Search Results

Gula dan Tubuh

Posted in Tips Kesehatan on Sep 19, 2014 with No Comments →

Ada yang hidupnya gak bisa lepas dari gula? Gula dan pemanis itu bikin ketagihan loh dan ini gak baik untuk tubuh. Bila saat ini kamu memiliki kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan maka kamu harus segera mengubah kebiasaan itu.

Mengapa kita harus mengurangi konsumsi gula? Karena gula membuatmu gemuk. Gula dapat menyebabkan kamu mudah merasa gelisah. Gula dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes, ginjal dan jantung. Gula juga menekan fungsi sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kulitmu mudah berkeriput.

Ketagihan dan keasyikan mengonsumsi gula membuat tubuhmu kekurangan zat gizi penting lainnya sehingga kadang butuh tambahan suplemen. Kekurangan gizi karena mengonsumsi gula tentu gak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.

Melihat demikian besarnya dampak buruk gula yang dikonsumsi secara berlebihan bagi tubuh maka sudah saatnya kamu mulai mengurangi konsumsi gula. Caranya?

  • Pilihlah buah buahan yang segar dan hindari mengonsumsi buah yang dikeringkan yang telah ditambah dengan gula.
  • Pastikan tubuhmu mengonsumsi cairang yang cukup.
  • Jangan pernah melupakan makan karena keasyikan mengonsumsi makanan yang bergula dan mengonsumsi makanan yang sehat juga berguna untuk mengurangi masuknya gula ke dalam tubuhmu.
  • Hindari menyimpan manisan atau gula gula di dalam lemari makanan. Godaan mengonsumsi gula gula tersebut dapat dihindari.
  • Jika mulai timbul godaan mengonsumsi yang manis manis, cobalah alihkan dengan berjalan kaki.

Dibaca sebanyak 3219 kali. Terima kasih.

Belajar Mengurangi Konsumsi Gula

Posted in Info Kesehatan on Aug 18, 2010 with No Comments →

Gula rasanya manis dan gula ditambahkan dalam makanan tentu agar makanan yang kita makan terasa manis. Tahukah anda bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan?

Disamping mampu meningkatkan berat badan secara cepat, konsumsi gula yang berlebihan dalam jangka panjang juga merupakan faktor pencetus terjadinya penyakit diabetes melitus atau kencing manis.

Lalu, bagaimana caranya mengurangi konsumsi gula dalam diet sehari hari?

  1. Kurangi konsumsi permen, makanan penutup dan berbagai makanan manis lainnya.
  2. Ingat selalu untuk mengkonsumsi makanan yang segar seperti buah buahan, sayur mayur, biji bijian dan berbagi macam sumber protein yang lain.
  3. Pilihlah air putih bila anda ingin minum, hindari minuman dengan pemanis.
  4. Sedapat mungkin menghindari makanan olahan.
  5. Untuk konsumsi makanan sehari hari, pilihlah menu makanan yang sedikit mengandung gula.
  6. Pilihlah pemanis rendah kalori daripada gula.

Dibaca sebanyak 2001 kali. Terima kasih.

Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Ginjal

Posted in Tips Kesehatan on Sep 27, 2014 with No Comments →

Apakah manusia bisa hidup tanpa ginjal? Ginjal memang ukurannya kecil, hanya sebesar kepalan tangan anak balita. Namun, fungsi ginjal sangat vital bagi kehidupan manusia. Ginjal berfungsi memisahkan racun dari darah untuk kemudian dibuang melalui urin.

Seseorang yang ginjalnya tidak berfungsi berarti mengidap gagal ginjal. Ketika ginjal seseorang tidak berfungsi, maka kotoran tidak bisa dikeluarkan dalam darah dan menjadi racun untuk tubuh.

Orang yang sudah terkena gagal ginjal harus melakukan cuci darah. Proses ini adalah proses menggantikan fungsi ginjal dengan mesin. Mesin akan memisahkan kotoran dari darah kemudian darah dimasukan lagi ke dalam tubuh.

Jika ingin ginjalnya berfungsi kembali, orang yang telah mengalami gagal ginjal harus melakukan transplantasi ginjal. Hal ini mungkin, namun sulitnya menemukan orang yang mau mendonorkan ginjal adalah kendala.

Sebelum terlambat, kesehatan ginjal harus dijaga dengan baik. Inilah beberapa tips sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal :

Kontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan masalah bagi ginjal. Kita bisa bayangkan, ginjal yang biasa menyaring darah akan sangat kerepotan jika tiba-tiba tekanan laju darah meningkat dari biasanya.

Minum air putih secukupnya

Masalah kekurangan minum juga bisa menjadi pemicu masalah ginjal. Minumlah air sesuai kebutuhan tubuh, yakni 8 gelas setiap harinya.

Tidak merokok

Rokok mengandung banyak sekali racun yang bisa merusak organ-organ tubuh, salah satunya ginjal. Menghindari rokok adalah salah satu langkah bijak untuk menjaga kesehatan ginjal.

Menjaga konsentrasi gula darah normal (penderita diabetes)

Masalah ginjal adalah salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes. Supaya tidak terjadi komplikasi, penderita diabetes harus menjaga gula darahnya tetap normal.

Hindari stress

Stress ini ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi. Ketika kita stress, maka detak jantung bisa tak beraturan dan tekanan darah bisa naik.

Rajin berolahraga

Aktifitas fisik merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga organ-organ tubuh, salah satunya adalah ginjal. Jika memang belum kuat, lakukan aktifitas ringan seperti jalan kaki atau lari-lari kecil.

Batasi penggunaan obat anti nyeri

Obat anti nyeri mempunyai efek langsung merusak ginjal. Sebisa mungkin, batasi penggunaan obat anti nyeri ini.

Di dalam tubuh, organ tubuh vital tidak hanya ginjal. Organ-organ lainnya pun harus dijaga sebaik mungkin. Pada kesempatan lain akan dibahas tentang menjaga kesehatan organ tubuh lainnya. Tips ini dipersembahkan oleh SehatFresh.com. Semoga bermanfaat.

Dibaca sebanyak 2951 kali. Terima kasih.

Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program “4 Sehat 5 Teratur”

Posted in Advertorial on Jun 02, 2014 with No Comments →

Swa-Monitoring Gula Darah (SMGD) terstruktur adalah salah satu bagian dari program “4 Sehat 5 Teratur” untuk pengelolaan diabetes yang efektif

Mei 8, 2014 – Menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia dengan usia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap diabetes adalah sebanyak 6,9%. Sementara, menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada tahun 2011 Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2. Tingkat prevalensi diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%), dan Kalimantan Timur (2,3%) dengan kecenderungan pada wanita di perkotaan yang berusia 45 – 52 tahun.

Berlatarbelakang dari fenomena diatas, untuk meminimalisir perkembangan epidemi Diabetes Melitus, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM) mengatakan bahwa, hal yang efektif dalam pengelolaaan diabetes adalah melalui program “4 Sehat 5 Teratur” yang bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya komplikasi.

4 Sehat 5 Teratur terdiri dari:

1) Edukasi diabetes, agar penderita diabetes terus mencari informasi dan mengetahui perkembangan diabetes, sehingga dapat memahami seluk beluk diabetes beserta cara pengendaliannya

2) Melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 3 sampai 4 kali dalam seminggu, selama 30 menit

3) Pengaturan pola makan penderita diabetes perlu dijaga dengan konsumsi rendah gula dan tinggi serat agar gula darah menjadi seimbang

4) Terapi obat atau insulin dengan anjuran dari dokter sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes, apakah memerlukan obat oral atau insulin?

5) Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD) terstruktur yaitu pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu.

Jopie Leksmono, Business Unit Head Diabetes Care PT Roche Indonesia mengemukakan bahwa, PT. Roche Indonesia – Diabetes Care mendukung penuh terhadap program pemerintah “4 Sehat 5 Teratur” dengan turut mensosialisasikan pentingnya melakukan monitor gula darah secara rutin sehingga kadar gula darah dapat tetap terkontrol dengan baik dan diharapkan dapat menghindari terjadinya komplikasi diabetes berkelanjutan. Dengan sosialisasi program “4 Sehat 5 Teratur” ini diharapkan dalam jangka panjang dapat menekan pertambahan penderita Diabetes di Indonesia.

Sementara itu, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM), menyampaikan, saat ini kebiasaan dari mayoritas pengidap diabetes adalah tidak melakukan kontrol secara rutin, karena mereka menganggap asupan terapi obat yang dilakukan sehari-hari akan efektif secara terus menerus. Padahal perkembangan kadar gula darah seseorang secara berkala dapat berubah dalam kurun waktu tertentu, sehingga diperlukan SMGD terstruktur.

“SMGD terstruktur memiliki peran yang sangat penting bagi penderita diabetes, yaitu tidak hanya memantau kadar gula darah saja tetapi dapat memudahkan penderita maupun dokter dalam menyesuaikan asupan obat dan juga dapat membantu dalam program terapi pengelolaan diabetes. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat tetap terkontrol dengan baik untuk menghindari terjadinya komplikasi diabetes” jelasnya lebih lanjut.

Hal yang samapun disampaikan oleh Jopie Leksmono, Business Unit Head Diabetes Care PT. Roche Indonesia, melihat pertumbuhan diabetes di Indonesia semakin tinggi dan kesadaran masyarakat Indonesia khususnya penderita Diabetes untuk melakukan SMGD terstruktur secara rutin perlu ditingkatkan sehingga diharapkan terapi pengelolaan diabetes dapat lebih optimum lagi.

Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) atau Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD)

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, Swa-Monitoring Glukosa Darah juga disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun OAD (Oral Anti Diabetic). Tujuan dari Swa-Monitoring Glukosa Darah terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG. SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi, SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa, SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien, Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG, Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita diabetes, dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur.

Target hasil tes gula darah adalah:

· Gula darah puasa / sebelum makan → Dibawah 100 mg/dL

· Gula darah setelah makan → Dibawah 140 mg/dL

Tentang Accu–Chek®

Accu–Chek® adalah alat monitor untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh bagi diabetesi dan non diabetesi yang dapat digunakan sehari – hari dimana saja dan kapan saja dengan hasil akhir akurat yang setara dengan hasil laboratorium. Accu–Chek® memiliki seperangkat alat yang berisi meter untuk menampilkan hasil, strip untuk mengukur kadar gula darah, dan softclix sebagai alat tembak dari jarum untuk mengeluarkan darah.

Accu – Chek® memiliki beberapa keunggulan yaitu mampu menyimpan memori hingga 500 memori, memiliki alarm pengingat tes, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan hasil tes dapat disimpan dan dipindahkan ke dalam perangkat komputer. Accu–Chek® sudah tersedia di Indonesia dengan beragam varian yaitu Accu–Chek® Active, Accu–Chek® Performa, dan Accu–Chek® Performa Nano.

Tentang PT. Roche Indonesia

PT. Roche Indonesia adalah afiliasi dari Roche Group sebagai perusahaan pelayanan kesehatan yang berpusat di Basel, Swiss. Roche menyediakan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang berbeda – beda. Misi PT. Roche Indonesia adalah menciptakan nilai tambah dalam bidang perawatan kesehatan dengan fokus pada bidang yang menjadi keahliannya yaitu diagnostik dan farmasi.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:

Jopie Leksmono

Business Unit Head of Diabetes Care

Accu-Chek

+62811-8424-364

jopie.leksmono@roche.com

Dibaca sebanyak 2079 kali. Terima kasih.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Diabetes

Posted in Info Penyakit on May 31, 2014 with No Comments →

Menurut Kementrian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia yang berusia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap Diabetes sebanyak 6,9%.

Prevalensi Diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah:

  • Yogyakarta (2,6%)
  • DKI Jakarta (2,5%)
  • Sulawesi Utara (2,4%)
  • Kalimantan Timur (2,3%)

Wanita di perkotaan dengan pendidikan tinggi mempunyai prevalensi Diabetes yang cenderung lebih tinggi dibandingkan laki – laki.

Kelompok umur yang paling banyak mengidap Diabetes adalah 45 – 52 tahun dengan resiko Diabetes yang meningkat seiring penambahan usia. Terutama pada usia diatas 40 tahun. Peningkatan resiko ini dikarenakan terjadi intoleransi glukosa.

Ada beberapa tipe Diabetes:

  1. Diabetes Mellitus tipe I: Diabetes yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh penderita sehingga menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Kerusakan ini menyebabkan penurunan jumlah produksi insulin yang berperan sebagai kunci untuk membuka pintu sel tubuh supaya glukosa bisa masuk. Penderita Diabetes Tipe 1 ini dikenal sebagai Diabetes yang tergantung pada suntikan insulin, dan biasanya muncul pada usia anak – anak.
  2. Diabetes Mellitus tipe II: Diabetes yang terjadi akibat kerusakan pintu sel tubuh sehingga tidak mau terbuka (resistensi insulin). Akibatnya sel tubuh kelaparan dan kadar gula darah meningkat dikarenakan penumpukan glukosa darah. Diabetes tipe ini mulanya diatasi dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik. Apabila glukosa darah masih belum terkendali, maka perlu ditambahkan dengan obat diabetes jenis tablet (obat hipoglikemik oral).
  3. Diabetes Mellitus tipe III atau MRDM (Malnutrition related Diabetes Mellitus): Diabetes tipe ini berkaitan dengan radang pankreas (pankreatitis), kelainan hormonal, atau obat – obatan. Diabetes tipe ini diawali dengan kondisi kekurangan gizi (malnutrisi).
  4. Diabetes Mellitus tipe IV (Diabetes pada kehamilan atau Gestasional Diabetes Mellitus): Diabetes yang timbul pada saat kehamilan, yang dikenal sebagai Diabetes Gestasional. Penyebabnya adalah berkurangnya fungsi tubuh selama kehamilan dalam menghadapi naiknya kadar gula darah.
  5. Diabetes tipe lain: Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya, misalnya kerusakan hati (sirosis hepatik).

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) tahun 2011, berdasarkan studi epidemiologi terbaru, Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2.

Diperkirakan hanya sekitar 50% penyandang diabetes yang sudah terdiagnosa di Indonesia. Dari yang terdiagnosa tersebut, hanya dua per tiga saja yang mendapatkan pengobatan.

4 Sehat 5 Teratur

Terapi Diabetes bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah. Dengan demikian akan mengurangi terjadinya komplikasi.

Tips pengelolaan Diabetes dapat dilakukan dengan cara 4 sehat 5 teratur yaitu:

  1. Edukasi Diabetes: rajin mencari informasi atau mengikuti perkembangan mengenai Diabetes sehingga dapat memahami seluk beluk Diabetes beserta cara pengendaliannya
  2. Aktivitas fisik: latihan aktivitas fisik atau olah raga dapat dilakukan selama 3 – 4 kali seminggu selama 30 menit untuk mendapatkan hasil maksimal sehingga gula dalam darah dapat terus digunakan dengan baik melalui latihan fisik
  3. Pengaturan pola makan: penderita Diabetes perlu menjaga pola makan rendah gula dan tinggi serat untuk menjaga gula darah seimbang. Jumlah kalori dibatasi dengan perbandingan 25 kalori x berat badan untuk wanita dan 30 kalori x berat badan untuk laki – laki. Jadwal pengaturan pola makan dibagi menjadi enam kali yang terdiri dari tiga kali makanan utama dan tiga kali makanan ringan.
  4. Terapi obat atau insulin: setelah pengaturan pola makan dan aktivitas fisik telah dilakukan, asupan terapi obat akan dianjurkan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan penderita Diabetes yaitu obat oral atau insulin.
  5. Swa-monitoring glukosa darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG): pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu

Swa-Monitoring Glukosa Darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG)

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, SMBG disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun yang belum menggunakan. Dengan melakukan SMBG, penderita diabetes dapat memantau kadar gula darah secara optimal dan hemat biaya.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG:

  • SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi.
  • SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa.
  • SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien.
  • Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
  • Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG.
  • Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu:

  • 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita Diabetes
  • Dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur. Tujuan SMBG terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.
  • Target hasil tes gula darah:

         § Gula darah puasa / sebelum makan à Dibawah 100 mg/dL

         § Gula darah setelah makan à Dibawah 140 mg/dL

Komplikasi Diabetes Melitus

Berbeda dengan penyakit lainnya, awalnya penderita diabetes tidak merasakan gejala gangguan penyakitnya. Namun setelah lebih dari 10 tahun, jika kadar gula darahnya tidak dikendalikan, akan timbul komplikasi yang berbahaya.

Diabetes Mellitus dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi yaitu komplikasi akut (komplikasi yang terjadi secara mendadak) dan komplikasi kronis (komplikasi yang terjadi secara menahun).

Komplikasi akut:

  • Hipoglikemia: menurunnya kadar gula darah menjadi < 60 mg/dL
  • Keto Asidosis Diabetika (KAD): Lemak dipecah menjadi energi dan limbah racun (Keton) karena gula darah terlalu tinggi (>300 mg/dL)
  • Koma Lakto Asidosis: penurunan kesadaran hipoksia (yang ditimbulkan oleh hiperlaktatemia (tingkat asam laktik yang tinggi dalam darah).
  • Koma Hiperosmolar Non Ketotik: Diabetes Mellitus dengan asidosis metabolic yang menyebabkan penurunan kesadaran hipoksia

Komplikasi kronis: biasanya terjadi pada penderita Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dalam jangka waktu kurang lebih 10 tahun.

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan pembuluh darah serta syaraf yang terkena yaitu:

  • Makroangiopati: komplikasi pembuluh darah besar (pembuluh darah jantung atau jantung koroner, pembuluh darah otak atau stroke, pembuluh darah tepi atau peripheral artert disease)
  • Mikroangiopati: komplikasi pembuluh darah kecil yaitu (retionopati diabetika atau retina mata, dan nefropati diabetika atau ginjal)
  • Neuropati: komplikasi saraf tepi yaitu terasa tebal atau terbakar atau bergetar pada kaki atau tangan

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan organ yaitu:

  • Mata: lensa cembung (myopia reversible, katarak irreversible), glaukoma, pendarahan corpus vitreus, retinopati Diabetes mellitus, dan nerve centralis
  • Hidung: penciuman menurun
  • Mulut: mulut kering, ludah kental, lidah tebal, ginggiva berwarna merah tua
  • Jantung: penyakit jantung koroner
  • Paru – paru: Tuberculosis (TBC)
  • Saluran cerna
  • Ginjal dan saluran kencing: infeksi saluran kencing dan disfungsi ereksi
  • Saraf
  • Sendi: polyarthritis.
  • Kaki diabetika: kombinasi makroangiopati, mikroangiopati, neuropati, dan infeksi pada kaki.

Dibaca sebanyak 2222 kali. Terima kasih.

Dr. Tahir Beri Harapan Bagi Penderita Penyakit Jantung di Indonesia

Posted in Advertorial on Feb 08, 2014 with 1 Comment →

Belum lama ini saya mendengar kabar bahwa ada lagi kegiatan amal yang baru dilakukan oleh Dr. Tahir, pengusaha sukses, investor, filantropis, pemilik sekaligus pendiri Mayapada Group Indonesia. Seorang anak pembuat becak yang kini menjelma jadi orang terkaya ke-12 di Indonesia.

Baru saja kemarin hari saya terkesima dengan sosok beliau karena langkah “gila”-nya menggelontorkan uang puluhan juta dolar AS serta menarik Bill Gates, CEO Microsoft.corp (orang paling dermawan di dunia) untuk kepentingan penanggulangan persebaran penyakit HIV, TBC, dan malaria di Indonesia, sekarang dia sudah melakukan satu aksi sosial kembali yang berkaitan juga dengan perkembangan dunia kesehatan di Indonesia.

Dari anak pembuat becak, Dr.Tahir menjelma menjadi seorang dermawan yang sangat peduli sekali terhadap dunia kesehatan dan pendidikan Indonesia. Mungkin karena kandasnya cita-cita muda untuk menjadi seorang dokter, sehingga dia salurkan sekarang mimpinya untuk menolong sesama dengan rajin berderma. Berderma seakan sudah jadi sebuah hobi baginya. Semangat untuk berbagi kepada sesama dalam rangka membangun bangsa seperti sudah terpatri kuat dalam jiwa-nya.

Apa lagi yang dilakukan oleh Dr. Tahir? Pernah teman-teman mendengar bahwa ada satu penyakit yang paling ditakuti saat ini oleh masyarakat di seluruh dunia? Ya, penyakit Jantung. Baru saja saya melihat rilis berita media bahwa Dr. Tahir melalui Gerakan Peduli Jantung bekerjasama dengan RS Mayapada, sebuah rumah sakit yang dibangun olehnya akan memberikan donor berupa pengobatan jantung gratis untuk 99 penderita jantung kurang mampu di Indonesia.

Sudah bukan rahasia umum memang kalau penyakit jantung saat ini didaulat menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Menurut rilis yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), penyakit jantung atau yang biasa dikenal dengan istilah kedokteran, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian manusia nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 30% atau sekitar 17 juta kasus dari seluruh kematian di dunia. Dari angka tersebut, diperkirakan 7,3 juta-nya disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Per April 2011 WHO memperkirakan, kematian akibat penyakit jantung, terutama jantung koroner di Indonesia mencapai 243.048 kasus, atau 17,05 persen dari total kematian di Indonesia.

Berbicara mengenai penyakit jantung, didapatkan fakta bahwa sepertinya pengidap penyakit jantung di Indonesia memang terus mengalami peningkatan tajam. Hal tersebut ditandai dengan jumlah pasien jantung di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun-ketahun. Kementerian Kesehatan (Kemkes) juga mencatat, penyakit jantung merupakan salah satu kelompok penyakit tidak menular yang saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi, dan menimbulkan beban ganda bagi masyarakat Indonesia.

Biaya pengobatan penyakit jantung memang tidak lah kecil, saat ini saja biaya perawatan jantung sudah meningkat 13% dari 5 tahun lalu. Penyakit seperti jantung ini bila dialami oleh masyarakat yang kurang mampu pasti akan sangat memberatkan ekonomi keluarga mereka. Maka dari itu, tidak heran bila sampai dengan sekarang penyakit jantung masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai ilustrasi, seorang yang terdiagnosa menderita penyakit jantung di Indonesia pada saat ini, umumnya akan diberikan 2 (dua) alternatif pengobatan: 1) Katerisasi : tindakan invasive (semi bedah) yang mencakup pemasangan balon dengan biaya sekitar R. 30 – 50 juta, dan pemasangan ring / stent dengan biaya sekitar Rp 60 – 90 juta 2) Operasi Bypass : di Indonesia dapat menghabiskan biaya hingga Rp 150 juta, sementara di negara tetangga dapat mencapai lebih dari Rp 200 juta. Jumlah di atas belum termasuk dengan biaya laboratorium, perawatan setelah pembedahan, konsultasi pra – / post – pengobatan dan obat – obatan lanjutan yang juga akan sangat memakan biaya.

Bisa dibayangkan, bagimana jadinya kalau penyakit ini diderita oleh kebanyakan masyarakat kurang mampu di Indonesia? Angka kematian (mortalistas) negara kita pasti akan meningkat.

Fenomena yang saya paparkan di atas bisa jadi merupakan latar belakang Pak Tahir ini melakukan sebuah aksi sosial memberikan donor berupa pengobatan jantung gratis penderita jantung kurang mampu tersebut. Gerakan Peduli Jantung yang dilakukan oleh beliau untuk memberikan operasi gratis bagi para penderita penyakit jantung kurang mampu ini nampaknya cukup beralasan. Indonesia adalah salah satu negara dengan angka kematian tinggi akibat jantung di dunia.

Mengutip perkataan Tahir di sejumlah media, dia juga menilai bahwa akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia belum merata. Padahal karena pengaruh lingkungan tempat tinggalnya, masyarakat dengan yang kurang beruntung tersebut adalah golongan yang paling rentan terserang penyakit. Kerentanan tersebut diperparah dengan sulitnya akses terhadap fasilitas kesehatan memadai yang dekat dengan mereka. BPJS memang sudah berjalan, tetapi menurutnya kualitas pelayanan kesehatan bagi golongan masyarakat kurang mampu tersebut masih dipertanyakan.

Tingginya angka kematian penderita penyakit jantung di Indonesia tidak dapat dipungkiri pasti sangat berhubungan dengan kemampuan para penderita jantung dalam hal biaya penanganan pengobatan penyakit jantung yang memang terhitung cukup mahal harganya. Dalam kisararan umum, seperti yang penulis sudah ilustrasikan diatas, total biaya yang harus dikeluarkan seorang pasien penyakit jantung bisa sampai minimal Rp 100 juta. Nilai yang tidak sedikit jumlahnya bagi mereka para penderita yang kesehariannya hidup dalam keterbatasan.

Jika melihat segala aksi yang dilakukan Dr. Tahir ini, saya meyakini nampaknya Dr. Tahir seakan ingin meberikan harapan bagi para penderita jantung yang berstatus kurang mampu di Indonesia. Mereka kritis tapi tak boleh hidupnya krisis.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dalam rangka mencapai Indonesia sehat dan sejahtera ini, kehadiran uluran tangan para dermawan Indonesia yang peduli terhadap dunia kesehatan seperti Dr. Tahir ini bak "oase di tengah gurun sahara". Darma bhakti-nya bisa jadi penyegar bagi rakyat Indonesia. Semoga lebih banyak lagi Dr. Tahir – Dr. Tahir baru yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tidak hanya Dr. Tahir, semoga bisa muncul lebih banyak lagi juga orang dermawan di Indonesia.

Sedikit mengutip perkataannya Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II bahwa:

“Healthy citizens are the greatest asset any country can have.” – Winston Churchill (1874-1975)

Saya yakin Dr. Tahir pasti sangat memahami makna dari kutipan di atas.

Terima Kasih Bapak.

Dibaca sebanyak 4499 kali. Terima kasih.

Lebih Dekat dengan Dr. Tahir: Berderma untuk Indonesia yang Lebih Baik

Posted in Advertorial on Jan 17, 2014 with No Comments →

Tahir Muda yang Pantang Menyerah

Dr. Tahir (lahir di Surabaya 26 Maret 1952, umur 61 tahun ) adalah seorang pengusaha sukses di Indonesia, investor, filantropis, sekaligus pendiri Mayapada Group, sebuah holding company yang memiliki beberapa unit usaha di Indonesia. Unit usahanya meliputi perbankan, media cetak dan TV berbayar, properti, rumah sakit dan rantai toko bebas pajak (DFS).

Tahir kecil dibesarkan di salah satu sudut Surabaya pada tahun 1952 di sebuah lingkungan yang rata-rata warganya tergolong tidak mampu. Dia dibesarkan oleh seorang ayah yang menghidupi keluarga dengan membuat becak, sementara ibunya turut membantu keluarga dengan mengecat becak yang dibuat ayahnya itu. Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya.

Dekade 60-an, ketika Tahir baru mendapat secarik ijazah SMA dia pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter namun tidak kesampaian. Cita-cita tersebut kandas karena pada suatu ketika, ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga. Rencana Tuhan mengubah jalan hidup yang telah dia rancang. Karena sakit yang diderita oleh ayahnya tersebut Tahir muda harus berhenti kuliah dan melanjutkan bisnis ayahnya di Surabaya.

Namun Tahir tidak mau begitu saja menyerah pada nasib. Ia mencalonkan diri untuk program beasiswa dan kegigihan membuatnya mendapatkan beasiswa sekolah bisnis di Nanyang University, Singapura. Di negeri Singa itu, Tahir menempuh studi sembari tiap bulan mencari produk di Singapura untuk dijual di Surabaya. Dia membeli pakaian wanita dan sepeda dari pusat perbelanjaan di Singapura, dan menjualnya kembali ke Indonesia.

Dari sinilah, ia mendapatkan ide untuk kapitalisasi produk impor guna membantu biaya sekolahnya. Inilah pula awal dari bisnis garmen yang kemudian serius dia geluti. Pasca lulus sarjana dari Nanyang University, Singapura, ia bersekolah kembali lalu menyelesaikan pendidikan keuangan di Golden Gates University, Amerika Serikat untuk menyelesaikan program Master.

Membangun dan Mengembangkan Kelompok Usaha

Pengalaman dan keberaniannya dalam berbisnis pada akhirnya membawanya menjadi seorang pengusaha muda. Dia dikenal sebagai pengusaha ulet dengan bisnis beraneka ragam, dan semuanya sukses di tangan Tahir. Dari garmen lambat laun Tahir muda mulai berani memasuki bidang bisnis lain. Ia memasuki bidang keuangan. Diawali dari Mayapada Group yang didirikannya pada 1986, bisnisnya merambah ke dealer mobil, garmen, perbankan, sampai kesehatan. Tahun 1990 Bank Mayapada lahir menjadi salah satu bisnis andalannya, menggantikan bisnis garmenya yang mengalami stagnasi.

Saat krisis ekonomi 1998 menghantam negeri ini, banyak bank pemerintah maupun swasta yang ambruk. Namun di tengah situasi tidak stabil seperti itu, Bank Mayapada tetap bertahan, malah masuk ke pasar Saham Bursa Efek Jakarta. Aktivitas perbankan Bank Mayapada tidak lumpuh karena ia tidak mengambil kredit dari bank asing sebesar bank-bank di Indonesia pada waktu itu. Bank Mayapada saat itu masih berfokus pada pengucuran kredit usaha kecil dan menengah. Pada 2007, justru bank ini mendapatkan predikat bank umum terbaik nomor 2 dari majalah InfoBank.

Orang Terkaya ke-12 di Indonesia

Kini Dr. Tahir tercatat sebagai orang terkaya ke-12 di Indonesia. Harta kekayaannya saat ini mencapai 2 miliar dolar AS atau setara dengan 19 triliun rupiah. Dia dikenal sebagai pengusaha ulet dan bertangan dingin karena bisinis yang ia pegang selalu berkembangan dan membuahkan hasil. Dia cerdas dalam membaca situasi bisnis di sekitarnya. Ini-lah yang menjadi kunci kesuksesannya dalam berbisnis.

Setelah mendapatkan kesuksesan di bisnis garmen dan perbankan, Tahir pun mulai melirik ke sektor rumah sakit karena terinspirasi oleh cita-cita waktu mudanya, dilanjutkan dengan toko bebas bea serta perusahaan media.

Saat ini Tahir tercatat sebagai pemegang saham perusahaan PT Wahana Mediatama, yang memiliki izin (lisensi) untuk penerbitan Forbes Indonesia. Selain itu, kelompok usaha Mayapada Group terus berkembang dengan sebelas perusahaan properti yang berlokasi di Bali, Indonesia dan Singapura.

Dari anak seorang pembuat becak, perjuangan dan kegigihan membuat Tahir menjadi pengusaha papan atas yang sukses menjalankan bisnis Grup Mayapada. Dengan bisnis yang terus berkembang dan banyaknya perusahaan yang dia miliki, Tahir mampu mempekerjakan ribuan pekerja dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Pada 2008, Tahir dianugerahi gelar Doktor Kehormatan oleh Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya sebagai bentuk apresiasi terhadap keseriusannya dalam pengembangan usaha kecil di Indonesia.

Bisnis Menjadi Berkat

Di balik semua limpahan rezeki yang diperolehnya, Tahir meyakini bahwa bisnis dan kesuksesan adalah sarana untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Maka selain berbisnis, Tahir juga gemar berderma.

Bapak empat orang anak ini masih teguh memelihara asa masa kecilnya. Langkah nyata meretas asa itu dibuktikan Tahir dengan membangun Rumah Sakit Mayapada yang berlokasi di Tangerang dan Jakarta. Melalui rumah sakit ini, Tahir memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu. Bahkan pada peresmian rumah sakit-nya saat itu, Tahir memberikan pengobatan jantung gratis untuk penderita penyakit jantung yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Seiring bisnisnya yang semakin pesat, portofolio kedermawanannya juga bertambah. Puluhan juta dolar AS beberapa kali keluar dari kantongnya demi peningkatan layanan kesehatan keluarga dan pemberantasan penyakit seperti malaria dan polio. Selain itu, derma sosial Tahir juga diperluas dengan pemberian beasiswa dan bantuan pengembangan pendidikan lain. Skala donasinya bukan hanya di tingkat nasional, melainkan juga regional dan global.

Ibukota Indonesia pun turut kecipratan donasi Tahir. Banjir besar yang melumpuhkan aktivitas masyarakat Jakarta pada tahun 2013 menggerakkan Tahir bersama bos Maspion Group Alim Markus dan bos Lippo Group sekaligus mertuanya Mochtar Riady untuk mendonasikan 7 miliar rupiah dalam bentuk pengadaan air bersih, buku dan juga seragam sekolah bagi anak-anak korban banjir di Jakarta.

Berderma dengan Strategi

Kabar teranyar dari aktivitas kedermawanan Tahir adalah keberhasilannya bermitra dengan Bill & Melinda Gates Foundation, yayasan sosial yang didirikan sosok terkaya dunia Bill Gates. Tahir menyumbangkan dana hingga 75 juta dolar AS setara sekitar 900 miliar rupiah kepada The Global Fund untuk menanggulangi masalah TBC, HIV, dan malaria serta untuk perkembangan program Keluarga Berencana (KB).

Tahir percaya, berderma pun perlu strategi. Itu sebabnya ia merangkul Gates. Bill & Melinda Gates Foundation mempunyai skema matching fund, artinya setiap donasi yang dikeluarkan oleh mitra akan dilipatgandakan dua kali lipat. Donasi 75 juta dolar AS itu akhirnya beranak menjadi 150 juta dolar AS, dan dikembalikan ke Indonesia sebagai salah satu negara penerima donasi. Sesuai kebijakan The Global Fund, sebuah negara hanya berhak menerima donasi apabila ada seorang warga negara tersebut yang menjadi donatur ke The Global Fund. Dan Tahir menjadi orang pertama serta satu-satunya yang menjadi donatur ke lembaga ini.

"Ini merupakan contoh aksi filantropi paling fenomenal baik bagi Indonesia maupun regional," ujar Bill Gates kala itu di Abu Dhabi. Menurut Gates, Indonesia dianggap telah berhasil meningkatkan angka kesehatan warga negaranya, walaupun masih banyak juga permasalahan yang harus diselesaikan.

Dibaca sebanyak 3022 kali. Terima kasih.

Berbagi Ide Inovasi dalam Meningkatkan Akses Dalam Layanan Kesehatan

Posted in Advertorial on Dec 20, 2013 with No Comments →

Ternyata meningkatnya perekonomian tidak berarti akses menuju pelayanan kesehatan yang lebih baik menjadi mudah. Lebih dari 50% penyebab kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular, seperti kanker, penyakit jantung, dan lainnya. Namun disebuah situs ( bit.ly/voteide ), saya membaca beberapa ide inovasi menarik dalam meningkatkan akses dalam layanan kesehatan. Hebatnya ide-ide ini seandainya dapat diwujudkan akan dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara gratis.

Ide Inovasi yang pertama menarik untuk saya adalah CARDIEC, bagi para dokter mungkin mendengar judul dari ide ini sudah bisa mengambil kesimpulan idenya berbicara tentang apa, namun orang awam pasti penasara. CARDIEC (Cardiac arrest – Integrated Emergency Console) adalah alat komunikasi seukuran kartu kredit (sehingga dapat disimpan di dompet). CARDIEC dapat dibuka (mekanisme seperti liontin kalung yang dapat dibuka dan berisi foto) dan di dalamnya terdapat obat emergency yang diperlukan oleh seseorang saat mengalami gejala khas angina pectoris (Aspirin dan ISDN) dan juga terdapat tombol yang apabila ditekan akan secara otomatis mengirimkan pesan singkat ke database pusat dan maksimal 5 nomor HP yang telah terdaftar sebelumnya. Untuk menunjang sistem ini, perlu dibuat satu website database yang memuat registry pasien-pasien yang telah memegang CARIDIEC, dan juga berbagai informasi mengenai serangan jantung yang perlu diketahui oleh awam. Ide yang dicetuskan oleh Adisaputra Ramadhinara ini, idenya muncul ketika dia melihat tingkat insiden serangan jantung, terutama yang terjadi di luar rumah sakit, dapat membawa dampak negatif yang sangat besar, bahkan seringkali berujung pada kematian. Data statistik kejadian serangan jantung di Amerika Serikat pada tahun 2013 seperti yang dipublikasi oleh American Heart Association di Heart Disease and Stroke Statistics – 2013 Update menunjukkan angka yang cukup besar (359.400 kejadian), sementara jumlah pasien yang berhasil melewati episode serangan jantung tersebut (pasien yang berhasil sampai ke RS dan dipulangkan ke rumah dalam keadaan stabil) hanya 9.5% dari mereka yang mengalami serangan tersebut.

Masih berhubungan dengan penyakit jantung, Ria Susilowati salah satu finalis di website tersebut memiliki ide yang akan membantu dalam penanggulangan keadaan darurat. Ria memiliki ide untuk membuat sebuah aplikasi handphone yang bisa digunakan di Indonesia yang dapat memberitahukan para sukarelawan yang berada di dekat seseorang yang mengalami serangan jantung. Sukarelawan ini bisa dari dokter, perawat atau seseorang yang terlatih dengan CPR. Sehingga sukarelawan tersebut dapat memberikan pertolongan kepada korban secara cepat sebelum ambulan datang. Bayangkan juga jika aplikasi ini bisa digunakan untuk korban kecelakaan atau keadaan darurat lainnya. Maka lebih banyak nyawa yang bisa diselamatkan. Sekaligus untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial akan sesama manusia menjadi semakin tinggi.

Selain kedua ide diatas masih ada ide dari Ilham Nurachman, dimana bagi dia hal yang mendasar pada layanan kesehatan adalah kesehatan ibu dan anak. Layanan kesehatan pada ibu hamil, pada saat melahirkan dan setelah melahirkan mempunyai peranan yang penting dalam
meningkatkan keberhasilan pelayanan kesehatan. Data MDGs tahun 2011 ( http://dinkeskebumen.files.wordpress.com ) angka kematian ibu masih 228. dan proporsi kelahiran yang ditolong tenaga kesehatan terlatih menjadi 77.4% .

Tingkat keberhasilan untuk mengurangi kematian Ibu dan anak adalah tergantung pada akuratnya diagnosa dokter pada saat pemeriksaan kehamilan. Sedangkan pada puskesmas apalagi di daerah pegunungan atau pedesaan tidak ada alat diagnosa kehamilan (USG). USG yang teratur untuk wanita dapat mendeteksi kista dan mioma serta mengurangi resiko bayi lahir tidak sehat atau bayi prematur.

Untuk kemudahan mobilitas dan membantu kelengkapan kerja tenaga terlatih dan dokter maka perlu adanya suatu perlengkapan praktis yang mendukung suatu tindakan medis. Ibu dan Anak (BUNA) Medical Kit merupakan perlengkapan standar yang dimasukkan dalam tas ransel, minimal terdapat USG portable, partus set, tensi meter, emergency lamp LED, sarung tangan sterile lateks, kompor portable, korek, tempat air militer, bubuk penjernih air, selimut, pembalut wanita, dan obat-obatan. Perlengkapan ini bisa dilengkapi alat lain sesuai dengan kebutuhan.

Paket standar BUNA Med kit dalam jangkauan yang lebih luas merupakan suatu sistem informasi terpadu dan terintegrasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Data baik teks maupun grafis hasil USG bisa langsung dikirim ke pusat data(puskesmas) dan atau rumah sakit yang dapat dipakai sebagai data pendukung suatu keputusan medis.

Ide terakhir dalam upaya meningkatkan akses dalam layanan kesehatan datang dari Gede Bayu Saputra. Idenya adalah membuat fasilitas radiografi digital snar-x yang murah, aman, efisien, tapi efektif untuk melakukan pradiagnostik. Lagi pula, dengan fasilitas teleradiologi yang bisa dia dan tim-nyai bangun dan dikembangkan sendiri, akhirnya masyarakat tidak perlu melakukan mobilisasi dokter radiologis hingga ke desa. Dokter radiologis cukup berkumpul di kota, menanti dan menerima data dan foto radiografi digital pasien yang masuk ke database teleradiologi kami. Lalu, dokter yang ditunjuk dapat memberikan diagnose dan memberikan pendapat atas status kesehatan seseorang. Data itu selanjutnya dikirim kembali ke desa melalui sistem teleradiologi untuk ditindak-lanjuti. Bila statusnya sehat/tidak ada indikasi penyakit, maka pasien di desa dapat berhemat. Sebaliknya, bila statusnya terindikasi sakit, maka pasien dan keluarganya di desa memiliki kesiapan yang lebih baik. Ide ini pasti bisa dilaksanakan untuk memulainya adalah dengan membuat unit bis radiologi keliling yang dapat menjangkau pelosok desa, lengkap dengan fasilitas internetnya.

Sumber : Philips.to/finalis

Dibaca sebanyak 1431 kali. Terima kasih.

Satu Lagi Tips Menurunkan Berat Badan

Posted in Tips Kesehatan on Aug 07, 2013 with No Comments →

Menurunkan berat badan memang sebuah tantangan yang tidak bisa dikatakan ringan. Banyak yang mencoba melakukannya, tidak sedikit yang putus asa karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan. Namun, dengan menempuh cara atau pola penurunan berat badan yang benar maka diharapkan berat badan dapat menurun menuju berat badan yang lebih sehat.

Tetaplah fokus untuk makan dan minum sesuai dengan kebutuhan tubuh anda. Jangan mengonsumsi makanan yang berlebihan sehingga kelebihan kalori menumpuk dan menjadi timbunan lemak di dalam tubuh. Sesuaikan kebutuhan kalori anda dengan berat badan yang anda inginkan dan aktivitas yang anda lakukan. Intinya disini adalah keseimbangan kalori negatif karena tujuan anda disini adalah menurunkan berat badan.

Luangkan waktu untuk merencanakan makan atau kudapan yang akan anda konsumsi dalam sehari. Perencanaan ini penting untuk mencegah anda mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan berkalori tinggi di saat perut lapar.

Catatlah makanan yang anda konsumsi berikut kandungan kalori pada makanan tersebut. Hal ini bertujuan membantu anda fokus pada jalur yang tepat dalam usaha menurunkan berat badan.

Jangan pernah melupakan olahraga karena olahraga disamping bermanfaat untuk mempercepat pembakaran kalori, juga menjadikan tubuh lebih sehat baik secara fisik maupun mental.

Batasi asupan kalori dari lemak dan gula karena jumlah kalori yang dihasilkan oleh jenis makanan ini sangat besar dan di dalam tubuh akan langsung disimpan sebagai cadangan energi. Lemak dan gula juga tidak bagus bagi tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan.

Pastikan anda selalu mengonsumsi makanan dalam porsi yang kecil terutama makanan yang tinggi kandungan kalorinya. Memang makanan jenis ini umumnya terasa enak, namun jangan jadikan rasa enak itu mengacaukan upaya menurunkan berat badan anda.

Makanlah sesering mungkin di rumah. Memasak makanan di rumah menjadikan anda lebih leluasa menentukan makanan yang sehat untuk dikonsumsi baik dari kandungan makanan maupun zat tambahan pada makanan tersebut. Kalaupun terpaksa makan di luar, pilihlah menu makanan yang lebih sehat.

Sumber: The Academy of Nutrition and Dietetics.

Dibaca sebanyak 5236 kali. Terima kasih.

Kelebihan & Kekurangan Gizi Sama Bahayanya

Posted in Advertorial on Sep 14, 2012 with 1 Comment →

Untuk memahami double burden of malnutrition atau beban ganda malnutrisi, perlu dipahami terlebih dahulu konsep malnutrition, under-nutrition, dan over-nutrition. Berdasarkan penjelasan WHO, malnutrition atau malnutrisi merujuk pada kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan energi, protein, dan/atau nutrisi yang dikonsumsi. Bertentangan dengan penggunaan biasanya, istilah malnutrisi dapat termasuk under-nutrition atau kekurangan nutrisi, maupun over-nutrition atau kelebihan nutrisi.

Kekurangan nutrisi biasanya mengakibatkan berkurangnya berat badan. Sedangkan, kelebihan nutrisi adalah kondisi kronis di mana makanan yang masuk ke dalam tubuh melebihi jumlah energi yang dibutuhkan. Kelebihan nutrisi menghasilkan kelebihan berat badan dan/atau obesitas.[1] Sementara itu, double burden malnutrition adalah beban ganda dari kelebihan dan kekurangan nutrisi yang terjadi secara bersamaan dalam suatu populasi.[2]

Double burden malnutrition adalah masalah kesehatan publik yang telah menaikkan angka mortalitas anak-anak dan risiko penyakit kronik di masa mendatang yang lebih tinggi.[3] Menurut catatan WHO, secara global saat ini terdapat 170 juta anak-anak yang mengalami kekurangan berat badan atau under-weight, dan ada 3 juta kematian setiap tahunnya dikarenakan under-weight. WHO juga mengestimasi, setidaknya ada 20 juta anak berusia kurang dari 5 tahun di dunia yang mengalami overweight[4] dan 155 juta anak usia sekolah yang mengalami overweight atau obesitas.[5]

Double burden malnutrition dihadapi oleh negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah. Sementara negara tersebut masih harus menghadapi penyakit menular dan under-nutrition, muncul permasalahan lain, yaitu penyakit obesitas dan kelebihan berat badan, khususnya di kalangan masyarakat urban.

Permasalahan kekurangan nutrisi dan obesitas dapat terjadi di negara yang sama, komunitas yang sama, rumah tangga yang sama, dan bahkan individu yang sama. Anak yang berasal dari negara dengan pendapatan rendah dan menengah adalah anak-anak yang paling rentan menderita kekurangan nutrisi. Sedangkan, pada waktu yang bersamaan, anak-anak diberikan asupan berbiaya rendah yang cenderung tinggi kandungan lemak, gula, garam dan rendah serat.[6]

Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengontrol malnutrisi adalah dengan melakukan edukasi makanan dan nutrisi seimbang yang didasarkan pada penelitian tentang diet, nutrisi, dan kesehatan.[7]

Melalui program CSR yang bernama “LG Loves Indonesia”, LG Electronics Indonesia ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk peduli dengan masalah double burden of malnutrition tersebut. Caranya adalah dengan membuat sebuah Facebook aplikasi menarik bernama “LG NutriFridge”.

Pengguna Facebook dapat mengakses “LG NutriFridge” di http://www.facebook.com/LGLovesIndonesia/app_124253197719774 dan mulai mengisi kulkas virtualnya dengan bahan-bahan makanan bergizi. Sambil belajar mengenai nutrisi, pengguna Facebook juga dapat sekaligus berdonasi. Pada akhir program, LG Electronics Indonesia akan menyumbangkan tiga kulkas kepada tiga panti asuhan anak, serta menyumbangkan bahan-bahan makanan bergizi selama 6 bulan.

Bersama LG Nutrifridge, mari cegah dan kurangi risiko malnutrisi dari sekarang.

References:

Dibaca sebanyak 1940 kali. Terima kasih.

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Ngeblog dan Berteman.
  • Klik VSI Yusuf Mansur

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online

  • Pengunjung

    web counter

    Klik Untuk Statistik

  • Umur Blog

    Blog ini telah online sejak 7 tahun, 5 bulan dan 2 hari yang lalu.