Mari Mengenal Sindroma Metabolik
Hubungan antara gangguan metabolik dan penyakit jantung sudah dikenal sejak tahun 1940an. Pada tahun 1980an, hubungan ini semakin jelas yang kemudian memunculkan istilah sindroma metabolik atau metabolic syndrome. Berbagai definisi pun bermunculan untuk menggambarkan tentang penyakit ini namun yang jamak dipegang saat ini adalah bahwa sindroma metabolik merupakan kumpulan gejala atau faktor resiko metabolik yang menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskuler.
Kumpulan gejala yang muncul pada sindroma metabolik antara lain resistensi insulin, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan kolesterol dan peningkatan resiko pembekuan darah (clotting). Pasien yang mengalami gejala gejala ini umumnya gemuk.
Apakah definisi sindroma metabolik?
Definisi sindroma metabolik sangat bervariasi, hal ini tergantung kepada kelompok ahli yang mendefinisikanya. Menurut buku panduan dari National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel (ATP III) tahun 2001, terdapat tiga ciri utama kriteria sindroma metabolik, yaitu :
-
Lingkar perut pada laki laki lebih dari 102 cm dan lebih dari 88 cm pada perempuan.
-
Kadar triglycerida darah lebih dari 150 mg/dl.
-
HDL kolesterol lebih rendah dari 40 mg/dl pada laki laki dan 50 mg/dl pada perempuan.
-
Tekanan darah diatas 130/85 mmHg.
-
Gula darah puasa lebih dari 110 mg/dl.
Terdapat sedikit perbedaan kriteria menurut World Health Organization (WHO) yakni :
-
Kadar insulin yang tinggi, peningkatan kadar gula darah puasa atau peningkatan kadar gula darah 2 jam setelah makan dengan diikuti oleh sekurang kurangnya 2 kriteria tambahan di bawah ini :
-
Kegemukan pada daerah perut dengan rasio antara pinggang dan pinggul lebih dari 0,9, body mass index (BMI) sekurang kurangnya 30 kg/m2 atau lingkar pinggang lebih dari 37 inchi.
-
Pada pemeriksaan kolesterol ditemukan kadar triglycerida sekurang kurangnya 150 mg/dl atau HDL kolesterol kurang dari 35 mg/dl.
-
Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg.
Apakah yang menyebabkan sindroma metabolik?
Dari beberapa pendapat ahli menyebutkan bahwa faktor genetik dan lingkunganlah yang memegang peranan penting terjadinya sindroma metabolik.
Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, hipertensi dan penyakit jantung akan meningkatkan kemungkinan seseorang menderita sindroma metabolik.
Fator lingkungan yang berperan antara lain kurangnya berolah raga, gaya hidup yang buruk, dan peningkatan berat badan yang terlampau cepat.
Sindroma metabolik terjadi pada 5% orang dengan berat badan normal, 22% pada orang dengan kelebihan berat badan dan 60% pada orang yang gemuk. Orang dewasa yang berat badannya meningkat lebih dari 5 kg per tahun akan meningkatkan pula resiko terjadinya sindroma metabolik sekitar 45%.
Jadi, melihat gambaran diatas, kegemukan merupakan faktor resiko yang sangat penting terjadinya sindroma metabolik disamping hal hal berikut :
-
Perempuan yang telah memasuki menopause.
-
Merokok.
-
Mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat.
-
Kurang berolah raga.
-
Mengkonsumsi minuman beralkohol.
Mengapa sindroma metabolik perlu saya ketahui?
Sindroma metabolik perlu dipahami karena keadaan ini merupakan jalan untuk menuju dua penyakit yang berbahaya saat ini yaitu diabetes/kencing manis dan penyakit jantung.
Sindroma metabolik meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2 antara 9 sampai 30 kali pada populasi. Sedangkan resiko terjadinya penyakit jantung meningkat antara 2 sampai 4 kali.
Disamping menyebabkan kedua penyakit diatas, sindroma metabolik juga dapat menyebabkan timbunan lemak pada hati (fatty liver), yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadi sirosis. Ginjal juga akan terkena dampak yakni terjadinya kebocoran protein pada urine yang berpotensi terjadinya kerusakan ginjal.
Bagaimana mengobati sindroma metabolik?
Tujuan utama pengobatan adalah mengobati penyebab terjadinya sindroma dan penyakit lain yang sudah terjadi sebagai akibat adanya sindroma. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa penyebab utama sindroma metabolik adalah kelebihan berat badan dan pola hidup yang salah.
Modifikasi pola hidup merupakan hal yang paling utama dari pengobatan sindroma metabolik. Penurunan berat badan dengan diet dan olah raga seringkali memberikan dampak yang signifikan.
Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com
Baca Juga :
- Seluk Beluk Kolesterol (2)
- Kegemukan
- Keuntungan Berolahraga
- Tanda Dan Gejala Kencing Manis (Diabetes Melitus Tipe 2)
- Berat Badan Bertambah Saat Hamil? Hati Hati Diabetes








gejala umumnya gemuk dan hipertensi?
kalau ada seorang wanita gemuk tapi darah randah, mungkin kah ia dapat terkena sindroma metabolik?
eh, tapi penyakit ini menuju diabetes sih ya, jadi kalo darah rendah kayaknya gak kena ya?
*gak ngerti*
@Rossa : Tidak kalau menurut kriteria yang saya sebutkan diatas. Kalau gemuk dibiarkan terus terusan nanti juga akan jadi hipertensi.
apakah olahraga tidak setiap hari atau jarang dan terus makan tidak teratur dampak nya bisa kena?
dan kl sering kaget itu bisa meyebabkam peyakit jantung dok?
Berkunjung menjalin relasi dan persahabatan.
berotot bisa sindroma metabolik??
berotot = badan na gede
@Ryan : Yap, usahakan untuk memulai hidup yang lebih sehat.
@jecunde : Tidak.
saya memiliki 1 klien yang mempunyai masalah sindrome metabolik…klo dilihat dari BB nya gak terlalu berat amat, cuma kelebihan 8 kg. namun jika dilihat dari % kadar lemaknya ya lumayan tinggi sih….akhirnya saya bantu program diet sehat dengan nutrisi dan kalori seimbang. cuma yang saya bingungkan, beliaunya kurang sadar tentang bahaya sindrome metabolik meskipun sudah diberitahu oleh dokter dan beliau menjalankan diet sehat juga atas saran dokter lho….tapi klo disuruh minum air putih dan makan sayur, sulietnya minta ampun…..ada saran dok menyadarkan klien ini dan mengubah sudut pandangnya terhadap kesehatan ?? tks dok
oh ya…tq dok atas dikabulkannnya request saya tenatng artikel ini…..saya tautkan ke facebook klien saya. tq ya dok
@joko : Dekati terus dan jangan pernah bosan untuk memberikan informasi tanpa terkesan menggurui. Boleh juga diisi dengan contoh contoh kasus sindroma metabolik. Kalau pendekatan kita bagus pasti berhasil koq, apalagi dia sudah percaya sama kita. Sama sama.
Dokter..apa..memang diabetes tidak bisa di sembuhkan atao belum ada obat yang mujarab. ?? ma.af kalao pertanyaan saya bikin doker pusing ..
Wah… artikelnya bagus-bagus dan berguna untuk banyak orang.
Salam kenal
Siang pak dokter, wah anda ini memang luar biasa slalu memberikan artikel yg
Brilian. Saya mau nanya ni Dok..pada umumnya banyak para ibu2 kalo udah punya anak 2 ato lebih terdapat timbunan lemak diperutnya dan nampak buncit, sedangkan badannya tdk gemuk.
Kalo diukur lingkar perutnya lebih dari 88 cm. Nah apakah ini jg masuk salah satu kriteria SM dok. Nambah dikit dok, standar mana yg dipake oleh dokter indonesia apakah ATP ato WHO ? Trims dok
@Iman Hilman: Diabetes memang tidak bisa disembuhkan.
@Ali lanthoq: Untuk perempuan tipe gemuknya adalah buah pir yaitu besar di pinggul dan ini tidak berbahaya, sementara laki laki tipe buah apel yang besar di perut nah ini yang berbahaya. Standar yang dipake adalah WHO.