Memasak dan Polusi03.28.10

Mencium aroma masakan saat kita melintas di sebuah restoran merupakan sesuatu yang biasa terjadi. Tapi, tahukah anda bahwa aroma yang anda cium itu bisa jadi merupakan sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan?

Sebuah penelitian tentang lingkungan di Amerika Serikat menyebutkan bahwa gas dan partikel partikel kecil yang dilepaskan ke udara saat memasak merupakan bahan bahan yang juga berpotensi menimbulkan polusi udara. Saat aroma masakan membangkitkan selera makan kita, asap dapur dari restoran tersebut justru merusak udara yang kita pakai bernafas.

Polusi terbesar dihasilkan saat kita memasak makanan yang tinggi kadar lemaknya dengan pemangangan. Disebutkan bahwa setiap 450 Kg hamburger, dihasilkan emisi sebanyak 11 Kg. Setiap 450 Kg Pizza, emisi yang dihasilkan adalah 1 Kg dan setiap 450 Kg daging ayam yang dipanggang dengan minyak akan menghasilkan 20 Kg gas emisi.

Penemuan ini tentu sangat penting guna menemukan metode yang pas untuk mengendalikan polusi yang diakibatkan oleh proses memasak makanan.

Perlu diingat juga bahwa asap yang dihasilkan dari proses pembakaran ini tidak hanya merusak udara tetapi juga dapat menyebabkan kanker atau yang lebih dikenal dengan nama zat karsinogenik.

Jadi, saat anda menyantap makanan diatas, coba pikirkan juga dampaknya terhadap lingkungan saat proses memasaknya.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

Berkenalan Dengan Kanker Paru06.05.09

Kanker paru seperti halnya kanker yang lain merupakan hasil dari pertumbuhan abnormal sel tubuh. Pada orang normal, pertumbuhan dan kematian sel diatur sedemikian rupa sehingga selalu dalam keadaan seimbang. Bila mekanisme ini terganggu maka sel akan tumbuh dengan semena mena sehingga sel tersebut membesar dengan tidak terkontrol yang kemudian dikenal dengan nama tumor.

Berdasarkan pertumbuhannya, tumor dibagi menjadi dua jenis yaitu tumor jinak dan tumor ganas atau lebih dikenal dengan sebutan kanker. Tumor jinak umumnya terlokalisir dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tumor jenis ini mudah untuk dihilangkan atau disembuhkan dengan tuntas. Sedangkan kanker atau tumor ganas dapat tumbuh dan membesar dengan cepat, bersifat merusak organ di sekitarnya serta dapat mengalami metastase atau menyebar ke organ tubuh yang lain. Pengobatan kanker sangat terggantung dari stadium atau derajat pertumbuhan dan penyebaran kanker.

Seperti halnya sel yang terdapat pada organ tubuh yang lain, sel paru paru juga dapat mengalami pertumbuhan abnormal atau kanker. Paru paru sebagai suatu organ juga dapat menerima penyebaran kanker dari organ lainnya, sehingga kanker yang terjadi pada paru paru bisa berasal dari sel paru paru itu sendiri atau sel kanker yang berasal dari organ lain.

Apa sih yang menyebabkan kanker paru?

Merokok

Sampai saat ini para ahli masih berpendapat bahwa 90% penyebab kanker paru adalah karena kebiasaan merokok. Resiko menderita kanker paru akan meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi rokok per hari. Mereka yang merokok dua bungkus atau lebih rokok per hari, satu diantara 7 orang akan meninggal karena kanker paru. Penggunaan pipa atau cangklong juga dapat menyebabkan kanker paru meskipun resikonya tidak sebesar perokok tanpa pipa.

Rokok tembakau mengandung lebih dari 4 ribu zat kimia dan sebagaian besar merupakan zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker. Dua zat karsinogenik utama dalam rokok tembakau adalah nitrosamine dan polycyclic aromatic hydrocarbon.

Perokok Pasif

Perokok pasif atau orang yang ikut menghirup asap rokok yang berasal dari perokok dalam jangka waktu yang lama juga mempunyai resiko menderita kanker paru. Penelitian menunjukan, perokok pasif ini mempunyai resiko menderita kanker paru 24% lebih besar daripada mereka yang tidak merokok.

Serat Asbestos

Serat asbestos adalah serat silikat yang dapat mengendap di jaringan paru paru dalam jangka waktu yang lama. Para pekerja yang sering terpapar zat ini mempunyai resiko tinggi menderita kanker paru.

Keturunan

Meskipun kebiasaan merokok merupakan biang kerok terjadinya kanker paru namun kenyataannya tidak semua perokok akan mengalaminya. Hal ini disebabkan karena ada hambatan secara genetik. Resiko kanker paru akan meningkat pada mereka yang mempunyai keluarga dekat yang pernah menderita kanker paru.

Penyakit Paru

Penyakit paru seperti chronic obstructive pulmonary disease (COPD) diduga mempunyai hubungan erat dengan peningkatan kejadian kanker paru. Resiko ini meningkat bila penderita juga merupakan seorang perokok.

Riwayat Menderita Kanker Paru 

Orang yang pernah menderita kanker paru mempunyai resiko untuk menderita kanker paru yang keduakalinya. 

Polusi Udara

Polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor, pabrik industri dan pembangkit listrik tenaga fosil dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru. Polusi udara ini mempunyai kontribusi terhadap kematian akibat kanker paru sebesar hampir 1%.

Apa saja gejala dan tanda kanker paru?

Gejala dan tanda kanker paru sangat bervariasi terggantung dari derajat kanker dan kondisi fisik individu yang bersangkutan. Meskipun demikian, tanda atau gejala dini kanker paru sangat mudah untuk dideteksi. Beberapa gejala yang mungkin terjadi pada orang yang menderita kanker paru antara lain :

Tanpa Gejala

Hampir 25% orang yang didiagnosa menderita kanker paru ditemukan dengan tidak sengaja. Artinya, mereka ditemukan menderita kanker paru pada saat dilakukan pemeriksaan ronsen dada untuk suatu keperluan atau pemeriksaan kesehatan rutin. Gambaran ronsen dada menunjukan adanya tumor kecil sebesar uang logam di paru paru dan pada saat ini pasien sama sekali tidak mengeluhkan gejala apa apa.

Gejala sesuai dengan besarnya kanker

Pertumbuhan sel kanker yang mendesak jaringan paru normal akan menyebabkan terganggunya proses pernafasan pasien. Gejala yang timbul antara lain batuk, sesak nafas, nafas bunyi, nyeri dada dan batuk darah. Jika pertumbuhan sel kanker merusak sel saraf di sekitar paru maka akan menimbulkan nyeri pada bahu yang mejalar ke tangan sampai dengan jari jari tangan. Desakan sel kanker ke kerongkongan akan menyebabkan gangguan menelan.

Gejala yang berhubungan dengan penyebaran kanker

Sel kanker paru yang menyebar ke tulang akan menyebabkan nyeri pada tulang tersebut sementara yang menyebar ke otak akan menyebabkan gejala neurologik seperti mata kabur, sakit kepala, kejang, gejala stroke, kelumpuhan pada anggota gerak, gangguan sensasi rasa pada beberapa bagian tubuh.

Gejala non spesifik

Gejala non spesifik jamak ditemukan pada beberapa penyakit kanker termasuk kanker paru. Gejala ini antara lain penurunan berat badan, lemah, dan mudah lelah. Sering pula terjadi gejala psikologis seperti depresi dan gangguan mood.

Kapankah kita perlu ke dokter?

Jika anda mengalami gejala gejala seperti yang saya sebutkan di bawah ini maka anda harus segera ke dokter untuk mendeteksi secara dini adanya kanker paru.

  • Batuk lama yang makin lama makin memburuk
  • Darah pada dahak.
  • Bronchitis yang lama dan adanya infeksi paru yang berulang.
  • Nyeri dada.
  • Penurunan berat badan yang tidak wajar.
  • Sesak nafas yang berulang dan lama.

Bagaimana pengobatan kanker paru?

Metode pengobatan kanker paru yang masih dilakukan sampai saat ini yaitu operasi pengambilan sel kanker, kemoterapi dan radiasi serta kombinasi antara ketiga metode tersebut. Keputusan untuk memilih metode pengobatan terggantung dari besar dan derajat penyebaran sel kanker serta kondisi kesehatan pasien.

Bagaimana mencegah kanker paru?

Menghentikan kebiasaan merokok adalah hal yang utama dalam mencegah terjadinya kanker paru. Tidak kalah pentingnya yaitu meminimalisasi kontak dengan perokok atau menjadi perokok pasif. Segera ke dokter bila mengalami gejala gejala yang berhubungan dengan paru paru.

Posted in Info Penyakitwith View Comments

Daftar Zat Berbahaya Dalam Kosmetik04.10.09

Pernahkah anda membaca dan mempelajari kandungan yang terdapat dalam kosmetik dan produk perawatan kulit yang anda pakai sehari hari? Tahukah anda apa sebenarnya zat zat yang ditulis tersusun rapi di kemasan produk yang anda beli?

Yang perlu anda sadari bahwa bahan bahan tersebut tidak hanya merusak kulit anda tetapi juga akan menganggu kesehatan anda jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Beberapa diantaranya malah dapat digolongkan sebagai bahan karsinogenik (zat yang bisa menyebabkan kanker) dan digunakan oleh perusahaan kosmetik karena bahan tersebut relatif murah.

Berikut beberapa bahan berbahaya yang sering dijumpai pada kosmetik dan produk perawatan kulit lainnya. Bahan berikut adalah bahan sintetik yang sudah terbukti berbahaya bagi kesehatan menurut beberapa penelitian.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) and Ammonium Lauryl Sulfate (ALS)

Zat ini sering dikatakan berasal dari sari buah kelapa untuk menutupi racun alami yang terdapat di dalamnya. Zat ini sering digunakan untuk campuran shampoo, pasta gigi, sabun wajah, pembersih badan dan sabun mandi.  SLS dan ALS dapat menyebabkan iritasi kulit yang hebat dan kedua zat ini dapat dengan mudah diserap ke dalam tubuh. Setelah terserap, endapan zat ini akan terdapat pada otak, jantung, paru paru dan hati yang akan menjadi masalah kesehatan jangka panjang. SLS dan ALS juga berpotensi menyebabkan katarak dan menganggu kesehatan mata pada anak anak.

Bahan Pengawet Paraben

Paraben digunakan terutama pada kosmetik, deodoran, dan beberapa produk perawatan kulit lainnya. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan dan reaksi alergi pada  kulit. Penelitian terakhir di Inggris menyebutkan bahwa ada hubungan antara penggunaan paraben dengan peningkatan kejadian kanker payudara pada perempuan. Disebutkan pula terdapat konsentrasi paraben yang sangat tinggi pada 90% kasus kanker payudara yang diteliti.

Propylene Glycol

Ditemukan pada beberapa produk kecantikan, kosmetik dan pembersih wajah. Zat ini dapat menyebabkan kemerahan pada kulit dan dermatitis kontak. Studi terakhir juga menunjukan bahwa zat ini dapat merusak ginjal dan hati.

Isopropyl Alcohol

Alkohol digunakan sebagai pelarut pada beberapa produk perawatan kulit. Zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan merusak lapisan asam kulit sehingga bakteri dapat tumbuh dengan subur. Disamping itu, alkohol juga dapat menyebabkan penuaan dini.

DEA (Diethanolamine), TEA (Triethanolamine) and MEA (Monoethanolamine)

Bahan ini jamak ditemukan pada kosmetik dan produk perawatan kulit. Bahan bahan berbahaya ini dapat menyebabkan reaksi alergi dan penggunaan jangka panjang diduga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal dan hati.

Aluminium

Aluminium sering digunakan pada produk penghilang bau badan. Aluminium diduga berhubungan dengan penyakit pikun atau Alzheimer’s.

Minyak Mineral

Minyak mineral dibuat dari turunan minyak bumi dan sering digunakan sebagai bahan dasar membuat krim tubuh dan kosmetik. Baby oil dibuat dengan 100% minyak mineral. Minyak ini akan melapisi kulit seperti mantel sehingga pengeluaran toksin dari kulit menjadi terganggu. Hal ini akan menyebabkan terjadinya jerawat dan keluhan kulit lainnya.

Polyethylene Glycol (PEG)

Bahan ini digunakan untuk mengentalkan produk kosmetik. PEG akan menganggu kelembaban alami kulit sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini dan kulit menjadi rentan terhadap bakteri.

Bagaimana cara menghindari bahan berbahaya ini?

Pelajari dengan baik daftar kandungan yang terdapat pada label setiap produk kosmetik. Lihatlah apakah jenis jenis zat diatas terkandung di dalamnya, bila anda masih kurang yakin, anda bisa mencarinya di internet tentang bahayanya bahan tersebut.

Jangan pernah dibodohi oleh kata kata ‘natural’ dan ‘organic’ pada kemasan produk. Memang produk tersebut mengandung satu atau dua bahan organik, tetapi kandungan bahan berbahayanya bisa berkali lipat jumlahnya.

Jika memungkinkan, pilihlah produk yang memang 100% menggunakan bahan natural seperti herbal dan lain lain. Saya yakin kulit anda akan menyukainya.

Dihimpun dari berbagai sumber di internet.

Posted in Info Kesehatanwith View Comments

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom

  • Kontributor BlogDokter

    Ingin Menulis Di Blogdokter.Net? Silakan Mendaftar Disini

  • Kontributor

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Recent Comments

    Powered by Disqus
  • Top Commenters

    Powered by Disqus
  • Daftar/Masuk