadinya ascites.

Beberapa tindakan yang dilakukan pada pasien dengan ascites yaitu:

  • Mengurangi konsumsi garam.
  • Memberikan obat obatan diuresis untuk merangsang terjadinya kencing, atau mengeluarkan cairan lewat urine.
  • Mengeluarkan cairan dengan jarum/selang.
  • Pencangkokan hati untuk kasus kasus yang berulang.

Jadi, hati hatilah bagi mereka yang perutnya tiba tiba membesar.

Popularity: 3% [?]

Posted in Info Penyakitwith 26 Comments →

Mencegah Serangan Kutu Air (Skabies)08.29.09

Skabies atau dalam bahasa awam sering disebut kutu air disebabkan oleh kuman parasit yang berupa kutu. Saat menginfeksi manusia, kutu ini hidup di bawah kulit dan memakan darah korbannya. Mereka bertahan hidup memanfaatkan kehangatan kulit manusia, sehingga bila kutu ini terlepas ke udara luar maka mereka hanya mampu bertahan hidup tidak lebih dari 48 jam. Kutu betina akan bertelur di bawah kulit dan dalam beberapa hari akan menetas menjadi kutu muda.

Gejala yang timbul karena skabies antara lain rasa gatal pada kulit terutama pada malam hari, pada kulit yang terdapat kutunya akan tampak bentol kecil kemerahan sedangkan area bekas kutu berjalan akan tampak kemerahan berkelok kelok seperti pembuluh darah. Bagian tubuh yang terkena antara lain pergelangan tangan, sela sela jari, siku, ketiak, perut, bokong, alat kelamin, dada dan pinggang.

Skabies menular dari manusia ke manusia melalui kontak fisik (kulit) antara penderita skabies dengan orang yang sehat. Penularan terjadi khususnya bila kontak terjadi dalam waktu yang cukup lama/beberapa menit. Skabies juga bisa ditularkan melalui pakaian atau sprei yang dipakai bergantian dengan penderita skabies. Hal ini menjelaskan mengapa kejadian skabies banyak terjadi di daerah penampungan, asrama dan pengungsian.

Pengobatan skabies yang umum digunakan adalah dengan salep yang mengandung bahan seperti lindane, permethrin, pyrethrin atau crotamiton. Bahan bahan kimia ini jamak terdapat pada obat atau bahan pembunuh kutu. Obat obat ini tidak bisa anda peroleh dengan bebas, harus menggunakan resep dokter karena merupakan obat keras yang harus diperhatikan cara penggunaan dan indikasinya. Jadi, harus dipastikan dulu oleh dokter anda menderita skabies baru dapat menggunakan obat ini.

Pengobatan dapat efektif bila salep dioleskan ke seluruh tubuh dari dahi sampai dengan ujung kaki. Pada bayi dan anak anak, salep dioleskan dari kulit kepala sampai dengan ujung kaki sebab pada bayi dan anak anak, skabies juga menyerang kepala. HIndari menggunakan obat obatan yang belum jelas khasiatnya untuk mencegah efek samping yang lebih parah.

Perlu diingat bahwa penyebaran skabies di dalam lingkungan keluarga sangat cepat sehingga bila terdapat anggota keluarga yang menderita skabies sebaiknya diisolasi atau dijauhkan dari anggota keluarga lain yang masih sehat. Untuk mencegah penyebaran skabies, anak anak yang menderita skabies sebaiknya dilarang untuk ke sekolah atau bermain dengan temannya yang sehat. Agar selalu menjaga kebersihan ruangan, sofa dan tempat tidur apalagi sempat dipakai oleh penderita skabies. Sprei dan pakaian penderita skabies harus dicuci dan dikeringan di bawah sinar matahari dalam beberapa hari untuk membunuh kutu skabies.

Popularity: 3% [?]

Posted in Info Penyakitwith 24 Comments →

Malaria Oh Malaria01.28.09

Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang menyerang sel darah merah. Gejala khas malaria antara lain menggigil, demam, nyeri persendian dan berkeringat. Menurut sejarahnya, malaria sudah menginfeksi sejak manusia diciptakan. Sampai saat ini ada empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale dan plasmodium falciparum. Plasmodium yang saya sebutkan terakhir merupakan yang paling berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

Bagaimana sih caranya malaria menulari manusia?

Proses penularan parasit ini sebenarnya sangat kompleks dan terdiri dari beberapa fase. Mulai dari fase parasit di dalam tubuh nyamuk anopheles yang kemudian dilanjutkan dengan fase parasit tersebut di dalam tubuh manusia. Saat menginfeksi manusia pertama kali, parasit malaria berbentuk sporozit. Selanjutnya sporozit akan menuju hati melalui peredaran darah dan menjadi dewasa disana. Setelah dewasa ia akan menginfeksi sel darah merah manusia. Saat inilah gejala malaria muncul. Bila orang tersebut digigit oleh nyamuk anopheles lagi maka parasit yang ada dalam sel darah merah orang tersebut akan masuk kembali ke tubuh nyamuk dan berkembang biak disana. Begitulah siklus tersebut berulang ulang seperti lingkaran setan.

Apa saja tanda dan gejala malaria?

Gejala malaria sebenarnya mirip dengan gejala flu biasa seperti demam, menggigil, nyeri otot persendian dan sakit kepala. Beberapa pasien dapat mengalami mual, muntah, batuk dan diare. Gejala yang paling khas dari malaria adalah adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi berulang ulang. Pengulangan bisa berlangsung tiap hari, dua hari sekali atau tiga hari sekali terggantung jenis malaria yang menginfeksi. Gejala lain yang dapat terjadi adalah warna kuning pada kulit akibat rusaknya sel darah merah dan sel hati.

Orang yang terinfeksi plasmodium falciparum berat akan mengalami perdarahan hebat, syok, gagal hati atau ginjal, masalah pada sistem saraf pusat, koma dan kematian. Bila sudah menyerang otak dapat mengakibatkan malaria serebral yang ditandai dengan kejang dan koma. Saat ini angka kematian menjadi sangat tinggi yaitu 15% – 20% walaupun sudah diberikan pengobatan.

Bagaimana mengobati malaria?

Ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam pengobatan malaria yaitu : jenis plasmodium yang menginfeksi, keadaan klinis pasien (usia dan kehamilan) dan jenis obat yang cocok untuk plasmodium penginfeksi. Jenis obat yang cocok terggantung dari daerah geografis tempat plasmodium tersebut hidup. Hal tersebut karena adanya plasmodium yang sudah resisten terhadap beberapa obat pada daerah daerah tertentu. Jadi pengobatan malaria tidaklah bisa dikatakan mudah. Diperlukan dokter yang berpengalaman dalam hal ini untuk dapat memberikan pengobatan yang pas.

Malaria ringan dapat diberikan obat oral sedangkan malaria berat yang mempunyai gejala klinis perdarahan harus di observasi di rumah sakit dengan pengobatan intra vena.

Bagaimana mencegah infeksi malaria?

Jika anda merencanakan bepergian ke daerah endemis malaria maka sebaiknya anda berkunjung terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan obat pencegah malaria. Sampai saat ini belum ada vaksin yang bagus untuk malaria tetapi penelitian tentang ini masih terus berlanjut.

Jika memang tidak terpaksa, janganlah berpergian ke daerah endemis malaria. Hindari gigitan nyamuk terutama pada pagi dan sore hari. Pergunakan pakaian yang melindungi anda dari gigitan nyamuk. Gunakan lotion anti nyamuk atau obat nyamuk sebelum anda memutuskan untuk tidur. Gunakan kelambu pada tempat tidur anda dan lindungi lubang ventilasi kamar anda dengan kawat nyamuk.

Popularity: 3% [?]

Posted in Info Penyakitwith 23 Comments →

Dijual Manusia !!!05.15.07

Hari ini saya menerima email dari seseorang yang antara lain isinya :

saya pria 28th, dengan golongan darah O. no alkohol, no drugs, mau jual ginjal, barang kali bapak/ibu dokter punya pasien yang butuh ginjal, bisa hubungi saya di 0856241XXXXX atau via e-mail di coasiek@xxx.com, saya serius. mungkin ibu atau bapak dokter bisa bantu saya, soal harganya bisa nego di e-mail atau di tlp. saya harap ibu/bapak dokter bisa tolongin saya.

Dalam hati saya mencoba menelaah kira kira apa tujuan pria ini dengan demikian pede-nya menjual organ tubuhnya kepada orang lain. Apakah dia sedang stress atau sedang terdesak kebutuhan ekonomi? Mungkin hanya dia yang tahu. Namun alangkah buntunya usaha yang telah dia tempuh selama ini sehingga mengambil cara cara yang boleh dibilang ‘tidak lazim’ untuk ukuran Indonesia ini.

Di negeri ini, sudah sejak lama penjualan organ tubuh manusia dilarang oleh Undang Undang. Transplantasi dan transfusi hanya diijinkan atas dasar kemanusiaan dan tidak melibatkan uang atau transaksi uang. Pelaku penjualan organ ini dapat dijerat dengan pasal KUHP dan UU Kesehatan. Sangsinya pun lumayan berat.

(more…)

Popularity: 2% [?]

Posted in Renunganwith 19 Comments →

  • You Avatar
  • Pencarian Kustom