Ketergantungan Seksual01.15.09

Mungkin kita sudah sering mendengar orang yang mengalami ketergantungan alkohol, rokok atau narkoba, lalu bagaimana dengan orang yang mengalami keterggantungan seksual atau sexual addiction?

Istilah ketergantungan seksual digunakan untuk menggambarkan mereka yang sangat terobsesi dengan seks dan kebutuhan seksualnya jauh diatas normal. Seks dan pikiran tentang seks selalu mendominasi pikiran mereka sehingga membuat mereka sulit untuk melakukan hubungan dengan seseorang secara sehat.

Para pemuja seks ini selalu membuat alasan yang membenarkan tindakan mereka dan menyalahkan orang lain atas keadaan tersebut. Mereka selalu menyangkal bila mereka sadang bermasalah dan berusaha mencarikan alasan tertentu untuk membenarkan apa yang mereka lakukan.

Ketergantungan seksual bukannya tanpa resiko. Orang yang mengalami ketergantungan ini akan melakukan aktifitas seksual yang menyimpang dari biasanya. Akibatnya sudah barang tentu akan terjadi hal hal yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Keadaan ini juga akan menganggu hubungan sosial yang bersangkutan baik di masyarakat maupun di tempatnya bekerja. Ketergantungan seksual akan menyebabkan seseorang mengalami cidera baik secara emosional maupun fisik.

Bagi beberapa orang, ketergantungan seksual dapat berbentuk eksibisionisme (menunjukan ketelanjangan di tempat umum) dan telepon cabul. Meskipun demikian, tidak semua aktifitas yang dilakukan oleh para pemuja seks sesuatu yang ilegal. Berikut beberapa gejala atau tanda orang yang mengalami ketergantungan seksual :

  • Keinginan yang berlebihan untuk melakukan masturbasi atau onani.
  • Hobi berselingkuh atau gonta ganti pasangan seks.
  • Hobi melakukan hubungan seks dengan banyak orang tanpa jelas asal usulnya.
  • Menggemari dan menikmati materi pornografi.
  • Melakukan hubungan seks dengan tidak aman.
  • Senang melakukan hubungan seks via telepon atau internet (Cybersex).
  • Suka mengencani PSK atau menjadi PSK karena keinginan sendiri.
  • Suka menunjukan ketelanjangan atau alat kelamin di depan umum.
  • Suka mengintip.
  • Suka menganggu seseorang secara seksual.
  • Suka melakukan pemaksaan dalam berhubungan seks.

Umumnya orang yang mengalami ketergantungan seksual tidak terlalu menikmati apa yang mereka lakukan dan tidak ada hubungan emosional dengan orang yang diajak berhubungan. Selanjutnya, keadaan ini akan menyebabkan orang tersebut merasa bersalah dan malu tetapi mereka tidak mampu untuk mengatasi ketergantungannya itu walau mereka tahu hal tersebut mengakibatkan sesuatu yang buruk secara finansial, kesehatan, sosial dan emosional.

Bagaimana mengobati orang yang mengalami ketergantungan seksual?

Sebagian besar penderita ketergantungan seksual akan menyangkal kalau mereka mengalami ketergantungan. Untuk mengobati ketergantungan sangat diperlukan peranan penderita dalam upaya mengatasi keterggantungannya itu. Jadi mereka harus mengakui dahulu jika mereka mengalami ketergantungan baru berusaha untuk mengobatinya.

Beberapa kasus menunjukan, akibat sosial seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, penjara, gangguan kesehatan akan menyadarkan seseorang yang mengalami ketergantungan akan masalahnya. Saat inilah mereka akan berusaha mencari solusi akan masalahnya tersebut.

Pengobatan ketergantungan seks difokuskan pada cara mengendalikan ketergantungan dengan membantu penderita melakukan kehidupan seksual yang sehat. Pengobatan termasuk pendidikan seks yang sehat, konseling personal dan rumah tangga. Pada beberapa kasus, obat yang digunakan untuk mengobati penyakit obsesif kompulsiv menunjukan hasil yang bagus untuk mengobati ketergantungan seksual seperti Prozac dan Anafranil.

Posted in Info Penyakitwith 29 Comments →

Kecanduan08.26.08

internet_addiction.jpg

Bila kita ngomongin masalah kecanduan maka yang ada dalam pikiran kita pasti berhubungan dengan obat dan alkohol, padahal faktanya orang bisa kecanduan apa saja. Bisa kecanduan kopi, cokelat, rokok dan lain sebagainya. Jangan khawatir bila anda sedang kecanduan sesuatu saat ini sebab jutaan orang di dunia ini mengalami nasib yang serupa dengan anda.

Asal anda tahu, kecanduan tidak hanya berhubungan dengan makanan atau zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Kebiasaan yang sifatnya kompulsiv atau berulang pun bisa dikategorikan kecanduan seperti berjudi, berbelanja, gonta ganti pasangan, internet dan bahkan ngeblog.

Yang menjadi masalah sebenarnya bukan pada jenis kecanduan tetapi bagaimana cara mengatasi kecanduan tersebut. Orang yang sudah kecanduan tidak akan mampu untuk mengontrol kadar kecanduannya sehingga mereka enggan untuk mengobatinya. Walaupun terkadang ada keinginan untuk terlepas dari kecanduan tetapi keinginan tersebut masih kalah kuat dengan dorongan untuk tetap kecanduan. Masalahnya bila seseorang sudah kecanduan maka tidak hanya orang tersebut yang menderita, keluarga dan lingkungannya juga ikut terbebani.

Jadi, apa sih kecanduan itu? Bagaimana mungkin seseorang bisa mengalami kecanduan sementara yang lain tidak? Jika kita rajin mengamati orang maka ada orang yang mampu mengontrol kebiasaannya sehingga tidak jatuh ke dalam jerat kecanduan, namun tidak sedikit pula yang gagal mempertahankan diri.

Perlu dicatat, kecanduan tidak mengenal statu sosial maupun pendidikan. Jadi jangan heran bila mendapati seorang professor yang kecanduan memacari mahasiswa cantik atau polisi yang kecanduan berjudi. Bahkan yang hangat akhir akhir ini adalah pejabat negara kita yang kecanduan menerima suap.

Penyebab kecanduan sendiri sudah diteliti oleh ahli kecanduan sejak beberapa tahun belakangan ini. Pada beberapa kasus, kecanduan disebabkan oleh status emosional seseorang yang dipengaruhi oleh zat yang dikonsumsi. Tubuh dan pikiran terpatri untuk merasakan dan menginginkan sesuatu serta berusaha untuk mempertahankannya.

Ada pula yang menyebutkan kalau kecanduan juga dipengaruhi oleh faktor resiko. Salah satu faktor resiko tersebut adalah keturunan. Walaupun demikian tidak serta merta kecanduan yang dialami oleh orang tua akan sama dengan anak anaknya kelak. Bisa saja orang tua yang kecanduan alkohol maka anaknya akan kecanduan judi.

Disamping keturunan, faktor keluarga juga sangat menentukan. Anak yang berasal dari keluarga berantakan maka kelak kemungkinan ia menjadi pecandu akan sangat besar.

Bagi para pecandu, sangatlah sulit untuk meraba raba apakah ia kecanduan atau tidak sebab setiap individu mempunyai gejala yang berbeda beda. Beberapa gejala kecanduan yang bisa dipegang antara lain :

  • Tidak mampu bertanggung jawab atas pekerjaan di rumah, sekolah atau kantor. Istilah kerennya cuek bebek. Mereka lebih mementingkan memperoleh apa yang diinginkannya daripada kehidupan sosial lainnya.
  • Terus menerus menggunakan zat atau melakukan kebiasaan tertentu walaupun sebenarnya hal itu berbahaya.
  • Selalu berusaha untuk meningkatkan kebiasaannya atau menngkonsumsi lebih banyak zat agar didapatkan kepuasan yang lebih besar.
  • Pernah mencoba untuk menghentikan kebiasaan atau konsumsi zat tersebut tetapi gagal.
  • Terus menerus menggunakan zat atau melakukan kebiasaan tersebut walaupun mereka telah menyadari bahwa kelakuan tersebut tidak baik untuk diri mereka dan keluarganya.

Jika 3 diantara kelima hal tersebut diatas ada pada diri anda atau orang yang anda cintai maka dapat dipastikan bahwa anda dan orang yang anda cintai tersebut mengalami kecanduan. Langkah ini merupakan langkah pertama mengobati kecanduan yakni mengetahui bahwa sesorang memang benar sedang kecanduan.

Tidak ada obat untuk kecanduan. Pengobatan dan konseling hanya akan mampu mengontrol kecanduan seseorang dan bukan mengobatinya. Proses ini dapat berlangsung berbulan bulan sampai dengan bertahun tahun terggantung dari kemamuan yang bersangkutan dan dorongan dari teman, keluarga dan lingkungan.

Hidup dengan seorang pecandu harus mempunyai komitmen yang tinggi. Pecandu yang sudah sembuh bisa kambuh lagi bila salah melangkah. Walaupun sudah 20 tahun nggak kambuh bukan berarti pecandu tersebut tidak akan kambuh jadi pertahankanlah kewaspadaan anda.

Jadi, apakah anda sedang kecanduan sesuatu saat ini?

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics