ASI Dan Kegemukan06.13.09

Di dunia barat sana, kegemukan menjadi momok yang sangat menakutkan khususnya bila dikaitkan dengan dunia kesehatan. Tidak hanya melanda golongan ekonomi atas, wabah kegemukan sudah melanda ke segala aspek kehidupan sosial ekonomi. Kegemukan juga tidak memandang jenis kelamin, laki laki dan perempuan memiliki kemungkinan gemuk yang sama besar. Akibatnya, setiap orang tua menginginkan diet yang pas untuk anak anak mereka sejak anak tersebut dilahirkan.

Penelitian yang dilakukan di  Jerman mengungkapkan bahwa anak anak yang disusui oleh ibunya sampai umur tertentu mempunyai kecenderungan untuk tidak menjadi gemuk. Disebutkan pula bahwa semakin lama si anak menyusui maka keuntungan yang didapat akan semakin besar khususnya dalam masalah berat badan ini. Penelitian ini menggunakan sampel 9.357 anak gemuk usia sekolah di Bavaria.

Penelitian ini juga menemukan fakta bahwa mereka yang menyusui tampak lebih kurus dan ramping bila dibandingkan dengan yang tidak pernah menyusui selama hidupnya. Sayangnya, penyebab dari keadaan ini belum bisa dijawab dari hasil penelitian tersebut. Yang jelas, anak yang mengkonsumsi ASI akan lebih jarang menderita infeksi saluran kencing dan memiliki tekanan darah yang lebih rendah.

Bagaimana jika si Ibu yang gemuk? Tim peneliti di Australia menemukan bahwa para ibu yang gemuk akan menghentikan aktifitas menyusui anaknya lebih cepat daripada mereka yang lebih kurus. Tujuh puluh enam persen dari mereka akan berhenti menyusui anaknya sebelum si anak mencapai umur 6 bulan. Sayangnya, penilitian ini belum bisa menjawab mengapa para ibu yang gemuk ini melakukan hal tersebut. Diduga ada faktor hormonal yang berperanan disini terutama peranan hormon prolaktin yang berperanan dalam produksi ASI. Kemungkinan lain adalah karena kesulitan bayi menyusui pada ibu ibu yang gemuk.

Tidak ada satupun penelitian yang menyebutkan bila ibu yang gemuk menyusui anaknya lalu si anak akan menjadi gemuk pula. Kandungan ASI tidak ada bedanya antara ibu yang kurus dengan ibu yang gemuk. Dengan menyusui, seorang ibu telah berusaha untuk mencegah anaknya menjadi gemuk.

Keuntungan lain dari menyusui adalah si ibu dapat menurunkan berat badannya dengan hanya menyusui anaknya. Jadi, si ibu tidak perlu susah payah untuk diet setelah melahirkan anak kesayangannya.

Posted in Info Kesehatanwith 13 Comments →

Sekilas Tentang Menyusui07.16.08

Menyusui adalah proses memberikan makanan pada bayi dengan menggunakan air susu ibu langsung dari payudara ibu. Jadi yang dimaksud disini bukan memberikan susu dengan menggunakan botol atau sarana lainnya.

Setelah dilahirkan, seorang bayi dikaruniai refleks menghisap. Refleks ini membuat seorang bayi tanpa sadar akan selalu menghisap benda yang dimasukan ke dalam mulutnya. Begitu pula bila yang dimasukan adalah puting payudara maka ia akan otomatis menghisapnya. Fenomena ini tentu sangat menguntungkan bagi ibu yang akan menyusui bayinya selama rentang waktu enam bulan sebelum diberikan makanan tambahan pendamping ASI.

Sebagaimana sudah sering kita baca, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi sebelum berusia enam bulan. Kandungan gizinya tidak bisa dikalahkan oleh susu formula. Disamping itu, ASI juga mengandung zat zat kekebalan tubuh untuk mencegah bayi terjangkit beberapa penyakit menular. Dan yang paling penting saat kondisi krisis ekonomi saat ini adalah ASI merupakan makanan bayi termurah karena kita tidak perlu merogoh kocek untuk mendapatkannya.

Beberapa penelitian menyebutkan, angka kejadian diare dan kematian pada bayi jauh lebih tinggi pada bayi yang mengkonsumsi susu formula atau makanan pengganti ASI lainnya terutama di negara negara miskin dan berkembang.

WHO sebagai induk organisasi kesehatan sedunia menyarankan pemberian ASI minimal sampai dengan bayi berusia 2 tahun dengan pemberian secara eksklusif selama 6 bulan pertama. Pemberian eksklusif selama 6 bulan sangat penting dalam mencegah diare dan penyakit saluran nafas yang tidak didapatkan pada pemberian susu formula.

Air susu ibu diproduksi oleh kelenjar mamaria yang terdapat dalam payudara seorang ibu. Proses produksi susu disebut dengan laktasi. Sedangkan hormon yang berperanan pada proses produksi susu disebut dengan prolaktin.

Bentuk payudara yang sedemikian rupa juga mencegah bayi tersedak saat menyusui. Sehingga tidak ada lagi alasan lain untuk tidak memberikan ASI pada bayi yang baru dilahirkan.

Sampai saat ini belum semua zat yang terkandung dalam ASI bisa dimengerti namun semua nutrisi tersebut dalam keadaan relatif stabil alias tidak berubah ubah oleh kondisi tertentu. ASI terbuat dari zat nutrisi yang terdapat dalam darah ibu. Beberapa penelitian menyebutkan, wanita yang menyusui memerlukan 400 sampai 600 ekstra kalori untuk memproduksi ASI. Sehingga ibu yang menyusui memerlukan asupan gizi yang cukup untuk mendapatkan tambahan ekstra kalori tadi.

Sudahkah anda memberikan ASI untuk bayi anda?

Silakan berdiskusi lebih lanjut disini http://www.medisiana.com/viewtopic.php?p=698#698

Posted in Info Kesehatanwith 35 Comments →

Susu Formula Itu Kini Bermasalah02.28.08

2297467941 72f43cfaee

Bagi mereka yang suka menonton televisi khususnya program berita tentu tahu berita apa yang paling sering muncul belakangan ini. Disamping berita tentang perdebatan (lagi) di parlemen tentang RUU Pemilu, juga berita tentang susu formula yang mengandung kuman berbahaya.

Adalah IPB (Institut Pertanian Bogor) beberapa hari yang lalu mengumumkan sebuah hasil penelitian yang mereka lakukan tentang terjadinya kontaminasi kuman Enterobacter Sakazakii (ES) pada beberapa sampel susu formula yang mereka teliti. Hasilnya pun tidak tanggung tanggung, hampir 80 persen dari sampel tersebut positif mengandung bakteri yang berbahaya tersebut.

Masih menurut mereka, bila susu formula yang terkontaminasi kuman ES dikonsumsi oleh bayi yang berumur kurang dari 1 tahun maka bayi tersebut bisa menderita berbagai penyakit mulai dari radang usus, liver sampai dengan radang selaput otak. Hasil penelitian ini sudah diserahkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk ditindaklanjuti berikut daftar merk susu yang terkontaminasi.

Mendengar pengumuman dari IPB ini, pemerintah melalui menteri kesehatan langsung bereaksi keras. Menteri yang terkenal bicara ceplas ceplos ini langsung menyerang peneliti IPB dengan mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan IPB tidak valid dan tidak bisa dipercaya. Sang menteri juga menuduh penelitian ini dibiayai pihak tertentu untuk menimbulkan keresahan di masyarakat.

BPOM selaku ‘anak buah’ dari menteri kesehatan segera mengamini apa yang dikatakan oleh Ibu Menkes. Mereka dengan agak sedikit terpaksa membentuk tim peneliti tandingan untuk meneliti ulang apa yang diteliti oleh IPB.

Bagi saya pribadi, apa yang dilakukan kedua lembaga intelektual ini tidak ada yang salah namun bukan berarti tindakan mereka bisa dikatakan 100% benar.

IPB sebagai institusi pendidikan sudah selayaknya melakukan penelitian terhadap semua bidang yang termasuk dalam lingkup keilmuan mereka, salah satunya adalah produk produk olahan pertanian dalam hal ini susu. Mereka pun berhak untuk mengumumkan hasil penelitian mereka itu ke publik agar penelitian tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. Sayangnya ada blunder yang mereka lakukan kali ini dengan mengumumkan juga efek atau akibat dari infeksi bakteri ES pada manusia. Seolah olah efek yang terjadi tersebut hasil dari penelitian yang mereka lakukan.

Untuk meneliti efek suatu kuman terhadap tubuh manusia tidak cukup hanya dengan menggunakan tikus seperti yang dilakukan IPB. Harus dilakukan penelitian langsung pada tubuh manusia karena secara fisiologis tubuh manusia berbeda dengan tikus. Tahapan tahapan penelitian pun sangat panjang dan berbelit, terlalu panjang untuk dijelaskan disini. Penelitian terhadap manusia sudah bukan menjadi tanggung jawab IPB tetapi sudah menjadi milik dari dunia kedokteran dalam hal ini Departemen Kesehatan.

Menteri kesehatan dan BPOM tidak semestinya terlalu reaktif mendengar press release yang dikeluarkan oleh IPB. Seandainya terdapat koordinasi yang bagus diantara kedua lembaga ini maka mereka sebenarnya bisa bekerjasama dalam melakukan penelitian.

IPB meneliti susu formula sampai menemukan bakteri berbahaya, Departemen Kesehatan/BPOM dapat melanjutkan penelitian tersebut mengenai efek dari bakteri yang ditemukan oleh IPB terhadap tubuh manusia.Ketika hasil akhir sudah diperoleh maka kedua lembaga ini dapat duduk bersama sama di depan wartawan untuk mengumumkannya kepada publik.

Bila langkah manis dan elegan itu ditempuh maka kepanikan para ibu yang mempunyai bayi seperti yang terjadi belakangan ini tidak akan terjadi.

Hikmah dari peristiwa ini adalah : ASI masih yang terbaik untuk bayi saudara.

Posted in Editorialwith 36 Comments →

5 Langkah Menyusui Yang Baik dan Benar07.13.07

Berhubung beberapa hari yang lalu saya telah membahas mengenai tanda tanda kehamilan, maka untuk kali ini saya akan melompat sedikit yaitu membahas tentang langkah langkah menyusui yang baik dan benar. Mengapa saya ambil topik ini, karena masih banyak saya temui ibu ibu yang tidak paham tentang cara menyusui yang baik dan benar sehingga manfaat dari ASI tidak sepenuhnya dirasakan oleh sang bayi. Berikut langkah langkah tersebut yang saya bagi menjadi 5 bagian :

1. Persiapan mental dan fisik. Ibu yang akan menyusui harus dalam keadaan tenang, tidak tergesa gesa atau takut dan malu payudaranya yang indah nongol ke permukaan. Tentu untuk memperoleh suasana ini, perlu dicari lokasi menyusui yang pas dan terjaga privasinya sehingga terhindar dari tontonan orang. Minum segelas air sebelum menyusui merupakan salah satu cara untuk membuat sang ibu merasa tenang. Hindari menyusui dalam keadaan haus dan lapar.

(more…)

Posted in Tips Kesehatanwith 45 Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom

  • rahasiakeperkasaan.com

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Terpopuler Hari Ini

  • Komentar Terakhir

  • Dukungan