Faktor Resiko Radang Paru (Pneumonia)03.16.10

Pneumonia atau radang paru paru merupakan infeksi paru paru yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur.

Gejala utama pneumonia antara lain sesak nafas yang tanpa atau disertai dengan demam. Disamping pemeriksaan fisik, diagnosa pneumonia ditegakan dengan pemeriksaan foto ronsen dada dan pemeriksaan laboratorium rutin.

Berikut saya jabarkan beberapa faktor resiko yang memungkinkan seseorang terkena penyakit radang paru atau pneumonia :

  • Merokok.
  • Penderita dengan infeksi saluran nafas seperti influensa.
  • Penderita penyakit paru menahun seperti cystic fibrosis.
  • Penderita cerebral palsy.
  • Penderita dengan gangguan fungsi saraf yang menyebabkan kesulitan menelan seperti penyakit parkinson.
  • Penderita dengan penyakit khronis seperti diabetes, sirosis hati dan penyakit jantung.
  • Orang yang berada di asrama perawatan atau di tempat kumuh dengan kondisi yang kurang sehat.
  • Orang yang mengalami gangguan fungsi kekebalan tubuh.
  • Orang yang sedang dalam perawatan trauma/operasi sehingga pergerakannya terbatas.

Banyak dari faktor resiko tersebut yang mudah untuk dihindari, sekarang tinggal kemauan dari masing masing individu untuk menghindarinya. Mencegah memang jauh lebih baik daripada mengobati.

Posted in Info Penyakitwith 2 Comments →

Makanan Rendah Kolesterol03.08.10

Untuk menurunkan kadar kolesterol darah, tentu anda harus memilih makanan yang rendah kandungan kolesterolnya. Makanan tersebut antara lain, daging ayam atau sapi yang bebas lemak, beberapa jenis ikan dan makanan laut lainnya.

Daging bebas lemak artinya saat anda memutuskan untuk memasak daging sapi atau ayam, anda harus menyisihkan kulit, lemak daging dan jeroannya. Untuk ikan, hampir semua ikan laut mengandung lemak tak jenuh yang sangat tinggi bahkan jauh melebihi daging.

Seperti pernah dibahas sebelumnya, kolesterol terdiri dari dua jenis yakni kolesterol LDL/lemak lenuh atau kolesterol jahat dan kolesterol HDL/lemak tak jenuh atau kolesterol baik. Kedua jenis kolesterol ini pasti ada di setiap makanan cuma kadarnya saja yang berbeda beda. Kolesterol LDL disebut sebagai kolesterol jahat karena ia bertanggung jawab atas faktor resiko terjadinya beberapa penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, stroke, kencing manis dan lain sebagainya. Sementara kolesterol HDL berlaku sebaliknya sehingga disebut kolesterol baik.

Selanjutnya mari kita bahas kadar kolesterol dari makanan yang sering kita konsumsi sehari hari :

Unggas

Secara umum, daging unggas cukup rendah kandungan kolesterol LDL-nya asal dikonsumsi tanpa kulit. Penyisihan kulit unggas bisa dilakukan sendiri saat memasak atau membelinya sudah tanpa kulit di pasar. Sekedar informasi, daging yang berwarna pucat jauh lebih rendah kadar kolesterol jahatnya bila dibandingkan dengan daging yang berwarna gelap.

Kurangi mengkonsumsi daging bebek dan angsa karena daging kedua jenis unggas ini mengandung kadar lemak jenuh yang sangat tinggi sekalipun kulitnya sudah disisihkan.

Ikan dan Kerang

Ikan umumnya memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah daripada daging. Sementara itu, kerang memiliki kadar kolesterol LDL yang bervariasi. Udang yang disebut sebut memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi masih dapat dikonsumsi dengan aman asal tidak melebihi 3 ons (200 miligram kolesterol) sehari. Tentu dengan cara memasak yang rendah kolesterol atau tanpa minyak.

Bahan Pengganti Daging

Pilihan jatuh kepada tahu dan tempe berikut makanan olahannya. Tahu dan tempe dipercaya memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah. Sebaliknya, kadar lemak tak jenuhnya boleh dikatakan cukup tinggi. Selain itu, kandungan seratnya juga tinggi guna menurunkan kadar kolesterol darah. Sekarang tinggal bagaimana cara pengolahannya agar tahu dan tempe tersebut memiliki cita rasa yang tinggi dan menarik untuk dikonsumsi.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith 1 Comment →

Hubungan IQ Rendah Dengan Penyakit Jantung02.14.10

Baru baru ini sebuah jurnal terkemuka di Eropa (European Society of Cardiology) menulis tentang hubungan antara IQ rendah dengan penyakit jantung. Disebutkan bahwa orang orang dengan tingkat kecerdasan yang kurang memiliki resiko menderita penyakit jantung jauh lebih besar daripada orang dengan obesitas (kegemukan) dan tekanan darah tinggi.

Sayangnya temuan ini masih belum bisa memastikan hubungan tersebut dengan lebih jelas. Apakah IQ rendah sebagai satu satunya penyebab orang sakit jantung atau disebabkan oleh hubungan dengan faktor tertentu lainnya.

Meskipun demikian, temuan ini diharapkan menjadi senjata yang ampuh untuk promosi kesehatan terutama memotivasi anak anak untuk menjadi lebih pintar. Menjadi lebih pintar bisa melalui program pembelajaran di sekolah dan di luar sekolah.

Penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Cardiovascular Prevention and Rehabilitation edisi Februari, memeriksa lebih dari 1.100 pria dan wanita Skotlandia berusia sekitar 55 tahun pada tahun 1987, yang diikuti selama dua dekade.

Dalam penelitian ini disebutkan juga bahwa faktor utama resiko penyakit jantung adalah merokok kemudian diikuti oleh IQ rendah. Para peneliti melihat bahwa IQ yang rendah menyebabkan seseorang menjadi malas untuk melakukan kegiatan yang sehat sehingga mereka akan mudah menderita kegemukan dan tekanan darah tinggi. IQ rendah juga menjadikan seseorang rentan menderita kurang gizi di masa mendatang.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith 7 Comments →

Minuman Beralkohol dan Kesehatan02.01.10

Selain merokok, minuman beralkohol merupakan  sesuatu yang cukup banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan. Sudah menjadi kebiasaan di sebagian masyarakat kita untuk mengkonsumsi sedikit minuman beralkohol di saat mengadakan pesta. Padahal kita tahu bersama, mengkonsumsi terlalu banyak alkohol dapat membahayakan kesehatan anda.

Efek dari minuman alkohol yang dikonsumsi seseorang berbeda beda terggantung dari : kuantitas minuman beralkohol yang anda konsumsi, jenis kelamin, ukuran tubuh anda, dan riwayat konsumsi alkohol sebelumnya. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah minuman beralkohol yang diperbolehkan dikonsumsi per hari tidak lebih dari 2 gelas kecil untuk pria dan 1 gelas kecil untuk perempuan.

Efek jangka pendek dari terlalu banyak minum minuman beralkohol adalah mengantuk, pusing, hilangnya koordinasi, ketidakmampuan untuk berpikir jernih, dan hilangnya rasa sosial. Sementara efek jangka panjang meliputi kurangnya nafsu makan, insomnia, keringat dingin saat tidak minum, menarik diri, kebingungan, dan kehilangan memori untuk mengingat banyak hal.

Bila anda terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, anda berisiko untuk menderita beberapa penyakit serius diantaranya penyakit hati, penyakit jantung, maag, gangguan pembuluh darah, impotensi (pada pria), menstruasi tidak teratur (pada wanita), dan beberapa jenis kanker. Seorang wanita yang sedang hamil tidak boleh minum minuman beralkohol meski dalam jumlah kecil karena dapat menyebabkan sindroma alkohol pada bayi. Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol juga berhubungan dengan ratusan bahkan ribuan kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya disamping masalah hukum laiinya.

Kurangi resiko terkena penyakit akibat alkohol dengan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dan selingi dengan minum air saat anda mimun minuman beralkohol. Awalilah pesta minuman keras anda dengan makan sebab makanan yang anda konsumsi akan memperlambat masuknya alkohol ke aliran darah. Makan setelah minum minuman beralkohol tidak memiliki manfaat yang sama. Selain itu, jangan mudah terpengaruh oleh orang lain yang memaksa anda untuk minum alkohol secara berlebihan. Anda dilarang keras untuk mengemudi setelah minum minuman beralkohol, naiklah angkot demi keselamatan anda.

Alkohol telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan anda bila dikonsumsi dalam jumlah kecil. Orang Perancis misalnya, mereka mengkonsumsi alkohol dalam jumlah kecil hampir setiap hari untuk kesehatan. Anda tidak perlu menghindari alkohol seperti wabah penyakit tetapi cobalah untuk mengendalikannya sehingga anda terhindar dari berbagai penyakit serius.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith 5 Comments →

Perut Membesar? Waspadai Ascites09.12.09

Perut anda tiba tiba membesar tanpa sebab yang jelas? Anda mempunyai riwayat penyakit hati? Hati hati, bisa jadi anda mengalami apa yang dinamakan ascites.

Dalam dunia kedokteran, ascites diartikan sebagai kondisi yang mana dalam perut seseorang terdapat akumulasi cairan yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah portal (portal hypertension).

Secara umum, ascites dapat terjadi bila ada perubahan kadar albumin dalam sirkulasi darah. Sekedar tahu, albumin ini berfungsi sebagai pengaturan keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel manusia.

Perubahan kadar albumin ini bisa naik atau turun. Naik turunya kadar albumin terggantung dari kondisi tubuh atau penyakit yang dialami penderita. Keadaan – keadaan yang dapat meningkatkan kadar albumin antara lain :

  • Penyakit sirrosis hepatis.
  • Peningkatan tekanan vena portal.
  • Hepatitis khronis.
  • Penyakit jantung kongestif.
  • Metastase kanker ke hati.
  • Hipotiroid.
  • Hepatitis non alkohol.

Sedangkan yang dapat menurunkan kadar albumin antara lain :

  • Keganasan di rongga perut.
  • TBC perut.
  • Radang pankreas.
  • Syndrome nephrotik.
  • Radang perut atau peritonitis.

Pemeriksaan atau diagnosa ascites sangat mudah dilakukan oleh para dokter. Perut pasien umumnya membesar dan bila dipukul/digetok seperti ada pantulan suara cairan dari dalam rongga perut. Pada kondisi tertentu pada perut pasien bisa terdapat kurang lebih 1500 cc cairan.

Diagnosis sulit dilakukan bila pasien gemuk dan pada kondisi ini perlu dibantu dengan USG perut. Pemeriksaan dengan ronsen dan ct scan diperlukan untuk membantu menentukan penyebab yang mendasari terjadinya ascites.

Beberapa tindakan yang dilakukan pada pasien dengan ascites yaitu:

  • Mengurangi konsumsi garam.
  • Memberikan obat obatan diuresis untuk merangsang terjadinya kencing, atau mengeluarkan cairan lewat urine.
  • Mengeluarkan cairan dengan jarum/selang.
  • Pencangkokan hati untuk kasus kasus yang berulang.

Jadi, hati hatilah bagi mereka yang perutnya tiba tiba membesar.

Posted in Info Penyakitwith 25 Comments →

Tips Hidup Sehat08.24.09

  

Enyahkan rokok, rajinlah berolah raga, hindari makan makanan yang tidak sehat dan selalu memonitor lingkar pinggang.

Anda barangkali sudah sering mendengarkan nasihat tersebut. Di beberapa kesempatan seminar atau ceramah tentang cara hidup sehat pasti akan disinggung empat tip tersebut. Beberapa diantara kita memang sudah dengan disiplin melaksanakannya namun tidak sedikit yang mengabaikan.

Tahukah anda bahwa jika anda melaksanakan keempat tip tersebut dengan disiplin maka anda akan terhindar dari faktor resiko menderita penyakit khronis yang mematikan sebanyak 80%?

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mereka yang menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya akan terhindar dari beberapa penyakit khronis seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung.

Penelitian terakhir di lakukan di Jerman dengan mengampil sampel sebanyak 23.513 orang dewasa yang berusia antara 35 sampai 65 tahun. Penelitian dimulai pada pertengahan tahun 90an. Faktor yang diperhatikan termasuk berat badan dan tinggi badan, riwayat penyakit sebelumnya, serta makanan yang mereka konsumsi.

Empat pola hidup sehat yang mereka harus ikuti selama delapan tahun penelitian adalah :

  • Tidak merokok.
  • Berolah raga sekurang kurangnya 3,5 jam per mingu.
  • Menjaga body mass index (BMI) kurang dari 30
  • Konsumsi makanan sehat seperti buah buahan, sayur mayur, roti dan mengurangi daging.

Setelah penelitian berjalan, sebagian besar responden hanya melakukan salah satu dari empat kebiasaan tersebut dan hanya 9% yang melaksakan ke empat empatnya.

Setelah mengubah pola hidup yang berpengaruh pada terjadinya penyakit, para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang mengikuti keempat pola hidup sehat tersebut akan menurunkan resiko menderita penyakit khronis sebanyak 78%. Rinciannya sebagai berikut :

  • Resiko menderita penyakit diabetes tipe 2 menurun sebanyak 93%.
  • Resiko menderita penyakit jantung menurun sebanyak 81%.
  • Resiko menderita stroke menurun sebanyak 50%.
  • Resiko menderita kanker menurun sebanyak 36%.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa semakin muda kebiasaan ini dilakukan maka hasil yang dicapai akan semakin memuaskan. Jadi kalau anda ingin senantiasa sehat, segera lakukan keempat tips diatas.

Sumber : Archives of Internal Medicine

Posted in Tips Kesehatanwith 31 Comments →

Mari Mengenal Sindroma Metabolik07.04.09

Hubungan antara gangguan metabolik dan penyakit jantung sudah dikenal sejak tahun 1940an. Pada tahun 1980an, hubungan ini semakin jelas yang kemudian memunculkan istilah sindroma metabolik atau metabolic syndrome. Berbagai definisi pun bermunculan untuk menggambarkan tentang penyakit ini namun yang jamak dipegang saat ini adalah bahwa sindroma metabolik merupakan kumpulan gejala atau faktor resiko metabolik yang menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskuler.

Kumpulan gejala yang muncul pada sindroma metabolik antara lain resistensi insulin, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kolesterol dan peningkatan resiko pembekuan darah (clotting). Pasien yang mengalami gejala gejala ini umumnya gemuk.

Apakah definisi sindroma metabolik?

Definisi sindroma metabolik sangat bervariasi, hal ini tergantung kepada kelompok ahli yang mendefinisikanya. Menurut buku panduan dari National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel (ATP III) tahun 2001, terdapat tiga ciri utama kriteria sindroma metabolik, yaitu :

  • Lingkar perut pada laki laki lebih dari 102 cm dan lebih dari 88 cm pada perempuan.
  • Kadar triglycerida darah lebih dari 150 mg/dl.
  • HDL kolesterol lebih rendah dari 40 mg/dl pada laki laki dan 50 mg/dl pada perempuan.
  • Tekanan darah diatas 130/85 mmHg.
  • Gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl.

Terdapat sedikit perbedaan kriteria menurut World Health Organization (WHO) yakni :

  • Kadar insulin yang tinggi, peningkatan kadar gula darah puasa atau peningkatan kadar gula darah 2 jam setelah makan dengan diikuti oleh sekurang kurangnya 2 kriteria tambahan di bawah ini :
  • Kegemukan pada daerah perut dengan rasio antara pinggang dan pinggul lebih dari 0,9, body mass index (BMI) sekurang kurangnya 30 kg/m2 atau lingkar pinggang lebih dari 37 inchi.
  • Pada pemeriksaan kolesterol ditemukan kadar triglycerida sekurang kurangnya 150 mg/dl atau HDL kolesterol kurang dari 35 mg/dl.
  • Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg.

Apakah yang menyebabkan sindroma metabolik?

Dari beberapa pendapat ahli menyebutkan bahwa faktor genetik dan lingkunganlah yang memegang peranan penting terjadinya sindroma metabolik.

Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, hipertensi dan penyakit jantung akan meningkatkan kemungkinan seseorang menderita sindroma metabolik.

Fator lingkungan yang berperan antara lain kurangnya berolah raga, gaya hidup yang buruk, dan peningkatan berat badan yang terlampau cepat.

Sindroma metabolik terjadi pada 5% orang dengan berat badan normal, 22% pada orang dengan kelebihan berat badan dan 60% pada orang yang gemuk. Orang dewasa yang berat badannya meningkat lebih dari 5 kg per tahun akan meningkatkan pula resiko terjadinya sindroma metabolik sekitar 45%.

Jadi, melihat gambaran diatas, kegemukan merupakan faktor resiko yang sangat penting terjadinya sindroma metabolik disamping hal hal berikut :

  • Perempuan yang telah memasuki menopause.
  • Merokok.
  • Mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat.
  • Kurang berolah raga.
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol.

Mengapa sindroma metabolik perlu saya ketahui?

Sindroma metabolik perlu dipahami karena keadaan ini merupakan jalan untuk menuju dua penyakit yang berbahaya saat ini yaitu diabetes/kencing manis dan penyakit jantung.

Sindroma metabolik meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2 antara 9 sampai 30 kali pada populasi. Sedangkan resiko terjadinya penyakit jantung meningkat antara 2 sampai 4 kali.

Disamping menyebabkan kedua penyakit diatas, sindroma metabolik juga dapat menyebabkan timbunan lemak pada hati (fatty liver), yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadi sirosis. Ginjal juga akan terkena dampak yakni terjadinya kebocoran protein pada urine yang berpotensi terjadinya kerusakan ginjal.

Bagaimana mengobati sindroma metabolik?

Tujuan utama pengobatan adalah mengobati penyebab terjadinya sindroma dan penyakit lain yang sudah terjadi sebagai akibat adanya sindroma. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa penyebab utama sindroma metabolik adalah kelebihan berat badan dan pola hidup yang salah.

Modifikasi pola hidup merupakan hal yang paling utama dari pengobatan sindroma metabolik. Penurunan berat badan dengan diet dan olah raga seringkali memberikan dampak yang signifikan.

Posted in Info Penyakitwith 14 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom