Keracunan Makanan01.22.10

Keracunan makanan?

Disebut keracunan makanan bila seseorang mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi kuman atau racun yang dihasilkan oleh kuman penyakit. Kuman yang paling sering mengkontaminasi makanan adalah bakteri.

Kuman ini dapat masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan dengan perantaraan orang yang mengolah makanan atau memang berasal dari makanan itu sendiri akibat pengolahan yang kurang baik.

Seperti diketahui, bakteri sangat menyukai suasana lingkungan yang lembab dan bersuhu ruangan. Pada kondisi ini, pertumbuhan bakteri akan meningkat dengan pesat. Bila suhu ini ditingkatkan atau diturunkan maka perkembangan biakan bakteri pun akan berkurang atau terhenti.

Kapan gejala keracunan ini akan dirasakan?

Waktu timbulnya gejala setelah seseorang mengkonsumsi makanan beracun sangat bervariasi terggantung jenis kuman yang menginfeksi. Namun rata rata mereka akan mengeluhkan gangguan kesehatan setelah 30 menit sampai 2 minggu setelah menyantap makanan beracun. Keluhan yang dirasakan antara lain nyeri perut, mules, diare, muntah dan demam. Keluhan ini dirasakan dari tingkat ringan sampai berat.

Siapakah yang paling rentan terhadap keracunan makanan?

Bayi, anak anak dan orang tua adalah mereka yang paling rentan terkena keracunan makanan. Mengapa? Karena fungsi kekebalan tubuhnya lebih lemah bila dibandingkan dengan kelompok usia yang lain.

Pengobatan

Bila keluhan akibat keracunan makanan telah terjadi maka segeralah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Bila diare, berikan oralit atau cairan lainnya sebelum ke dokter untuk mencegah dehidrasi. Catatlah makanan yang sebelumnya dikonsumsi atau bila perlu bawa contoh makanan yang telah dikonsumsi sebelum timbulnya keluhan. Hal ini berguna untuk mengetahui jenis kuman yang menginfeksi sehingga pengobatan akan lebih baik.

Tips mencegah keracunan makanan

Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya keracunan makanan :

  1. Biasakan mencuci tangan sebelum melakukan aktifitas yang berhubungan dengan makanan. Baik itu sebelum mengolah makanan atau menyantap makanan. Cucilah tangan menggunakan sabun agar kuman bakteri yang ada pada tangan segera mati.
  2. Pisahkan antara makanan yang belum diolah dengan makanan yang telah siap disajikan. Jangan menghidangkan makanan pada tempat yang kotor atau bekas dipakai tempat makanan mentah.
  3. Masaklah makanan sampai benar benar matang. Jangan mengkonsumsi makanan mentah atau makanan setengah matang.
  4. Bekukan makanan yang akan disimpan dalam waktu yang lama.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Penyakitwith 12 Comments →

Sel Darah Putih01.11.10

Sel darah putih atau dalam bahasa Inggris disebut dengan  white blood cell (WBC) merupakan komponen darah yang berperanan dalam memerangi infeksi. Sel darah yang juga dikenal dengan leukosit ini terbagi dalam beberapa tipe dan dua tipe yang paling umum adalah limposit dan neutropil.

Limposit diproduksi oleh jaringan lympoid yang terdapat di dalam organ limfa, kelenjar limfe dan kelenjar thymus. Limposit bertugas untuk memerangi zat zat yang dihasilkan oleh kuman penyakit dengan membentuk zat kekebalan tubuh atau antibodi. Antibodi yang dibentuk sangat spesifik sesuai dengan jenis kuman yang menginfeksi. Pembentukan antibodi memerlukan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu sesuai dengan jenis kuman yang menginfeksi.

Seperti halnya limposit, neutropil juga berperanan sangat penting dalam upaya tubuh memerang infeksi. Neutropil dibentuk di dalam sumsum tulang dan beredar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah. Selanjutnya neutropil akan keluar dari peredaran darah menuju jaringan yang terinfeksi. Nanah yang biasanya terdapat dalam luka mengandung banyak sekali neutropil. Dalam kondisi normal, infeksi bakteri yang serius akan merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak lagi neutropil sehingga nilai WBC akan meningkat.

Kadar WBC dihitung berdasarkan jumlah sel darah putih yang ada pada sampel darah penderita. Nilai normal dari WBC adalah antara 4 ribu sampai 11 ribu per mikroliter. Kadar WBC yang rendah dikenal dengan istilah leukopenia sementara kadar yang tinggi disebut leukositosis.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 I Made Cock Wirawan

Posted in Info Kesehatanwith 11 Comments →

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati02.18.09

Sampai saat ini antibiotika masih merupakan obat pilihan untuk banyak penyakit. Antibiotika dipercaya telah menyembuhkan jutaan bahkan milyaran orang dari ancaman kematian akibat penyakit. Maka setiap kita sakit dan berobat ke dokter, rasanya kurang sreg bila di resep dokter tersebut tidak tercantum obat antibiotika.

Ternyata kini antibiotika sudah merupakan bagian dari masalah kesehatan. Ribuan orang dan binatang di seluruh dunia telah menjadi korban akibat keganasan bakteri yang resisten terhadap antibiotika.  Bakteri yang memproduksi enzim beta laktamase spektrum luas menjadi kekhawatiran semua pihak. Enzim ini akan membuat bakteri resisten terhadap antibiotika sehingga sangat sulit untuk dibunuh.

Fakta menyebutkan pasien yang terinfeksi oleh bakteri ini meningkat sangat signifikan tiap tahunnya. Data di Amerika menyebutkan tahun lalu saja terjadi peningkatan hampir 50% kasus infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotika.

Melihat kenyataan diatas maka sangatlah baik bila kita tetap dalam keadaan sehat. Mencegah penyakit dan infeksi jauh lebih mudah daripada mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri apalagi bakteri tersebut sudah sangat resisten.

Lalu bagaimana cara kita melindungi diri dari penyakit? Sebagaian besar ahli setuju bahwa mempertahankan berat badan dalam kondisi ideal merupakan salah satu cara untuk memproteksi diri dari penyakit. Bila berat badan anda saat ini sudah mulai berlebihan, mulailah untuk mengubah gaya hidup anda ke arah yang lebih sehat.

Penurunan berat badan rata rata 10 sampai 15% sudah dapat meningkatkan kesehatan dan memperbaiki sistem pertahanan tubuh anda. Penurunan berat badan akan membuat tubuh anda lebih fokus terhadap perjuangan melawan infeksi. Kegemukan akan membuat tubuh lebih banyak berperang melawan kelebihan lemak dan gula pada makanan. Pengurangan lemak terutama difokuskan pada lemak perut sebab lemak ini dipercaya bertanggung jawab terhadap resiko terjadinya penyakit jantung dan kencing manis.

Menjadi gemuk menyebabkan racun racun tersimpan dalam tubuh. Racun ini akan membuat anda merasa loyo, sakit dan pusing. Selanjutnya bila terus dibiarkan, racun ini berpotensi menyebabkan penyakit di kemudian hari. Jadi, bila lemak lemak yang ada di dalam tubuh dikurangi maka racun racun ini akan ikut terkuras sehingga tubuh anda lebih fokus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Banyak cara untuk dapat menurunkan berat badan. Mulai dari giat berolah raga, selektif dalam memilih makanan dan melakukan kegiatan kegiatan yang dapat membakar lemak anda secara tidak langsung. Ingat, cara cara ini tidak hanya anda lakukan satu atau dua minggu tetapi untuk selamanya.

Dengan menjaga kesehatan anda maka anda akan dapat mengurangi kebutuhan terhadap antibiotika sehingga anda tidak ikut serta dalam memproduksi kuman kuman yang resisten antibiotika selanjutnya. Bagaimanapun, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

Posted in Tips Kesehatanwith 24 Comments →

Infeksi Saluran Kencing09.27.08

uchr_02_img0207.jpg

Infeksi saluran kencing atau ISK merupakan masalah kesehatan yang cukup serius di bagi jutaan orang tiap tahun. ISK merupakan penyakit infeksi nomor 2 yang paling banyak menyerang manusia di muka bumi. Umumnya penyakit ini menyerang kaum wanita tapi sering juga ditemukan laki laki yang menderita ISK.

Sistem saluran kencing atau sistem urin terdiri dari ginjal, ureter, kandung kencing dan urethra. Diantara keempat organ tersebut, ginjalah yang paling memegang peranan. Ginjal berfungsi menyaring sampah dari saluran darah, mengatur keseimbangan cairan, dan memproduksi beberapa hormon. Ureter berfungsi mengalirkan cairan hasil penyaringan ginjal ke kandung kemih untuk disimpan sementara dan bila kandung kemih sudah penuh maka akan dikeluarkan ke dunia luar melalui saluran urethra.

Setiap orang dewasa rata rata memproduksi satu sampai 2 liter urine perhari terggantung dari kondisi cuaca dan banyaknya cairan yang masuk.

Penyebab infeksi saluran kencing.

Secara normal, air kencing atau urine adalah steril alias bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman yang berasal dari saluran cerna jalan jalan ke urethra atau ujung saluran kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu kuman yang paling sering menyebabkan ISK adalah E.coli yang umum terdapat dalam saluran pencernaan bagian bawah.

Pertama tama, bakteri akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak disana maka saluran kemih akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis.

Mikroorganisme seperti klamidia dan mikoplasma juga dapat menyebabkan ISK namun infeksi yang diakibatkan hanya terbatas pada urethra dan sistem reproduksi. Tidak seperti E. coli, kedua kuman ini menginfeksi orang melalui perantara hubungan seksual.

Faktor resiko

Beberapa orang memang mempunyai resiko menderita ISK lebih besar dari yang lainnya. Ketidaknormalan fungsi saluran kemih menjadi biang keladinya. Batu saluran kemih, pembesaran prostat akan menghambat pengeluaran urine sehingga mempermudah perkembang biakan kuman.

Orang dengan diabetes juga rentan menderita ISK akibat dari penurunan daya tahan tubuh. Penyakit lain yang mempunyai efek menurunkan daya tahan tubuh juga merupakan faktor resiko terjadinya ISK.

Infeksi saluran kencing juga sering ditemukan pada anak anak yang dilahirkan dengan ketidak normalan saluran kemih.

Perempuan lebih rentan menderita ISK bila dibandingkan dengan laki laki mungkin dikarenakan saluran urethra yang lebih pendek dan ujung anus yang letaknya dekat dengan ujung urethra.

Gejala ISK

Tidak semua penderita merasakan gejala ISK tapi umumnya ada satu gejala yang mereka rasakan walau tidak terlalu menganggu. Gejalanya antara lain, sering kencing dan kesakitan saat kencing, rasa sakit sampai terbakar pada kandung kemih.

Pada perempuan merasakan ketidaknyamanan pada tulang kemaluan. Umumnya orang yang menderia ISK akan selalu ingin kencing tetapi kencing yang dikeluarkan sangatlah sedikit.

Air kencingnya sendiri bisa berwarna putih, cokelat, kemerahan. ISK tidak akan menyebabkan demam selama masih menginfeksi urethra dan kandung kemih, demam muncul bila ginjal sudah kena. Gejala lain saat ginjal terinfeksi adalah adanya rasa sakit pada punggung, mual, atau muntah.

Pengobatan ISK

Infeksi saluran kencing diobati dengan obat obatan antibiotika. Pilihan obat dan lamanya pengobatan terggantung dari lamanya infeksi dan jenis kumannya. Bila memang gejala diatas muncul, sebaiknya segera ke dokter untuk memperoleh pengobatan.

Pencegahan ISK

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah ISK antara lain :

  • Minumlah banyak cairan setiap hari.
  • Segeralah kencing bila ingin kencing, jangan hobi menahan kencing.
  • Untuk perempuan saat cebok, basuhlah dari depan ke belakang bukan sebaliknya.
  • Pilihlah shower saat mandi dibandingkan dengan bath tub.
  • Bersihkan kelamin saat akan berhubungan intim.
  • Hindari penggunaan cairan yang tidak jelas manfaatnya pada alat kelamin. Cairan ini dapat mengiritasi urethra.

Posted in Info Penyakitwith 231 Comments →

Susu Formula Itu Kini Bermasalah02.28.08

2297467941 72f43cfaee

Bagi mereka yang suka menonton televisi khususnya program berita tentu tahu berita apa yang paling sering muncul belakangan ini. Disamping berita tentang perdebatan (lagi) di parlemen tentang RUU Pemilu, juga berita tentang susu formula yang mengandung kuman berbahaya.

Adalah IPB (Institut Pertanian Bogor) beberapa hari yang lalu mengumumkan sebuah hasil penelitian yang mereka lakukan tentang terjadinya kontaminasi kuman Enterobacter Sakazakii (ES) pada beberapa sampel susu formula yang mereka teliti. Hasilnya pun tidak tanggung tanggung, hampir 80 persen dari sampel tersebut positif mengandung bakteri yang berbahaya tersebut.

Masih menurut mereka, bila susu formula yang terkontaminasi kuman ES dikonsumsi oleh bayi yang berumur kurang dari 1 tahun maka bayi tersebut bisa menderita berbagai penyakit mulai dari radang usus, liver sampai dengan radang selaput otak. Hasil penelitian ini sudah diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk ditindaklanjuti berikut daftar merk susu yang terkontaminasi.

Mendengar pengumuman dari IPB ini, pemerintah melalui menteri kesehatan langsung bereaksi keras. Menteri yang terkenal bicara ceplas ceplos ini langsung menyerang peneliti IPB dengan mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan IPB tidak valid dan tidak bisa dipercaya. Sang menteri juga menuduh penelitian ini dibiayai pihak tertentu untuk menimbulkan keresahan di masyarakat.

BPOM selaku ‘anak buah’ dari menteri kesehatan segera mengamini apa yang dikatakan oleh Ibu Menkes. Mereka dengan agak sedikit terpaksa membentuk tim peneliti tandingan untuk meneliti ulang apa yang diteliti oleh IPB.

Bagi saya pribadi, apa yang dilakukan kedua lembaga intelektual ini tidak ada yang salah namun bukan berarti tindakan mereka bisa dikatakan 100% benar.

IPB sebagai institusi pendidikan sudah selayaknya melakukan penelitian terhadap semua bidang yang termasuk dalam lingkup keilmuan mereka, salah satunya adalah produk produk olahan pertanian dalam hal ini susu. Mereka pun berhak untuk mengumumkan hasil penelitian mereka itu ke publik agar penelitian tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. Sayangnya ada blunder yang mereka lakukan kali ini dengan mengumumkan juga efek atau akibat dari infeksi bakteri ES pada manusia. Seolah olah efek yang terjadi tersebut hasil dari penelitian yang mereka lakukan.

Untuk meneliti efek suatu kuman terhadap tubuh manusia tidak cukup hanya dengan menggunakan tikus seperti yang dilakukan IPB. Harus dilakukan penelitian langsung pada tubuh manusia karena secara fisiologis tubuh manusia berbeda dengan tikus. Tahapan tahapan penelitian pun sangat panjang dan berbelit, terlalu panjang untuk dijelaskan disini. Penelitian terhadap manusia sudah bukan menjadi tanggung jawab IPB tetapi sudah menjadi milik dari dunia kedokteran dalam hal ini Departemen Kesehatan.

Menteri kesehatan dan BPOM tidak semestinya terlalu reaktif mendengar press release yang dikeluarkan oleh IPB. Seandainya terdapat koordinasi yang bagus diantara kedua lembaga ini maka mereka sebenarnya bisa bekerjasama dalam melakukan penelitian.

IPB meneliti susu formula sampai menemukan bakteri berbahaya, Departemen Kesehatan/BPOM dapat melanjutkan penelitian tersebut mengenai efek dari bakteri yang ditemukan oleh IPB terhadap tubuh manusia.Ketika hasil akhir sudah diperoleh maka kedua lembaga ini dapat duduk bersama sama di depan wartawan untuk mengumumkannya kepada publik.

Bila langkah manis dan elegan itu ditempuh maka kepanikan para ibu yang mempunyai bayi seperti yang terjadi belakangan ini tidak akan terjadi.

Hikmah dari peristiwa ini adalah : ASI masih yang terbaik untuk bayi saudara.

Posted in Editorialwith 36 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom