Archive for the ‘Info Penyakit’

Siapa Saja Penderita Disfungsi Ereksi?02.07.12

Risiko menderita disfungsi ereksi meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia. Antara 15 sampai 25% pria yang berusia diatas 65 tahun mengalami masalah ini. Pada pria usia lanjut, disfungsi ereksi sering disebabkan oleh masalah fisik seperti efek samping obat, penyakit dan cidera. Segala hal yang dapat merusak sistem saraf dan menganggu aliran darah ke penis dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Inilah beberapa hal yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, diabetes, tekanan darah tinggi, atherosklerosis (kekakuan pembuluh darah arteri), operasi prostat, gangguan keseimbangan hormon, penyalahgunaan obat obatan dan alkohol.

Dan yang pasti disfungsi ereksi juga disebabkan oleh faktor emosi. Pada saat seorang pria mengalami masalah dengan pasangan seksualnya, pria tersebut berisiko menderita disfungsi ereksi. Berikut beberapa masalah psikis yang dapat menyebabkan gangguan disfungsi ereksi, kecemasan, stress, depresi, merasa tidak tertarik lagi dengan pasangan seksualnya.

Jika seseorang mengalami masalah pada ereksi, pertolongan dokter harus segera dilakukan untuk mencegah semakin parahnya gangguan dan berkembangnya masalah sehingga menganggu kehidupan suami istri.

Memonitor ereksi saat tidur bisa dilakukan untuk membantu diagnosis. Pria yang sehat akan mengalami ereksi yang tidak disadari saat tidur. Jika ereksi tidak terjadi saat tidur maka kemungkinan penyebab gangguan ereksi adalah karena masalah fisik. Pemeriksaan ini memang tidak bisa memastikan gangguan yang terjadi dan masih memerlukan pemeriksaan lanjutan yang lebih lengkap.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Gejala Endometriosis10.15.11

Endometriosis terjadi ketika jaringan bagian dalam rahim atau endometrium tumbuh di luar rahim. Umumnya jaringan endometrium pada endometriosis tumbuh pada ovarium atau saluran tuba fallopi.

Berikut beberapa gejala atau ciri ciri endometriosis:

  • Nyeri pada perut, pinggang bawah atau pelvis saat menstruasi atau sebelum menstruasi.
  • Perdarahan atau ngeflek diantara waktu haid.
  • Nyeri pada usus, kembung, sembelit atau diare.
  • Nyeri saat atau setelah berhubungan intim.
  • Nyeri saat pergerakan usus atau saat buang air besar.
  • Tidak subur atau infertil.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Pria10.12.11

Meskipun kanker payudara kerap terjadi pada wanita, pria pun tidak luput dari penyakit yang mematikan ini.

Berikut beberapa faktor risiko kanker payudara pada pria:

  • Berumur antara 60 sampai 70 tahun.
  • Pernah terpapar radiasi.
  • Pernah didiagnosa suatu penyakit yang meningkatkan kadar estrogen pada darah seperti penyakit sirosis pada hati.
  • Memiliki keluarga yang menderita kanker payudara, khususnya yang disebabkan oleh mutasi gen BRCA2.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Gigitan Manusia09.13.11

Seperti namanya, gigitan manusia terjadi saat seseorang menggigit orang lain baik disengaja maupun tidak. Secara tidak sengaja contohnya saat gigi seseorang membentur kulit atau tubuh orang lain sehingga menimbulkan luka.

Gejala

Gigitan dapat menimbulkan gejala dari yang ringan sampai berat:

  • Luka pada kulit tanpa perdarahan.
  • Luka tusuk.
  • Luka besar dan parah.
  • Luka robek.

Pengobatan

  1. Tenangkan korban lalu cuci tangan dengan sabun.
  2. Jika tidak ada perdarahan yang berat, cucilah luka dengan sabun yang lembut di bawah air mengalir selama 3 sampai 5 menit lalu tutup luka dengan pembalut yang bersih.
  3. Bila terjadi perdarahan hebat, tekanlah daerah luka dengan kain yang bersih sampai perdarahan berhenti. Tinggikan daerah luka.
  4. Bila diperlukan, segera ke dokter.

Pencegahan

  • Ajari anak anak untuk tidak saling menggigit.
  • Jangan menaruh tangan di dekat mulut seseorang yang sedang kejang.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Mengenal Gejala Asma Pada Anak09.09.11

Asma dapat dialami oleh anak anak pada segala usia namun gejala yang timbul umumnya dimulai sejak umur 5 tahun.

Berikut beberapa tanda dan gejala yang patut diwaspadai sebagai gejala asma pada anak:

  • Sering batuk yang terjadi saat bermain, tertawa atau di malam hari.
  • Sering kelelahan saat bermain.
  • Bernafas cepat, pendek dan berbunyi.
  • Perasaan tidak nyaman pada daerah dada.
  • Sering merasa tegang pada otot otot leher dan dada.
  • Sering merasa lelah.

Pernahkah anak anda mengalami hal ini?

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

Glaukoma09.05.11

Glaukoma merupakan istilah untuk menggambarkan sekelompok gangguan pada mata yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada sel sel saraf optik mata. Saraf optik bertugas menghantarkan informasi visual dari mata ke otak.

Pada banyak kasus, kerusakan saraf optik mata disebabkan oleh karena peningkatan tekanan di dalam bola mata atau terkanan intra okuler (TIO).

Penyebab dan Faktor Risiko

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Glaukoma dibagi menjadi empat jenis utama yakni :

  • Glaukoma sudut terbuka (Open-angle (chronic) glaucoma).
  • Glaukoma sudut tertutup (Angel-closure (acute) glaucoma).
  • Glaukoma kongenital.
  • Glaukoma sekunder.

Bagian depan bola mata dipenuhi oleh cairan bening yang disebut humor aqueous. Cairan ini diproduksi di bagian belakang bola mata. Secara normal, cairan ini akan keluar dari mata melalui saluran yang disebut sudut bilik depan.

Segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan di saluran pengeluaran cairan bola mata akan meningkatkan tekanan pada bola mata. Tekanan pada bola mata disebut dengan tekanan intra okuler atau TIO. Sebagian besar glaukoma disebabkan oleh peningkatan tekanan pada bola mata yang menyebabkan kerusakan pada serat serat saraf optik.

Glaukoma sudut terbuka atau Open-angle (chronic) glaucoma adalah jenis glaukoma yang paling banyak ditemukan. Penyebab glaukoma tipe ini masih belum diketahui. Peningkatan tekanan bola mata berlangsung pelan pelan. Glaukoma sudut terbuka biasanya diturunkan dari orang tua ke anak anak mereka.

Glaukoma sudut tertutup terjadi ketika saluran keluar cairan bola mata tiba tiba tertutup. Perjalanan penyakitnya cepat, berat dan sangat nyeri. Glaukoma tipe ini merupakan suatu kondisi darurat akibat rasa sakit yang ditimbulkan.

Glaukoma kongenital atau glaukoma bawaan terjadi pada bayi yang baru lahir. Penyebabnya karena gangguan pembentukan saluran pengeluaran cairan bola mata pada janin di dalam kandungan.

Glaukoma sekunder disebabkan oleh obat obatan seperti kortikosteroir, penyakit mata seperti uveitis dan penyakit sistemik lainnya.

Gejala

Glaukoma sudut terbuka

Penderita glaukoma sudut terbuka umumnya tidak merasakan gejala apa apa, mereka hanya mengalami penurunan tajam penglihatan terutama di bagian sisi luar lapang pandang (tunnel vision).

Glaukoma sudut tertutup

Gejala dapat datang dan pergi begitu saja atau semakin memburuk.

  • Nyeri tiba tiba dan berat pada salah satu mata.
  • Penurunan penglihatan atau penglihatan berkabut.
  • Mual dan muntah.
  • Melihat bayangan pelangi di sekitar cahaya.
  • Mata merah.
  • Mata terasa bengkak.

Glaukoma kongenital

Gejala baru bisa ditemukan setelah bayi berumur beberapa bulan.

  • Adanya bayangan berkabut di depan mata.
  • Pembesaran pada salah satu atau kedua bola mata.
  • Mata merah.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Keluar air mata.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan oleh dokter perlu dilakukan untuk menegakan diagnosa glaukoma. Dokter akan melihat ke dalam bola mata melalui pupil yang telah dilebarkan. Pemeriksaan tekanan bola mata (tonometri) belum bisa digunakan patokan pasti diagnosa glaukoma sebab 25% penderita glaukoma memiliki tekanan bola mata yang normal. Kondisi ini disebut glaukoma tensi normal.

Berikut beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk mendiagnosa glaukoma:

  • Gonioskopi (menggunakan lensa khusus untuk melihat saluran cairan bola mata.
  • Tonometri untuk mengetahui tekanan bola mata.
  • Pencitraan saraf optik.
  • Respon refleks pupil.
  • Pemeriksaan retina.
  • Pemeriksaan slit lamp.
  • Pemeriksaan lapang pandang.
  • Pemeriksaan tajam penglihatan.

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan adalah menurunkan tekanan bola mata. Pemilihan metode dengan operasi atau obat obatan terggantung jenis atau macam glaukoma.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah terjadinya glaukoma sudut terbuka, yang bisa dilakukan hanya mencegah makin memburuknya kehilangan penglihatan. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat adalah kunci utama untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma.

Posted in Info Penyakitwith 1 Comment →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics