Jika Anda Menderita Intoleransi Laktosa10.07.12

Jika anda menderita intoleransi laktosa, anda tidak perlu berhenti total minum susu, demikian menurut para ahli.

The Academy of Nutrition and Dietetics memberi beberapa solusi bagi mereka yang menderita intoleransi laktosa tapi tetap ingin minum susu:

  • Cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung laktosa dalam jumlah kecil. Jika tubuh anda tidak menolaknya, coba naikan porsi makanan berlaktosa tersebut secara bertahap.
  • Pilihlah susu segar yang mana proses pencernaannya lebih lambat.
  • Cobalah yogurt dan mentega susu yang mengandung mikroorganisme hidup yang membantu pencernaan laktosa.

Jika memang anda tidak ingin minum susu, pastikan anda tetap mengkonsumsi makanan lain yang mengandung banyak kalsium termasuk sayuran hijau, sereal yang diperkaya dan roti.

Posted in Tips Kesehatanwith 1 Comment →

Memilih Susu Formula Yang Pas Untuk Bayi07.22.12

Air susu ibu atau ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi anda. Tidak ada yang meragukan kalimat tersebut namun tidak sedikit ibu yang tidak bisa memberikan ASI untuk buah hatinya sehingga harus beralih ke susu formula. Sayangnya selama ini informasi tentang susu formula lebih banyak didapat para ibu dari iklan sehingga tidak berimbang dan cenderung membodohi. Berikut beberapa hal tentang susu formula yang harus diketahui seorang ibu.

Apa saja jenis jenis susu formula?

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, saat ini terdapat tiga jenis susu formula yakni:

  • Formula susu sapi. Sebagian besar susu formula yang beredar di pasaran sebagai pengganti ASI terbuat dari susu sapi. Susu formula yang berasal dari susu sapi lebih seimbang gizi-nya dan lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Namun, ada beberapa bayi yang alergi terhadap susu sapi sehingga harus memilih jenis susu formula yang lain.
  • Formula susu kedelai. Susu formula yang terbuat dari kedelai sangat cocok bagi anda yang ingin meniadakan protein hewani untuk bayi anda. Susu formula kedelai juga bisa menjadi pilihan bagi bayi yang alergi terhadap susu sapi atau mengalami intoleransi laktosa. Namun ada juga bayi yang alergi terhadap susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai.
  • Formula hidrolisa protein. Susu formula jenis ini mengandung protein yang dipecah/hidrolisa sehingga menjadi bentuk yang lebih kecil bila dibandingkan protein pada susu sapi atau susu kedelai. Susu formula hidrolisa protein cocok bagi bayi yang tidak cocok dengan susu sapi dan susu kedelai. Susu formula ini juga bisa diberikan pada bayi yang alergi protein tertentu.

Disamping itu juga tersedia susu formula yang khusus buat bayi prematur dan bayi yang mengalami masalah kesehatan tertentu.

Mengapa bayi harus minum susu formula dan bukan susu biasa?

Susu formula yang dijual di pasaran diperkaya oleh segala nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Susu biasa atau susu segar tidak mengandung nutrisi yang seimbang atau yang dibutuhkan oleh bayi. Walaupun sejatinya nutrisi yang diberikan oleh susu formula belum bisa menyamai air susu ibu.

Apa saja bentuk susu formula yang tersedia?

Secara umum susu formula yang beredar di pasaran terdiri dari tiga bentuk. Pilihan terggantung dari kemampuan keluarga dan kepraktisan pemberian.

  • Susu formula bubuk. Susu formula bubuk adalah bentuk susu formula yang paling banyak di pasaran. Harganya relatif murah dan penyajiannya harus dicampur dengan air.
  • Susu formula cair konsentrat. Susu formula jenis ini juga harus dicampur dengan air saat menyajikan.
  • Susu formula siap minum. Susu formula jenis ini relatif mahal, tidak perlu dicampur air dan bisa langsung diminum oleh bayi anda.

Apa saja beda tiap tiap merk susu formula?

Setiap susu formula yang dijual di pasaran Indonesia harus mengandung nutrisi standar yang ditetapkan oleh BPOM/Kemkes. Jadi, walaupun setiap pabrik susu formula menambahkan segala macam jenis nutrisi pada susu formulanya namun mereka tetap harus berpegang kepada peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai nutrisi standar yang harus terdapat pada susu formula.

Apakah perlu membeli susu formula yang diperkaya zat besi?

Ya. Bayi anda membutuhkan zat besi agar bisa tumbuh dan berkembang. Jika anda tidak memberikan ASI bagi bayi anda maka susu formula yang diperkaya zat besi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan zat besi bagi bayi.

Bagaimana dengan susu formula yang ditambahkan DHA dan ARA?

Beberapa jenis susu formula ditambahkan dengan docosahexaenoic acid (DHA) dan arachidonic acid (ARA). Asam lemak omega 3 ini bisa ditemukan dalam ASI dan beberapa jenis makanan seperti telur dan ikan. Beberapa studi mengatakan bahwa menambahkan DHA dan ARA pada susu formula dapat membantu perkembangan penglihatan dan otak bayi namun studi yang lain justru mengatakan penambahan ini tidak memberikan manfaat.

Bagaimana dengan susu formula yang ditambahkan probiotik?

Probiotik yang ditambahkan pada susu formula diharapkan mampu menambah ketersediaan bakteri baik pada usus bayi. Mekanisme yang mirip saat bayi diberikan ASI, namun menurut studi yang dilakukan dalam jangka panjang, efek penambahan probiotik pada susu formula belum jelas atau belum pasti manfaatnya.

Pentingkah masa kadaluarsa pada susu formula?

Jangan membeli susu formula yang sudah kadaluarsa/expired. Jika sudah lewat waktu pemakaian, tidak bisa dijamin apakah susu formula itu masih baik kualitasnya.

Saat memeriksa masa pakai atau kadaluarsa susu formula, pastikan anda juga memeriksa kondisi kaleng/kemasan susu. Jangan dibeli susu formula yang kemasannya berkarat atau rusak. Susu formula yang kemasannya telah rusak tidak bisa dijamin keamanannya.

Berapa lama sebaiknya bayi minum susu formula?

Susu formula sebaiknya diminum bayi sampai usia 1 tahun. Namun konsultasikan ke dokter anak anda tentang kebutuhan susu yang sesuai dengan kondisi bayi anda. Susu skim tidak cocok bagi bayi di bawah usia 2 tahun karena tidak mengandung cukup kalori untuk menunjang pertumbuhan.

Akhir kata, Air Susu Ibu masih yang terbaik bagi bayi anda.

Posted in Tips Kesehatanwith 1 Comment →

Sekilas Tentang Diare10.30.08

Diare merupakan penyakit yang sangat umum di masyarakat. Hampir setiap orang pernah mengalami diare sepanjang hidupnya. Disebut diare bila kotoran atau tinja yang keluar sangat lembek atau bahkan encer dengan frekuensi lebih dari normal. Sebenarnya diare merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun yang terdapat dalam usus besar. Racun ini bisa bersumber dari makanan atau hasil dari metabolisme kuman.

Gejala diare biasanya disertai dengan gejala tambahan seperti mual, muntah, rasa tidak enak di perut, mules, haus, demam dan lemas karena dehidrasi. Pada anak anak dan orang tua diatas 65 tahun diare sangat berbahaya. Bila penanganan terlambat dan mereka jatuh ke dalam dehidrasi berat maka bisa berakibat fatal.

Diare terjadi akibat dari berkurangnya kemampuan usus besar dalam menyerap air yang terdapat dalam kotoran. Pada orang dewasa penyebab paling sering dari gangguan ini adalah bakteri E. coli dan salmonella. E.coli sebenarnya bakteri yang normal hidup dalam usus besar kita, sayangnya jika jumlahnya terlalu banyak maka ia akan menjadi berbahaya dan menganggu proses penyerapan air sehingga menyebabkan diare. E.coli yang berlebihan ini biasanya bersumber dari buah atau sayuran yang terkontaminasi kotoran manusia yang kemudian kita makan tanpa mencucinya dengan baik.

Penyebab lain dari diare adalah alergi makanan. Selain menyebabkan gejala alergi secara umum seperti gangguan kulit dan gangguan nafas, alergi makanan juga dapat menimbulkan diare. Alergi makanan yang paling sering menyebabkan diare adalah alergi terhadap protein susu yang disebut laktosa. Kemampuan tubuh mencerna laktosa akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia sehingga kemungkinan terjadinya diare akibat laktosa akan semakin besar. Laktosa merupakan contoh kecil dari zat yang dapat menyebabkan diare. Banyak pula yang alergi terhadap zat lain seperti gluten dan lain lain sehingga menimbulkan diare.

Umumnya diare akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Kita hanya perlu istirahat dan minum cairan yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi akan sangat fatal akibatnya pada anak anak dan orang tua. Bila asupan cairan yang diberikan melalui minum dirasa kurang maka perlu dipikirkan untuk memberikan cairan melalui infus.

Setelah masalah kebutuhan cairan dapat diatasi baru kita memikirkan pengobatan definitif untuk diarenya. Anda bisa membeli obat obat diare yang banyak dijual di warung warung. Minumlah sesuai dengan aturan yang tertulis di kemasannya. Bila diare tetap berlangsung lebih dari 3 hari maka segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Posted in Info Penyakitwith 39 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat