Glaukoma09.05.11

Glaukoma merupakan istilah untuk menggambarkan sekelompok gangguan pada mata yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel sel saraf optik mata. Saraf optik bertugas menghantarkan informasi visual dari mata ke otak.

Pada banyak kasus, kerusakan saraf optik mata disebabkan oleh karena peningkatan tekanan di dalam bola mata atau terkanan intra okuler (TIO).

Penyebab dan Faktor Risiko

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Glaukoma dibagi menjadi empat jenis utama yakni :

  • Glaukoma sudut terbuka (Open-angle (chronic) glaucoma).
  • Glaukoma sudut tertutup (Angel-closure (acute) glaucoma).
  • Glaukoma kongenital.
  • Glaukoma sekunder.

Bagian depan bola mata dipenuhi oleh cairan bening yang disebut humor aqueous. Cairan ini diproduksi di bagian belakang bola mata. Secara normal, cairan ini akan keluar dari mata melalui saluran yang disebut sudut bilik depan.

Segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan di saluran pengeluaran cairan bola mata akan meningkatkan tekanan pada bola mata. Tekanan pada bola mata disebut dengan tekanan intra okuler atau TIO. Sebagian besar glaukoma disebabkan oleh peningkatan tekanan pada bola mata yang menyebabkan kerusakan pada serat serat saraf optik.

Glaukoma sudut terbuka atau Open-angle (chronic) glaucoma adalah jenis glaukoma yang paling banyak ditemukan. Penyebab glaukoma tipe ini masih belum diketahui. Peningkatan tekanan bola mata berlangsung pelan pelan. Glaukoma sudut terbuka biasanya diturunkan dari orang tua ke anak anak mereka.

Glaukoma sudut tertutup terjadi ketika saluran keluar cairan bola mata tiba tiba tertutup. Perjalanan penyakitnya cepat, berat dan sangat nyeri. Glaukoma tipe ini merupakan suatu kondisi darurat akibat rasa sakit yang ditimbulkan.

Glaukoma kongenital atau glaukoma bawaan terjadi pada bayi yang baru lahir. Penyebabnya karena gangguan pembentukan saluran pengeluaran cairan bola mata pada janin di dalam kandungan.

Glaukoma sekunder disebabkan oleh obat obatan seperti kortikosteroir, penyakit mata seperti uveitis dan penyakit sistemik lainnya.

Gejala

Glaukoma sudut terbuka

Penderita glaukoma sudut terbuka umumnya tidak merasakan gejala apa apa, mereka hanya mengalami penurunan tajam penglihatan terutama di bagian sisi luar lapang pandang (tunnel vision).

Glaukoma sudut tertutup

Gejala dapat datang dan pergi begitu saja atau semakin memburuk.

  • Nyeri tiba tiba dan berat pada salah satu mata.
  • Penurunan penglihatan atau penglihatan berkabut.
  • Mual dan muntah.
  • Melihat bayangan pelangi di sekitar cahaya.
  • Mata merah.
  • Mata terasa bengkak.

Glaukoma kongenital

Gejala baru bisa ditemukan setelah bayi berumur beberapa bulan.

  • Adanya bayangan berkabut di depan mata.
  • Pembesaran pada salah satu atau kedua bola mata.
  • Mata merah.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Keluar air mata.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan oleh dokter perlu dilakukan untuk menegakan diagnosa glaukoma. Dokter akan melihat ke dalam bola mata melalui pupil yang telah dilebarkan. Pemeriksaan tekanan bola mata (tonometri) belum bisa digunakan patokan pasti diagnosa glaukoma sebab 25% penderita glaukoma memiliki tekanan bola mata yang normal. Kondisi ini disebut glaukoma tensi normal.

Berikut beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk mendiagnosa glaukoma:

  • Gonioskopi (menggunakan lensa khusus untuk melihat saluran cairan bola mata.
  • Tonometri untuk mengetahui tekanan bola mata.
  • Pencitraan saraf optik.
  • Respon refleks pupil.
  • Pemeriksaan retina.
  • Pemeriksaan slit lamp.
  • Pemeriksaan lapang pandang.
  • Pemeriksaan tajam penglihatan.

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan adalah menurunkan tekanan bola mata. Pemilihan metode dengan operasi atau obat obatan terggantung jenis atau macam glaukoma.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka, yang bisa dilakukan hanya mencegah makin memburuknya kehilangan penglihatan. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat adalah kunci utama untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Tips Merawat Kesehatan Mata10.18.09

Mata adalah organ tubuh yang paling menakjubkan. Mata adalah jendela dunia. Dengan mata kita dapat melihat hijaunya daun, birunya langit, warna warni bunga, putihnya salju dan segala keindahan dunia lainnya. Setelah bertahun tahun hidup dalam keindahan itu, apa yang terjadi bila semuanya tiba tiba berubah menjadi gelap?

Kebutaan atau hilangnya penglihatan merupakan masalah utama kesehatan di beberapa negara baik negara berkembang maupun negara maju. Di Amerika, hampir 3,3 juta penduduk yang berusia diatas 40 tahun mengalami kebutaan oleh karena berbagai sebab. 

Penyebab kebutaan utama adalah karena proses penuaan seperti penyakit katarak (kekeruhan pada lensa mata), glaucoma, retinopathy diabetic dan degenerasi makular. Disamping itu, wanita hamil juga rentan terhadap kebutaan akibat dari ketidakstabilan kadar hormon, tekanan darah tinggi dan diabetes.

Dalam dunia kesehatan jamak kita mendengar istilah ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’. Begitu pula halnya dengan masalah kesehatan mata. Akan lebih baik jika sedari dini kita menyadari akan faktor faktor resiko yang membahayakan kesehatan mata sehingga sedapat mungkin kita hindari.

Faktor faktor resiko tersebut dapat berasal dari pekerjaan yang kita lakukan sehari hari serta kebiasaan kebiasaan buruk yang sering kita lakukan di rumah. Berikut faktor faktor resiko yang membahayakan kesehatan mata di tempat kita bekerja :

  • Bahan bahan iritan dan korosif.
  • Kilatan cahaya yang terlalu terang.
  • Radiasi ultraviolet dari pekerjaan yang berhubungan dengan listrik.
  • Ranting ranting pohon.
  • Debu dan kotoran.
  • Partikel partikel kecil dari kegiatan pemotongan besi, gergaji, penggalian dan aktifitas lainnya.
  • Serpihan fiber dari fiberglass.

Jika karena pekerjaan anda tidak bisa menghindar dari faktor faktor resiko tersebut, anda harus menggunakan alat pelindung mata yang sesuai standar. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih kaca pelindung mata adalah :

  • Tidak mudah tergores dan memiliki kualitas yang bagus.
  • Mengikuti standar keamanan Internasional untuk pelindung mata.
  • Mempunyai ventilasi yang bagus.
  • Terlihat jelas.
  • Tidak menganggu penglihatan.
  • Dapat melindungi mata dari radiasi yang berbahaya.
  • Tidak menganggu kenyamanan bekerja.
  • Ringan dan sesuai dengan ukuran mata anda.

Selain pelindung mekanis, jangan lupakan melindungi mata dari dalam tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, anti oksidan dan mineral yang cukup. Hindari makanan makanan buruk yang tidak bagus untuk kesehatan secara umum.

Untuk mencegah penularan penyakit infeksi mata, anda dapat melakukan langkah langkah berikut :

  • Biasakan untuk mencuci tangan sebelum atau setelah melakukan aktifitas tertentu.
  • Hindari bertukar tukar alat rias mata atau obat tetes mata.
  • Jangan menyentuh ujung dari obat tetes mata dengan tangan.
  • Jangan membasahi lensa kontak anda dengan mulut atau air ludah.

Dengan melakukan hal hal tersebut diatas maka anda akan tetap dapat menikmati indahnya dunia saat memasuki usia 40 tahun.

Posted in Tips Kesehatanwith 38 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics