Malaria Oh Malaria

Posted in Info Penyakit on 28 Jan 2009 Cetak

Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang menyerang sel darah merah. Gejala khas malaria antara lain menggigil, demam, nyeri persendian dan berkeringat. Menurut sejarahnya, malaria sudah menginfeksi sejak manusia diciptakan. Sampai saat ini ada empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia yaitu plasmodium vivax, plasmodium malariae, plasmodium ovale dan plasmodium falciparum. Plasmodium yang saya sebutkan terakhir merupakan yang paling berbahaya dan dapat mengancam nyawa.

Bagaimana sih caranya malaria menulari manusia?

Proses penularan parasit ini sebenarnya sangat kompleks dan terdiri dari beberapa fase. Mulai dari fase parasit di dalam tubuh nyamuk anopheles yang kemudian dilanjutkan dengan fase parasit tersebut di dalam tubuh manusia. Saat menginfeksi manusia pertama kali, parasit malaria berbentuk sporozit. Selanjutnya sporozit akan menuju hati melalui peredaran darah dan menjadi dewasa disana. Setelah dewasa ia akan menginfeksi sel darah merah manusia. Saat inilah gejala malaria muncul. Bila orang tersebut digigit oleh nyamuk anopheles lagi maka parasit yang ada dalam sel darah merah orang tersebut akan masuk kembali ke tubuh nyamuk dan berkembang biak disana. Begitulah siklus tersebut berulang ulang seperti lingkaran setan.

Apa saja tanda dan gejala malaria?

Gejala malaria sebenarnya mirip dengan gejala flu biasa seperti demam, menggigil, nyeri otot persendian dan sakit kepala. Beberapa pasien dapat mengalami mual, muntah, batuk dan diare. Gejala yang paling khas dari malaria adalah adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi berulang ulang. Pengulangan bisa berlangsung tiap hari, dua hari sekali atau tiga hari sekali terggantung jenis malaria yang menginfeksi. Gejala lain yang dapat terjadi adalah warna kuning pada kulit akibat rusaknya sel darah merah dan sel hati.

Orang yang terinfeksi plasmodium falciparum berat akan mengalami perdarahan hebat, syok, gagal hati atau ginjal, masalah pada sistem saraf pusat, koma dan kematian. Bila sudah menyerang otak dapat mengakibatkan malaria serebral yang ditandai dengan kejang dan koma. Saat ini angka kematian menjadi sangat tinggi yaitu 15% – 20% walaupun sudah diberikan pengobatan.

Bagaimana mengobati malaria?

Ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam pengobatan malaria yaitu : jenis plasmodium yang menginfeksi, keadaan klinis pasien (usia dan kehamilan) dan jenis obat yang cocok untuk plasmodium penginfeksi. Jenis obat yang cocok terggantung dari daerah geografis tempat plasmodium tersebut hidup. Hal tersebut karena adanya plasmodium yang sudah resisten terhadap beberapa obat pada daerah daerah tertentu. Jadi pengobatan malaria tidaklah bisa dikatakan mudah. Diperlukan dokter yang berpengalaman dalam hal ini untuk dapat memberikan pengobatan yang pas.

Malaria ringan dapat diberikan obat oral sedangkan malaria berat yang mempunyai gejala klinis perdarahan harus di observasi di rumah sakit dengan pengobatan intra vena.

Bagaimana mencegah infeksi malaria?

Jika anda merencanakan bepergian ke daerah endemis malaria maka sebaiknya anda berkunjung terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan obat pencegah malaria. Sampai saat ini belum ada vaksin yang bagus untuk malaria tetapi penelitian tentang ini masih terus berlanjut.

Jika memang tidak terpaksa, janganlah berpergian ke daerah endemis malaria. Hindari gigitan nyamuk terutama pada pagi dan sore hari. Pergunakan pakaian yang melindungi anda dari gigitan nyamuk. Gunakan lotion anti nyamuk atau obat nyamuk sebelum anda memutuskan untuk tidur. Gunakan kelambu pada tempat tidur anda dan lindungi lubang ventilasi kamar anda dengan kawat nyamuk.

Popularity: 3% [?]

Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com

Share |

Baca Juga :

23 Responses to “Malaria Oh Malaria”

  1. Kalau pakai sofell atau yang sejenisnya kira-kira ampuh ga ya …

  2. alris says:

    Informasi yang berharga. trims

  3. haryoga says:

    dok minta nomer hapenya donk dok. kirim email do dok.thanks

  4. selama ini sering digigit nyamuk..untungnya ga pernah malaria…apalagi demam berdarah…
    dok, lulusan mana sich dok? saya masi koas di fkg unpad…

  5. dian says:

    eh aku baru tau gejalanya seperti itu.

    thanks ya jawaban vasectomynya. aku baca2x, ada 2 dari 3 ribu yg gagal. siyalnya temanku pulak yg kenak hahhaa

  6. yudi says:

    Makasih dok..kalo saya lebih khawatir demam berdarah yang tiap tahun sudah semakin mewabah..

  7. dimasa ujan dijakarta gini, aku takut kena malaria dok :(

  8. Rud says:

    ada yang tau tempat penjualan kelambu malaria FARMANET gak?kalo ada yang tau,tolong sms ke 081392248451.an.Ming. terimakasih

  9. sami says:

    permanet kali..bapak bisa hubungi saya..

  10. chapunk says:

    thank’s dok atas infonya,berkat info ini saya bisa melakukan penyukuhan,,,sekali lagi makasi banyak

  11. Amin Hamidi says:

    saya adalah penderita malaria tertiana/ plasmodium vivax. seumur saya, penyakit yang paling menjengkelkan ya malaria ini, semua badan rasanya nyeri, radang, capek, mana badan panas, dingin. Saya memang sempat tinggal lama di daerah endemis. kurang lebih 8 tahun, dan terinfeksi pada saat akhir2 saya bertugas di sana. dan sampai sekarang dari tahun 2007 sampai sekarang saya sudah 4 kali kambuh. Saya mencoba menanyakan gimana ngilanginnya, ternyata untuk jenis malaria saya cenderung kronis dan bertahan lama di tubuh….so memang harus dari diri kita sendiri untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh kita. ya apes2nya kambu..n selama 7-10 hari bakalan lemes deh. Perah saya kambuh selama 7 hari, berat badan saya langsung merosot 5 KG. hmmmm….
    Kalo ada info yang bisa ngilangin ini malaria….mohon bagi ke saya…terima kasih

  12. Blog Dokter says:

    @chapunk : Sama sama.

    @Amin Hamidi : Malaria memang sulit disembuhkan benar benar karena parasit ini masih betah tinggal di hati.

  13. wulan says:

    dok,sY pernah terserang malaria falsivarum ketika bertugas di gorontalo,,apakah benar jika malaria ini yang notabene sebagai malaria terparah tidak akan timbul lagi jika plasmodiumnya sudah benar2 tidak ada di dalam hati??tidak sama dengan malaria vivax yang bisa kambuh kalo kondisi tubuh menurun,,terima kasih dok,,:))

  14. e-chie says:

    mau tanya dunk,
    kbtulan calon suami saya habis bertugas ke daerah endemik, padahal tdk sampai 1 tahun disana ternyata dia positif kena malaria tertiana, sudah sempat berobat di sana dan katanya sembuh.
    tapi yg saya dgr katanya malaria tertiana itu tdk bisa sembuh seumur hidupnya ya pdhl yg saya dpt dr info diluaran, tertiana adl malaria jenis paling ringan. lalu knp plg ringan namun tdk bisa sembuh?
    skrg dia sudah kembali dari daerah endemik, sebentar lagi kami akan menikah,
    bagaimana cara mencegah spy malaria tdk kembali kambuh?
    bagaimana gejala saat malaria kambuh?
    apakah menular secara genetik / kontak tubuh?
    apakah tdk akan berpengaruh saat kami memutuskan menikah dan memiliki anak?
    thnx u infonya dok…..

  15. ahmad says:

    Saya mo tanya nih, saya beberapa hari lalu kena demam, tapi gak nyampe menggigil cuman badan saya aja panas apakah ada kemungkinana saya terkena malaria ?

  16. Blog Dokter says:

    @wulan: Betul, itulah bedanya falsifarum dengan vivax.
    @e-chie: Malaria jenis ini memang menimbulkan gejala yang ringan namun jeleknya plasmodium masih tetap diam di dalam hati manusia saat diobati. Jadi bila kondisi tubuh drop, dia akan kambuh. Malaria ditularkan oleh nyamuk jadi tidak akan menular lewat kontak langsung. Dan malaria tidak ada hubungannya dengan kehamilan kelak.
    @ahmad: Untuk mengetahui malaria atau bukan pertama anda harus berada di daerah endemik, setelah itu lakukan pemeriksaan darah tetes tebal.

  17. amoeba says:

    [...] Malaria Oh Malaria [...]

Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom