Sengsaranya Menjadi Perokok Pasif02.19.13

Anda tidak merokok karena anda tahu dan sadar bahayanya merokok, tapi bagaimana dengan perokok pasif? Seperti halnya perokok aktif, menjadi perokok pasif juga menyebabkan seseorang berisiko menderita berbagai masalah kesehatan seperti sakit jantung, sakit paru paru dan berbagai jenis kanker. Kita harus memahami tentang bahaya menjadi perokok pasif dan berusaha melindungi diri dan orang yang kita cintai dari bahaya asap rokok.

Apa itu perokok pasif?

Perokok pasif adalah orang yang menghirup asap rokok baik yang berasal dari hembusan nafas perokok maupun dari batang rokok yang sedang terbakar. Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, diantaranya:

Ammonia, yang digunakan pada produk pembersih.
Butane, yang digunakan untuk menjernihkan cairan.
Karbon monoksida, yang umumnya keluar dari asap knalpot kendaraan.
Khromium, digunakan untuk membuat baja.
Sianida, digunakan untuk senjata kimia.
Formalin, digunakan pada industri kimia.
Timah, logam beracun.
Polonium, zat radioaktif.

Partikel dari asap rokok ini dapat berada dalam udara ruangan sampai beberapa jam dan residu partikel ini dapat menempel pada rambut, pakaian dan perabot yang terdapat di dalam ruangan tersebut.

Seberapa bahayanya menjadi perokok pasif?

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa dialami oleh mereka yang menjadi perokok pasif:

  • Penyakit paru. Paparan asap rokok menganggu sistem pernafasan terutama pada mereka yang menderita asma dan penyakit paru menahun (COPD).
  • Penyakit jantung. Paparan asap rokok merusak pembuluh darah dan menganggu sirkulasi darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung.
  • Kanker. Asap rokok telah terkenal menjadi faktor risiko utama kanker paru. Benzena yang terdapat pada asap rokok juga dapat meningkatkan risiko kanker darah atau leukemia.

Bila yang menjadi perokok pasif adalah anak anak maka dia akan berisiko mengalami:

  • Berat badan kelahiran yang rendah. Paparan asap rokok selama kehamilan akan menyebabkan ibu hamil melahirkan anak dengan berat badan yang rendah.
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Anak anak yang menjadi perokok pasif akan meningkatkan risiko mengalami SIDS.
  • Asma. Merokok pasif akan meningkatkan risiko dan keparahan asma pada anak anak.
  • Infeksi. Anak anak yang hidup bersama perokok lebih mudah menderita infeksi terutama pada saluran nafas seperti bronkhitis, radang paru paru dan infeksi pada telinga.

Menjadi perokok pasif juga menyebabkan seseorang berisiko menderita batuk berdahak kronis, sesak nafas dan iritasi pada mata dan hidung.

Bisakah berhenti menjadi perokok pasif?

Dengan perencanaan yang baik, anda bisa mengurangi atau menghindari paparan asap rokok dari para perokok. Ingat, adalah hak anda untuk bernafas dan menghirup udara yang segar. Lakukanlah beberapa langkah sederhana berikut:

  • Jangan biarkan orang merokok di dalam rumah anda. Jika keluarga atau tamu ingin merokok, sarankan mereka untuk merokok di luar rumah. Ventilasi dan AC tidak terlalu efektif untuk menyingkirkan dampak asap rokok di dalam rumah.
  • Jangan biarkan orang merokok di dalam mobil. Jika penumpang kendaraan harus merokok selama perjalanan, berhentilah dan sarankan mereka merokok di tempat peristirahatan atau di luar mobil.
  • Desaklah aturan yang ketat tentang rokok di tempat kerja. Aturan tentang merokok di ruang publik tertutup sudah sangat ketat di beberapa daerah.
  • Saat bepergian, pilihlah tempat yang bebas asap rokok. Berkunjunglah hanya ke tempat tempat yang memiliki aturan yang ketat terhadap larangan merokok di ruang tertutup.
  • Berlanggananlah untuk makan atau minum di tempat makan/restoran yang memiliki aturan ketat tentang larangan merokok.
  • Jika harus menginap di sebuah hotel, pilihlah hotel yang memiliki kamar bebas asap rokok.

Jika pasangan anda merokok, teruslah mendorongnya untuk berhenti merokok. Seluruh anggota keluarga akan mendapatkan manfaat bila pasangan anda mau berhenti merokok.

Posted in Tips Kesehatanwith 1 Comment →

Inilah Penyebab Batuk Khronis09.29.12

Jika anda batuk dan tidak sembuh selama 6 minggu maka and bisa disebut sedang menderita batuk khronis. Cara terbaik untuk mengatasi batuk khronis adalah dengan mengetahui penyebabnya dan mengatasi penyebabnya itu.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab batuk khronis selain infeksi:

  • Merokok.
  • Menderita alergi, termasuk alergi musiman atau alergi terhadap binatang, tanaman, uap, asap atau debu.
  • Minum obat yang dapat mencetuskan batuk misalnya obat anti hipertensi.
  • Menderita asma yang tidak terkontrol dengan baik.
  • Menderita maag khronis.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Inilah Mereka Yang Berisiko Kena Radang Paru Paru (Pneumonia)02.29.12

Radang paru paru atau pneumonia adalah infeksi paru paru yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Pada umumnya, pneumonia menyebabkan terjadinya bendungan cairan atau nanah pada rongga paru paru sehingga menyebabkan penderita pneumonia mengalami kesulitan bernafas.

Berikut beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita radang paru paru atau pneumonia.

  • Orang yang berusia diatas 65 tahun atau bayi yang berusia dibawah 2 tahun. Kedua kelompok umur ini memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga mudah mengalami infeksi.
  • Penderita penyakit paru khronis seperti asma, penyakit paru obstruktif menahun dan fibrosis kistik.
  • Penderita penyakit khronis seperti gagal jantung, diabetes atau anemia sel sabit.
  • Mengalami perawatan di unit perawatan intensif rumah sakit terutama yang menggunakan alat bantu nafas/ventilator.
  • Mengalami komplikasi stroke seperti batuh atau kesulitan menelan makanan.
  • Mengalami malnutrisi/kurang gizi.
  • Mereka yang berprofesi sebagai perokok dan peminum alkohol.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Mengenal Gejala Asma Pada Anak09.09.11

Asma dapat dialami oleh anak anak pada segala usia namun gejala yang timbul umumnya dimulai sejak umur 5 tahun.

Berikut beberapa tanda dan gejala yang patut diwaspadai sebagai gejala asma pada anak:

  • Sering batuk yang terjadi saat bermain, tertawa atau di malam hari.
  • Sering kelelahan saat bermain.
  • Bernafas cepat, pendek dan berbunyi.
  • Perasaan tidak nyaman pada daerah dada.
  • Sering merasa tegang pada otot otot leher dan dada.
  • Sering merasa lelah.

Pernahkah anak anda mengalami hal ini?

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Osteoporosis Pada Pria08.12.11

Walaupun osteoporosis kerap terjadi pada wanita pasca menopause, pria juga dapat mengalami penyakit pengeroposan tulang ini. Seperti halnya pada wanita, osteoporosis pada pria juga terjadi seiring dengan bertambahnya usia.

Berikut beberapa faktor resiko osteoporosis pada pria:

  • Minum alkohol terlalu banyak.
  • Merokok.
  • Jarang olahraga.
  • Terlalu kurus.
  • Kekurangan vitamin D dan kalsium.
  • Mengkonsumsi obat obatan tertentu seperti antikejang, steroid oral atau heparin.
  • Bertambah tua.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan patah tulang yang disebabkan karena tulang yang rapuh.
  • Menderita penyakit tertentu seperti asma, gangguan tyroid, dan rematik.
  • Menderita kekurangan hormon tertentu seperti testoteron atau estrogen.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat