Sosialisasi Direktorat SIPLK08.13.08

log_depkominfo.jpg

Penggunaan software legal dan open source merupakan tema pokok yang dibahas dalam acara Sosialisasi Direktorat Sistem Informasi Perangkat Lunak dan Konten (SIPLK) Departemen Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. Sosialisasi yang diikuti kurang lebih 50 peserta ini berlangsung selama 2 hari bertempat di Hotel Inna Sindhu Beach Sanur Bali. Peserta pada umumnya berasal dari berbagai kalangan pengguna IT baik yang berasal dari instasi pemerintah maupun swasta termasuk beberapa komunitas IT sekota Denpasar.

Acara yang dimulai tepat pukul sembilan pagi ini diawali oleh sambutan ketua panitia yang memaparkan kegiatan sosialisasi yang sudah berlangsung di beberapa daerah. Selanjutnya Direktur SIPLK Depkominfo, Ibu Lolly Amalia Abdullah mengatakan bahwa penggunaan software open source yang legal merupakan pilihan yang wajar ditengah keadaan negara kita yang sedang terpuruk. Penggunaan software berbayar akan menyedot devisa ke luar negeri sehingga devisa yang seharusnya bisa digunakan untuk sektor lain justru terbang ke negara adijaya.

Walikota Denpasar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Bapak I Nyoman Ariana lebih jauh memaparkan penggunaan IT di kalangan instansi pemerintah kota Denpasar. Walau dengan keterbatasan dana, pemkot Denpasar berusaha untuk memaksimalkan implementasi IT dalam menunjang pelaksanaan pemerintahan.

Setelah acara dibuka secara resmi oleh walikota Denpasar, selanjutnya diberikan pemaparan pemaparan SIPLK yang terdiri dari :

  • Kode Etik dalam pembuatan konten internet.
  • Implementasi Interoprobalitas di instansi pemerintah
  • Kampanye software legal
  • Keamanan data intenet.

Kode Etik dalam pembuatan konten internet. Melihat perkembangan dunia maya yang tanpa batas dan konten internet yang sudah merusak sendi sendi kehidupan suatu negara maka perlu rasanya dibuat semacam regulasi atau pembatasan dari konten tersebut. Pembatasan ini maksudnya bukan membatasi secara sewenang wenang seperti jaman Orba dulu tetapi lebih kepada konten yang sifatnya merusak dan menganggu ketentraman di dalam masyarakat. Draft aturan yang dituangkan dalam peraturan menteri ini sifatnya hanya sekedar soft law yang sangsinya lebih ringan daripada undang undang. Sasaran utama dari permen ini adalah penyedia layanan internet, penyedia konten, penyedia hosting, dan pembuat konten. Nah, di dalam kelompok pembuat konten ini termasuk blogger.

Implementasi interoprobalitas di instansi pemerintah. Penerapan IT di kalangan instansi pemerintah merupakan suatu keharusan di tengah dinamika kehidupan yang serba digital. Sayangnya penggunaan software yang berbeda beda menyebabkan sulitnya menghubungkan data di suatu instansi dengan instansi yang lain sehingga terbantuk pulau pulau informasi yang saling tidak berhubungan. Melihat keadaan itu maka sudah menjadi kewajiban dari pemerintah untuk menggabungkan pulau pulau informasi yang terpisah tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh demi mudahnya akses informasi kepada publik.

Kampanye software legal. Indonesia pernah mendapatkan predikat priority watch list dalam hal pembajakan software. Predikat ini menyebabkan Indonesia mengalami beberapa kesulitan dalam bidang perdangan dengan negara lain. Untungnya sejak dikeluarkannya UU HAKI predikat Indonesia diturunkan menjadi watch list. Melihat keadaan itu maka perlu kiranya disosialisasikan penggunaan software legal yang murah yaitu software open source.

Keamanan data intenet. Internet merupakan dunia yang tanpa batas dan karena sifatnya itu maka setiap orang dengan berbagai kepentingan bisa masuk ke dunia itu. Untuk itu perlu kiranya dilakukan pengamanan data yang berjenjang mulai dari sumber daya manusia yang mengolah data, proses pengolahan data dan peyimpanan data.

Beberapa materi silakan diunduh :

Interoprobabilitas

APMK Micropayment

Tips Membuat Presentasi Dengan Open Office

IPv6_and_Apache2

Posted in Teknologi Informasiwith 16 Comments →

Dari Xplor Ke Starone05.21.08

starone

Akhirnya kesabaran saya menghadapi internet GPRS Xplor habis sudah. Setelah lebih dari satu setengah tahun bergaul dan bersenda gurau dengan Xplor, akhirnya tidak ada lagi kebahagiaan yang bisa saya temui saat kita berdua. Xplor mulai bertingkah aneh aneh. Saat diperlukan, susah sekali untuk sekedar terhubung. Dan disaat sudah terhubung, koneksi bergerak kayak kura kura.

Berulang kali keluh kesah sudah saya ungkapkan di blog ini dan di beberapa forum/milis yang saya ikuti. Mulai dari kartu yang diblokir tanpa sebab, sampai dengan promosi voice yang kebablasan sehingga menganggu kenyamanan para penikmat koneksi data. Selain itu, kabar burung yang saya dengar dari teman mengatakan bahwa XL memang sengaja melepas paket unlimited GPRS-nya untuk diarahkan ke paket data yang lebih mahal.

Semua alasan diatas menurut saya sudah cukup untuk segera mengucapkan salam perpisahan buat kartu Xplor yang selama ini saya gunakan untuk koneksi internet. Rasanya memang sangat berat untuk melepaskan koneksi yang unlimited dan beralih menggunakan koneksi yang limited, namun semua itu jauh lebih baik daripada tetap di koneksi unlimited dengan segala keterbatasannya.

Dari hasil pertimbangan dan diskusi dengan teman teman baik di dunia nyata maupun maya, akhirnya pilihan koneksi internet pengganti Xplor jatuh kepada Starone dari Indosat. Pertimbangan utama mengapa saya memilih Starone adalah tarif paket yang ditawarkannya relatif murah yaitu paket 1GB cuma 99ribu rupiah. Setengah dari tarif yang ditawarkan oleh Speedy dan sepertiga dari tarif yang selama ini saya bayarkan ke Xplor.

Setelah melakukan tes koneksi dengan menggunakan modem Venus pinjaman dan kartu prabayar Starone maka saya dapatkan kesimpulan, dari segi kecepatan Starone 3 kali lebih cepat dari Xplor. Dari segi kestabilan koneksi, Starone juga jauh lebih baik. Sedangkan dari kemudahan melakukan koneksi, Starone juga masih lebih bagus. Tes ini mungkin berbeda di tempat lain karena kepadatan pengguna Starone di daerah saya belum seberapa.

Dari hasil tes tersebut, siang tadi akhirnya saya aplikasi kartu pasca bayar Starone untuk mendapatkan paket data yang 1 GB. Sayangnya perhitungan billing Starone yang mulai tanggal satu setiap bulannya sehingga kartu saya dianjurkan untuk diproses mulai tanggal 1 bulan depan. Kalau saya ngotot diaktifkan hari ini maka saya harus membayar biaya langganan untuk bulan mei sebulan penuh padahal saya hanya menikmati selama 10 hari.

Mudah mudahan pengalaman buruk selama menggunakan Xplor tidak terulang saat saya menggunakan Starone.

Posted in Curhatwith 46 Comments →

Rp. 600 Yang Tidak Memuaskan03.18.08

2342639897 5ef597449e O

Perang tarif operator selular sedang berlangsung. Semua operator berlomba lomba memberikan tarif termurah dan gila gilaan. Dari yang mengumbar nol dibelakang koma, memberikan paket sejam murah sampai dengan memberikan pelanggan berbicara sepuasnya dengan harga tertentu.

Perang ini tentu sangat menguntungkan bagi mereka pengguna setia telepon selular. Apalagi yang selama ini memang mengandalkan telepon selular untuk kelancaran aktifitasnya. Atau bagi mereka yang menggunakan handphone sekedar untuk berbicara dengan teman dekat atau keluarga. Mereka dapat berbicara menggunakan telepon genggam tanpa perlu merogoh kocek dalam dalam.

Sayangnya, tidak semua merasa diuntungkan dengan fenomena ini termasuk saya. Saya yang jarang menggunakan handphone untuk berbicara lama tentu tidak terpengaruh dengan penurunan tarif ini. Makanya ketika orang lain berlomba lomba membeli kartu perdana untuk mendapatkan tarif termurah, saya tetap menggunakan Kartu Halo.

Selain menggunakan Kartu Halo, saya menggunakan juga Kartu Xplor untuk internetan. Nah, Excelcomindo sebagai penyedia Xplor, juga ikut ikutan perang tarif dengan mengumbar promosi berbicara sepuasnya bertarif Rp.600. Sialnya, XL pasti akan mengutamakan voice untuk menghindari overload jaringan akibat dari meningkatnya trafik voice. Membesarnya porsi voice ini tentu akan ada yang dikorbankan yaitu jalur data. Mekanisme pengaturan trafik ini saya sendiri lupa, kalau tertarik bisa dicari di google.com.

Akibat dari menurunnya porsi jalur data ini sudah saya rasakan akhir akhir ini. Konek ke jaringan XL menjadi sangat sulit. Jika dahulu bisa konek hanya dengan sekali klik, sekarang butuh beberapa kali. Parahnya lagi, akhir akhir ini saya juga sering mengalami koneksi tiba tiba drop di tengah jalan, dan bahkan terputus sama sekali.

Kondisi yang saya alami ini tentu tidak sama pada daerah lain karena kondisi jaringan XL di tiap tiap daerah pastilah berbeda. Ada yang trafiknya padat, ada pula yang tidak.

Kesal dan sebal itulah yang saya rasakan akhir akhir ini. Namun sebagai pelanggan yang baik saya hanya bisa pasrah. Mau komplen sudah lelah, mau memutuskan koneksi belum ada alternatif yang lain. Mudah mudahan kondisi ini cepat berakhir.

Demikian curhat tidak berguna saya.

Posted in Curhatwith 39 Comments →

Backup Data? Mengapa Tidak?02.20.08

2279744906 B75913f800 O

Pernah kehilangan data penting yang tersimpan dalam komputer? Bagi yang sudah lama akrab dengan makhluk yang namanya komputer pasti pernah mengalaminya baik yang disengaja maupun tidak. Bingung, gelisah, pasrah, stress, marah adalah beberapa gambaran perasaan saat itu. Ironisnya, sebagian besar kehilangan data tersebut terjadi akibat dari keteledoran dari si empunya komputer.

Masalah pada komputer bisa disebabkan antara lain oleh kerusakan pada hard disk/media penyimpanan data, infeksi virus, kerusakan sistem operasi yang digunakan, bencana alam dan lain lain. Walaupun ada beberapa program yang mampu untuk melakukan recovery data yang rusak, namun tidak semua data bisa dikembalikan dengan sempurna.

Seandainya sebelum kejadian kita menyadari bahwa komputer yang kita gunakan untuk menyimpan data mempunyai kemungkinan bermasalah maka kita bisa melakukan beberapa langkah antisipasi. Salah satu langkah antisipasi tersebut adalah rajin melakukan backup data.

Yang dimaksud dengan backup data yaitu suatu proses penyalinan data dan menyimpannya ke dalam media lain yang terpisah dari media aslinya. Penyalinan data bisa dilakukan mingguan, bulanan, tahunan tergantung dari banyaknya input data yang terjadi dalam rentang waktu tersebut.

Media yang digunakan untuk melakukan penyalinan data pun banyak macamnya. Ada yang sifatnya sementara, ada pula yang lebih permanen. Sebaiknya dalam memilih media penyalinan data, kudu memperhatikan keawetan dari media tersebut, sebab tidak ada gunanya melakukan backup data ke dalam media yang rentan juga.

Disket
Media ini sudah mulai ditinggalkan karena terlalu rentan terhadap kerusakan. Media yang terbuat dari pita magnetik ini sangat disukai oleh jamur sehingga mudah rusak bila disimpan sembarangan apalagi di dalam ruangan yang mempunyai kelembaban yang tinggi. Walaupuan demikian, masih ada beberapa kalangan yang mengandalkan disket untuk menyimpan data penting berukuran kecil. Karena kapasitas penyimpanan yang terbatas, banyak yang melakukan kompresi dahulu sebelum data tersebut disimpan ke dalam disket.

CD/DVD
Media backup yang paling disukai dan praktis saat ini adalah CD dan DVD. Hal ini ditunjang dengan makin murahnya harga drive penulis CD/DVD serta keping CD/DVD-nya. Satu keping CD dapat menyimpan data sampai dengan 800MB sedangkan satu keping DVD lapis ganda bisa menyimpan data sampai 9 GB. Seperti halnya disket, keping CD/DVD juga digemari oleh jamur sehingga perlu diperhatikan sekali saat melakukan penyimpanan terutama dalam jangka waktu yang lama.

USB Flashdisk

UFD saat ini sudah sangat umum digunakan sebagai media backup. Harganya yang sangat terjangkau menjadi nilai lebih dari media ini. Sayangnya akhir akhir ini UFD menjadi media yang sangat mudah rusak sehingga mulai tidak dianjurkan digunakan sebagai media backup tetapi lebih ke media untuk transfer data.

Harddisk External
Harddisk external mulai disukai sebagai media bakcup akhir akhir ini terutama bagi mereka yang membutuhkan media penyimpanan dengan kapasitas besar. Dengan harga yang makin terjangkau, kapasitas penyimpanan data pun kian hari kian meningkat sampai dengan ratusan GB.

Tape
Tape terutama digunakan untuk melakukan backup data dalam kapasitas yang sangat besar. Media ini umumnya digunakan untuk melakukan backup data di server server besar. Karena harganya yang sangat mahal maka media ini jarang digunakan untuk keperluan pribadi.

Posted in Tips TIKwith 26 Comments →

NTFS VS FAT01.09.08

2180613282 735e2ab200 O

Sehari hari saat kita bergaul dengan komputer yang menggunakan system operasi Windows tentu akan sering mendengar akronim/singkatan NTFS dan FAT. Walau banyak yang sudah paham dan mengerti akan maksud dari singkatan tersebut namun tidak sedikit pula yang belum begitu memahaminya.

NTFS merupakan singkatan dari NT File System dan FAT memiliki kepanjangan File Allocation Table. Keduanya merupakan sistem file yang sangat populer karena digunakan pada sistem operasi Windows. NTFS merupakan pilihan utama bagi mereka yang menggunakan sistem operasi Windows XP karena memiliki keunggulan dari segi keamanan bila dibandingkan dengan sistem file yang lain.

Sistem file sendiri mempunyai makna sebagai sebuah metode untuk menyimpan atau mengorganisir file komputer beserta data yang ada di dalamnya sehingga akan mempermudah untuk mencari dan mengaksesnya.

Berikut akan saya tampilkan penjelasan dari masing masing sistem file yang ada pada sistem operasi Windows :

FAT16
Sistem file FAT16 pertama kali diperkenalkan pada era MS-DOS di tahun 1981. Sistem file yang sudah berumur 27 tahun ini, pertama kali dirancang untuk menangani file yang terdapat pada floppy disk. Selanjutnya dengan beberapa perbaikan, sistem file ini mampu untuk menangani file yang terdapat pada hard disk. Keunggulan yang paling besar dari FAT16 adalah kemampuan untuk bekerja pada banyak sistem operasi yang berbeda seperti, Windows 95/98/Me, OS/2, Linux, dan beberapa versi dari UNIX. Sedangkan kelemahan terbesarnya terletak pada jumlah kluster yang terbatas untuk tiap partisinya, sehingga apabila hardisk bertambah besar maka ukuran kluster yang ada pada hardisk juga akan bertambah besar. Pada hardisk dengan besar partisi 2GB, setiap kluster mempunyai besar 32 kilobytes, artinya walaupun file yang terdapat pada hardisk tersebut lebih kecil dari 32 KB maka pada hardisk dengan FAT16 tetap akan menempati ruangan sebesar 32 KB. FAT16 juga tidak mendukung kompresi, enkripsi dan beberapa teknik keamanan yang lain.

FAT32
Sistem file FAT32 pertama kali diperkenalkan saat peluncuran Windows 95 Service Pack 2. Sistem file ini merupakan pengembangan dari FAT16 dengan perbaikan utama terletak pada peningkatan jumlah kluster untuk setiap partisi. Dalam perjalanannya ternyata FAT32 mempunyai banyak keunggulan lain bila dibandingkan dengan pendahulunya. Meskipun FAT32 bertujuan untuk menutupi segala kelemahan yang terdapat pada FAT16, ternyata timbul suatu masalah dengan kompatibelitas terhadap sistem operasi yang lain. Bila FAT16 mampu ‘bercengkrama’ dengan banyak sistem operasi, tidak demikian halnya dengan FAT32. Windows NT, Linux dan UNIX adalah beberapa diantara sistem operasi yang gagal ‘dihinggapi’ oleh FAT32. Setelah muncul Windows XP, hal ini tidak menjadi masalah lagi karena Windows XP dapat dipasang dengan baik pada FAT32 sehingga mempermudah melakukan komunikasi di jaringan yang menggunakan Windows XP tanpa memperdulikan sistem file yang digunakan.

NTFS
Sistem file NTFS diperkenalkan pertama kali saat peluncuran versi awal dari Windows NT. Sistem file ini sangat berbeda dengan FAT. NTFS memberikan fitur keamanan yang sangat tinggi, kompresi data yang bagus serta enkripsi data yang susah ditembus. Sistem file ini merupakan sistem file default saat kita pertama kali melakukan instalasi Windows XP dan jika kita melakukan upgrade dari Windows 9x ke Windows XP maka kita akan ditanya apakah kita juga akan mengkonversi sistem file lama kita ke NTFS. Jika kita menolak untuk melakukan konversi juga tidak menjadi masalah sebab Windows XP tetap akan bekerja pada sistem file FAT32 tentu dengan fitur keamanan yang kurang. Yang perlu diingat, kita bisa dengan mudah melakukan konversi sistem file dari FAT16 atau FAT32 ke NTFS, tetap sebaliknya, bila kita ingin mengkonversi balik ke FAT dari NTFS tidak bisa dilakukan dengan mudah tanpa men-format hardisk.

Sayangnya sistem file NTFS tidak bisa menutupi kelemahan FAT32 dalam masalah kompatibelitas dengan sistem operasi yang lain sehingga disarankan bila kita menggunakan 2 sistem operasi yang berbeda dalam 1 komputer maka kita diharapkan untuk selalu menyediakan satu partisi dengan sistem file FAT sebagai tempat menyimpan data recovery. Namun dengan fitur recovery yang ditawarkan/termasuk di dalam sistem operasi Windows XP, saya rasa pembuatan partisi FAT ini menjadi suatu yang mubazir.

Kapan kita memilih untuk menggunakan FAT atau FAT32?
Jika kita menjalankan lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, kita membutuhkan partisi dengan sistem file FAT. Hal ini agar data yang kita tempatkan pada partisi FAT tersebut bisa diakses oleh kedua sistem operasi. Tetapi harap diingat karena keterbatasan fitur keamanan dari sistem file ini, maka disarankan untuk tidak menaruh data yang sangat penting diatas partisi dengan sistem file FAT.

Posted in Teknologi Informasiwith 22 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.

  • Pencarian Kustom