Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program “4 Sehat 5 Teratur”06.02.14

Swa-Monitoring Gula Darah (SMGD) terstruktur adalah salah satu bagian dari program “4 Sehat 5 Teratur” untuk pengelolaan diabetes yang efektif

Mei 8, 2014 – Menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia dengan usia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap diabetes adalah sebanyak 6,9%. Sementara, menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada tahun 2011 Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2. Tingkat prevalensi diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%), dan Kalimantan Timur (2,3%) dengan kecenderungan pada wanita di perkotaan yang berusia 45 – 52 tahun.

Berlatarbelakang dari fenomena diatas, untuk meminimalisir perkembangan epidemi Diabetes Melitus, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM) mengatakan bahwa, hal yang efektif dalam pengelolaaan diabetes adalah melalui program “4 Sehat 5 Teratur” yang bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya komplikasi.

4 Sehat 5 Teratur terdiri dari:

1) Edukasi diabetes, agar penderita diabetes terus mencari informasi dan mengetahui perkembangan diabetes, sehingga dapat memahami seluk beluk diabetes beserta cara pengendaliannya

2) Melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 3 sampai 4 kali dalam seminggu, selama 30 menit

3) Pengaturan pola makan penderita diabetes perlu dijaga dengan konsumsi rendah gula dan tinggi serat agar gula darah menjadi seimbang

4) Terapi obat atau insulin dengan anjuran dari dokter sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes, apakah memerlukan obat oral atau insulin?

5) Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD) terstruktur yaitu pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu.

Jopie Leksmono, Business Unit Head Diabetes Care PT Roche Indonesia mengemukakan bahwa, PT. Roche Indonesia – Diabetes Care mendukung penuh terhadap program pemerintah “4 Sehat 5 Teratur” dengan turut mensosialisasikan pentingnya melakukan monitor gula darah secara rutin sehingga kadar gula darah dapat tetap terkontrol dengan baik dan diharapkan dapat menghindari terjadinya komplikasi diabetes berkelanjutan. Dengan sosialisasi program “4 Sehat 5 Teratur” ini diharapkan dalam jangka panjang dapat menekan pertambahan penderita Diabetes di Indonesia.

Sementara itu, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM), menyampaikan, saat ini kebiasaan dari mayoritas pengidap diabetes adalah tidak melakukan kontrol secara rutin, karena mereka menganggap asupan terapi obat yang dilakukan sehari-hari akan efektif secara terus menerus. Padahal perkembangan kadar gula darah seseorang secara berkala dapat berubah dalam kurun waktu tertentu, sehingga diperlukan SMGD terstruktur.

“SMGD terstruktur memiliki peran yang sangat penting bagi penderita diabetes, yaitu tidak hanya memantau kadar gula darah saja tetapi dapat memudahkan penderita maupun dokter dalam menyesuaikan asupan obat dan juga dapat membantu dalam program terapi pengelolaan diabetes. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat tetap terkontrol dengan baik untuk menghindari terjadinya komplikasi diabetes” jelasnya lebih lanjut.

Hal yang samapun disampaikan oleh Jopie Leksmono, Business Unit Head Diabetes Care PT. Roche Indonesia, melihat pertumbuhan diabetes di Indonesia semakin tinggi dan kesadaran masyarakat Indonesia khususnya penderita Diabetes untuk melakukan SMGD terstruktur secara rutin perlu ditingkatkan sehingga diharapkan terapi pengelolaan diabetes dapat lebih optimum lagi.

Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) atau Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD)

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, Swa-Monitoring Glukosa Darah juga disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun OAD (Oral Anti Diabetic). Tujuan dari Swa-Monitoring Glukosa Darah terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG. SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi, SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa, SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien, Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG, Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita diabetes, dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur.

Target hasil tes gula darah adalah:

· Gula darah puasa / sebelum makan → Dibawah 100 mg/dL

· Gula darah setelah makan → Dibawah 140 mg/dL

Tentang Accu–Chek®

Accu–Chek® adalah alat monitor untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh bagi diabetesi dan non diabetesi yang dapat digunakan sehari – hari dimana saja dan kapan saja dengan hasil akhir akurat yang setara dengan hasil laboratorium. Accu–Chek® memiliki seperangkat alat yang berisi meter untuk menampilkan hasil, strip untuk mengukur kadar gula darah, dan softclix sebagai alat tembak dari jarum untuk mengeluarkan darah.

Accu – Chek® memiliki beberapa keunggulan yaitu mampu menyimpan memori hingga 500 memori, memiliki alarm pengingat tes, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan hasil tes dapat disimpan dan dipindahkan ke dalam perangkat komputer. Accu–Chek® sudah tersedia di Indonesia dengan beragam varian yaitu Accu–Chek® Active, Accu–Chek® Performa, dan Accu–Chek® Performa Nano.

Tentang PT. Roche Indonesia

PT. Roche Indonesia adalah afiliasi dari Roche Group sebagai perusahaan pelayanan kesehatan yang berpusat di Basel, Swiss. Roche menyediakan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang berbeda – beda. Misi PT. Roche Indonesia adalah menciptakan nilai tambah dalam bidang perawatan kesehatan dengan fokus pada bidang yang menjadi keahliannya yaitu diagnostik dan farmasi.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:

Jopie Leksmono

Business Unit Head of Diabetes Care

Accu-Chek

+62811-8424-364

jopie.leksmono@roche.com

Dibaca sebanyak 1872 kali. Terima kasih.

Posted in Advertorialwith No Comments →

Mengenal Lebih Dalam Tentang Diabetes05.31.14

Menurut Kementrian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia yang berusia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap Diabetes sebanyak 6,9%.

Prevalensi Diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah:

  • Yogyakarta (2,6%)
  • DKI Jakarta (2,5%)
  • Sulawesi Utara (2,4%)
  • Kalimantan Timur (2,3%)

Wanita di perkotaan dengan pendidikan tinggi mempunyai prevalensi Diabetes yang cenderung lebih tinggi dibandingkan laki – laki.

Kelompok umur yang paling banyak mengidap Diabetes adalah 45 – 52 tahun dengan resiko Diabetes yang meningkat seiring penambahan usia. Terutama pada usia diatas 40 tahun. Peningkatan resiko ini dikarenakan terjadi intoleransi glukosa.

Ada beberapa tipe Diabetes:

  1. Diabetes Mellitus tipe I: Diabetes yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh penderita sehingga menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Kerusakan ini menyebabkan penurunan jumlah produksi insulin yang berperan sebagai kunci untuk membuka pintu sel tubuh supaya glukosa bisa masuk. Penderita Diabetes Tipe 1 ini dikenal sebagai Diabetes yang tergantung pada suntikan insulin, dan biasanya muncul pada usia anak – anak.
  2. Diabetes Mellitus tipe II: Diabetes yang terjadi akibat kerusakan pintu sel tubuh sehingga tidak mau terbuka (resistensi insulin). Akibatnya sel tubuh kelaparan dan kadar gula darah meningkat dikarenakan penumpukan glukosa darah. Diabetes tipe ini mulanya diatasi dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik. Apabila glukosa darah masih belum terkendali, maka perlu ditambahkan dengan obat diabetes jenis tablet (obat hipoglikemik oral).
  3. Diabetes Mellitus tipe III atau MRDM (Malnutrition related Diabetes Mellitus): Diabetes tipe ini berkaitan dengan radang pankreas (pankreatitis), kelainan hormonal, atau obat – obatan. Diabetes tipe ini diawali dengan kondisi kekurangan gizi (malnutrisi).
  4. Diabetes Mellitus tipe IV (Diabetes pada kehamilan atau Gestasional Diabetes Mellitus): Diabetes yang timbul pada saat kehamilan, yang dikenal sebagai Diabetes Gestasional. Penyebabnya adalah berkurangnya fungsi tubuh selama kehamilan dalam menghadapi naiknya kadar gula darah.
  5. Diabetes tipe lain: Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya, misalnya kerusakan hati (sirosis hepatik).

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) tahun 2011, berdasarkan studi epidemiologi terbaru, Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2.

Diperkirakan hanya sekitar 50% penyandang diabetes yang sudah terdiagnosa di Indonesia. Dari yang terdiagnosa tersebut, hanya dua per tiga saja yang mendapatkan pengobatan.

4 Sehat 5 Teratur

Terapi Diabetes bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah. Dengan demikian akan mengurangi terjadinya komplikasi.

Tips pengelolaan Diabetes dapat dilakukan dengan cara 4 sehat 5 teratur yaitu:

  1. Edukasi Diabetes: rajin mencari informasi atau mengikuti perkembangan mengenai Diabetes sehingga dapat memahami seluk beluk Diabetes beserta cara pengendaliannya
  2. Aktivitas fisik: latihan aktivitas fisik atau olah raga dapat dilakukan selama 3 – 4 kali seminggu selama 30 menit untuk mendapatkan hasil maksimal sehingga gula dalam darah dapat terus digunakan dengan baik melalui latihan fisik
  3. Pengaturan pola makan: penderita Diabetes perlu menjaga pola makan rendah gula dan tinggi serat untuk menjaga gula darah seimbang. Jumlah kalori dibatasi dengan perbandingan 25 kalori x berat badan untuk wanita dan 30 kalori x berat badan untuk laki – laki. Jadwal pengaturan pola makan dibagi menjadi enam kali yang terdiri dari tiga kali makanan utama dan tiga kali makanan ringan.
  4. Terapi obat atau insulin: setelah pengaturan pola makan dan aktivitas fisik telah dilakukan, asupan terapi obat akan dianjurkan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan penderita Diabetes yaitu obat oral atau insulin.
  5. Swa-monitoring glukosa darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG): pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu

Swa-Monitoring Glukosa Darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG)

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, SMBG disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun yang belum menggunakan. Dengan melakukan SMBG, penderita diabetes dapat memantau kadar gula darah secara optimal dan hemat biaya.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG:

  • SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi.
  • SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa.
  • SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien.
  • Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
  • Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG.
  • Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu:

  • 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita Diabetes
  • Dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur. Tujuan SMBG terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.
  • Target hasil tes gula darah:

         § Gula darah puasa / sebelum makan à Dibawah 100 mg/dL

         § Gula darah setelah makan à Dibawah 140 mg/dL

Komplikasi Diabetes Melitus

Berbeda dengan penyakit lainnya, awalnya penderita diabetes tidak merasakan gejala gangguan penyakitnya. Namun setelah lebih dari 10 tahun, jika kadar gula darahnya tidak dikendalikan, akan timbul komplikasi yang berbahaya.

Diabetes Mellitus dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi yaitu komplikasi akut (komplikasi yang terjadi secara mendadak) dan komplikasi kronis (komplikasi yang terjadi secara menahun).

Komplikasi akut:

  • Hipoglikemia: menurunnya kadar gula darah menjadi < 60 mg/dL
  • Keto Asidosis Diabetika (KAD): Lemak dipecah menjadi energi dan limbah racun (Keton) karena gula darah terlalu tinggi (>300 mg/dL)
  • Koma Lakto Asidosis: penurunan kesadaran hipoksia (yang ditimbulkan oleh hiperlaktatemia (tingkat asam laktik yang tinggi dalam darah).
  • Koma Hiperosmolar Non Ketotik: Diabetes Mellitus dengan asidosis metabolic yang menyebabkan penurunan kesadaran hipoksia

Komplikasi kronis: biasanya terjadi pada penderita Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dalam jangka waktu kurang lebih 10 tahun.

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan pembuluh darah serta syaraf yang terkena yaitu:

  • Makroangiopati: komplikasi pembuluh darah besar (pembuluh darah jantung atau jantung koroner, pembuluh darah otak atau stroke, pembuluh darah tepi atau peripheral artert disease)
  • Mikroangiopati: komplikasi pembuluh darah kecil yaitu (retionopati diabetika atau retina mata, dan nefropati diabetika atau ginjal)
  • Neuropati: komplikasi saraf tepi yaitu terasa tebal atau terbakar atau bergetar pada kaki atau tangan

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan organ yaitu:

  • Mata: lensa cembung (myopia reversible, katarak irreversible), glaukoma, pendarahan corpus vitreus, retinopati Diabetes mellitus, dan nerve centralis
  • Hidung: penciuman menurun
  • Mulut: mulut kering, ludah kental, lidah tebal, ginggiva berwarna merah tua
  • Jantung: penyakit jantung koroner
  • Paru – paru: Tuberculosis (TBC)
  • Saluran cerna
  • Ginjal dan saluran kencing: infeksi saluran kencing dan disfungsi ereksi
  • Saraf
  • Sendi: polyarthritis.
  • Kaki diabetika: kombinasi makroangiopati, mikroangiopati, neuropati, dan infeksi pada kaki.

Dibaca sebanyak 1779 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Ini Dia Orang Yang Berisiko Kena Diabetes12.08.12

Seseorang disebut menderita diabetes jika tubuhnya tidak mampu memproduksi hormon insulin dengan mencukupi atau tubuhnya gagal menggunakan hormon insulin dengan benar. Kondisi ini disebut dengan diabetes tipe 2 yang diderita oleh lebih dari 90% dari keseluruhan penderita diabetes.

Berikut adalah faktor risiko seseorang bisa menderita diabetes tipe 2:

• Memiliki berat badan yang berlebihan atau kegemukan.
• Berusia 45 tahun keatas.
• Pola hidup yang buruk dan berbagi pola hidup tersebut dengan penderita diabetes tipe 2.
• Jarang bergerak atau tidak suka berolahraga.
• Menderita tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tinggi.
• Pernah menderita diabetes pada kehamilan.
• Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir lebih dari 5 Kg.

Apakah salah satu dari faktor risiko tersebut ada pada diri anda? Segeralah berubah sebelum diabetes tipe 2 menghampiri anda. Dibaca sebanyak 3066 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Kencing Manis? Ngeseks Pun Jadi Loyo09.13.10

Usia pertengahan bagi sebagian orang tidak berpengaruh banyak terhadap kehidupan seksual. Namun tidak demikian halnya dengan penderita kencing manis atau diabetes.

Penelitian di Chicago, USA menunjukan, laki laki yang didiagnosa kencing manis akan mengalami penurunan minat terhadap akitivitas seksual dan beberapa diantaranya bahkan mengalami masalah ereksi. Sekitar 70% laki laki dan 62% perempuan yang diteliti hanya melakukan hubungan seksual 2 sampai 3 kali sebulan. Penelitian dilakukan terhadap 2000 orang berusia antara 57 sampai 85 tahun.

Hasil lain dari penelitian tersebut adalah :

  • Laki laki lebih suka menunjukan penurunan gairah seksual ketika mereka menderita kencing manis.
  • Laki laki juga lebih banyak mengalami gangguan ereksi saat mereka menderita kencing manis.
  • Laki laki dan perempuan penderita diabetes mengalami kesulitan dalam orgasme. Laki laki mengalami ejakulasi dini dan perempuan sulit mendapatkan orgasme.
  • Hanya 19% perempuan dan 47% laki laki penderita diabetes yang mau berkonsultasi ke dokter tentang masalah seksual yang mereka hadapi.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah, penderita diabetes baik yang mengalami masalah seksual atau yang belum harus senantiasa berkonsultasi tentang masalah yang mereka hadapi ke dokter sehingga komplikasi lebih jauh dari masalah tersebut tidak terjadi.

Dibaca sebanyak 1497 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Ini Dia Penyebab Hipoglikemia Pada Penderita Kencing Manis09.04.10

Hipoglikemia merupakan momok yang sangat menakutkan bagi penderita kencing manis atau diabetes melitus. Bila tidak segera teratasi, hipoglikemia dapat berakibat sangat fatal. Untungnya gejala hipoglikemia dapat dengan mudah dikenali oleh pasien sehingga penanganan menjadi lebih cepat.

Apa sih hipoglikemia itu? Hipoglikemia adalah penurunan kadar gula darah lebih dari 60 mg/dl yang ditandai dengan gejala berupa keringat dingin, lemas sampai hilang kesadaran. Hipoglikemia yang terjadi pada penderita diabetes disebabkan oleh peningkatan konsentrasi insulin dalam darah atau penurunan kadar glukosa darah.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi diatas, diantaranya :

Dosis suntikan insulin terlalu banyak.

Saat menyuntikan obat insulin, anda harus tahu dan paham dosis obat yang anda suntik sesuai dengan kondisi gula darah saat itu. Celakanya, terkadang pasien tidak dapat memantau kadar gula darahnya sebelum disuntik, sehingga dosis yang disuntikan tidak sesuai dengan kadar gula darah saat itu. Memang sebaiknya bila menggunakan insulin suntik, pasien harus memiliki monitor atau alat pemeriksa gula darah sendiri.

Lupa makan atau makan terlalu sedikit.

Penderita diabetes sebaiknya mengkonsumsi obat insulin dengan kerja lambat dua kali sehari dan obat yang kerja cepat sesaat sebelum makan. Kadar insulin dalam darah harus seimbang dengan makanan yang dikonsumsi. Jika makanan yang anda konsumsi kurang maka keseimbangan ini terganggu dan terjadilah hipoglikemia.

Aktifitas terlalu berat.

Olah raga atau aktifitas berat lainnya memiliki efek yang mirip dengan insulin. Saat anda berolah raga, anda akan menggunakan glukosa darah yang banyak sehingga kadar glukosa darah akan menurun. Maka dari itu, olah raga merupakan cara terbaik untuk menurunkan kadar glukosa darah tanpa menggunakan insulin.

Minum alkohol tanpa disertai makan.

Alkohol menganggu pengeluaran glukosa dari hati sehingga kadar glukosa darah akan menurun.

Menggunakan tipe insulin yang salah pada malam hari.

Pengobatan diabetes yang intensif terkadang mengharuskan anda mengkonsumsi obat diabetes pada malam hari terutama yang bekerja secara lambat. Jika anda salah mengkonsumsi obat misalnya anda meminum obat insulin kerja cepat di malam hari maka saat bangun pagi, anda akan mengalami hipoglikemia.

Penebalan di lokasi suntikan.

Dianjurkan bagi mereka yang menggunakan suntikan insulin agar merubah lokasi suntikan setiap beberapa hari. Menyuntikan obat dalam waktu lama pada lokasi yang sama akan menyebabkan penebalan jaringan. Penebalan ini akan menyebabkan penyerapan insulin menjadi lambat.

Kesalahan waktu pemberian obat dan makanan.

Tiap tiap obat insulin sebaiknya dikonsumsi menurut waktu yang dianjurkan. Anda harus mengetahui dan mempelajari dengan baik kapan obat sebaiknya disuntik atau diminum sehingga kadar glukosa darah menjadi seimbang.

Penyakit yang menyebabkan gangguan penyerapan glukosa.

Beberapa penyakit seperti celiac disease dapat menurunkan penyerapan glukosa oleh usus. Hal ini menyebabkan insulin lebih dulu ada di aliran darah dibandingan dengan glukosa. Insulin yang kadung beredar ini akan menyebabkan kadar glukosa darah menurun sebelum glukosa yang baru menggantikannya.

Gangguan hormonal.

Orang dengan diabetes terkadang mengalami gangguan hormon glukagon. Hormon ini berguna untuk meningkatkan kadar gula darah. Tanpa hormon ini maka pengendalian kadar gula darah menjadi terganggu.

Pemakaian aspirin dosis tinggi.

Aspirin dapat menurunkan kadar gula darah bila dikonsumsi melebihi dosis 80 mg.

Riwayat hipoglikemia sebelumnya.

Hipoglikemia yang terjadi sebelumnya mempunyai efek yang masih terasa dalam beberapa waktu. Meskipun saat ini anda sudah merasa baikan tetapi belum menjamin tidak akan mengalami hipoglikemia lagi.

Dibaca sebanyak 3502 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Saya Ingin Melahirkan Di Bidan08.15.10

Pernyataan diatas sering saya jumpai dalam praktek sehari hari saat memeriksa seorang ibu hamil. Pilihan tempat melahirkan anak merupakan hak setiap ibu hamil. Ada yang merasa lebih nyaman melahirkan di bidan, ada pula yang memilih melahirkan di rumah sakit dengan bantuan dokter kebidanan.

Bidan sebagai ujung tombak pelayanan bidang kesehatan ibu dan anak masih menjadi pilihan utama menolong persalinan khususnya di desa desa yang jauh dari pelayanan dokter. Dengan pelatihan yang bagus dan ditopang dengan pengetahuan tentang ilmu kebidanan yang baik maka keselamatan ibu dan bayi selama proses persalinan akan tetap terjaga dengan baik.

Tidak semua proses persalinan boleh ditolong oleh bidan. Persalinan resiko tinggi dengan berbagai penyulit tidak boleh dipimpin oleh bidan. Berikut beberapa kasus kehamilan yang persalinan tidak boleh ditolong oleh bidan.

Dibaca sebanyak 1864 kali. Terima kasih.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Mengapa Orang Bisa Buta?07.03.10

Mengapa orang yang dilahirkan dengan kemampuan melihat dengan baik tiba tiba bisa kehilangan kemampuan tersebut atau menjadi buta? Alangkah menyedihkan bila kita tidak bisa memandang dan menikmati keindahan alam ini dengan kedua mata kita.

Berikut beberapa keadaan yang dapat menyebabkan kebutaan dan seyogyanya dapat dicegah atau diobati.

  • Menderita glaukoma.
  • Menderita kencing manis atau diabetes.
  • Kecelakaan yang menyebabkan mata terluka.
  • Menderita degenerasi makular.
  • Katarak.
  • Kekurangan vitamin A.

Dibaca sebanyak 2312 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith 5 Comments →

Faktor Resiko Diabetes Dalam Kehamilan04.20.10

Diabetes dalam kehamilan adalah penyakit diabetes yang diagnosanya ditegakan saat seorang wanita sedang hamil. Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya masalah kesehatan serius yang menimpa ibu dan janin yang dikandungnya.

Berikut beberapa faktor resiko terjadinya diabetes dalam kehamilan pada seorang wanita menurut Pusat Informasi Diabetes Internasional :

  • Memiliki keluarga atau riwayat keluarga yang menderita diabetes.
  • Berumur diatas 25 tahun saat hamil.
  • Gemuk.
  • Memiliki riwayat diabetes dalam kehamilan sebelumnya.
  • Melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 5 Kg sebelumnya.
  • Merupakan keturunan ras kulit hitam, asia amerika, indian amerika, dan hispanik.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan Dibaca sebanyak 1330 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith 4 Comments →

Berat Badan Bertambah Saat Hamil? Hati Hati Diabetes02.28.10

Apakah saat ini anda hamil dan berat badan anda meningkat dengan drastis? Hati hati mungkin saja anda terkena penyakit diabetes pada kehamilan atau gestational diabetes.

Peningkatan berat badan yang drastis terutama pada trimester pertama kehamilan akan meningkatkan pula resiko terjadinya diabetes pada kehamilan antara 50 sampai 60%.

Adalah normal bila seorang ibu hamil mengalami penambahan berat badan seiring dengan bertambahnya umur kehamilan. Masalah timbul jika penambahan berat badan terjadi secara berlebihan dari minggu ke minggu.

Memang ada yang mengatakan bahwa perempuan yang menderita diabetes pada kehamilan akan kembali sehat setelah melahirkan. Namun studi terbaru di Amerika menyebutkan bahwa perempuan ini juga rentan terkena diabetes tipe 2 akibat perubahan pola resistensi hormon insulin yang ada dalam tubuhnya.

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita diabetes pada kehamilan akan beresiko menjadi gemuk dan menderita diabetes pada usia muda.

Bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit diabetes pada kehamilan?

Mencegah terjadinya diabetes pada kehamilan sebenarnya suatu upaya agar pertambahan berat badan saat hamil berlangsung secara normal.

Berikut beberapa tips agar pertambahan berat badan pada ibu hamil tidak mengarah ke penyakit diabetes pada kehamilan :

  • Makanlah makanan yang sehat secara teratur dan porsi cukup selama kehamilan. Jangan lupa mengkonsumsi makanan ringan atau kudapan diantara waktu makan.
  • Kurangi atau hindari mengkonsumsi makanan yang manis manis atau mengandung pemanis.
  • Usahakan makanan yang anda konsumsi tiap hari mengandung ekstra 100 sampai 300 kalori dari total kebutuhan kalori tubuh.
  • Kurangi konsumsi makanan berlemak.
  • Berolah ragalah sekurang kurangnya 30 menit secara teratur tiap hari. Sebelum memutuskan berolah raga, konsultasikanlah ke dokter kandungan anda kira kira olah raga apa yang cocok untuk kehamilan anda.

Dibaca sebanyak 1543 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith 2 Comments →

Mitos Salah Tentang Diabetes02.05.10

Disamping informasi yang benar tentang diabetes, ada juga mitos yang salah tentang penyakit ini beredar di masyarakat. Jika anda seorang penderita diabetes maka penting bagi anda untuk memahami setiap informasi yang beredar tentang penyakit anda termasuk mitos yang salah tersebut.

Berikut dua mitos mengenai penyakit diabetes yang banyak beredar :

Mitos 1 : Hipoglikemik dapat menyebabkan kerusakan otak sebab kondisi ini dapat membunuh sel-sel otak.

Keadaan hipoglikemia bisa datang sangat cepat dan menimbulkan gejala berupa sakit kepala yang ekstrim disertai dengan rasa lemas, keringat dingin dan gelisah. Karena timbulnya gejala seperti itu maka banyak yang beranggapan bahwa telah terjadi kerusakan pada sel sel otak sehingga akan menurunkan fungsi pikiran anda.

Kenyataanya, penelitian terhadap kondisi ini selama bertahun tahun telah membuktikan bahwa orang orang yang mengalami hipoglikemia tidak serta merta akan kehilangan fungsi mentalnya juga. Sementara itu, pada anak anak bisa saja mereka mengalami kehilangan fungsi mental hal ini karena  otak mereka masih belum sepenuhnya berkembang.

Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk bertahan pada kondisi hipoglikemia karena memiliki hormon yang mampu membalikan kondisi tersebut. Disamping mekanisme pertahanan tubuh, penderita diabetes dapat berperan aktif juga dalam mengatasi hipoglikemia seperti misalnya menjaga asupan glukosa tubuh agar tetap dalam kondisi optimal saat melakukan aktifitas yang berat.

Mitos 2 : Penderita diabetes tidak boleh berolah raga.

Ini mungkin mitos yang paling berbahaya tentang diabetes yang konsekuensinya antara hidup atau mati. Perlu ditekankan disini, olah raga adalah aktifitas yang sangat penting untuk menjaga kadar gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2.

Olah raga disini bukan berarti anda harus berlari maraton padahal usia anda telah lebih dari 40 tahun. Berjalan jalan selama 20 menit setiap pagi juga bisa disebut dengan olah raga. Asal dilakukan secara rutin maka efek yang didapatkan pun bisa maksimal.

Tapi perlu juga diingat bahwa tidak semua penderita diabetes diijinkan berolah raga. Terutama bila mereka mengalami komplikasi infeksi ginjal yang parah, perdarahan pada mata, dan lain lain. Selain itu, tidak ada alasan lain untuk menunda berolah raga. Bila anda belum yakin terhadap kemampuan anda berolah raga, segera hubungi dokter keluarga anda

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan Dibaca sebanyak 2774 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith 4 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Ngeblog dan Berteman.
  • Klik VSI Yusuf Mansur

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online