BlogDokter Dan KlikHati Award12.16.10

Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dari Atambua ke Jakarta PP, saya bisa beristirahat di rumah sambil kembali membuka laptop. Lelah yang saya rasakan seakan terbayar lunas setelah mendapatkan kesempatan bertemu dan berkenalan langsung dengan mereka para penggiat sosial media dan menjadi inspirator di bidangnya.

Saya ke Jakarta dalam rangka menghadiri undangan PT. Merck Indonesia, Tbk untuk mendapatkan penghargaan Klik Hati Award 2010 bersama dengan 4 orang/komunitas lainnya yakni Blood For Life, Ivan Lanin, Coin A Chance dan Sahabat Anak.

Adapun Klik Hati Award merupakan apresiasi dari Merck kepada individu atau komunitas yang sudah berjasa melakukan aksi sosial kemanusiaan melalui social media. Mereka, dengan tindakannya yang konsisten, sudah menimbulkan dampak luas dan menjadi inspirasi bagi orang banyak.

Membaca tujuan yang sangat mulia tersebut, BlogDokter sebenarnya masih jauh dibandingkan dengan keempat pemenang yang lain. Masih banyak yang perlu dibenahi dan masih banyak yang perlu dilakukan agar BlogDokter semakin memberikan manfaat bagi pembacanya.

Keputusan dewan juri yang terdiri dari pakar jejaring sosial, Roby Muhamad dan Alissa Wahid memang telah digetok. Dan BlogDokter sebagai salah satu pemenang sangat bersyukur atas penghargaan ini yang sekaligus menjadi tantangan kedepan untuk dapat lebih berguna dan bermanfaat bagi orang lain.

Pada kesempatan ini saya selaku penulis BlogDokter mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Mbak Niken Suryo Sofyan (@nikensuryo) selaku Corporate Communications Manager PT Merck Tbk.
  2. Tim juri yang terdiri dari Mas Roby Muhamad (@robymuhamad) dan Alissa Wahid (@alissawahid)
  3. Mbak Iim Fahima (@iimfahima), Adinda Avrilya (@davrilya) dan pasukan Virtual Consulting lainnya.
  4. Seluruh pembaca BlogDokter.Net. Fans Blogdokter di Facebook dan Follower @blogdokter di Twitter.
  5. Dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan lainnya.

Tanpa kalian, BlogDokter tidak mungkin mendapatkan penghargaan ini.

Posted in Ucapanwith No Comments →

Mari Mengenal dan Mencegah HIV/AIDS09.09.09

Sejak menginjakan kaki dan bertugas di Rumah Sakit Tentara Pembantu Atambua, ada dua tantangan utama yang harus saya hadapi yakni masalah kekurangan air dan banyaknya pasien dengan HIV positif.

Sejak ditemukan pertama kali pada tahun 1981, HIV sudah menginfeksi lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia. Human Immunodeficiency Virus (HIV), menyerang dan menghancurkan sel CD4 limfosit T yang berperanan dalam sistem pertahanan tubuh manusia. Bila seluruh sel CD4 limfosit T sudah terinfeksi dan pertahanan tubuh manusia sangat menurun sehingga menimbulkan berbagai gejala penyakit maka orang tersebut masuk ke dalam keadaan yang dinamakan AIDS (Aquired Immunodeficiency Syndrome).

HIV terutama ditularkan melalui cairan tubuh/darah antara orang yang terinfeksi dengan orang yang sehat. Beberapa faktor resiko tertular HIV antara lain hubungan seksual yang beresiko, penggunaan obat suntik yang sembarangan, ditularkan dari ibu ke anak saat kehamilan dan tertusuk jarum suntik yang pernah digunakan oleh orang yang terinfeksi secara tidak sengaja.

Tanda dan Gejala

Pada stadium awal, orang yang terinfeksi HIV jarang sekali merasakan gejala apa apa. Bila ada maka gejala yang timbul lebih merupakan gejala flu biasa seperti demam, nyeri tenggorokan, pembesaran kelenjar getah bening dan bercak bercak kemerahan pada kulit. Gejala lainnya yakni nyeri otot dan persendian, diare, sakit kepala, mual, muntah, penurunan berat badan dan sariawan.

Saat penderita memasuki stadium khronis baru akan muncul gejala yang lebih khas dan parah seperti sariawan yang banyak, bercak keputihan pada mulut, herpes zoster, ketombe yang parah, dan keputihan yang parah. Gejala lainnya seperti lemah, demam, keringat malam, diare, tidak bisa makan, sesak, pembesaran kelenjar getah bening, penurunan berat badan dan gangguan psikis.

Pemeriksaan/Diagnosis

Selain berdasarkan pemeriksaan fisik dengan memperhatikan gejala dan tanda diatas maka pasien yang dicurigai menderita HIV positif selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan (enzyme immunoassay)/ELISA untuk mendeteksi antibodi virus di dalam serum/darah. Pemeriksaan lainnya seperti pemeriksaan kadar sel CD4, HIV RNA dan lain lain dilaksanakan berdasarkan kebutuhan.

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan adalah mencegah berkembang biaknya virus dan mencegah terjadinya penurunan kekebalan tubuh. Saat ini telah banyak dikembangkan obat untuk maksud tersebut meskipun tidak menghilangkan virus secara tuntas. Dan yang utama dari proses pengobatan ini adalah konseling sehingga penderita dapat menerima keadaannya dengan tabah serta keluarga mengerti kondisi yang dihadapi oleh pasien dan memberikan dukungan atas pengobatan tersebut.

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan HIV antara lain :

  • Dianjurkan untuk selalu mengganti jarum suntik bagi mereka yang kecanduan obat obatan.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman dengan tidak bergonta ganti pasangan.
  • Menggunakan kondom bagi mereka yang suka berhubungan seksual yang beresiko.
  • Menaati tata cara perlindungan diri bagi mereka yang bekerja di bidang kesehatan.

Setiap tempat yang kita tempati memang akan memberikan tantangan baru bagi kita, sekarang tinggal bagaimana kita menghadapi tantangan tersebut.

Posted in Info Penyakitwith 15 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics