Kegemukan Dan Penyakit Yang Mengintai07.18.10

Kegemukan tidak hanya bermasalah dari segi penampilan tetapi juga merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Di Amerika Serikat, lebih dari 300.000 kematian per tahun dikarenakan penyakit yang berhubungan dengan kegemukan. 80% diantaranya mempunyai BMI (Body Mass Index) yang melebihi angka 30.

Berikut saya tampilkan beberapa penyakit yang mengintai bila kita gemuk.

Kencing Manis (Diabetes Melitus)

Penumpukan lemak terutama pada bagian perut akan meningkatkan resistensi insulin pada jaringan tubuh. Mengapa? Karena sel lemak mempunyai sifat yang lebih resisten terhadap insulin bila dibandingkan dengan sel otot. Sebagaimana kita ketahui, insulin sangat penting artinya dalam proses penyaluran glukosa dari pembuluh darah ke jaringan tubuh untuk dibakar menjadi energi. Bila terjadi resistensi insulin maka transport ini akan terganggu sehingga terjadi penumpukan glukosa dalam darah.

Tipe kencing manis yang berhubungan dengan resistensi insulin atau kegemukan ini adalah diabetes melitus tipe 2.

Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Hipertensi jamak terjadi pada orang orang dengan berat badan melebihi normal. Hal ini dibuktikan oleh beberapa penelitian yang dilakukan di berbagai negara. Peningkatan tekanan darah lebih banyak terjadi pada perempuan bila dibandingkan dengan laki laki.

Hypercholesterolemia (peningkatan kadar kolesterol)

Stroke

Serangan jantung

Resiko terkena serangan jantung meningkat tiga sampai empat kali pada perempuan dengan BMI melebihi angka 29. Penelitian terakhir juga menyebutkan setiap peningkatan 1 kg berat badan akan meningkatkan terjadinya serangan jantung sebanyak 1%.

Kanker

Meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kegemukan berhubungan dengan resiko terjadinya kanker usus besar pada laki laki dan perempuan, kanker prostat pada laki laki dan kanker rahim pada perempuan.

Batu saluran empedu

Gout atau radang sendi

Osteoarthritis

Terutama pada lutut, pinggul dan punggung.

Gangguan tidur.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Persiapan Sebelum Menikah dan Hamil09.05.09

Sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir 40% kehamilan merupakan sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya. Padahal pemeriksaan kesehatan sebelum hamil merupakan sesuatu yang sangat penting agar kehamilan dapat berjalan dengan baik. Sayangnya, kesadaran akan hal ini masih sangat rendah sehingga angka kesakitan dan komplikasi kehamilan masih sangat tinggi.

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah atau hamil khususnya pada wanita akan mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu dan anak. Beberapa penyakit yang kemungkinan menganggu proses kehamilan dapat dideteksi secara dini sehingga keadaan yang lebih buruk dapat cepat dihindari.

Sebelum dilakukan pemeriksaan laboratorium, terlebih dahulu dilakukan wawancara yang antara lain menanyakan tentang :

Riwayat penyakit sebelumnya.

Dokter akan menanyakan penyakit yang pernah diderita sebelumnya. Beberapa penyakit atau operasi terutama di daerah perut perlu dipertimbangkan untuk proses kehamilan.

Kebiasaan makan.

Dilakukan penghitungan body mass index (BMI), pantangan makanan, dan resiko terjadinya penyakit diabetes. Ditanya pula tentang kebiasaan makan dan pola makan khususnya makanan yang kurang baik untuk kesehatan seperti alkohol, makanan berlemak dan sebagainya.

Riawayat pengobatan.

Ditanyakan apakah saat ini sedang mengkonsumsi obat obatan tertentu khususnya obat obat yang berbahaya untuk kehamilan. Ditanyakan pula apakah saat ini sedang menggunakan obat obat terlarang, obat obat herbal dan sebagainya.

Pengaruh lingkungan.

Ditanyakan apakah pasien pernah terpapar bahan bahan berbahaya atau racun seperti bahan kimia dan logam berat. Pernah terpapar radiasi dan bahan bahan infeksius.

Riwayat kehamilan.

Ditanyakan tentang riwayat persalinan yang pernah dilakukan sebelumnya. Riwayat masalah pada kandungan termasuk operasi yang pernah dilakukan di daerah tersebut.

Riwayat keluarga.

Ditanyakan tentang riwayat penyakit yang pernah diderita oleh keluarga pasien terutama penyakit penyakit yang diturunkan seperti thalassemia, cacat saat kelahiran, gangguan hormon, penyakit darah, alergi dan sebagainya.

Riwayat psikososial.

Ditanyakan tentang riwayat kekerasan fisik yang pernah dialami, masalah ekonomi, dukungan emosional dan masalah sosial yang lain.

Sedangkan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan antara lain :

Pemeriksan laboratorium rutin.

Pemeriksaan laboratorium rutin artinya bahwa pemeriksaan ini dilakukan pada setiap wanita yang akan hamil antara lain : pemeriksaan darah lengkap, golongan darah, titer virus Rubella, hepatitis B, pap smear, clamidia, HIV, dan GO.

Pemeriksaan laboratorium lain yang berdasarkan indikasi.

  • Hepatitis C bila pasien mempunyai resiko tinggi menderita hepatitis C seperti pengguna obat obat suntik, memiliki tattoo dan menerima transfusi darah sebelum tahun 1992.
  • Gula darah puasa bila pasien mempunyai resiko tinggi menderita diabetes seperti kegemukan, memiliki riwayat keluarga penderita diabetes, pernah menderita diabetes pada masa kehamilan sebelumnya, riwayat memiliki bayi dengan berat badan diatas 4 kg.
  • Pemeriksaan dahak dan ronsen dada untuk pasien yang diduga menderita TBC.
  • Pemeriksaan toxoplasmosis untuk mereka yang gemar memelihara kucing atau suka mengkonsumsi makanan yang setengah matang.

Tujuan utama pemeriksaan sebelum menikah atau hamil adalah meminimalkan terjadinya gangguan kehamilan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain :

  • Menghentikan pemakaian obat obatan yang dapat menganggu kehamilan.
  • Sedapat mungkin mengendalikan hal hal medis yang terjadi pada wanita tersebut dan bila perlu dilakukan konsultasi ke dokter spesialis.
  • Menghindari makanan dan bahan bahan yang berbahaya bagi kehamilan.
  • Diberikan vaksinasi terhadap penyakit penyakit yang dapat menganggu kehamilan.
  • Dilakukan konseling bila ditemukan hal hal yang berhubungan dengan genetik atau penyakit keturunan dan dampak yang terjadi bila terjadi kehamilan.

Tulisan ini didedikasikan buat Yanuar dan Arie yang baru saja menikah dan saya tidak bisa menghadiri pernikahan mereka. Semoga langgeng, Bro and Sis.

Posted in Info Kesehatanwith 13 Comments →

Tips Hidup Sehat08.24.09

  

Enyahkan rokok, rajinlah berolah raga, hindari makan makanan yang tidak sehat dan selalu memonitor lingkar pinggang.

Anda barangkali sudah sering mendengarkan nasihat tersebut. Di beberapa kesempatan seminar atau ceramah tentang cara hidup sehat pasti akan disinggung empat tip tersebut. Beberapa diantara kita memang sudah dengan disiplin melaksanakannya namun tidak sedikit yang mengabaikan.

Tahukah anda bahwa jika anda melaksanakan keempat tip tersebut dengan disiplin maka anda akan terhindar dari faktor resiko menderita penyakit khronis yang mematikan sebanyak 80%?

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa mereka yang menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya akan terhindar dari beberapa penyakit khronis seperti kanker, diabetes dan penyakit jantung.

Penelitian terakhir di lakukan di Jerman dengan mengampil sampel sebanyak 23.513 orang dewasa yang berusia antara 35 sampai 65 tahun. Penelitian dimulai pada pertengahan tahun 90an. Faktor yang diperhatikan termasuk berat badan dan tinggi badan, riwayat penyakit sebelumnya, serta makanan yang mereka konsumsi.

Empat pola hidup sehat yang mereka harus ikuti selama delapan tahun penelitian adalah :

  • Tidak merokok.
  • Berolah raga sekurang kurangnya 3,5 jam per mingu.
  • Menjaga body mass index (BMI) kurang dari 30
  • Konsumsi makanan sehat seperti buah buahan, sayur mayur, roti dan mengurangi daging.

Setelah penelitian berjalan, sebagian besar responden hanya melakukan salah satu dari empat kebiasaan tersebut dan hanya 9% yang melaksakan ke empat empatnya.

Setelah mengubah pola hidup yang berpengaruh pada terjadinya penyakit, para peneliti menyimpulkan bahwa mereka yang mengikuti keempat pola hidup sehat tersebut akan menurunkan resiko menderita penyakit khronis sebanyak 78%. Rinciannya sebagai berikut :

  • Resiko menderita penyakit diabetes tipe 2 menurun sebanyak 93%.
  • Resiko menderita penyakit jantung menurun sebanyak 81%.
  • Resiko menderita stroke menurun sebanyak 50%.
  • Resiko menderita kanker menurun sebanyak 36%.

Penelitian ini juga menyebutkan bahwa semakin muda kebiasaan ini dilakukan maka hasil yang dicapai akan semakin memuaskan. Jadi kalau anda ingin senantiasa sehat, segera lakukan keempat tips diatas.

Sumber : Archives of Internal Medicine

Posted in Tips Kesehatanwith No Comments →

Kegemukan03.28.09

Apa sih kegemukan itu?

Definisi gemuk atau kegemukan sangat bervariasi terggantung bagaimana kita memandangnya namun secara umum kegemukan adalah kelebihan lemak tubuh yang dialami oleh seseorang secara khronis. Pada kondisi normal, lemak tubuh berfungsi sebagai cadangan energi, pengatur suhu tubuh, pelindung dari trauma dan fungsi fungsi lainnya.

Secara ideal, pada tubuh seorang perempuan terdiri dari 25 – 30% lemak sementara pada laki laki 18 – 23%. Bila lemak tubuh melebihi 30% pada perempuan dan 25% pada laki laki maka orang tersebut sudah bisa dikategorikan gemuk atau obese. Cara menghitung kegemukan yang paling mudah adalah dengan membandingkan antara tinggi badan (kg) dengan berat badan (m) atau dikenal dengan istilah Body Mass Index (BMI).

Apa saja faktor resiko yang berhubungan dengan kegemukan?

Selain masalah kosmetik, kegemukan merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Di Amerika sana, 300.000 kematian per tahun disebabkan oleh karena faktor kegemukan. Kegemukan dapat memicu timbulnya beberapa penyakit khronis yang sangat serius seperti :

  • Resistensi Insulin. Insulin dalam tubuh berguna untuk menghantarkan glukosa sebagai bahan bakar pembentukan energi ke dalam sel. Dengan memindahkan glukosa ke dalam sel maka insulin akan menjaga kadar gula darah ke tingkat yang normal. Pada orang gemuk terjadi penumpukan lemak yang tinggi di dalam tubuhnya, sementara lemak sangat sangat resisten terhadap insulin. Sehingga, untuk menghantarkan glukosa ke dalam sel lemak dan menjaga kadar gula darah tetap normal, pankreas sebagai pabrik insulin memproduksi insulin dalam jumlah yang banyak. Lama kelamaan, pankreas tidak sanggup lagi memproduksi insulin dalam jumlah besar sehingga kadar gula darah berangsur naik dan terjadilah apa yang disebut Diabetes Melitus Tipe 2.
  • Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). Hipertensi sangat umum terjadi pada orang gemuk. Para peneliti di Norwegia menyebutkan bahwa peningkatan tekanan darah pada perempuan gemuk lebih mudah terjadi jika dibandingkan dengan laki laki gemuk. Peningkatan tekanan darah juga mudah terjadi pada orang gemuk tipe apel (central obesity, konsentrasi lemak pada perut) bila dibandingan dengan mereka yang gemuk tipe buah pear (konsentrasi lemak pada pinggul dan paha).
  • Peningkatan Kadar Kolesterol (hypercholesterolemia).
  • Stroke.
  • Serangan Jantung. Penelitian terakhir menunjukan bahwa resiko terkena penyakit jantung koroner pada orang gemuk tiga sampai empat kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang normal. Setiap peningkatan 1 kilogram berat badan terjadi peningkatkan kematian akibat penyakit jantung koroner sebanyak 1%.
  • Gagal Jantung.
  • Kanker. Walau masih menuai kontroversi, beberapa penelitian menyebutkan bahwa terjadi peningkatan resiko terjadinya kanker usus besar, prostat, kandung kemih dan kanker rahim pada orang gemuk. Pada perempuan yang telah menopause rawan terjadi kanker payudara.
  • Batu Empedu.
  • Radang Sendi (Gout).
  • Osteoporosis.
  • Gangguan Tidur.

Apa yang menyebabkan kegemukan?

Keseimbangan antara asupan kalori dengan pengeluaran energi akan menjaga keseimbangan berat badan seseorang. Jika seseorang memakan banyak kalori sementara pembakarannya menjadi energi kurang maka cadangan kalori akan disimpan dalam bentuk lemak yang akan membuat berat badan orang tersebut meningkat. Sebagian besar penyebab kegemukan adalah tingginya konsumsi kalori tanpa dibarengi oleh aktifitas fisik yang memadai. Beberapa penyebab kegemukan adalah :

  • Keturunan (Genetik). Seorang anak mempunyai kecenderungan menjadi gemuk jika kedua orang tuanya gemuk. Genetik juga berperanan dalam mempengaruhi fungsi hormon yang mengatur perlemakan tubuh.
  • Terlalu banyak makan. Terlalu banyak makan akan menyebabkan penambahan berat badan terutama jika makanan yang dikonsumsi banyak mengandung lemak dan gula seperti misalnya makanan siap saji, makanan yang digoreng dan manisan.
  • Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana. Para ahli berpendapat, karbohidrat sederhana seperti gula, fruktosa, soft drink, bir, dan anggur akan menyebabkan penambahan berat badan karena karbohidrat jenis ini lebih mudah diserap oleh tubuh.
  • Frekuensi makan. Hubungan frekuensi makan dan penambahan berat badan masih kontroversial. Para ahli menyebutkan bahwa orang yang makan dalam jumlah sedikit dengan frekuensi 4 – 5 kali sehari memiliki kadar kolesterol dan kadar gula darah yang lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang frekuensi makannya kurang dari itu.
  • Metabolisme yang lambat. Perempuan memiliki massa otot yang lebih kecil dari laki laki. Otot membakar kalori lebih banyak dari jaringan tubuh yang lain, sehingga metabolisme pada perempuan jauh lebih lambat daripada laki laki. Hal ini akan menyebabkan perempuan mempunyai kecendrungan lebih mudah gemuk jika dibandingkan dengan laki laki.
  • Kurangnya aktifitas fisik. Orang yang aktif beraktifitas akan membakar kalori lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang bermalas malasan,
  • Obat obatan. Beberapa obat yang berhubungan dengan penambahan berat badan antara lain, obat anti depresi, obat anti kejang, obat obatan diabetes, kontrasepsi oral, obat obatan kortikosteroid dan beberapa obat penurun tekanan darah.
  • Faktor psikologis. Pada beberapa orang, emosi mempengaruhi kebiasaan makan. Ada orang yang tiba tiba ingin makan banyak saat sedang emosi. Padahal bila nantinya berat badan meningkat akan menimbulkan masalah psikologi lainnya.
  • Penyakit. Beberapa penyakit yang dapat meningkatkan berat badan antara lain hipotiroid, resistensi insulin, PCO, dan sindroma cushing.

Apakah faktor lain yang berhubungan dengan kegemukan?

Berikut beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kegemukan selain beberapa hal yang telah saya sebutkan diatas.

  • Ras. Orang kulit hitam dan orang hispanik mempunyai kecenderungan lebih mudah menjadi gemuk jika dibandingkan dengan orang kaukasian dan asia.
  • Berat badan saat anak anak. Kegemukan pada masa anak anak dan remaja juga mempengaruhi terjadinya kegemukan pada usia dewasa.
  • Hormon. Perempuan lebih mudah gemuk terutama saat hamil, menopause dan saat mengkonsumsi kontrasepsi oral.

Apakah Body Mass Index (BMI) itu?

Seperti telah saya sebutkan diatas, cara paling mudah untuk menghitung kegemukan adalah dengan mencari nilai BMI. Rumus BMI adalah Berat Badan dalam kg dibagi dengan Tinggi Badan dalam meter dikuadratkan.

Berikut adalah intepretasi dari nilai BMI.

  • 25 – 29,9 : Pra obese.
  • 30 – 34,9 : Obese Kelas I.
  • 35 – 39.9 : Obese Kelas II.
  • Diatas 40  : Obese Kelas III.

Harap diingat, semakin tinggi nilai BMI anda maka semakin tinggi pula resiko anda menderita beberapa penyakit yang saya sebutkan diatas.

Mengenai cara menurunkan berat badan, sudah saya bahas disini dan disini.

Posted in Info Penyakitwith 39 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics