Mengenal Rabies Yuk!

Posted in Info Penyakit on 17 Jan 2009 Cetak

Beberapa minggu yang lalu, rabies berjangkit lagi di Bali. Satu persatu korban berjatuhan sehingga menyebabkan Dinas Kesehatan Propinsi Bali menetapkan Bali sebagai daerah KLB rabies. Sebagai orang yang bermukim di Bali tentu kita harus waspada terhadap penyakit ini agar keluarga yang kita sayangi tidak terkena penyakit yang mematikan tersebut.

Bagaimana seseorang bisa terkena rabies?

Penyakit rabies terutama ditularkan melalui gigitan binatang. Kuman yang terdapat dalam air liur binatang ini akan masuk ke aliran darah dan menginfeksi tubuh manusia. Binatang yang sering menderita rabies adalah anjing, kucing, kelelawar dan kera. Selain lewat gigitan, rabies juga dapat ditularkan melalui mata, hidung, mulut dan luka yang terkontaminasi oleh air liur binatang yang terjangkit rabies. Penularan lewat cara ini sangat jarang terjadi, umumnya penularan melalui gigitan.

Apa saja gejala rabies?

Gejala orang yang terjangkit rabies antara lain demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Bila kuman rabies sudah menyerang otak maka akan menyebabkan gelisah, kejang, paralisis/kelemahan otot otot, koma dan terakhir kematian.

Kapan kita perlu berobat?

Setelah digigit, kita harus secepatnya ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Hal ini penting agar kita sesegera mungkin mendapatkan vaksinasi rabies.

Apa tindakan yang dilakukan di pusat pelayanan kesehatan?

Yang pertama dilakukan adalah membersihkan luka dengan air dan sabun guna mengurangi penyebaran infeksi. Setelah luka dibersihkan, pasien diberikan vaksinasi rabies.

Dapatkan rabies ditularkan dari orang ke orang?

Sampai saat ini belum ada bukti ataupun penelitian yang sanggung membuktikan bahwa dapat terjadi penularan rabies dari orang ke orang. Walaupun secara teori bisa tetapi kenyataannya tidak begitu.

Bagaimana cara mencegah rabies?

Jadilah pemelihara hewab yang baik.

  • Selalu ingat untuk memvaksinasi hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kera. Tindakan ini tidak hanya melindungi hewan anda dari penyakit rabies tetapi juga melindungi diri anda sendiri dan keluarga anda.
  • Selalu awasi binatang peliharaan anda. Kurangi kontak mereka dengan hewan atau binatang liar. Jika binatang peliharaan anda digigit oleh hewan liar, segera ke dokter hewan untuk diperiksa keadaannya.
  • Hubungi dinas peternakan setempat bila anda menjumpai ada binatang liar yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal anda.

Hindari kontak dengan hewan liar yang tidak jelas asal usulnya.

  • Nikmati hewan liar seperti rakun, serigala dari tempat yang jauh. Jangan coba coba memberi mereka makan ataupun membelai mereka.
  • Jangan sok menjadi penyayang hewan lalu mencoba memelihara hewan liar di rumah walaupun mereka kelihatan sangat jinak.
  • Cegah kelelawar memasukan rumah atau tempat anda beraktifitas.
  • Jika anda bepergian ke daerah yang terjangkit rabies, segeralah ke pusat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksinasi rabies.

Segera lindungi keluarga anda dari rabies. Oh ya, karena rabies jangan takut ke Bali ya. :)

Dibaca sebanyak 1293 kali. Terima kasih.

Merasa terbantu dengan artikel diatas? Mohon peran sertanya disini

Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Ngeblog dan Berteman.
  • Klik VSI Yusuf Mansur

  • Tulisan Terbaru

  • Arsip

  • Kategori

  • Berlangganan Artikel

    Tulis Email Anda


    Preview | Powered by FeedBlitz
  • Konsultasi Online