Kanker Prostat05.07.10

Apa sih kelenjar prostat itu?

Kelenjar prostat merupakan organ yang terletak tepat di bawah kandung kencing pada laki laki. Organ ini menyelimuti saluran urethra pada bagian pangkalnya. Saluran urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kencing ke ujung kemaluan. Salah satu fungsi kelenjar prostat adalah mengendalikan pengeluaran urine dengan cara menekan saluran urethra yang diselubunginya. Fungsi lainnya adalah menghasilkan cairan yang dikeluarkan bersama sperma saat terjadinya ejakulasi. Gabungan antara sel sperma dan cairan prostat disebut dengan semen.

Pada laki laki muda, ukuran kelenjar prostat hanya sebesar buah kenari. Selanjutnya seiring dengan pertambahan usia, kelenjar prostat pun ikut membesar. Pembesaran kelenjar prostat yang berlebihan disebut dengan benign prostatic hypertrophy (BPH), tapi kondisi ini tidak berhubungan dengan kanker prostat. Baik BPH maupun kanker prostat memiliki gejala yang mirip yaitu sama sama susah untuk buang air kecil.

Lalu, apa yang dimaksud dengan kanker prostat?

Kanker prostat adalah kanker atau keganasan yang berasal dari sel sel di dalam kelenjar prostat. Pertumbuhan kanker sendiri berlangsung sangat lambat atau bertahun tahun. Selama itu, pasien hampir tidak merasakan gejala apa apa. Pada stadium lanjut, sel sel kanker dapat menyebar ke jaringan di sekitar prostat (penyebaran lokal). Disamping penyebaran lokal, sel sel kanker juga dapat menyebar ke organ yang lain seperti tulang, paru paru dan hati. Penyebaran ini disebut dengan metastase. Pada saat stadium lanjut inilah gejala dan tanda baru bisa dirasakan dan dilihat.

Mengapa kanker prostat begitu penting?

Kanker prostat merupakan penyakit kanker pembunuh nomor 2 pada laki laki setelah kanker paru paru. Para ahli menyarankan, laki laki yang berumur diatas 40 tahun wajib melakukan deteksi dini terhadap kanker prostat.

Apakah penyebab kanker prostat?

Seperti halnya kanker yang lain, penyebab pasti kanker prostat juga belum bisa diketahui. Tapi yang jelas, kanker prostat tidak ada hubungannya dengan BPH. Beberapa faktor resiko yang diduga berhubungan dengan kanker prostat antara lain, umur, genetik (keturunan), gangguan hormonal, dan beberapa faktor lingkungan seperti toksin dan polusi. Kemungkinan terkena kanker prostat akan meningkat seiring dengan peningkatan usia.

Apa saja tanda dan gejala kanker prostat?

Pada stadium awal, kanker prostat dapat tanpa gejala sampai beberapa tahun. Pada masa ini, kanker prostat umumnya ditemukan secara tidak sengaja pada saat dokter melakukan pemeriksaan colok dubur untuk memeriksa organ lain. Prostat yang terkena kanker akan teraba berbenjol benjol (nodul) saat dilakukan pemeriksaan dengan colok dubur.

Bila kanker prostat sudah semakin membesar maka ia akan menekan saluran urethra sehingga pasien akan mengalami keluhan saat buang air kecil. Keluhan itu antara lain, nyeri saat buang air kecil, keluarnya urine tidak lancar, dan air seni bercampur dengan darah.

Pada stadium lanjut, sel sel kanker akan melakukan invasif atau menyebar pada organ di sekitarnya dan metastase atau menyebar ke organ yang letaknya cukup jauh dari prostat. Keluhan yang timbul selanjutnya sesuai dengan lokasi penyebaran dari sel sel kanker tersebut. Pada tulang belakang akan menimbulkan nyeri pada tulang belakang, pada paru paru akan menimbulkan nyeri dada, sesak dan batuk lama dan bila pada hati akan menimbulkan nyeri perut kanan atas yang disertai dengan kekuningan pada kulit.

Bagaimana pengobatan kanker prostat?

Pengobatan kanker prostat terggantung dari stadium kanker yang dialami pasien. Pilihannya mulai dari pembedahan, kemotherapy dan penyinaran atau radiotherapy. Pembedahan dilakukan pada kanker prostat yang masih kecil dengan mengambil seluruh jaringan prostat sementara kemotherapy dan radiotherapy dilakukan bila pembedahan tidak mungkin dilakukan. Pada kenyataannya, terkadang dilakukan kombinasi antara ketiga pilihan pengobatan tersebut.

Bagaimana cara mencegah kanker prostat?

Tidak ada patokan pasti untuk mencegah terjadinya kanker prostat. Sampai saat ini deteksi dini kanker prostat masih merupakan jalan yang terbaik. Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan PSA saat laki laki yang mempunyai faktor resiko sudah menginjak usia 40 tahun.

Mengenai makanan, para ahli menyarankan untuk menghindari makanan yang tinggi lemak dan daging merah. Kacang kedelai juga diduga dapat menghambat pertumbuhan sel sel kanker. Studi terakhir menyebutkan bahwa zat yang terkandung dalam tomat seperti lycopenes, selenium dan vitamin E dapat memperlambat pertumbuhan sel sel kanker tapi studi ini masih perlu dilakukan penelitian lanjutan.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Penyakitwith View Comments

Mari Mengenal Sindroma Metabolik07.04.09

Hubungan antara gangguan metabolik dan penyakit jantung sudah dikenal sejak tahun 1940an. Pada tahun 1980an, hubungan ini semakin jelas yang kemudian memunculkan istilah sindroma metabolik atau metabolic syndrome. Berbagai definisi pun bermunculan untuk menggambarkan tentang penyakit ini namun yang jamak dipegang saat ini adalah bahwa sindroma metabolik merupakan kumpulan gejala atau faktor resiko metabolik yang menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskuler.

Kumpulan gejala yang muncul pada sindroma metabolik antara lain resistensi insulin, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kolesterol dan peningkatan resiko pembekuan darah (clotting). Pasien yang mengalami gejala gejala ini umumnya gemuk.

Apakah definisi sindroma metabolik?

Definisi sindroma metabolik sangat bervariasi, hal ini tergantung kepada kelompok ahli yang mendefinisikanya. Menurut buku panduan dari National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel (ATP III) tahun 2001, terdapat tiga ciri utama kriteria sindroma metabolik, yaitu :

  • Lingkar perut pada laki laki lebih dari 102 cm dan lebih dari 88 cm pada perempuan.
  • Kadar triglycerida darah lebih dari 150 mg/dl.
  • HDL kolesterol lebih rendah dari 40 mg/dl pada laki laki dan 50 mg/dl pada perempuan.
  • Tekanan darah diatas 130/85 mmHg.
  • Gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl.

Terdapat sedikit perbedaan kriteria menurut World Health Organization (WHO) yakni :

  • Kadar insulin yang tinggi, peningkatan kadar gula darah puasa atau peningkatan kadar gula darah 2 jam setelah makan dengan diikuti oleh sekurang kurangnya 2 kriteria tambahan di bawah ini :
  • Kegemukan pada daerah perut dengan rasio antara pinggang dan pinggul lebih dari 0,9, body mass index (BMI) sekurang kurangnya 30 kg/m2 atau lingkar pinggang lebih dari 37 inchi.
  • Pada pemeriksaan kolesterol ditemukan kadar triglycerida sekurang kurangnya 150 mg/dl atau HDL kolesterol kurang dari 35 mg/dl.
  • Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg.

Apakah yang menyebabkan sindroma metabolik?

Dari beberapa pendapat ahli menyebutkan bahwa faktor genetik dan lingkunganlah yang memegang peranan penting terjadinya sindroma metabolik.

Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, hipertensi dan penyakit jantung akan meningkatkan kemungkinan seseorang menderita sindroma metabolik.

Fator lingkungan yang berperan antara lain kurangnya berolah raga, gaya hidup yang buruk, dan peningkatan berat badan yang terlampau cepat.

Sindroma metabolik terjadi pada 5% orang dengan berat badan normal, 22% pada orang dengan kelebihan berat badan dan 60% pada orang yang gemuk. Orang dewasa yang berat badannya meningkat lebih dari 5 kg per tahun akan meningkatkan pula resiko terjadinya sindroma metabolik sekitar 45%.

Jadi, melihat gambaran diatas, kegemukan merupakan faktor resiko yang sangat penting terjadinya sindroma metabolik disamping hal hal berikut :

  • Perempuan yang telah memasuki menopause.
  • Merokok.
  • Mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat.
  • Kurang berolah raga.
  • Mengkonsumsi minuman beralkohol.

Mengapa sindroma metabolik perlu saya ketahui?

Sindroma metabolik perlu dipahami karena keadaan ini merupakan jalan untuk menuju dua penyakit yang berbahaya saat ini yaitu diabetes/kencing manis dan penyakit jantung.

Sindroma metabolik meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2 antara 9 sampai 30 kali pada populasi. Sedangkan resiko terjadinya penyakit jantung meningkat antara 2 sampai 4 kali.

Disamping menyebabkan kedua penyakit diatas, sindroma metabolik juga dapat menyebabkan timbunan lemak pada hati (fatty liver), yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadi sirosis. Ginjal juga akan terkena dampak yakni terjadinya kebocoran protein pada urine yang berpotensi terjadinya kerusakan ginjal.

Bagaimana mengobati sindroma metabolik?

Tujuan utama pengobatan adalah mengobati penyebab terjadinya sindroma dan penyakit lain yang sudah terjadi sebagai akibat adanya sindroma. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa penyebab utama sindroma metabolik adalah kelebihan berat badan dan pola hidup yang salah.

Modifikasi pola hidup merupakan hal yang paling utama dari pengobatan sindroma metabolik. Penurunan berat badan dengan diet dan olah raga seringkali memberikan dampak yang signifikan.

Posted in Info Penyakitwith View Comments

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom

  • Kontributor BlogDokter

    Ingin Menulis Di Blogdokter.Net? Silakan Mendaftar Disini

  • Kontributor

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Recent Comments

    Powered by Disqus
  • Top Commenters

    Powered by Disqus
  • Daftar/Masuk