Search Results

Gula dan Tubuh

Posted in Tips Kesehatan on Sep 19, 2014 with No Comments →

Ada yang hidupnya gak bisa lepas dari gula? Gula dan pemanis itu bikin ketagihan loh dan ini gak baik untuk tubuh. Bila saat ini kamu memiliki kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan maka kamu harus segera mengubah kebiasaan itu.

Mengapa kita harus mengurangi konsumsi gula? Karena gula membuatmu gemuk. Gula dapat menyebabkan kamu mudah merasa gelisah. Gula dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes, ginjal dan jantung. Gula juga menekan fungsi sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kulitmu mudah berkeriput.

Ketagihan dan keasyikan mengonsumsi gula membuat tubuhmu kekurangan zat gizi penting lainnya sehingga kadang butuh tambahan suplemen. Kekurangan gizi karena mengonsumsi gula tentu gak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhmu.

Melihat demikian besarnya dampak buruk gula yang dikonsumsi secara berlebihan bagi tubuh maka sudah saatnya kamu mulai mengurangi konsumsi gula. Caranya?

  • Pilihlah buah buahan yang segar dan hindari mengonsumsi buah yang dikeringkan yang telah ditambah dengan gula.
  • Pastikan tubuhmu mengonsumsi cairang yang cukup.
  • Jangan pernah melupakan makan karena keasyikan mengonsumsi makanan yang bergula dan mengonsumsi makanan yang sehat juga berguna untuk mengurangi masuknya gula ke dalam tubuhmu.
  • Hindari menyimpan manisan atau gula gula di dalam lemari makanan. Godaan mengonsumsi gula gula tersebut dapat dihindari.
  • Jika mulai timbul godaan mengonsumsi yang manis manis, cobalah alihkan dengan berjalan kaki.

Dibaca sebanyak 4496 kali. Terima kasih.

FacebookTwitterGoogle+Share

Belajar Mengurangi Konsumsi Gula

Posted in Info Kesehatan on Aug 18, 2010 with No Comments →

Gula rasanya manis dan gula ditambahkan dalam makanan tentu agar makanan yang kita makan terasa manis. Tahukah anda bahwa mengkonsumsi gula secara berlebihan tidak baik untuk kesehatan?

Disamping mampu meningkatkan berat badan secara cepat, konsumsi gula yang berlebihan dalam jangka panjang juga merupakan faktor pencetus terjadinya penyakit diabetes melitus atau kencing manis.

Lalu, bagaimana caranya mengurangi konsumsi gula dalam diet sehari hari?

  1. Kurangi konsumsi permen, makanan penutup dan berbagai makanan manis lainnya.
  2. Ingat selalu untuk mengkonsumsi makanan yang segar seperti buah buahan, sayur mayur, biji bijian dan berbagi macam sumber protein yang lain.
  3. Pilihlah air putih bila anda ingin minum, hindari minuman dengan pemanis.
  4. Sedapat mungkin menghindari makanan olahan.
  5. Untuk konsumsi makanan sehari hari, pilihlah menu makanan yang sedikit mengandung gula.
  6. Pilihlah pemanis rendah kalori daripada gula.

Dibaca sebanyak 3618 kali. Terima kasih.

Cegah Diabetes Dengan Olahraga dan Makan Yang Tepat

Posted in Info Kesehatan on May 15, 2015 with No Comments →

Sebuah penelitian baru tentang diabetes baru saja dipresentasikan dalam Journal Diabetes Care. Penelitian ini menunjukan bahwa diet dan olahraga memiliki manfaat untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Peneliti yang berasal dari Saint Louis University mengamati bagaimana olahraga dan pembatasan asupan kalori memiliki efek positif terhadap sensitivitas insulin. Pada kelompok studi yang melakukan olahraga dan pengaturan diet menunjukan peningkatan sensitivitas insulin bila dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Selama penelitian, peneliti mencatat kadar sensitivitas insulin yang merupakan tanda seberapa mampu tubuh dalam mempergunakan insulin.

Menurut Edward Weiss, salah satu asisten peneliti, bila seseorang memiliki kadar gula darah yang normal namun sensitivitas insulin menurun maka orang tersebut memiliki risiko potensial menderita diabetes tipe 2. Dibaca sebanyak 687 kali. Terima kasih.

Bahagia Dengan Diri Sendiri

Posted in Tips Kesehatan on May 05, 2015 with No Comments →

Sangatlah sulit merasa bahagia saat kita berada di depan cermin. Pasti ada saja kekurangan yang kita rasakan pada diri kita. Terlalu hitam lah, terlalu putih lah, terlalu kecil lah dan lain lain. Padahal dengan mencoba memandang diri kita secara sehat saat bercermin, kita lebih bisa untuk merawat tubuh kita sendiri.

Cobalah untuk mengumpulkan poin demi poin dari keunggulan yang ada pada tubuhmu, kalau kesulitan mengumpulkan atau menentukan sendiri, bisa dibantu oleh saudara atau pasanganmu. Misalnya, kamu memiliki mata yang indah atau bibir yang menawan maka tonjolkanlah itu pada pikiranmu sehingga menutup semua pikiran negatif atau anggapan bahwa tubuhmu tidak sempurna.

Bila diantara yang kamu senangi dari tubuhmu itu ada juga kekurangannya maka buatlah suatu tujuan atau harapan yang ingin kamu capai dari bagian tubuh tersebut. Misalnya bibirmu indah tapi lipstiknya gak pas maka kamu bisa memikirkan warna lipstik apa yang cocok untuk bibirmu yang indah sehingga apa yang kamu banggakan pada bibirmu itu lebih membanggakan lagi.

Catat dan ingat semua pikiran yang mempengaruhi penilaianmu terhadap tubuhmu. Pikiran dan penilaian ini bisa terjadi sejak anak anak atau saat kamu menginjak remaja. Mengingat dan mencatat pikiran ini dapat membantumu terlepas dari beban atau hal hal yang buruk tersebut.

Jangan sekali sekali membanding bandingkan dirimu dengan orang lain. Apalagi kamu membandingkan dirimu dengan selebritis terkenal.

Fokuslah pada kenyataan bahwa kamu adalah manusia yang unik dan dirimu adalah dirimu. 

Akhir kata, jadilah diri sendiri. Senyum

Dibaca sebanyak 610 kali. Terima kasih.

Hukuman Mati

Posted in Editorial on Apr 28, 2015 with No Comments →

Malam ini atau dini hari nanti menurut rencana akan dilaksanakan eksekusi mati terhadap 9 orang terpidana mati kasus narkoba di pulau Nusa Kambangan. Terpidana mati dari berbagai negara ini akan meregang nyawa di hadapan para regu tembak dari Brimob polisi.

Inilah daftar kesembilan terpidana mati yang akan dieksekusi malam ini:

1.Raheem Agbaje Salami (Warga Negara Nigeria)
Kasus: Kepemilikan lima kilogram heroin
2.Martin Anderson (Warga Negara Ghana)
Kasus: Kepemilikan 50 gram heroin
3.Mary Jane (Warga Negara Philipina)
Kasus: Penyelundupan 2,6 kilogram heroin
4.Andrew Chan (Warga Negara Australia)
Kasus: Penyelundupan 8 kilogram heroin
5.Myuran Sukumaran (Warga Negara Australia)
Kasus: Penyelundupan 8 kilogram heroin
6.Sylvester Obiek (Warga Negara Nigeria)
Kasus: Penyelundupan 1,2 kilogram heroin
7.Okwudili Oyatanze (Warga Negara Nigeria)
Kasus: Penyelundupan 1,2 kilogram heroin
8.Rodrigo Gularte (Warga Negara Brazil)
Kasus: Penyelundupan 19 kilogram kokain di papan selancar
9.Zainal Abidin (Warga Negara Indonesia)
Kasus: Kepemilikan 58,7 kilogram ganja

Narkoba memang memiliki daya rusak dan daya bunuh yang masif terhadap generasi muda, tapi apakah hukuman mati memang pantas untuk mereka?

Dibaca sebanyak 633 kali. Terima kasih.

4 Penginapan Murah Di Bandung Untuk Keluarga

Posted in Advertorial on Feb 05, 2015 with No Comments →

Jika Anda berencana untuk datang ke Bandung bersama keluarga menikmati liburan atau hanya sekadar berwisata, maka salah satu akomodasi yang harus Anda persiapkan mulai saat ini adalah tempat menginap selama berada di sana. Mencari hotel di Bandung yang berharga murah namun bisa digunakan untuk mengakomodasi seluruh keluarga Anda tidaklah sulit. Hotel di Bandung banyak yang menawarkan harga relatif murah dengan fasilitas lengkap dan ruangan yang memadai terutama bagi mereka yang datang berlibur bersama keluarga.

Berikut adalah beberapa daftar penginapan murah di Bandung untuk keluarga yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Hotel Vio Surapati Bandung

Salah satu hotel di Bandung yang berharga relatif murah namun memiliki ruangan luas dan tempat tidur yang bisa di gunakan untuk berapa orang adalah Hotel Vio Surapati. Hotel ini beralamat di Jalan Surapati nomor 51, Bandung. Walaupun tidak memiliki fasilitas selengkap hotel lain, namun hotel ini masih memiliki beberapa fasilitas utama seperti layanan kamar, tempat parkir yang luas, laundry, dan lain lain.

Kamar yang dimiliki oleh Hotel Vio Surapati tergolong elegant dan simple. Jika Anda adalah penyuka tempat yang sederhana dan membutuhkan hotel yang berada di tempat strategis, maka hotel ini merupakan pilihan tepat. Anda bahkan bisa mengakses Gedung Sate, Bandara Internasional Husein Sastranegara, Stasiun Kereta Api dan beberapa tempat lain hanya dengan berjalan kaki.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 267.769,-

2. Zodiak Kebon Kawung

Zodiak Kebon Kawung adalah salah satu hotel Bandung yang memiliki fasilitas lengkap namun menawarkan harga yang kompetitif berikutnya. Fasilitas seperti tempat parkir yang luas, restoran, laundry, layanan kamar, bahkan spa juga tersedia di hotel ini.

Hotel Zodiak Kebon Kawung adalah salah satu contoh hotel yang mengedepankan tampilan modern dengan gaya minimalis. Design unik dan kamar sederhana, namun menyenangkan.

Hotel ini berada di Jalan Kebon Kawung nomor 54 Bandung. Fasilitas tambahan seperti tv kabel, brankas kecil, pengering rambut, pemanas air dan pendingin ruangan bisa Anda jumpai di setiap kamarnya. Walaupun hotel ini baru dibuka beberapa waktu yang lalu, namun pelayanan dan fasilitas yang dimilikinya benar-benar menyenangkan.

Harga yang ditawarkan setiap kamarnya mulai dari Rp 264.463,-

3. Graha Ciumbuleuit Guest House

Graha Ciumbuleuit Guest House adalah pilihan hotel selanjutnya yang cocok bagi Anda jika Anda ingin berlibur bersama keluarga. Hotel bintang 2 ini terletak di dekat pusat perbelanjaan Paris Van Java maupun Cihampelas Walk. Tidak hanya itu, Universitas Parahyangan juga tak jauh dari hotel ini.

Sesuai dengan namanya, Graha Ciumbuleuit Guest House memiliki 125 kamar lengkap dengan ac, kamar mandi pribadi, televisi dan berbagai fasilitas lainnya merupakan tempat yang cocok untuk peristirahatan Anda dan keluarga.

Fasilitas utama yang dimiliki oleh hotel ini diantaranya adalah restoran, kolam renang, layanan kamar sama pusat kebugaran, laundry, tempat parkir yang luas, serta spa. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 239.463,-

4. Serela Waringin

Serela Waringin adalah hotel bintang 3 dengan tarif sangat murah. Hotel yang beralamat di Jalan Kelenteng no 30-31, Kebon Jati, Bandung ini, memiliki berbagai keunggulan dibandingkan hotel-hotel yang lain terutama jika kita melihat lokasi dan pelayanan yang diberikannya.

Seperti yang telah disebutkan di atas, hotel ini memang dirancang dengan sangat berkelas serta memiliki fasilitas yang tergolong komplek. Bagi Anda yang ingin berbulan madu di Bandung, namun berharap bisa mendapatkan hotel dengan biaya yang murah, maka cobalah Hotel Serela Waringin Bandung ini.

Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh hotel ini diantaranya adalah restoran, kolam renang, laundry, coffee maker, balkon, serta dryer dan pendingin ruangan.

Ini adalah salah satu hotel yang sengaja memunculkan kesan alami dengan menempatkan berbagai bunga-bunga serta pemandangan yang lembut. Jadi, Serela Waringin boleh dikatakan salah satu hotel yang sangat romantis. Harga kamar yang ditawarkan mulai dari Rp 518.000,-

Harga penginapan murah di Bandung di atas diambil dari situs reservasi hotel terpercaya yaitu goindonesia.com

Dibaca sebanyak 1703 kali. Terima kasih.

Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Ginjal

Posted in Tips Kesehatan on Sep 27, 2014 with No Comments →

Apakah manusia bisa hidup tanpa ginjal? Ginjal memang ukurannya kecil, hanya sebesar kepalan tangan anak balita. Namun, fungsi ginjal sangat vital bagi kehidupan manusia. Ginjal berfungsi memisahkan racun dari darah untuk kemudian dibuang melalui urin.

Seseorang yang ginjalnya tidak berfungsi berarti mengidap gagal ginjal. Ketika ginjal seseorang tidak berfungsi, maka kotoran tidak bisa dikeluarkan dalam darah dan menjadi racun untuk tubuh.

Orang yang sudah terkena gagal ginjal harus melakukan cuci darah. Proses ini adalah proses menggantikan fungsi ginjal dengan mesin. Mesin akan memisahkan kotoran dari darah kemudian darah dimasukan lagi ke dalam tubuh.

Jika ingin ginjalnya berfungsi kembali, orang yang telah mengalami gagal ginjal harus melakukan transplantasi ginjal. Hal ini mungkin, namun sulitnya menemukan orang yang mau mendonorkan ginjal adalah kendala.

Sebelum terlambat, kesehatan ginjal harus dijaga dengan baik. Inilah beberapa tips sederhana untuk menjaga kesehatan ginjal :

Kontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan masalah bagi ginjal. Kita bisa bayangkan, ginjal yang biasa menyaring darah akan sangat kerepotan jika tiba-tiba tekanan laju darah meningkat dari biasanya.

Minum air putih secukupnya

Masalah kekurangan minum juga bisa menjadi pemicu masalah ginjal. Minumlah air sesuai kebutuhan tubuh, yakni 8 gelas setiap harinya.

Tidak merokok

Rokok mengandung banyak sekali racun yang bisa merusak organ-organ tubuh, salah satunya ginjal. Menghindari rokok adalah salah satu langkah bijak untuk menjaga kesehatan ginjal.

Menjaga konsentrasi gula darah normal (penderita diabetes)

Masalah ginjal adalah salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes. Supaya tidak terjadi komplikasi, penderita diabetes harus menjaga gula darahnya tetap normal.

Hindari stress

Stress ini ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi. Ketika kita stress, maka detak jantung bisa tak beraturan dan tekanan darah bisa naik.

Rajin berolahraga

Aktifitas fisik merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga organ-organ tubuh, salah satunya adalah ginjal. Jika memang belum kuat, lakukan aktifitas ringan seperti jalan kaki atau lari-lari kecil.

Batasi penggunaan obat anti nyeri

Obat anti nyeri mempunyai efek langsung merusak ginjal. Sebisa mungkin, batasi penggunaan obat anti nyeri ini.

Di dalam tubuh, organ tubuh vital tidak hanya ginjal. Organ-organ lainnya pun harus dijaga sebaik mungkin. Pada kesempatan lain akan dibahas tentang menjaga kesehatan organ tubuh lainnya. Tips ini dipersembahkan oleh SehatFresh.com. Semoga bermanfaat.

Dibaca sebanyak 7018 kali. Terima kasih.

Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program “4 Sehat 5 Teratur”

Posted in Advertorial on Jun 02, 2014 with No Comments →

Swa-Monitoring Gula Darah (SMGD) terstruktur adalah salah satu bagian dari program “4 Sehat 5 Teratur” untuk pengelolaan diabetes yang efektif

Mei 8, 2014 – Menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia dengan usia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap diabetes adalah sebanyak 6,9%. Sementara, menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada tahun 2011 Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2. Tingkat prevalensi diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%), dan Kalimantan Timur (2,3%) dengan kecenderungan pada wanita di perkotaan yang berusia 45 – 52 tahun.

Berlatarbelakang dari fenomena diatas, untuk meminimalisir perkembangan epidemi Diabetes Melitus, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM) mengatakan bahwa, hal yang efektif dalam pengelolaaan diabetes adalah melalui program “4 Sehat 5 Teratur” yang bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya komplikasi.

4 Sehat 5 Teratur terdiri dari:

1) Edukasi diabetes, agar penderita diabetes terus mencari informasi dan mengetahui perkembangan diabetes, sehingga dapat memahami seluk beluk diabetes beserta cara pengendaliannya

2) Melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 3 sampai 4 kali dalam seminggu, selama 30 menit

3) Pengaturan pola makan penderita diabetes perlu dijaga dengan konsumsi rendah gula dan tinggi serat agar gula darah menjadi seimbang

4) Terapi obat atau insulin dengan anjuran dari dokter sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes, apakah memerlukan obat oral atau insulin?

5) Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD) terstruktur yaitu pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu.

Jopie Leksmono, Business Unit Head Diabetes Care PT Roche Indonesia mengemukakan bahwa, PT. Roche Indonesia – Diabetes Care mendukung penuh terhadap program pemerintah “4 Sehat 5 Teratur” dengan turut mensosialisasikan pentingnya melakukan monitor gula darah secara rutin sehingga kadar gula darah dapat tetap terkontrol dengan baik dan diharapkan dapat menghindari terjadinya komplikasi diabetes berkelanjutan. Dengan sosialisasi program “4 Sehat 5 Teratur” ini diharapkan dalam jangka panjang dapat menekan pertambahan penderita Diabetes di Indonesia.

Sementara itu, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM), menyampaikan, saat ini kebiasaan dari mayoritas pengidap diabetes adalah tidak melakukan kontrol secara rutin, karena mereka menganggap asupan terapi obat yang dilakukan sehari-hari akan efektif secara terus menerus. Padahal perkembangan kadar gula darah seseorang secara berkala dapat berubah dalam kurun waktu tertentu, sehingga diperlukan SMGD terstruktur.

“SMGD terstruktur memiliki peran yang sangat penting bagi penderita diabetes, yaitu tidak hanya memantau kadar gula darah saja tetapi dapat memudahkan penderita maupun dokter dalam menyesuaikan asupan obat dan juga dapat membantu dalam program terapi pengelolaan diabetes. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat tetap terkontrol dengan baik untuk menghindari terjadinya komplikasi diabetes” jelasnya lebih lanjut.

Hal yang samapun disampaikan oleh Jopie Leksmono, Business Unit Head Diabetes Care PT. Roche Indonesia, melihat pertumbuhan diabetes di Indonesia semakin tinggi dan kesadaran masyarakat Indonesia khususnya penderita Diabetes untuk melakukan SMGD terstruktur secara rutin perlu ditingkatkan sehingga diharapkan terapi pengelolaan diabetes dapat lebih optimum lagi.

Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) atau Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD)

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, Swa-Monitoring Glukosa Darah juga disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun OAD (Oral Anti Diabetic). Tujuan dari Swa-Monitoring Glukosa Darah terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG. SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi, SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa, SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien, Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG, Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita diabetes, dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur.

Target hasil tes gula darah adalah:

· Gula darah puasa / sebelum makan → Dibawah 100 mg/dL

· Gula darah setelah makan → Dibawah 140 mg/dL

Tentang Accu–Chek®

Accu–Chek® adalah alat monitor untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh bagi diabetesi dan non diabetesi yang dapat digunakan sehari – hari dimana saja dan kapan saja dengan hasil akhir akurat yang setara dengan hasil laboratorium. Accu–Chek® memiliki seperangkat alat yang berisi meter untuk menampilkan hasil, strip untuk mengukur kadar gula darah, dan softclix sebagai alat tembak dari jarum untuk mengeluarkan darah.

Accu – Chek® memiliki beberapa keunggulan yaitu mampu menyimpan memori hingga 500 memori, memiliki alarm pengingat tes, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan hasil tes dapat disimpan dan dipindahkan ke dalam perangkat komputer. Accu–Chek® sudah tersedia di Indonesia dengan beragam varian yaitu Accu–Chek® Active, Accu–Chek® Performa, dan Accu–Chek® Performa Nano.

Tentang PT. Roche Indonesia

PT. Roche Indonesia adalah afiliasi dari Roche Group sebagai perusahaan pelayanan kesehatan yang berpusat di Basel, Swiss. Roche menyediakan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang berbeda – beda. Misi PT. Roche Indonesia adalah menciptakan nilai tambah dalam bidang perawatan kesehatan dengan fokus pada bidang yang menjadi keahliannya yaitu diagnostik dan farmasi.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:

Jopie Leksmono

Business Unit Head of Diabetes Care

Accu-Chek

+62811-8424-364

jopie.leksmono@roche.com

Dibaca sebanyak 2664 kali. Terima kasih.

Mengenal Lebih Dalam Tentang Diabetes

Posted in Info Penyakit on May 31, 2014 with No Comments →

Menurut Kementrian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia yang berusia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap Diabetes sebanyak 6,9%.

Prevalensi Diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah:

  • Yogyakarta (2,6%)
  • DKI Jakarta (2,5%)
  • Sulawesi Utara (2,4%)
  • Kalimantan Timur (2,3%)

Wanita di perkotaan dengan pendidikan tinggi mempunyai prevalensi Diabetes yang cenderung lebih tinggi dibandingkan laki – laki.

Kelompok umur yang paling banyak mengidap Diabetes adalah 45 – 52 tahun dengan resiko Diabetes yang meningkat seiring penambahan usia. Terutama pada usia diatas 40 tahun. Peningkatan resiko ini dikarenakan terjadi intoleransi glukosa.

Ada beberapa tipe Diabetes:

  1. Diabetes Mellitus tipe I: Diabetes yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh penderita sehingga menyebabkan kerusakan sel beta pankreas. Kerusakan ini menyebabkan penurunan jumlah produksi insulin yang berperan sebagai kunci untuk membuka pintu sel tubuh supaya glukosa bisa masuk. Penderita Diabetes Tipe 1 ini dikenal sebagai Diabetes yang tergantung pada suntikan insulin, dan biasanya muncul pada usia anak – anak.
  2. Diabetes Mellitus tipe II: Diabetes yang terjadi akibat kerusakan pintu sel tubuh sehingga tidak mau terbuka (resistensi insulin). Akibatnya sel tubuh kelaparan dan kadar gula darah meningkat dikarenakan penumpukan glukosa darah. Diabetes tipe ini mulanya diatasi dengan pengaturan pola makan dan latihan fisik. Apabila glukosa darah masih belum terkendali, maka perlu ditambahkan dengan obat diabetes jenis tablet (obat hipoglikemik oral).
  3. Diabetes Mellitus tipe III atau MRDM (Malnutrition related Diabetes Mellitus): Diabetes tipe ini berkaitan dengan radang pankreas (pankreatitis), kelainan hormonal, atau obat – obatan. Diabetes tipe ini diawali dengan kondisi kekurangan gizi (malnutrisi).
  4. Diabetes Mellitus tipe IV (Diabetes pada kehamilan atau Gestasional Diabetes Mellitus): Diabetes yang timbul pada saat kehamilan, yang dikenal sebagai Diabetes Gestasional. Penyebabnya adalah berkurangnya fungsi tubuh selama kehamilan dalam menghadapi naiknya kadar gula darah.
  5. Diabetes tipe lain: Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lainnya, misalnya kerusakan hati (sirosis hepatik).

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) tahun 2011, berdasarkan studi epidemiologi terbaru, Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2.

Diperkirakan hanya sekitar 50% penyandang diabetes yang sudah terdiagnosa di Indonesia. Dari yang terdiagnosa tersebut, hanya dua per tiga saja yang mendapatkan pengobatan.

4 Sehat 5 Teratur

Terapi Diabetes bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah. Dengan demikian akan mengurangi terjadinya komplikasi.

Tips pengelolaan Diabetes dapat dilakukan dengan cara 4 sehat 5 teratur yaitu:

  1. Edukasi Diabetes: rajin mencari informasi atau mengikuti perkembangan mengenai Diabetes sehingga dapat memahami seluk beluk Diabetes beserta cara pengendaliannya
  2. Aktivitas fisik: latihan aktivitas fisik atau olah raga dapat dilakukan selama 3 – 4 kali seminggu selama 30 menit untuk mendapatkan hasil maksimal sehingga gula dalam darah dapat terus digunakan dengan baik melalui latihan fisik
  3. Pengaturan pola makan: penderita Diabetes perlu menjaga pola makan rendah gula dan tinggi serat untuk menjaga gula darah seimbang. Jumlah kalori dibatasi dengan perbandingan 25 kalori x berat badan untuk wanita dan 30 kalori x berat badan untuk laki – laki. Jadwal pengaturan pola makan dibagi menjadi enam kali yang terdiri dari tiga kali makanan utama dan tiga kali makanan ringan.
  4. Terapi obat atau insulin: setelah pengaturan pola makan dan aktivitas fisik telah dilakukan, asupan terapi obat akan dianjurkan oleh dokter sesuai dengan kebutuhan penderita Diabetes yaitu obat oral atau insulin.
  5. Swa-monitoring glukosa darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG): pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu

Swa-Monitoring Glukosa Darah/Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG)

Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, SMBG disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun yang belum menggunakan. Dengan melakukan SMBG, penderita diabetes dapat memantau kadar gula darah secara optimal dan hemat biaya.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG:

  • SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi.
  • SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa.
  • SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien.
  • Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
  • Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG.
  • Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu:

  • 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita Diabetes
  • Dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur. Tujuan SMBG terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.
  • Target hasil tes gula darah:

         § Gula darah puasa / sebelum makan à Dibawah 100 mg/dL

         § Gula darah setelah makan à Dibawah 140 mg/dL

Komplikasi Diabetes Melitus

Berbeda dengan penyakit lainnya, awalnya penderita diabetes tidak merasakan gejala gangguan penyakitnya. Namun setelah lebih dari 10 tahun, jika kadar gula darahnya tidak dikendalikan, akan timbul komplikasi yang berbahaya.

Diabetes Mellitus dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi yaitu komplikasi akut (komplikasi yang terjadi secara mendadak) dan komplikasi kronis (komplikasi yang terjadi secara menahun).

Komplikasi akut:

  • Hipoglikemia: menurunnya kadar gula darah menjadi < 60 mg/dL
  • Keto Asidosis Diabetika (KAD): Lemak dipecah menjadi energi dan limbah racun (Keton) karena gula darah terlalu tinggi (>300 mg/dL)
  • Koma Lakto Asidosis: penurunan kesadaran hipoksia (yang ditimbulkan oleh hiperlaktatemia (tingkat asam laktik yang tinggi dalam darah).
  • Koma Hiperosmolar Non Ketotik: Diabetes Mellitus dengan asidosis metabolic yang menyebabkan penurunan kesadaran hipoksia

Komplikasi kronis: biasanya terjadi pada penderita Diabetes mellitus yang tidak terkontrol dalam jangka waktu kurang lebih 10 tahun.

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan pembuluh darah serta syaraf yang terkena yaitu:

  • Makroangiopati: komplikasi pembuluh darah besar (pembuluh darah jantung atau jantung koroner, pembuluh darah otak atau stroke, pembuluh darah tepi atau peripheral artert disease)
  • Mikroangiopati: komplikasi pembuluh darah kecil yaitu (retionopati diabetika atau retina mata, dan nefropati diabetika atau ginjal)
  • Neuropati: komplikasi saraf tepi yaitu terasa tebal atau terbakar atau bergetar pada kaki atau tangan

Komplikasi kronis dapat dibagi berdasarkan organ yaitu:

  • Mata: lensa cembung (myopia reversible, katarak irreversible), glaukoma, pendarahan corpus vitreus, retinopati Diabetes mellitus, dan nerve centralis
  • Hidung: penciuman menurun
  • Mulut: mulut kering, ludah kental, lidah tebal, ginggiva berwarna merah tua
  • Jantung: penyakit jantung koroner
  • Paru – paru: Tuberculosis (TBC)
  • Saluran cerna
  • Ginjal dan saluran kencing: infeksi saluran kencing dan disfungsi ereksi
  • Saraf
  • Sendi: polyarthritis.
  • Kaki diabetika: kombinasi makroangiopati, mikroangiopati, neuropati, dan infeksi pada kaki.

Dibaca sebanyak 4797 kali. Terima kasih.

Dr. Tahir Beri Harapan Bagi Penderita Penyakit Jantung di Indonesia

Posted in Advertorial on Feb 08, 2014 with 1 Comment →

Belum lama ini saya mendengar kabar bahwa ada lagi kegiatan amal yang baru dilakukan oleh Dr. Tahir, pengusaha sukses, investor, filantropis, pemilik sekaligus pendiri Mayapada Group Indonesia. Seorang anak pembuat becak yang kini menjelma jadi orang terkaya ke-12 di Indonesia.

Baru saja kemarin hari saya terkesima dengan sosok beliau karena langkah “gila”-nya menggelontorkan uang puluhan juta dolar AS serta menarik Bill Gates, CEO Microsoft.corp (orang paling dermawan di dunia) untuk kepentingan penanggulangan persebaran penyakit HIV, TBC, dan malaria di Indonesia, sekarang dia sudah melakukan satu aksi sosial kembali yang berkaitan juga dengan perkembangan dunia kesehatan di Indonesia.

Dari anak pembuat becak, Dr.Tahir menjelma menjadi seorang dermawan yang sangat peduli sekali terhadap dunia kesehatan dan pendidikan Indonesia. Mungkin karena kandasnya cita-cita muda untuk menjadi seorang dokter, sehingga dia salurkan sekarang mimpinya untuk menolong sesama dengan rajin berderma. Berderma seakan sudah jadi sebuah hobi baginya. Semangat untuk berbagi kepada sesama dalam rangka membangun bangsa seperti sudah terpatri kuat dalam jiwa-nya.

Apa lagi yang dilakukan oleh Dr. Tahir? Pernah teman-teman mendengar bahwa ada satu penyakit yang paling ditakuti saat ini oleh masyarakat di seluruh dunia? Ya, penyakit Jantung. Baru saja saya melihat rilis berita media bahwa Dr. Tahir melalui Gerakan Peduli Jantung bekerjasama dengan RS Mayapada, sebuah rumah sakit yang dibangun olehnya akan memberikan donor berupa pengobatan jantung gratis untuk 99 penderita jantung kurang mampu di Indonesia.

Sudah bukan rahasia umum memang kalau penyakit jantung saat ini didaulat menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Menurut rilis yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO), penyakit jantung atau yang biasa dikenal dengan istilah kedokteran, penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian manusia nomor satu di negara maju dan berkembang dengan menyumbang 30% atau sekitar 17 juta kasus dari seluruh kematian di dunia. Dari angka tersebut, diperkirakan 7,3 juta-nya disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Per April 2011 WHO memperkirakan, kematian akibat penyakit jantung, terutama jantung koroner di Indonesia mencapai 243.048 kasus, atau 17,05 persen dari total kematian di Indonesia.

Berbicara mengenai penyakit jantung, didapatkan fakta bahwa sepertinya pengidap penyakit jantung di Indonesia memang terus mengalami peningkatan tajam. Hal tersebut ditandai dengan jumlah pasien jantung di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun-ketahun. Kementerian Kesehatan (Kemkes) juga mencatat, penyakit jantung merupakan salah satu kelompok penyakit tidak menular yang saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi, dan menimbulkan beban ganda bagi masyarakat Indonesia.

Biaya pengobatan penyakit jantung memang tidak lah kecil, saat ini saja biaya perawatan jantung sudah meningkat 13% dari 5 tahun lalu. Penyakit seperti jantung ini bila dialami oleh masyarakat yang kurang mampu pasti akan sangat memberatkan ekonomi keluarga mereka. Maka dari itu, tidak heran bila sampai dengan sekarang penyakit jantung masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai ilustrasi, seorang yang terdiagnosa menderita penyakit jantung di Indonesia pada saat ini, umumnya akan diberikan 2 (dua) alternatif pengobatan: 1) Katerisasi : tindakan invasive (semi bedah) yang mencakup pemasangan balon dengan biaya sekitar R. 30 – 50 juta, dan pemasangan ring / stent dengan biaya sekitar Rp 60 – 90 juta 2) Operasi Bypass : di Indonesia dapat menghabiskan biaya hingga Rp 150 juta, sementara di negara tetangga dapat mencapai lebih dari Rp 200 juta. Jumlah di atas belum termasuk dengan biaya laboratorium, perawatan setelah pembedahan, konsultasi pra – / post – pengobatan dan obat – obatan lanjutan yang juga akan sangat memakan biaya.

Bisa dibayangkan, bagimana jadinya kalau penyakit ini diderita oleh kebanyakan masyarakat kurang mampu di Indonesia? Angka kematian (mortalistas) negara kita pasti akan meningkat.

Fenomena yang saya paparkan di atas bisa jadi merupakan latar belakang Pak Tahir ini melakukan sebuah aksi sosial memberikan donor berupa pengobatan jantung gratis penderita jantung kurang mampu tersebut. Gerakan Peduli Jantung yang dilakukan oleh beliau untuk memberikan operasi gratis bagi para penderita penyakit jantung kurang mampu ini nampaknya cukup beralasan. Indonesia adalah salah satu negara dengan angka kematian tinggi akibat jantung di dunia.

Mengutip perkataan Tahir di sejumlah media, dia juga menilai bahwa akses kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia belum merata. Padahal karena pengaruh lingkungan tempat tinggalnya, masyarakat dengan yang kurang beruntung tersebut adalah golongan yang paling rentan terserang penyakit. Kerentanan tersebut diperparah dengan sulitnya akses terhadap fasilitas kesehatan memadai yang dekat dengan mereka. BPJS memang sudah berjalan, tetapi menurutnya kualitas pelayanan kesehatan bagi golongan masyarakat kurang mampu tersebut masih dipertanyakan.

Tingginya angka kematian penderita penyakit jantung di Indonesia tidak dapat dipungkiri pasti sangat berhubungan dengan kemampuan para penderita jantung dalam hal biaya penanganan pengobatan penyakit jantung yang memang terhitung cukup mahal harganya. Dalam kisararan umum, seperti yang penulis sudah ilustrasikan diatas, total biaya yang harus dikeluarkan seorang pasien penyakit jantung bisa sampai minimal Rp 100 juta. Nilai yang tidak sedikit jumlahnya bagi mereka para penderita yang kesehariannya hidup dalam keterbatasan.

Jika melihat segala aksi yang dilakukan Dr. Tahir ini, saya meyakini nampaknya Dr. Tahir seakan ingin meberikan harapan bagi para penderita jantung yang berstatus kurang mampu di Indonesia. Mereka kritis tapi tak boleh hidupnya krisis.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dalam rangka mencapai Indonesia sehat dan sejahtera ini, kehadiran uluran tangan para dermawan Indonesia yang peduli terhadap dunia kesehatan seperti Dr. Tahir ini bak "oase di tengah gurun sahara". Darma bhakti-nya bisa jadi penyegar bagi rakyat Indonesia. Semoga lebih banyak lagi Dr. Tahir – Dr. Tahir baru yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tidak hanya Dr. Tahir, semoga bisa muncul lebih banyak lagi juga orang dermawan di Indonesia.

Sedikit mengutip perkataannya Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II bahwa:

“Healthy citizens are the greatest asset any country can have.” – Winston Churchill (1874-1975)

Saya yakin Dr. Tahir pasti sangat memahami makna dari kutipan di atas.

Terima Kasih Bapak.

Dibaca sebanyak 8169 kali. Terima kasih.

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Ngeblog dan Berteman.
  • Klik VSI Yusuf Mansur

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online

  • Blog Lain