Archive for the ‘Info Penyakit’

Mencegah Computer Vision Syndrome(CVS)06.07.14

Adakah cara untuk mencegah terjadinya computer vision syndrome(CVS)?

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya computer vision syndrome(CVS):

  • Kurangi cahaya yang menyilaukan. Ubahlah cahaya yang ada di sekitar anda untuk mengurangi pantulan cahaya yang menyilaukan yang datang dari layar komputer. Jika anda bekerja di dekat jendela, aturlah letak layar monitor sedemikan rupa untuk mengurangi pantulan cahaya yang menyilaukan dari pantulan layar monitor. Meredupkan cahaya ruangan dapat membantu mengurangi pantulan cahaya dari layar monitor.
  • Mengatur ulang meja kerja. Menurut para ahli, posisi optimal layar komputer adalah berada di bawah mata artinya kepala tidak sejajar atau menengadah untuk melihat layar monitor. Jarak antara mata dan layar monitor diusahakan sekitar 40 – 50 cm. Taruhlah materi yang anda ketik tepat di sebelah layar komputer untuk mencegah anda berulang ulang memandang meja untuk melihat materi ketikan.
  • Istirahatkan mata anda. Pandanglah obyek yang jauh setiap 20 menit selama 20 detik untuk mengistirahatkan mata anda. Berkediplah sesering mungkin agar mata anda tidak kering dan selalu lembab.
  • Aturlah settingan komputer anda. Aturlah kecerahan layar sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kenyamanan mata anda.
  • Pilih layar komputer yang sesuai. Gunakan layar komputer yang nyaman di mata dan mampu memberikan kenyamanan pada mata. Layar komputer yang baik adalah yang rendah emisi cahaya birunya, dan bebas kedip atau flicker, hal ini tentu saja untuk mengurangi kelelahan pada mata yang berimbas pada terjadinya computer vision syndrome(CVS).
  • Kunjungilah dokter. Cobalah untuk berkonsultasi ke dokter bila anda merasa ada gangguan pada mata setelah bekerja lama di depan komputer. Anda mungkin saja memerlukan kaca mata untuk mengatasi masalah penglihatan saat bekerja di depan komputer.

Dibaca sebanyak 2850 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Mengenal Gejala Computer Vision Syndrome (CVS)06.06.14

Bila pada tulisan sebelumnya saya memperkenalkan apa itu computer vision syndrome (CVS), kali ini saya akan mengenalkan beberapa gejala yang muncul pada CVS.

Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan computer vision syndrome (CVS) dapat menyebabkan kerusakan mata jangka panjang seperti katarak, namun kondisi ini menimbulkan kelelahan pada mata dan ketidaknyamanan. Tentu saja, ketidaknyamanan yang disebabkan oleh CVS dapat menganggu aktivitas pekerjaan yang berujung pada menurunnya produktifitas.

Beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami computer vision syndrome (CVS) antara lain:

  • Mata kabur.
  • Penglihatan ganda.
  • Mata terasa kering dan kemerahan.
  • Iritasi pada mata.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri pada leher dan punggung.

Bila gejala gejala tersebut tidak segera diatasi maka tentu saja akan sangat menganggu pekerjaan.

Dibaca sebanyak 3493 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Mengenal Computer Vision Syndrome06.05.14

Memandang monitor komputer berjam jam merupakan bagian dari pola hidup modern saat ini. Mata adalah organ tubuh yang paling berperanan dalam pola hidup modern tersebut sehingga mata menjadi mudah lelah dan tegang.

Computer vision syndrome (CVS) adalah masalah mata dapat ditimbulkan oleh penggunaan komputer. CVS bukanlah satu masalah mata yang spesifik tetapi merupakan kumpulan gejala nyeri dan kelelahan pada mata yang dialami oleh pengguna komputer.

Menurut riset, masalah mata yang disebabkan oleh penggunaan komputer relatif banyak terjadi. Sekitar 50% sampai 90% mereka yang bekerja di depan komputer mengalami sedikitnya satu gejala yang berhubungan dengan mata.

Computer vision syndrome (CVS) tidak hanya dialami oleh orang dewasa tetapi juga anak anak yang setiap hari bermain video game portabel dan belajar menggunakan komputer di sekolah. CVS terutama terjadi bila cahaya ruangan, posisi komputer dan layar komputer yang digunakan tidak ideal.

Bagaimana Layar Komputer Berpengaruh Pada Mata?

Computer vision syndrome (CVS) mirip dengan carpal tunnel syndrome dan beberapa gejala penyakit yang disebabkan oleh cidera berulang yang terjadi saat bekerja. Kondisi ini terjadi saat kita melakukan gerakan yang sama secara berulang ulang. Seperti penyakit yang terjadi karena cidera berulang yang lain, computer vision syndrome (CVS) juga akan makin memburuk bila kondisi ini berlangsung lama.

Monitor Komputer juga memancarkan cahaya / emisi biru yang sama halnya dengan sinar UV pada matahari,
Warna / sinar tersebut adalah yang paling berbahaya untuk bisa menembus sampai retina dan merusak mata daripada warna/cahaya yang lain.  Tapi Penelitian menemukan fakta bahwa warna biru yang umumnya dihasilkan layar display seperti hp, tab, dan monitor  menjadi sumber kerusakan mata terbesar! yang sangat mungkin menyebabkan gangguan tidur, sakit kepala, mata lelah, beair, bahkan kerusakan mata permanen, khususnya CVS itu sendiri.

Bekerja di depan komputer memerlukan mata yang selalu fokus sehingga kita bisa melihat obyek di layar komputer dengan jelas. Saat bekerja kita juga kadang menoleh kertas sebelum kembali mengetik di layar komputer. Kondisi ini membuat mata selalu berupaya untuk mengubah ubah akomodasi mata sehingga kita selalu dapat melihat dengan jelas.

Kondisi ini membutuhkan kerja keras otot otot mata. Bekerja di depan komputer memberikan tantangan yang lebih besar bagi mata dibandingkan dengan membaca buku karena layar komputer sangat berbeda dengan kertas. Untuk menampilkan obyek, layar komputer memerlukan pengaturan kontras, flicker (kedip) dan pancaran cahaya. Masalah mata yang terjadi karena penggunaan komputer terutama terjadi pada mereka sudah memiliki masalah pada mata, seperti rabun jauh atau astigmatisme. Masalah mata juga terjadi pada mereka yang berkacamata tetapi tidak menggunakan kacamata saat berada di depan komputer.

Bekerja di depan komputer akan makin sulit seiring dengan meningkatnya usia. Hal ini karena lensa mata semakin berkurang elastisitasnya. Kemampuan untuk fokus pada benda dekat dan jauh akan makin berkurang begitu memasuki usia 40 tahun. Konsisi ini disebut presbiopia. Dibaca sebanyak 3107 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Mengenal Lebih Dalam Tentang Diabetes05.31.14

Menurut Kementrian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia yang berusia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap Diabetes sebanyak 6,9%.

Prevalensi Diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah:

  • Yogyakarta (2,6%)
  • DKI Jakarta (2,5%)
  • Sulawesi Utara (2,4%)
  • Kalimantan Timur (2,3%)

Wanita di perkotaan dengan pendidikan tinggi mempunyai prevalensi Diabetes yang cenderung lebih tinggi dibandingkan laki – laki.

Kelompok umur yang paling banyak mengidap Diabetes adalah 45 – 52 tahun dengan resiko Diabetes yang meningkat seiring penambahan usia. Terutama pada usia diatas 40 tahun. Peningkatan resiko ini dikarenakan terjadi intoleransi glukosa.

Ada beberapa tipe Diabetes:

  1. Diabetes Mellitus tipe I: Diabetes yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh penderita sehingga menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Kerusakan ini menyebabkan penurunan jumlah produksi insulin yang berperan sebagai kunci untuk membuka pintu sel tubuh supaya glukosa bisa masuk. Penderita Diabetes Tipe 1 ini dikenal sebagai Diabetes yang tergantung pada suntikan insulin, dan biasanya muncul pada usia anak – anak.
  2. Diabetes Mellitus tipe II: Diabetes yang terjadi akibat kerusakan pintu sel tubuh sehingga tidak mau terbuka (resistensi insulin). Akibatnya sel tubuh kelaparan dan kadar gula darah meningkat dikarenakan penumpukan glukosa darah. Diabetes tipe ini mulanya diatasi dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik. Apabila glukosa darah masih belum terkendali, maka perlu ditambahkan dengan obat diabetes jenis tablet (obat hipoglikemik oral).
  3. Diabetes Mellitus tipe III atau MRDM (Malnutrition related Diabetes Mellitus): Diabetes tipe ini berkaitan dengan radang pankreas (pankreatitis), kelainan hormonal, atau obat – obatan. Diabetes tipe ini diawali dengan kondisi kekurangan gizi (malnutrisi).
  4. Diabetes Mellitus tipe IV (Diabetes pada kehamilan atau Gestasional Diabetes Mellitus): Diabetes yang timbul pada saat kehamilan, yang dikenal sebagai Diabetes Gestasional. Penyebabnya adalah berkurangnya fungsi tubuh selama kehamilan dalam menghadapi naiknya kadar gula darah.
  5. Diabetes tipe lain: Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya, misalnya kerusakan hati (sirosis hepatik).

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) tahun 2011, berdasarkan studi epidemiologi terbaru, Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2.

Diperkirakan hanya sekitar 50% penyandang diabetes yang sudah terdiagnosa di Indonesia. Dari yang terdiagnosa tersebut, hanya dua per tiga saja yang mendapatkan pengobatan.

4 Sehat 5 Teratur

Terapi Diabetes bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah. Dengan demikian akan mengurangi terjadinya komplikasi.

Tips pengelolaan Diabetes dapat dilakukan dengan cara 4 sehat 5 teratur yaitu:

  1. Edukasi Diabetes: rajin mencari informasi atau mengikuti perkembangan mengenai Diabetes sehingga dapat memahami seluk beluk Diabetes beserta cara pengendaliannya
  2. Aktivitas fisik: latihan aktivitas fisik atau olah raga dapat dilakukan selama 3 – 4 kali seminggu selama 30 menit untuk mendapatkan hasil maksimal sehingga gula dalam darah dapat terus digunakan dengan baik melalui latihan fisik
  3. Pengaturan pola makan: penderita Diabetes perlu menjaga pola makan rendah gula dan tinggi serat untuk menjaga gula darah seimbang. Jumlah kalori dibatasi dengan perbandingan 25 kalori x berat badan untuk wanita dan 30 kalori x berat badan untuk laki – laki. Jadwal pengaturan pola makan dibagi menjadi enam kali yang terdiri dari tiga kali makanan utama dan tiga kali makanan ringan.
  4. Terapi obat atau insulin: setelah pengaturan pola makan dan aktivitas fisik telah dilakukan, asupan terapi obat akan dianjurkan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan penderita Diabetes yaitu obat oral atau insulin.
  5. Swa-monitoring glukosa darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG): pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu

Swa-Monitoring Glukosa Darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG)

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, SMBG disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun yang belum menggunakan. Dengan melakukan SMBG, penderita diabetes dapat memantau kadar gula darah secara optimal dan hemat biaya.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG:

  • SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi.
  • SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa.
  • SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien.
  • Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
  • Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG.
  • Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu:

  • 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita Diabetes
  • Dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur. Tujuan SMBG terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.
  • Target hasil tes gula darah:

         § Gula darah puasa / sebelum makan à Dibawah 100 mg/dL

         § Gula darah setelah makan à Dibawah 140 mg/dL

Komplikasi Diabetes Melitus

Berbeda dengan penyakit lainnya, awalnya penderita diabetes tidak merasakan gejala gangguan penyakitnya. Namun setelah lebih dari 10 tahun, jika kadar gula darahnya tidak dikendalikan, akan timbul komplikasi yang berbahaya.

Diabetes Mellitus dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi yaitu komplikasi akut (komplikasi yang terjadi secara mendadak) dan komplikasi kronis (komplikasi yang terjadi secara menahun).

Komplikasi akut:

  • Hipoglikemia: menurunnya kadar gula darah menjadi < 60 mg/dL
  • Keto Asidosis Diabetika (KAD): Lemak dipecah menjadi energi dan limbah racun (Keton) karena gula darah terlalu tinggi (>300 mg/dL)
  • Koma Lakto Asidosis: penurunan kesadaran hipoksia (yang ditimbulkan oleh hiperlaktatemia (tingkat asam laktik yang tinggi dalam darah).
  • Koma Hiperosmolar Non Ketotik: Diabetes Mellitus dengan asidosis metabolic yang menyebabkan penurunan kesadaran hipoksia

Komplikasi kronis: biasanya terjadi pada penderita Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dalam jangka waktu kurang lebih 10 tahun.

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan pembuluh darah serta syaraf yang terkena yaitu:

  • Makroangiopati: komplikasi pembuluh darah besar (pembuluh darah jantung atau jantung koroner, pembuluh darah otak atau stroke, pembuluh darah tepi atau peripheral artert disease)
  • Mikroangiopati: komplikasi pembuluh darah kecil yaitu (retionopati diabetika atau retina mata, dan nefropati diabetika atau ginjal)
  • Neuropati: komplikasi saraf tepi yaitu terasa tebal atau terbakar atau bergetar pada kaki atau tangan

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan organ yaitu:

  • Mata: lensa cembung (myopia reversible, katarak irreversible), glaukoma, pendarahan corpus vitreus, retinopati Diabetes mellitus, dan nerve centralis
  • Hidung: penciuman menurun
  • Mulut: mulut kering, ludah kental, lidah tebal, ginggiva berwarna merah tua
  • Jantung: penyakit jantung koroner
  • Paru – paru: Tuberculosis (TBC)
  • Saluran cerna
  • Ginjal dan saluran kencing: infeksi saluran kencing dan disfungsi ereksi
  • Saraf
  • Sendi: polyarthritis.
  • Kaki diabetika: kombinasi makroangiopati, mikroangiopati, neuropati, dan infeksi pada kaki.

Dibaca sebanyak 2185 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Secuil Tentang MERS05.20.14

Dibaca sebanyak 1552 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Gonorrhea (GO)10.29.13

Gonorrhea atau lebih dikenal dengan istilah GO adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual atau hubungan seksual. Gonorrhea termasuk salah satu penyakit menular seksual yang sangat tua umurnya dan disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Pria yang menderita gonorrhea akan mengeluarkan cairan kuning atau nanah dari saluran kencing disertai dengan rasa gatal dan panas. Karena mengeluarkan nanah ini pula maka penyakit ini kerap disebut dengan istilah kencing nanah. Berbeda dengan pria, pada wanita gonorrhea umumnya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Kalaupun gonorrhea menimbulkan gejala pada wanita maka yang dirasakan hanya berupa rasa sakit saat buang air kecil atau frekuensi buang air kecil yang meningkat. Kadang pada wanita juga dapat timbul keputihan dan bengkak pada alat kelamin tetapi gejala ini sangat jarang.

Jika tidak diobati dengan baik, gonorrhea dapat menyebabkan infeksi berat pada panggul dan bahkan kemandulan. Komplikasi yang dapat terjadi kemudian antara lain radang pada katup jantung, radang sendi dan infeksi pada mata. Gonorrhea juga dapat menyebabkan infeksi mata pada bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita gonorrhea.

Penyakit gonorrhea dapat diobati dengan menggunakan antibiotika. Dibaca sebanyak 2219 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Mari Mengenal Amnesia08.08.13

Menyimpan memori atau ingatan adalah salah satu tugas penting dari otak manusia. Disamping untuk mengingat hal hal yang terjadi di masa lampau, fungsi penyimpanan memori otak juga sangat vital dalam proses belajar. Segala sesuatu yang kamu pelajari sejak lahir, pengalaman selama hidup dan persiapan menghadapi masa depan, tidak terlepas dari fungsi ini. Itu sebabnya otak manusia terdiri dari milyaran sel saraf dan zat kimia yang bertugas mengatur tugas rumit itu. Sayangnya, banyak fungsi otak yang masih menjadi misteri dan belum terpecahkan sampai kini oleh para ahli.

Penyebab amnesia

Amnesia adalah hilangnya memori yang disebabkan oleh cidera atau penyakit yang mengenai bagian otak yang bertugas membentuk memori. Memukul kepala, jatuh dari sepeda atau sepeda motor, menderita stroke atau perdarahan otak merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan amnesia.

Saat kita berpikir tentang amnesia maka sering dihubungkan dengan hilangnya ingatan secara total, tapi kenyataannya, amnesia (bisa terjadi permanen atau sementara), dibagi menjadi beberapa jenis yang bisa dialami di saat yang berbeda.

Amnesia retrograde

Amnesia retrograde adalah hilangnya ingatan atau bagian dari ingatan sebelum waktu tertentu. Amnesia jenis ini umumnya berhubungan dengan gegar otak atau kondisi akut seperti stroke atau perdarahan otak, yang mana penderitanya tidak bisa mengingat hal hal yang terjadi sebelum terjadinya kecelakaan. Berdasarkan penyebab dan beratnya cidera, amnesia retrograde tidak mampu mengingat hal hal yang menyebabkan terjadinya kecelakaan atau informasi lainnya jauh sebelum terjadinya kecelakaan.

Amnesia anterograde

Jenis amnesia ini tidak benar benar kehilangan ingatan tetapi penderitanya tidak mampu membentuk ingatan baru. Misalnya, seseorang mampu mengingat hal hal di masa lampau tetapi tidak mampu mengingat hal hal yang terjadi setelah kecelakaan walau hal tersebut sering dilakukan.

Amnesia dissosiasi

Amnesia jenis ini sangat berbeda dengan dua amnesia sebelumnya dan jarang disebabkan oleh cidera fisik atau penyakit. Amnesia dissosiasi merupakan fenomena psikologi dimana memori dibentuk, tetapi tidak mampu untuk diingat kembali. Jenis amnesia ini berhubungan dengan pengalaman traumatik misalnya karena disiksa atau mengalami pelecehan seksual, menyaksikan kejadian yang sadis, dan lain lain.

Penanganan amnesia

Penanganan atau pengobatan amnesia sering berupa terapi kognitif meskipun keberhasilan terapi sangat tergantung dari beratnya penyebab amnesianya. Karena sel saraf otak tidak memiliki kemampuan memulihkan diri dengan baik, amnesia yang disebabkan oleh cidera permanen atau gangguan degeneratif akan sangat sulit untuk diobati. Namun, untuk sel saraf yang rusaknya tidak permanen, kemungkinan pemulihan daya ingat masih membuahkan hasil yang memuaskan.

Dibaca sebanyak 2770 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Inilah Penyebab Anak Susah Tidur04.18.13

Tahu nggak? Insomnia tidak hanya kerap melanda orang dewasa, anak anak pun bisa mengalami masalah saat tidur di malam hari. Tentu saja kekurangan tidur pada anak anak memberi dampak yang tidak baik terhadap kemampuan belajar di sekolah keesokan harinya.

Untuk bisa mengatasi masalah tidur pada anak anak, perlu dicari apa kira kira yang menjadi penyebab mereka susah tidur. Berikut beberapa hal yang mungkin dapat menyebabkan anak anak sulit memejamkan mata:

  • Takut gelap atau mereka ketakutan dengan suasana kamar yang terlalu gelap.
  • Mengalami mimpi buruk atau mimpi menyeramkan.
  • Merasa tertekan/stress atau cemas terhadap kegiatan di sekolah atau di rumah.
  • Mengalami perubahan kondisi kehidupan yang besar seperti orang tua yang bercerai, pindah rumah atau ada kematian pada anggota keluarga yang lain.
  • Tidak nyaman saat tidur misalnya suhu kamar yang terlalu panas/dingin, sedang lapar atau tempat tidur yang berantakan.

Dengan mengetahui kemungkinan penyebab susah tidur pada anak maka bisa diusahakan atau dicarikan solusi untuk mengatasi susah tidur pada anak berdasarkan penyebab tersebut.

Dibaca sebanyak 3097 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Kurang Tidur Tidak Baik Buat Jantung04.06.13

Kurang tidur tidak baik untuk tubuh termasuk jantung. Ini alasannya.

  • Kurang tidur dapat meningkatkan kemungkinan anda mengalami stress.
  • Kurang tidur meningkatkan rasa lapar yang berujung pada kegemukan.
  • Kurang tidur dapat meningkatkan risiko stroke, sebagai salah satu akibat dari sleep apnea.
  • Kurang tidur dapat meningkatkan risiko sakit jantung, yg juga disebabkan oleh karena sleep apnea.
  • Kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung dan mengacaukan irama jantung.

Bagaimana? Masih berminat untuk kurang tidur?

Dibaca sebanyak 3447 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Mengenal Lobektomi02.26.13

Apa itu Lobektomi?

Lobektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengambil atau mengangkat salah satu lobus dari suatu organ. Bila lobus yang diangkat adalah lobus paru paru maka disebut lobektomi pulmoner. Prosedur ini dilakukan saat ditemukan adanya kelainan pada bagian tertentu dari paru paru. Bila kelainan itu hanya mengenai satu lobus maka dapat dilakukan lobektomi sementara jaringan paru lainnya yang masih sehat tetap berfungsi secara normal. Lobektomi umumnya dilakukan bersamaan dengan operasi thorakotomi (pembedahan pada rongga dada).

Mengapa perlu dilakukan Lobektomi?

Lobektomi dilakukan bila ditemukan adanya kelainan pada satu lobus paru paru. Sebagaimana diketahui, paru paru terdiri dari lima lobus yakni 3 lobus di paru paru kanan dan dua lobus di paru paru kiri. Bila salah satu lobus ini mengalami kelainan dan memungkinkan dilakukan pengangkatan maka akan dilakukan lobektomi.

Tujuan lobektomi selain menyingkirkan lobus paru paru yang rusak adalah untuk mencegah penyebaran infeksi atau tumor dari lobus yang mengalami kelainan ke lobus paru paru yang masih sehat.

Lobektomi pada paru paru umumnya dilakukan pada penyakit:

  • Tuberculosis (TB) paru.
  • Abses paru.
  • Emphysema.
  • Tumor jinak paru paru.
  • Kanker paru paru.
  • Infeksi jamur.

Dibaca sebanyak 2072 kali. Terima kasih.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Ngeblog dan Berteman.
  • Klik VSI Yusuf Mansur

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online

  • Pengunjung

    web counter

    Klik Untuk Statistik

  • Umur Blog

    Blog ini telah online sejak 7 tahun, 4 bulan dan 27 hari yang lalu.