Saya Ingin Melahirkan Di Bidan08.15.10

Pernyataan diatas sering saya jumpai dalam praktek sehari hari saat memeriksa seorang ibu hamil. Pilihan tempat melahirkan anak merupakan hak setiap ibu hamil. Ada yang merasa lebih nyaman melahirkan di bidan, ada pula yang memilih melahirkan di rumah sakit dengan bantuan dokter kebidanan.

Bidan sebagai ujung tombak pelayanan bidang kesehatan ibu dan anak masih menjadi pilihan utama menolong persalinan khususnya di desa desa yang jauh dari pelayanan dokter. Dengan pelatihan yang bagus dan ditopang dengan pengetahuan tentang ilmu kebidanan yang baik maka keselamatan ibu dan bayi selama proses persalinan akan tetap terjaga dengan baik.

Tidak semua proses persalinan boleh ditolong oleh bidan. Persalinan resiko tinggi dengan berbagai penyulit tidak boleh dipimpin oleh bidan. Berikut beberapa kasus kehamilan yang persalinan tidak boleh ditolong oleh bidan.

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

Sisi Lain Dari Aborsi06.17.10

Sampai detik ini aborsi masih dikatakan sebagai sebuah tindakan ilegal atas nama kehidupan. Aborsi sendiri merupakan suatu proses penghentian kehamilan yang dilakukan dengan berbagai alasan. Entah itu alasan medis maupun non medis tetap saja aborsi menimbulkan bekas atau noda di benak ibu hamil. Perasaan bersalah akan selalu menghantuinya dan sulit sekali untuk melupakannya.

Pilihan untuk melakukan aborsi mungkin menjadi pilihan yang sangat sulit dilakukan selama hidup tetapi yang namanya pilihan tetap saja harus memilih antara melakukan dan tidak. Dengan berbagai upaya yang salah satunya adalah memahami dengan baik prosedur aborsi akan membuat ibu hamil menjadi lebih tenang dan siap menghadapi prosedur tindakan aborsi.

Dokter harus melakukan konseling atau tanya jawab dengan sangat baik terhadap pasien aborsi. Harus dijelaskan pilihan pilihan dan alasan yang menyebabkan tindakan tersebut dilakukan. Prosedur tindakan juga harus dijelaskan dengan detail termasuk anjuran untuk makan dan minum pada malam hari sebelum tindakan dilakukan. Pasien juga harus dilarang untuk menggunakan obat obat yang biasa dikonsumsi 2 hari sebelum tindakan termasuk konsumsi alkohol.

Selanjutnya dijelaskan pula tahap tahap tindakan yang akan dilakukan mulai dari proses pembiusan, pembersihan daerah operasi sampai dengan proses penyedotan janin di dalam kandungan. Begitu pula dengan hal hal yang harus dilakukan pasca tindakan berikut pantangan pantangannya.

Dengan penjelasan yang mendetail diharapkan pasien yang dalam hal ini ibu hamil dapat memahami tindakan yang dilakukan dan perasaan bersalah dan berdosa dapat di minimalisir.

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

Faktor Resiko Diabetes Dalam Kehamilan04.20.10

Diabetes dalam kehamilan adalah penyakit diabetes yang diagnosanya ditegakan saat seorang wanita sedang hamil. Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan serius yang menimpa ibu dan janin yang dikandungnya.

Berikut beberapa faktor resiko terjadinya diabetes dalam kehamilan pada seorang wanita menurut Pusat Informasi Diabetes Internasional :

  • Memiliki keluarga atau riwayat keluarga yang menderita diabetes.
  • Berumur diatas 25 tahun saat hamil.
  • Gemuk.
  • Memiliki riwayat diabetes dalam kehamilan sebelumnya.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 5 Kg sebelumnya.
  • Merupakan keturunan ras kulit hitam, asia amerika, indian amerika, dan hispanik.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Sekilas Infowith View Comments

Mengenal Lebih Jauh Tentang Operasi Seksio04.07.10

Operasi seksio atau sering disingkat SC adalah operasi pembedahan untuk melahirkan bayi melalui perut ibu. Meskipun kesehatan ibu dan bayi lebih terjamin, bukan berarti operasi ini tidak bisa mengalami komplikasi. Karena termasuk operasi besar tentu resiko yang terjadi pun akan lebih besar serta proses penyembuhan luka yang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan persalinan normal.

Operasi seksio hanya dilakukan bila proses persalinan normal tidak mungkin dilakukan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakmampuan melahirkan secara normal ini, baik yang datangnya dari ibu maupun janin yang dikandungnya.

Meskipun demikian, angka kelahiran melalui operasi seksio kian hari kian meningkat. Padahal kalau ditilik secara lebih mendalam, banyak ibu hamil yang sebenarnya dapat melahirkan secara normal tapi lebih memilih untuk melakukan operasi dengan berbagai alasan.

Jadi, sangatlah penting bagi ibu hamil untuk mengenal secara lebih mendalam tentang apa itu operasi seksio.

Mengapa operasi seksio menjadi pilihan melahirkan bayi?

Dokter akan menganjurkan anda melahirkan dengan jalan operasi jika persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan. Umumnya operasi seksio adalah tindakan terencana namun di lapangan banyak operasi yang dilakukan secara mendadak akibat gangguan proses melahirkan secara normal.

Berikut adalah hal hal yang menjadi pertimbangan dokter sebelum memutuskan apakah seorang ibu hamil layak untuk dilakukan operasi seksio :

  • Seorang ibu dengan kehamilan kembar.
  • Ibu hamil dengan penyakit berat seperti infeksi HIV, herpes dan penyakit jantung.
  • Ibu hamil dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Ibu hamil dengan bentuk panggul yang sempit.
  • Terdapat masalah dengan plasenta.
  • Terdapat masalah dengan tali plasenta.
  • Posisi bayi di dalam rahim yang tidak normal, misalnya sungsang.
  • Terdapat gangguan aliran darah pada janin.
  • Ibu hamil dengan riwayat operasi seksio sebelumnya.

Dapatkah seorang ibu hamil meminta untuk dilakukan operasi seksio?

Kenyataannya memang banyak operasi seksio saat ini dilakukan atas permintaan pasien meskipun tanpa alasan medis. Mereka umumnya memilih melakukan operasi karena takut kesakitan saat melahirkan secara normal. Alasan lain adalah mereka lebih mudah menentukan tanggal dan waktu kelahiran dengan operasi. Selain itu, mereka juga ketakutan organ kelaminnya rusak setelah persalinan normal.

Dari sisi medis, etika permintaan operasi seksio oleh ibu hamil  masih menjadi perdebatan. Tapi umumnya para dokter beranggapan bahwa sah saja seorang ibu hamil meminta operasi asal mereka sudah diberikan pemahaman tentang keuntungan dan kerugian atas tindakan yang akan dilakukan.

Resiko medis yang dapat terjadi pada operasi seksio antara lain infeksi, perdarahan, dan bayi yang dilahirkan akan mudah mengalami gangguan nafas setelah operasi. Setelah operasi, perawatan di rumah sakit juga akan lebih lama bila dibandingkan dengan persalinan normal. Rasa nyeri setelah operasi juga jauh lebih sakit bila dibandingkan dengan persalinan normal.

Operasi seksio juga akan meningkatkan resiko medis pada kehamilan berikutnya. Kehamilan setelah operasi seksio juga akan meningkatkan resiko terjadinya ruptur atau pecahnya rahim. Dan bila hal ini terjadi tentu akan membahayakan keselematan ibu dan janin.

Meskipun pada akhirnya ibu hamil menerima segala resiko tersebut namun operasi seksio hanya dapat dilakukan setelah umur kehamilan diatas 39 minggu kecuali atas indikasi medis yang mutlak.

Apa saja tahap tahapan operasi seksio?

Sebelum operasi

Operasi seksio memakan waktu kurang lebih 45 sampai 60 menit bertempat di kamar operasi. Jadi, jika anda berada di ruang persalinan atau kamar perawatan maka anda akan dipindahkan ke kamar operasi. Setiba di kamar operasi, tim operator yang terdiri dari dokter kebidanan, dokter anestesi dan perawat akan menjelaskan prosedur tindakan kepada anda. Setelah itu akan dilakukan pembiusan melalui tulang belakang (epidural/spinal block). Setelah dilakukan pembiusan, perut anda akan dibersihkan lalu di tutup dengan kain steril.

Saat operasi

Setelah semua persiapan selesai, dokter kebidanan akan memulai melakukan pembedahan. Irisan umumnya dilakukan melintang pada bagian bawah perut tepat diatas lipatan perut bawah sepanjang lebih kurang 20 cm. Irisan ini akan diperdalam sampai menembus otot dan rahim. Setelah rahim terbuka, bayi yang ada di dalamnya akan dikeluarkan berikut plasenta yang melekat pada dinding rahim. Setelah dilakukan pembersihan rahim dari sisa sisa plasenta, selanjutnya dilakukan penjahitan kembali secara lapis demi lapis pada setiap jaringan sampai kulit. Proses penutupan atau penjahitan inilah yang biasanya memakan waktu lama.

Setelah operasi

Setelah operasi selesai, anda akan dipindahkan dari kamar operasi menuju kamar pemulihan. Di tempat ini, kondisi anda akan terus di monitor sampai beberapa jam setelah operasi. Yang di monitor antara lain, kondisi hemodinamik atau tekanan darah anda dan adanya perdarahan pasca operasi. Bila setelah waktu pemulihan selesai dan tidak terdapat komplikasi maka anda akan segera dipindahkan kembali ke kamar perawatan.

Perlu diingat bahwa 7 hari setelah tindakan adalah masa masa rawan terhadap kemungkinan terjadinya infeksi. Gejala atau tanda tanda infeksi pasca operasi dapat ditandai dengan :

  • Nanah yang keluar dari luka operasi.
  • Demam.
  • Nanah atau darah yang keluar dari kemaluan.
  • Penyembuhan luka yang lama.

Bila terjadi tanda dan gejala tersebut, segera kontrol ke dokter agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

Bayi Tabung03.21.10

Bayi tabung atau dalam bahasa kedokteran disebut In Vitro Fertilization (IVF) adalah suatu upaya memperoleh kehamilan dengan jalan mempertemukan sel sperma dan sel telur dalam suatu wadah khusus. Pada kondisi normal, pertemuan ini berlangsung di dalam saluran tuba.

Proses yang berlangsung di laboratorium ini dilaksanakan sampai menghasilkan suatu embrio yang akan ditempatkan pada rahim ibu. Embrio ini juga dapat disimpan dalam bentuk beku (cryopreserved) dan dapat digunakan kelak jika dibutuhkan.

Bayi tabung merupakan pilihan untuk memperoleh keturunan bagi ibu ibu yang memiliki gangguan pada saluran tubanya. Pada kondisi normal, sel telur yang telah matang akan dilepaskan oleh indung telur (ovarium) menuju saluran tuba (tuba fallopi) untuk selanjutnya menunggu sel sperma yang akan membuahi. Jika terdapat gangguan pada saluran tuba maka proses ini tidak akan berlangsung sebagaimana mestinya.

Bayi tabung pertama yang lahir ke dunia adalah Louise Joy Brown pada tahun 1978 di Inggris.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Sekilas Infowith View Comments

Berhubungan Intim Saat Hamil Menurut Perempuan03.01.10

Menurut pandangan para ahli di bidang kebidanan, selama proses kehamilan berlangsung normal, berhubungan seksual saat hamil boleh dikatakan aman. Lalu, bagaimana menurut pandangan perempuan yang sedang hamil?

Penelitian terhadap 188 perempuan hamil normal dengan rentang umur 17 sampai 40 tahun di Portugal menyimpulkan :

  • Seperempat dari mereka menyatakan ketakutan berhubungan intim saat hamil karena menurut mereka akan membahayakan janin yang ada di dalam kandungan. Namun hanya 3 diantaranya yang benar benar tidak melakukan hubungan seksual dan hanya 2 diantara 3 itu yang melakukan aktifitas seksual dengan cara berbeda.
  • 80% dari mereka melakukan hubungan seksual pada 3 bulan menjelang kelahiran dan 39% melakukannya seminggu sebelum melahirkan.
  • Sebagian besar menyebutkan bahwa intensitas berhubungan intim tidak berkurang dari awal sampai akhir kehamilan meskipun 10% mengakui bahwa intensitas berhubungan begitu meningkat menjelang kelahiran.
  • Umumnya para perempuan hamil ini melakukan hubungan seksual melalui vagina, sementara 38% melakukan oral seks, 20% masturbasi dan 7% anal seks.
  • 39% dari mereka yang diteliti menyatakan bahwa gairah seksual mereka tidak mengalami perubahan seperti saat sebelum hamil. Hanya 3 orang yang mengatakan bahwa mereka kehilangan gairah seksual saat hamil.
  • Hampir separuh dari perempuan hamil yang diteliti mengatakan bahwa mereka tidak mengalami gangguan kenikmatan saat berhubugan intim dan hanya 28% yang mengatakan sebaliknya.
  • 41,5% mengatakan diri mereka kurang menggairahkan saat hamil dan 75% mengatakan bahwa pasangan mereka tidak mengeluhkan penampilan mereka saat hamil.
  • Tiga perempat dari mereka yang diteliti mengatakan tidak ada masalah seksual dalam kehidupan bersama pasangannya, sisanya mengatakan sebaliknya. Masalah seksual diantaranya kurang bergairah, kesakitan saat berhubungan, gagal mencapai orgasme, dan kurangnya perlendiran vagina.

Memang harus diakui bahwa latar belakang kebudayaan sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian ini. Di Pakistan dan Nigera banyak yang percaya bahwa berhubungan seksual saat hamil akan menyebabkan vagina lebih lebar sehingga memudahkan saat melahirkan. Sebaliknya di Iran berkembang anggapan bahwa melakukan hubungan seksual saat hamil akan menyebabkan kebutaan pada janin dan dapat mengakibatkan selaput dara janin perempuan robek.

Akhir kata, bila anda tidak yakin akan kehamilan anda, segeralah berhubungan dokter kebidanan anda dan pastikan anda dapat berhubungan intim dengan aman.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

Berat Badan Bertambah Saat Hamil? Hati Hati Diabetes02.28.10

Apakah saat ini anda hamil dan berat badan anda meningkat dengan drastis? Hati hati mungkin saja anda terkena penyakit diabetes pada kehamilan atau gestational diabetes.

Peningkatan berat badan yang drastis terutama pada trimester pertama kehamilan akan meningkatkan pula resiko terjadinya diabetes pada kehamilan antara 50 sampai 60%.

Adalah normal bila seorang ibu hamil mengalami penambahan berat badan seiring dengan bertambahnya umur kehamilan. Masalah timbul jika penambahan berat badan terjadi secara berlebihan dari minggu ke minggu.

Memang ada yang mengatakan bahwa perempuan yang menderita diabetes pada kehamilan akan kembali sehat setelah melahirkan. Namun studi terbaru di Amerika menyebutkan bahwa perempuan ini juga rentan terkena diabetes tipe 2 akibat perubahan pola resistensi hormon insulin yang ada dalam tubuhnya.

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes pada kehamilan akan beresiko menjadi gemuk dan menderita diabetes pada usia muda.

Bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit diabetes pada kehamilan?

Mencegah terjadinya diabetes pada kehamilan sebenarnya suatu upaya agar pertambahan berat badan saat hamil berlangsung secara normal.

Berikut beberapa tips agar pertambahan berat badan pada ibu hamil tidak mengarah ke penyakit diabetes pada kehamilan :

  • Makanlah makanan yang sehat secara teratur dan porsi cukup selama kehamilan. Jangan lupa mengkonsumsi makanan ringan atau kudapan diantara waktu makan.
  • Kurangi atau hindari mengkonsumsi makanan yang manis manis atau mengandung pemanis.
  • Usahakan makanan yang anda konsumsi tiap hari mengandung ekstra 100 sampai 300 kalori dari total kebutuhan kalori tubuh.
  • Kurangi konsumsi makanan berlemak.
  • Berolah ragalah sekurang kurangnya 30 menit secara teratur tiap hari. Sebelum memutuskan berolah raga, konsultasikanlah ke dokter kandungan anda kira kira olah raga apa yang cocok untuk kehamilan anda.

Posted in Info Penyakitwith View Comments

Utung Ruginya Pil Kontrasepsi01.13.10

Sampai saat ini pil kontrasepsi masih menjadi pilihan bagi wanita yang ingin ber-KB atau mencegah kehamilan. Selain praktis karena bisa dilakukan secara mandiri, pil ini juga bisa dengan mudah di dapatkan di apotek apotek.

Seperti halnya metode kontrasepsi hormonal yang lain, pil kontrasepsi bekerja dengan ‘menganggu’ proses hormonal yang normal pada tubuh seorang wanita. Gangguan ini akan menyebabkan pematangan dan pelepasan sel telur dari indung telur akan ikut ikutan terganggu. Sel sperma tentu tidak akan berhasil membuahi sel telur bila memang tidak ada sel telur yang keluar dari indung telur.

Selain sebagai alat kontrasepsi, pil kontrasepsi juga memiliki keuntungan lain yaitu :

  1. Mengurangi lamanya periode menstruasi.
  2. Membantu mengurangi rasa sakit saat menstruasi.
  3. Mengurangi terjadinya kista ovarium.
  4. Mengurangi resiko terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan), penyakit radang panggul, anemia, rematik, kanker rahim dan kanker indung telur pada penggunaan metode KB yang lain.

Sedangkan efek samping penggunaan pil kontrasepsi antara lain :

  1. Mata kabur.
  2. Nyeri pada persendian.
  3. Batuk dan nyeri dada.
  4. Sakit perut.

Saat ini terdapat 3 macam pil kontrasepsi yang beredar luas yaitu :

  1. Pil kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Pil jenis ini merupakan pil yang paling jamak digunakan.
  2. Pil kontrasepsi darurat yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan sesaat setelah berhubungan badan tanpa pengaman.
  3. Minipil yang hanya mengandung progesteron untuk wanita yang tidak boleh mengkonsumsi estrogen karena beberapa alasan.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

Persiapan Sebelum Menikah dan Hamil09.05.09

Sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir 40% kehamilan merupakan sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya. Padahal pemeriksaan kesehatan sebelum hamil merupakan sesuatu yang sangat penting agar kehamilan dapat berjalan dengan baik. Sayangnya, kesadaran akan hal ini masih sangat rendah sehingga angka kesakitan dan komplikasi kehamilan masih sangat tinggi.

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah atau hamil khususnya pada wanita akan mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan anak. Beberapa penyakit yang kemungkinan menganggu proses kehamilan dapat dideteksi secara dini sehingga keadaan yang lebih buruk dapat cepat dihindari.

Sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium, terlebih dahulu dilakukan wawancara yang antara lain menanyakan tentang :

Riwayat penyakit sebelumnya.

Dokter akan menanyakan penyakit yang pernah diderita sebelumnya. Beberapa penyakit atau operasi terutama di daerah perut perlu dipertimbangkan untuk proses kehamilan.

Kebiasaan makan.

Dilakukan penghitungan body mass index (BMI), pantangan makanan, dan resiko terjadinya penyakit diabetes. Ditanya pula tentang kebiasaan makan dan pola makan khususnya makanan yang kurang baik untuk kesehatan seperti alkohol, makanan berlemak dan sebagainya.

Riawayat pengobatan.

Ditanyakan apakah saat ini sedang mengkonsumsi obat obatan tertentu khususnya obat obat yang berbahaya untuk kehamilan. Ditanyakan pula apakah saat ini sedang menggunakan obat obat terlarang, obat obat herbal dan sebagainya.

Pengaruh lingkungan.

Ditanyakan apakah pasien pernah terpapar bahan bahan berbahaya atau racun seperti bahan kimia dan logam berat. Pernah terpapar radiasi dan bahan bahan infeksius.

Riwayat kehamilan.

Ditanyakan tentang riwayat persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya. Riwayat masalah pada kandungan termasuk operasi yang pernah dilakukan di daerah tersebut.

Riwayat keluarga.

Ditanyakan tentang riwayat penyakit yang pernah diderita oleh keluarga pasien terutama penyakit penyakit yang diturunkan seperti thalassemia, cacat saat kelahiran, gangguan hormon, penyakit darah, alergi dan sebagainya.

Riwayat psikososial.

Ditanyakan tentang riwayat kekerasan fisik yang pernah dialami, masalah ekonomi, dukungan emosional dan masalah sosial yang lain.

Sedangkan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan antara lain :

Pemeriksan laboratorium rutin.

Pemeriksaan laboratorium rutin artinya bahwa pemeriksaan ini dilakukan pada setiap wanita yang akan hamil antara lain : pemeriksaan darah lengkap, golongan darah, titer virus Rubella, hepatitis B, pap smear, clamidia, HIV, dan GO.

Pemeriksaan laboratorium lain yang berdasarkan indikasi.

  • Hepatitis C bila pasien mempunyai resiko tinggi menderita hepatitis C seperti pengguna obat obat suntik, memiliki tattoo dan menerima transfusi darah sebelum tahun 1992.
  • Gula darah puasa bila pasien mempunyai resiko tinggi menderita diabetes seperti kegemukan, memiliki riwayat keluarga penderita diabetes, pernah menderita diabetes pada masa kehamilan sebelumnya, riwayat memiliki bayi dengan berat badan diatas 4 kg.
  • Pemeriksaan dahak dan ronsen dada untuk pasien yang diduga menderita TBC.
  • Pemeriksaan toxoplasmosis untuk mereka yang gemar memelihara kucing atau suka mengkonsumsi makanan yang setengah matang.

Tujuan utama pemeriksaan sebelum menikah atau hamil adalah meminimalkan terjadinya gangguan kehamilan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain :

  • Menghentikan pemakaian obat obatan yang dapat menganggu kehamilan.
  • Sedapat mungkin mengendalikan hal hal medis yang terjadi pada wanita tersebut dan bila perlu dilakukan konsultasi ke dokter spesialis.
  • Menghindari makanan dan bahan bahan yang berbahaya bagi kehamilan.
  • Diberikan vaksinasi terhadap penyakit penyakit yang dapat menganggu kehamilan.
  • Dilakukan konseling bila ditemukan hal hal yang berhubungan dengan genetik atau penyakit keturunan dan dampak yang terjadi bila terjadi kehamilan.

Tulisan ini didedikasikan buat Yanuar dan Arie yang baru saja menikah dan saya tidak bisa menghadiri pernikahan mereka. Semoga langgeng, Bro and Sis.

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

ASI Dan Kegemukan06.13.09

Di dunia barat sana, kegemukan menjadi momok yang sangat menakutkan khususnya bila dikaitkan dengan dunia kesehatan. Tidak hanya melanda golongan ekonomi atas, wabah kegemukan sudah melanda ke segala aspek kehidupan sosial ekonomi. Kegemukan juga tidak memandang jenis kelamin, laki laki dan perempuan memiliki kemungkinan gemuk yang sama besar. Akibatnya, setiap orang tua menginginkan diet yang pas untuk anak anak mereka sejak anak tersebut dilahirkan.

Penelitian yang dilakukan di  Jerman mengungkapkan bahwa anak anak yang disusui oleh ibunya sampai umur tertentu mempunyai kecenderungan untuk tidak menjadi gemuk. Disebutkan pula bahwa semakin lama si anak menyusui maka keuntungan yang didapat akan semakin besar khususnya dalam masalah berat badan ini. Penelitian ini menggunakan sampel 9.357 anak gemuk usia sekolah di Bavaria.

Penelitian ini juga menemukan fakta bahwa mereka yang menyusui tampak lebih kurus dan ramping bila dibandingkan dengan yang tidak pernah menyusui selama hidupnya. Sayangnya, penyebab dari keadaan ini belum bisa dijawab dari hasil penelitian tersebut. Yang jelas, anak yang mengkonsumsi ASI akan lebih jarang menderita infeksi saluran kencing dan memiliki tekanan darah yang lebih rendah.

Bagaimana jika si Ibu yang gemuk? Tim peneliti di Australia menemukan bahwa para ibu yang gemuk akan menghentikan aktifitas menyusui anaknya lebih cepat daripada mereka yang lebih kurus. Tujuh puluh enam persen dari mereka akan berhenti menyusui anaknya sebelum si anak mencapai umur 6 bulan. Sayangnya, penilitian ini belum bisa menjawab mengapa para ibu yang gemuk ini melakukan hal tersebut. Diduga ada faktor hormonal yang berperanan disini terutama peranan hormon prolaktin yang berperanan dalam produksi ASI. Kemungkinan lain adalah karena kesulitan bayi menyusui pada ibu ibu yang gemuk.

Tidak ada satupun penelitian yang menyebutkan bila ibu yang gemuk menyusui anaknya lalu si anak akan menjadi gemuk pula. Kandungan ASI tidak ada bedanya antara ibu yang kurus dengan ibu yang gemuk. Dengan menyusui, seorang ibu telah berusaha untuk mencegah anaknya menjadi gemuk.

Keuntungan lain dari menyusui adalah si ibu dapat menurunkan berat badannya dengan hanya menyusui anaknya. Jadi, si ibu tidak perlu susah payah untuk diet setelah melahirkan anak kesayangannya.

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom

  • Kontributor BlogDokter

    Ingin Menulis Di Blogdokter.Net? Silakan Mendaftar Disini

  • Login Kontributor

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Recent Comments

    Powered by Disqus
  • Top Commenters

    Powered by Disqus
  • Daftar/Masuk