E. coli Si Biang Wabah06.05.11

Berikut rangkuman #kestwit tentang #EColi di @blogdokter yang kebetulan sedang mewabah di Eropa.

1. Robert Koch Institute: 11 orang tewas krn menderita hemolytic uremic syndrome (HUS) akibat wabah kuman e.coli yang melanda Jerman. #BD

2. Kuman E.Coli yg mewabah di Eropa adalah strain Shiga toxin-producing Escherichia coli O104:H4 (STEC O104:H4). #EColi

3. Walau mknan spesifik penyebab wabah blm diketahui, bagi mrk yg mau ke Jerman agar menghindari makan tomat, selada dn mentimun mentah.#EColi

4. E. coli adalah sekelompok bakteri yg sangat banyak jenisnya, kebanyakan tdk berbahaya namun ada bbrp yg dpt membuat sakit.#EColi

5. Penyakit yg dpt disebabkan oleh E.coli antara lain diare, infeksi saluran kemih, penyakit saluran nafas dan radang paru paru. #EColi

6. E.coli sering dipakai sbg penanda kualitas air, meski kumannya tdk berbahaya namun air yg mengandung E.coli tetap disbt trkontaminasi.#EColi

7. Salah satu jenis E.coli yg berbahaya adalah yg mnghasilkan "Shiga toxin". E.coli jenis ini dsbt Shiga toxin-producing E. coli (STEC).#EColi

8. Orang dari segala usia dapat terinfeksi STEC dan menyebabkan penyakit serius. Lebih serius lagi pd bayi dan orang tua.#EColi

9. Gejala yg ditimbulkan oleh infeksi STEC sangat bervariasi pd masing2 orang mulai dari keram pd perut, muntah dn diare brdarah. #EColi

10. Mrk yang terinfeksi STEC akan membaik dalam 5 – 7 hari namun dlm bbrp kasus dpt menyebabkan kondisi yng sangat parah.#EColi

11. Sekitar 5-10% mrk yg terdiagnosa STEC akan mengalami hemolytic uremic syndrome (HUS) atau sejenis gagal ginjal yg mengancam nyawa. #EColi

12. Gejala hemolytic uremic syndrome (HUS): penurunan produksi urine, lemah dan pucat pd bibir/kelopak mata bagian dalam. #EColi

13. STEC scr alami hidup di usus hewan ternak spt lembu, kambing, domba dll. Hewannya sendiri tdk sakit, yang sakit adalah manusianya. #EColi

14. STEC masuk ke tubuh manusia melalui makanan/minuman yg terkontaminasi kotoran hewan ternak dn tdk dimasak dg baik. #EColi

15. Pengobatan STEC hanya berdasarkan keluhan pasien alias tdk ada pengobatan spesifik. Infeksi STEC tdk mmerlukan antibiotika. #EColi

Posted in #kestwitwith 1 Comment →

Sekilas Tentang Diare10.30.08

Diare merupakan penyakit yang sangat umum di masyarakat. Hampir setiap orang pernah mengalami diare sepanjang hidupnya. Disebut diare bila kotoran atau tinja yang keluar sangat lembek atau bahkan encer dengan frekuensi lebih dari normal. Sebenarnya diare merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun yang terdapat dalam usus besar. Racun ini bisa bersumber dari makanan atau hasil dari metabolisme kuman.

Gejala diare biasanya disertai dengan gejala tambahan seperti mual, muntah, rasa tidak enak di perut, mules, haus, demam dan lemas karena dehidrasi. Pada anak anak dan orang tua diatas 65 tahun diare sangat berbahaya. Bila penanganan terlambat dan mereka jatuh ke dalam dehidrasi berat maka bisa berakibat fatal.

Diare terjadi akibat dari berkurangnya kemampuan usus besar dalam menyerap air yang terdapat dalam kotoran. Pada orang dewasa penyebab paling sering dari gangguan ini adalah bakteri E. coli dan salmonella. E.coli sebenarnya bakteri yang normal hidup dalam usus besar kita, sayangnya jika jumlahnya terlalu banyak maka ia akan menjadi berbahaya dan menganggu proses penyerapan air sehingga menyebabkan diare. E.coli yang berlebihan ini biasanya bersumber dari buah atau sayuran yang terkontaminasi kotoran manusia yang kemudian kita makan tanpa mencucinya dengan baik.

Penyebab lain dari diare adalah alergi makanan. Selain menyebabkan gejala alergi secara umum seperti gangguan kulit dan gangguan nafas, alergi makanan juga dapat menimbulkan diare. Alergi makanan yang paling sering menyebabkan diare adalah alergi terhadap protein susu yang disebut laktosa. Kemampuan tubuh mencerna laktosa akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia sehingga kemungkinan terjadinya diare akibat laktosa akan semakin besar. Laktosa merupakan contoh kecil dari zat yang dapat menyebabkan diare. Banyak pula yang alergi terhadap zat lain seperti gluten dan lain lain sehingga menimbulkan diare.

Umumnya diare akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Kita hanya perlu istirahat dan minum cairan yang banyak untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi akan sangat fatal akibatnya pada anak anak dan orang tua. Bila asupan cairan yang diberikan melalui minum dirasa kurang maka perlu dipikirkan untuk memberikan cairan melalui infus.

Setelah masalah kebutuhan cairan dapat diatasi baru kita memikirkan pengobatan definitif untuk diarenya. Anda bisa membeli obat obat diare yang banyak dijual di warung warung. Minumlah sesuai dengan aturan yang tertulis di kemasannya. Bila diare tetap berlangsung lebih dari 3 hari maka segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Posted in Info Penyakitwith 39 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics