Faktor Resiko Diabetes Dalam Kehamilan04.20.10

Diabetes dalam kehamilan adalah penyakit diabetes yang diagnosanya ditegakan saat seorang wanita sedang hamil. Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan serius yang menimpa ibu dan janin yang dikandungnya.

Berikut beberapa faktor resiko terjadinya diabetes dalam kehamilan pada seorang wanita menurut Pusat Informasi Diabetes Internasional :

  • Memiliki keluarga atau riwayat keluarga yang menderita diabetes.
  • Berumur diatas 25 tahun saat hamil.
  • Gemuk.
  • Memiliki riwayat diabetes dalam kehamilan sebelumnya.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 5 Kg sebelumnya.
  • Merupakan keturunan ras kulit hitam, asia amerika, indian amerika, dan hispanik.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Sekilas Infowith View Comments

Hubungan Makanan dan Minuman Dengan Mengompol03.20.10

Apakah saat ini anak anda masih mengompol? Apakah anda sering mendengar mitos tentang makanan atau minuman yang dapat menyebabkan anak mengompol? Apakah anda akhirnya melarang anak anda untuk mengkonsumsi makanan tersebut? Apakah anda melarang anak anda minum sesaat sebelum dia tidur?

Tahukah anda bahwa anak anak memerlukan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan mereka? Tahukah anda bahwa meskipun saat tidur, tubuh anak anda masih giat bekerja melakukan tugas metabolisme untuk pertumbuhan dan perkembangan? Melarang anak mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang sangatlah tidak bijak.

Berikut beberapa fakta dan mitos tentang hubungan makanan dan minuman dengan mengompol pada anak anak.

Makanan pedas dan mengompol : Mitos.

Banyak yang menganggap bahwa makanan pedas yang dikonsumsi saat makan malam akan menyebabkan anak anak mengompol. Setelah dilakukan penelitian oleh para ahli, ternyata tidak ada hubungan yang bermakna antara makanan pedas dengan kebiasaan mengompol. Meskipun anak anak tidak diberikan makanan pedas, tetap saja dia akan mengompol di malam hari.

Mitos ini muncul akibat berkembangnya anggapan bahwa makanan pedas akan mengiritasi kandung kencing. Tetapi penemuan terakhir telah membantah pendapat tersebut.

Minuman asam dan mengompol : Mitos.

Seperti halnya makanan pedas, minuman yang rasanya asam seperti air jeruk dan sejenisnya dianggap dapat mengiritasi kandung kencing. Bila anda setuju dengan pendapat ini maka anda akan melarang anak anda mengkonsumsi minuman tersebut saat makan malam.

Faktanya, riset membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara minuman yang rasanya asam dengan kebiasaan mengompol. Kecuali anak tersebut memang menderita alergi terhadap minuman asam.

Minuman berkafein dan mengompol : Fakta.

Semua setuju kalau minuman atau makanan yang mengandung kafein akan bersifat diuresis (merangsang kencing). Jadi, minuman atau makanan yang mengandung kafein wajib dihindari oleh mereka yang memiliki masalah mengompol terutama saat makan malam.

Meskipun anak anda tidak minum kopi bukan berarti mereka terhindar dari minuman berkafein. Teh, minuman bersoda dan minuman energi juga mengandung kafein dalam jumlah tertentu. Cokelat, makanan yang menjadi favorit anak anak juga mengandung kafein.

Bukan berarti anda melarang anak anda mengkonsumsi makanan atau minuman ini. Cuma, usahakan mereka mengkonsumsinya di pagi atau siang hari dan hindari sesaat menjelang malam.

Minum sebelum tidur dan mengompol : Fakta.

Alasannya, terlalu banyak minum air sesaat sebelum tidur akan menyebabkan kandung kencing cepat penuh. Dengan membatasi minuman, diharapkan pengisian kandung kencing akan lebih lambat sehingga cukup waktu sampai keesokan paginya.

Harap diingat bahwa sumber konsumsi air bukan hanya dari air minum tetapi juga dari makanan yang banyak mengandung kuah seperti sup, buah buahan dan sebagainya.

Tips bagi orang tua yang anaknya mengompol.

Penyebab mengompol tiap tiap anak berbeda. Jadi, sebagai orang tua anda harus mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kemungkinan penyebab dari kebiasaan mengompol anak anda.

Anda harus mencatat setiap kali anak anda mengompol dan menganalisa kemungkinan penyebabnya.

Libatkanlah anak anda untuk menemukan penyebab dari kebiasaanya mengompol. Hal ini penting agar pada diri mereka tumbuh kemauan untuk mengendalikan kebiasaannya mengompol dan merasa bertanggung jawab terhadap kebiasaannya itu.

Jika anda memutuskan untuk melarang anak anda mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu menjelang tidur, jangan sampai hal tersebut merupakan hukuman dari kebiasaanya mengompol.

Pada anak anak yang sudah besar, mengompol merupakan sesuatu yang sangat memalukan. Terkadang orang tua menjadi frustasi dan memarahi kebiasaan anaknya itu. Perilaku ini sangat tidak bagus sebab dengan memarahi anak anda maka secara psikologis mereka akan stress dan tertekan. Kondisi ini akan memperparah kebiasaan mengompolnya.

Menghentikan kebiasaan mengompol pada anak anak membutuhkan kesabaran ekstra dari orang tua dan kemauan dari anak anaknya.

Posted in Tips Kesehatanwith View Comments

Infeksi Saluran Kencing09.27.08

uchr_02_img0207.jpg

Infeksi saluran kencing atau ISK merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di bagi jutaan orang tiap tahun. ISK merupakan penyakit infeksi nomor 2 yang paling banyak menyerang manusia di muka bumi. Umumnya penyakit ini menyerang kaum wanita tapi sering juga ditemukan laki laki yang menderita ISK.

Sistem saluran kencing atau sistem urin terdiri dari ginjal, ureter, kandung kencing dan urethra. Diantara keempat organ tersebut, ginjalah yang paling memegang peranan. Ginjal berfungsi menyaring sampah dari saluran darah, mengatur keseimbangan cairan, dan memproduksi beberapa hormon. Ureter berfungsi mengalirkan cairan hasil penyaringan ginjal ke kandung kemih untuk disimpan sementara dan bila kandung kemih sudah penuh maka akan dikeluarkan ke dunia luar melalui saluran urethra.

Setiap orang dewasa rata rata memproduksi satu sampai 2 liter urine perhari terggantung dari kondisi cuaca dan banyaknya cairan yang masuk.

Penyebab infeksi saluran kencing.

Secara normal, air kencing atau urine adalah steril alias bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman yang berasal dari saluran cerna jalan jalan ke urethra atau ujung saluran kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu kuman yang paling sering menyebabkan ISK adalah E.coli yang umum terdapat dalam saluran pencernaan bagian bawah.

Pertama tama, bakteri akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak disana maka saluran kemih akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis.

Mikroorganisme seperti klamidia dan mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK namun infeksi yang diakibatkan hanya terbatas pada urethra dan sistem reproduksi. Tidak seperti E. coli, kedua kuman ini menginfeksi orang melalui perantara hubungan seksual.

Faktor resiko

Beberapa orang memang mempunyai resiko menderita ISK lebih besar dari yang lainnya. Ketidaknormalan fungsi saluran kemih menjadi biang keladinya. Batu saluran kemih, pembesaran prostat akan menghambat pengeluaran urine sehingga mempermudah perkembang biakan kuman.

Orang dengan diabetes juga rentan menderita ISK akibat dari penurunan daya tahan tubuh. Penyakit lain yang mempunyai efek menurunkan daya tahan tubuh juga merupakan faktor resiko terjadinya ISK.

Infeksi saluran kencing juga sering ditemukan pada anak anak yang dilahirkan dengan ketidak normalan saluran kemih.

Perempuan lebih rentan menderita ISK bila dibandingkan dengan laki laki mungkin dikarenakan saluran urethra yang lebih pendek dan ujung anus yang letaknya dekat dengan ujung urethra.

Gejala ISK

Tidak semua penderita merasakan gejala ISK tapi umumnya ada satu gejala yang mereka rasakan walau tidak terlalu menganggu. Gejalanya antara lain, sering kencing dan kesakitan saat kencing, rasa sakit sampai terbakar pada kandung kemih.

Pada perempuan merasakan ketidaknyamanan pada tulang kemaluan. Umumnya orang yang menderia ISK akan selalu ingin kencing tetapi kencing yang dikeluarkan sangatlah sedikit.

Air kencingnya sendiri bisa berwarna putih, cokelat, kemerahan. ISK tidak akan menyebabkan demam selama masih menginfeksi urethra dan kandung kemih, demam muncul bila ginjal sudah kena. Gejala lain saat ginjal terinfeksi adalah adanya rasa sakit pada punggung, mual, atau muntah.

Pengobatan ISK

Infeksi saluran kencing diobati dengan obat obatan antibiotika. Pilihan obat dan lamanya pengobatan terggantung dari lamanya infeksi dan jenis kumannya. Bila memang gejala diatas muncul, sebaiknya segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan.

Pencegahan ISK

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ISK antara lain :

  • Minumlah banyak cairan setiap hari.
  • Segeralah kencing bila ingin kencing, jangan hobi menahan kencing.
  • Untuk perempuan saat cebok, basuhlah dari depan ke belakang bukan sebaliknya.
  • Pilihlah shower saat mandi dibandingkan dengan bath tub.
  • Bersihkan kelamin saat akan berhubungan intim.
  • Hindari penggunaan cairan yang tidak jelas manfaatnya pada alat kelamin. Cairan ini dapat mengiritasi urethra.

Posted in Info Penyakitwith View Comments

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom

  • Kontributor BlogDokter

    Ingin Menulis Di Blogdokter.Net? Silakan Mendaftar Disini

  • Kontributor

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Recent Comments

    Powered by Disqus
  • Top Commenters

    Powered by Disqus
  • Daftar/Masuk