Nikotin dan Kesehatan08.11.10

Apa sih nikotin itu?

Nikotin adalah zat yang terkandung di dalam daun tembakau. Setiap kali seseorang menghirup bahan bahan yang mengandung nikotin maka zat ini akan masuk ke dalam tubuh dan bersemayan pada otak. Setiap satu batang rokok mengandung sedikitnya 10 miligram nikotin. Nikotin inilah yang akan membuat seseorang kecanduan merokok.

Meskipun yang terkandung di dalam satu batang rokok sekitar 10 miligram, namun yang benar benar terserap ke dalam tubuh adalah sebanyak 1 sampai 2 miligram saja, sisanya terbuang ke udara. Nikotin dalam jumlah besar sifatnya sangat fatal dan sering digunakan sebagai obat pembasmi hama pada pertanian.

Untuk apa saja nikotin digunakan?

Sampai saat ini rokok dan produk turunannya merupakan penyumbang nikotin terbesar yang dikonsumsi manusia.

Apa saja efek nikotin terhadap tubuh manusia?

Setiap menghisap rokok, nikotin akan masuk ke dalam paru paru dan selanjutnya diserap ke dalam aliran darah. Hanya dalam waktu 8 detik, nikotin ini akan sampai ke otak dan merubah kerja otak. Proses ini berlangsung cepat karena nikotin bentuknya mirip dengan acetylcholine yang normal terdapat di dalam otak.

Nikotin selanjutnya akan meningkatkan denyut jantung dan frekuensi pernafasan. Nikotin juga akan meningkatkan kadar gula darah. Hal ini menyebabkan seorang perokok akan merasa lebih segar setelah merokok.

Nikotin yang terdapat di dalam sel saraf otak juga akan merangsang pengeluaran dopamin. Zat ini merupakan zat yang dapat meningkatkan rasa puas, nyaman dan kesenangan. Pada orang normal, efek dopamin biasanya dicetuskan oleh makanan, rasa nyaman dan kasih sayang dengan orang yang dicintai. Itulah sebabnya mengapa perokok merasakan kenikmatan pada saat menghisap rokok.

Dalam 40 menit, setengah dari efek dopamin akan menghilang. Nah, di saat seperti inilah timbul keinginan untuk menghisap satu batang rokok lagi. Hal inilah mengapa seorang perokok akan terus merokok tanpa putus untuk mendapatkan konsentrasi dopamin yang mereka inginkan di dalam otak.

Nikotin akan menyebabkan ketergantungan yang mirip dengan ketergantungan akan obat obatan narkotika karena nikotin mampu merubah beberapa fungsi otak seperti yang dijelaskan diatas.

Selain nikotin, satu batang rokok mengandung setidaknya 4.000 zat kimia yang berbahaya. Diantara zat zat tersebut yang paling berbahaya adalah tar dan karbon monoksida. Tar dapat menyebabkan kanker paru, empisema dan penyakit saluran nafas lainnya. Karbon monoksida dapat menyebabkan masalah pada jantung.

Perokok juga akan merasakan gangguan pada penciuman dan pengecapan. Menurunkan stamina berolah raga, penuaan dini, dan perubahan warna gigi.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Kecanduan08.26.08

internet_addiction.jpg

Bila kita ngomongin masalah kecanduan maka yang ada dalam pikiran kita pasti berhubungan dengan obat dan alkohol, padahal faktanya orang bisa kecanduan apa saja. Bisa kecanduan kopi, cokelat, rokok dan lain sebagainya. Jangan khawatir bila anda sedang kecanduan sesuatu saat ini sebab jutaan orang di dunia ini mengalami nasib yang serupa dengan anda.

Asal anda tahu, kecanduan tidak hanya berhubungan dengan makanan atau zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Kebiasaan yang sifatnya kompulsiv atau berulang pun bisa dikategorikan kecanduan seperti berjudi, berbelanja, gonta ganti pasangan, internet dan bahkan ngeblog.

Yang menjadi masalah sebenarnya bukan pada jenis kecanduan tetapi bagaimana cara mengatasi kecanduan tersebut. Orang yang sudah kecanduan tidak akan mampu untuk mengontrol kadar kecanduannya sehingga mereka enggan untuk mengobatinya. Walaupun terkadang ada keinginan untuk terlepas dari kecanduan tetapi keinginan tersebut masih kalah kuat dengan dorongan untuk tetap kecanduan. Masalahnya bila seseorang sudah kecanduan maka tidak hanya orang tersebut yang menderita, keluarga dan lingkungannya juga ikut terbebani.

Jadi, apa sih kecanduan itu? Bagaimana mungkin seseorang bisa mengalami kecanduan sementara yang lain tidak? Jika kita rajin mengamati orang maka ada orang yang mampu mengontrol kebiasaannya sehingga tidak jatuh ke dalam jerat kecanduan, namun tidak sedikit pula yang gagal mempertahankan diri.

Perlu dicatat, kecanduan tidak mengenal statu sosial maupun pendidikan. Jadi jangan heran bila mendapati seorang professor yang kecanduan memacari mahasiswa cantik atau polisi yang kecanduan berjudi. Bahkan yang hangat akhir akhir ini adalah pejabat negara kita yang kecanduan menerima suap.

Penyebab kecanduan sendiri sudah diteliti oleh ahli kecanduan sejak beberapa tahun belakangan ini. Pada beberapa kasus, kecanduan disebabkan oleh status emosional seseorang yang dipengaruhi oleh zat yang dikonsumsi. Tubuh dan pikiran terpatri untuk merasakan dan menginginkan sesuatu serta berusaha untuk mempertahankannya.

Ada pula yang menyebutkan kalau kecanduan juga dipengaruhi oleh faktor resiko. Salah satu faktor resiko tersebut adalah keturunan. Walaupun demikian tidak serta merta kecanduan yang dialami oleh orang tua akan sama dengan anak anaknya kelak. Bisa saja orang tua yang kecanduan alkohol maka anaknya akan kecanduan judi.

Disamping keturunan, faktor keluarga juga sangat menentukan. Anak yang berasal dari keluarga berantakan maka kelak kemungkinan ia menjadi pecandu akan sangat besar.

Bagi para pecandu, sangatlah sulit untuk meraba raba apakah ia kecanduan atau tidak sebab setiap individu mempunyai gejala yang berbeda beda. Beberapa gejala kecanduan yang bisa dipegang antara lain :

  • Tidak mampu bertanggung jawab atas pekerjaan di rumah, sekolah atau kantor. Istilah kerennya cuek bebek. Mereka lebih mementingkan memperoleh apa yang diinginkannya daripada kehidupan sosial lainnya.
  • Terus menerus menggunakan zat atau melakukan kebiasaan tertentu walaupun sebenarnya hal itu berbahaya.
  • Selalu berusaha untuk meningkatkan kebiasaannya atau menngkonsumsi lebih banyak zat agar didapatkan kepuasan yang lebih besar.
  • Pernah mencoba untuk menghentikan kebiasaan atau konsumsi zat tersebut tetapi gagal.
  • Terus menerus menggunakan zat atau melakukan kebiasaan tersebut walaupun mereka telah menyadari bahwa kelakuan tersebut tidak baik untuk diri mereka dan keluarganya.

Jika 3 diantara kelima hal tersebut diatas ada pada diri anda atau orang yang anda cintai maka dapat dipastikan bahwa anda dan orang yang anda cintai tersebut mengalami kecanduan. Langkah ini merupakan langkah pertama mengobati kecanduan yakni mengetahui bahwa sesorang memang benar sedang kecanduan.

Tidak ada obat untuk kecanduan. Pengobatan dan konseling hanya akan mampu mengontrol kecanduan seseorang dan bukan mengobatinya. Proses ini dapat berlangsung berbulan bulan sampai dengan bertahun tahun terggantung dari kemamuan yang bersangkutan dan dorongan dari teman, keluarga dan lingkungan.

Hidup dengan seorang pecandu harus mempunyai komitmen yang tinggi. Pecandu yang sudah sembuh bisa kambuh lagi bila salah melangkah. Walaupun sudah 20 tahun nggak kambuh bukan berarti pecandu tersebut tidak akan kambuh jadi pertahankanlah kewaspadaan anda.

Jadi, apakah anda sedang kecanduan sesuatu saat ini?

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics