Archive for September, 2011

Mari Merawat Prostat09.04.11

Dengan bertambahnya usia pada pria, organ prostat pun kerap ikutan membesar. Prostat adalah organ reproduksi yang sangat penting pada pria. Organ yang terletak tepat di bawah kandung kencing pria ini berfungsi menghasilkan cairan yang menjadi cairan pengisi sperma saat ejakulasi.

Gejala utama pembesaran prostat, pancaran air seni menjadi lambat, nyeri saat kencing dan keinginan kencing yang kuat secara tiba tiba.

Berikut beberapa hal yang harus dilakukan begitu ada gejala pembesaran prostat yang sifatnya ringan:

  • Pergilah ke kamar kecil sesering mungkin dan segeralah kencing begitu ada keinginan.
  • Kurangi konsumsi kafein dan alkohol terutama setelah makan malam.
  • Kurangi konsumsi cairan dua jam sebelum tidur.
  • Hindari obat obatan yang mengandung antihistamin atau dekongestan yang dapat memperberat keluhan.
  • Berolahragalah yang rutin dan tetap dalam kondisi hangat.
  • Batasi stress sedapat mungkin.

Posted in Tips Kesehatanwith 1 Comment →

Bakteri Berbahaya Ada Di Seragam Dokter Dan Perawat09.03.11

Menurut sebuah studi terbaru, jas putih dan jubah yang sering digunakan dokter, perawat dan staf rumah sakit kemungkinan terkontaminasi bakteri berbahaya.

Peneliti di Israel yang melakukan pemeriksaan terhadap pakaian seragam yang dikenakan oleh dokter dan perawat menemukan hampir 60% dari seragam tersebut mengandung bakteri berbahaya. Pemeriksaan dilakukan terhadap ujung lengan baju, kantong dan bagian perut seragam kerja dari 75 orang perawat dan 60 orang dokter.

Bakteri yang berpotensi membahayakan di temukan pada 60% seragam dokter dan 65% seragam perawat. Bakteri yang resisten terhadap antibiotika ditemukan pada 21 sampel seragam perawat dan 6 sampel seragam dokter. Delapan sampel seragam terkontaminasi bakteri methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), yang sangat sulit dibasmi dengan antibiotika terkini.

Bakteri yang terdapat pada seragam petugas kesehatan memang tidak secara langsung berhubungan dengan penularan penyakit namun temuan ini kembali mengingatkan akan makin banyaknya bakteri yang resisten terhadap antibiotika di kalangan pasien rumah sakit.

Setiap pakaian yang dikenakan petugas kesehatan memang akan terkontaminasi mikroorganisme sehingga segala tindakan preventif perlu dilakukan untuk mencegah mikroogranisme ini hinggap di tubuh pasien yang sedang dirawat.

Penelitian ini dipublikasikan pada the American Journal of Infection Control edisi bulan September.

Posted in Info Kesehatanwith No Comments →

Faktor Risiko Kehamilan Di Luar Kandungan09.02.11

Kehamilan di luar kandungan atau dalam istilah medis disebut kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi tumbuh dan berkembang di luar rahim. Pada kehamilan tipe ini, janin tidak berkembang secara normal dan pada umumnya gagal bertahan hidup.

Menurut U.S. National Library of Medicine, berikut adalah beberapa faktor risiko kehamilan di luar kandungan:

  • Adanya jaringan parut dan atau infeksi pada saluran tuba.
  • Penyakit radang panggul.
  • Endometriosis.
  • Jaringan parut saat pembedahan pada panggul.
  • Komplikasi dari radang usus buntu yang pecah.
  • Gangguan janin yang menyebabkan saluran tuba rusak.
  • Hamil saat berusia lebih dari 35 tahun.
  • Memiliki banyak partner seksual.
  • Pada kasus yang jarang, hamil saat menggunakan IUD.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

Thalassemia09.02.11

Thalassemia adalah kelainan pada darah berupa kegagalan tubuh membentuk hemoglobin yang normal. Hemoglobin adalah protein yang terdapat pada sel darah merah dengan fungsi utama menghantarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Penyakit yang diturunkan dari orang tua ke anaknya ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel darah merah sehingga terjadi anemia.

Gejala

Jenis thalassemia yang paling berat adalah alpha thalassemia mayor dan biasanya bayi yang menderita penyakit ini akan meninggal saat berada di dalam kandungan ketika usia kandungan sudah tua.

Anak anak yang terlahir dengan thalassemia mayor akan lahir secara normal namun menderita anemia berat pada tahun tahun pertama kehidupannya.

Gejala lain thalassemia:

  • Deformitas bentuk tulang pada daerah wajah.
  • Lesu.
  • Gangguan pertumbuhan.
  • Pembengkakan pada hati dan limfa.
  • Nafas pendek.
  • Kulit kekuningan (jaundice).

Mereka yang menderita alpha dan beta thalassemia minor memiliki sel darah merah yang lebih kecil dari normal dan tidak menimbulkan gejala yang berarti.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hemoglobin terbentuk dari dua jenis protein yaitu alpha globin dan beta globin. Thalassemia terjadi ketika gen yang mengendalikan pembentukan protein ini mengalami gangguan.

Terdapat dua macam thalassemia:

Alpa thalassemia terjadi ketika gen yang berhubungan dengan alpha globin mengalami kelainan/mutasi.

Beta thalassemia terjadi ketika gen yang berhubungan dengan beta globin mengalami kelainan/mutasi.

Alpha thalassemia banyak terjadi di daerah Asia Tenggara, Timur Tengah, China dan Afrika.

Beta thalassemia umumnya terjadi di daerah China, beberapa tempat di Asia dan Amerika.

Kedua jenis thalassemia diatas memiliki bentuk thalassemia mayor dan minor.

Thalassemia mayor terjadi jika gen thalassemia diturunkan dari kedua orang tua sedangkan thalassemia minor bila gen hanya berasal dari salah satu orang tua. Penderita thalassemia minor tidak mengalami gejala berarti namun bisa menurunkan penyakit thalassemia kepada anak anaknya.

Beta thalassemia juga sering disebut Cooley’s anemia.

Faktor risiko thalassemia:

  • Ras Asia, China, Mediterania dan Afrika-Amerika.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.

Pemeriksaan dan Diagnostik

Pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran pada limfa.

Pemeriksaan darah berupa kelainan pada sel darah merah. Sel darah merah berbentuk tidak normal/lebih kecil ketika dilihat di bawah mikroskop.

Pada hitung darah ditemukan anemia.

Saat dilakukan pemerikan hemoglobin elektrophoresis ditemukan hemoglobin yang abnormal.

Pengobatan

Pengobatan thalassemia mayor biasanya dengan transfusi darah secara rutin dan pemberian suplemen asam folat.

Saat dilakukan transfusi darah, pasien dilarang minum suplemen zat besi sebab jika dilakukan maka akan terjadi penumpukan zat besi di dalam tubuh dan ini sangat berbahaya.

Penderita yang rutin menerima transfusi darah akan dilakukan chelation therapy untuk mengeluarkan kelebihan zat besi di dlam tubuh.

Transplantasi sumsum tulang juga berguna untuk mengobati penyakit ini terutama pada anak anak.

Posted in Info Penyakitwith No Comments →

  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Tulisan Terbaru

  • Konsultasi Online

  • Komunitas

    Bali
Blogger Community

    Internet Sehat

  • Pengunjung

    website statistics