Alergi Telur

Alergi telur termasuk ke dalam golongan alergi tipe 1 atau dikenal dengan nama alergi kontak. Protein yang terdapat dalam telur merangsang reaksi sistem immun secara berlebihan. Sistem immun ini lalu menghasilkan antibodi untuk melawan protein pada telur yang sebenarnya tidak berbahaya. Penyebab reaksi immun tubuh yang berlebihan ini masih belum jelas dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Bagian telur yang paling sering menyebabkan alergi adalah putih telur walaupun ada beberapa kasus alergi yang disebabkan oleh kuning telur. Orang yang menderita alergi telur mempunyai kemungkinan besar untuk mengalami alergi terhadap makanan yang berasal dari ayam.
Umumnya gejala alergi timbul beberapa menit sampai beberapa jam setelah penderita mengkonsumsi telur. Gejala dapat menetap sampai beberapa jam sampai dengan beberapa hari. Beberapa gejala yang sering timbul antara lain kemerahan dan gatal pada kulit, rasa mules pada perut, diare, mual, muntah, hidung meler, mata berair, sesak dan batuk.
Sampai saat ini salah satu metode untuk mengetahui bahwa seorang penderita mengidap alergi telur adalah dengan melakukan tes alergi. Tes alergi sebaiknya dilakukan oleh seorang spesialis alergi sehingga dapat diketahuii secara tepat jenis alergi yang diderita. Sebelum melaksanakan tes alergi, penderita diwajibkan tidak mengkonsumsi obat obatan anti alergi untuk mencegah hasil tes yang tidak valid. Ingatlah untuk selalu mendiskusikan pelaksanaan tes alergi dengan spesialis alergi sehingga didapatkan hasil seperti yang diharapkan.
Tes alergi dilaksanakan dengan cara memasukan ekstrak protein telur ke dalam kulit lalu di lihat efek yang terjadi pada kulit tersebut. Bila timbul bengkak kemerahan dan gatal maka dapat dipastikan bahwa penderita tersebut menderita alergi telur.
Tes alergi yang lain adalah ‘food challenge’. Penderita disuruh untuk menghindari segala bentuk makanan yang mengandung telur selama beberapa minggu. Memang agak sulit untuk benar benar menghilangkan protein telur dari makanan sebab ada beberapa makanan yang mengandung protein telur walaupun makanan tersebut tidak terbuat dari telur. Penderita dianjurkan untuk selalu membaca kandungan makanan yang terdapat pada label makanan yang dibeli sehingga saat menjalani tes ini penderita dapat semaksimal mungkin menghindari makanan yang mengandung protein telur.
Langkah selanjutnya adalah penderita disuruh hanya makan telur dalam pengawasan dokter. Jika setelah makan telur gejala alergi muncul maka penderita tersebut dapat dikatakan positif alergi telur. Pada penderita ini sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi segala bentuk makanan yang mengandung telur.
Beberapa vitamin yang kita kenal ternyata cukup membantu mengurangi kejadian alergi seperti Vitamin A, B, C, E. Selain vitamin ada beberapa zat yang kurang lebih mempunyai fungsi yang sama dengan vitamin seperti asam pantothenic, glukosamin, antioksidan dan quercitin.
Belum ada komentar yang spesial.







23 August 2008 pada jam 16:38
saya dulu alergi telor dok…tp sejak pindah ke wilayah lain dengan cuaca lain…alerginya jadi sembuh…apa ada hubungannya ya?
Tulisan terakhir di blog dona adalah : Lelah tapi Suka…
23 August 2008 pada jam 17:19
dok, saya lebih aneh lagi, bukan alergi telur tapi kehilangan selera jika melihat telur rebus. kadang suka sebel ndiri, telur kan sehat
23 August 2008 pada jam 17:59
pak dok bagaimana cara menghilangkannya!
apakah tidak bisa!
Tulisan terakhir di blog trendy adalah : Pos Kamling!
23 August 2008 pada jam 20:18
saya sebetulnya tidak terlalu alergi makan telur, namun jijay. Tapi kok ama telur dadar ane lebih suka yah?
Tulisan terakhir di blog quelopi adalah : Pesta ku untuk dunia
24 August 2008 pada jam 0:16
informasi yang pagus PAK DOKTER, kebetulan waktu kecil aku alergi telur, setelah bertambah usia jadi malah senang makan telur
hahahaha
24 August 2008 pada jam 1:35
waahhhhhhh… ino yg menarik nih, mantab
betah euy lama2 disini
Tulisan terakhir di blog Panda adalah : Mengenal Tapal Kuda
24 August 2008 pada jam 6:59
@dona : Apa mungkin malah alergi ama cuaca?
@yudi : Itu bukan alergi namanya tetapi sebel. Kalau sudah begini lain lagi cara mengatasinya.
@trendy : Menghilangkan secara tuntas tidak bisa, yang bisa dilakukan adalah mencegahnya dengan cara menghindari telur.
@quelopi : Berarti terggantung cara mengolahnya ya.
@kapanpun : Selamat selamat, makan makan.
@Panda : Terima kasih.
24 August 2008 pada jam 11:11
Bli dokter, saya suka sekali mengkonsumi telor ceplok setengah matang. Baik itu telor kampung ataupun telor ayam ras yang dijual bebas. Mungkin terkesan jijik bagi orang lain, tapi lidah saya akan berkata yummi terhadap rasa setengah matang itu. Ada nggak akibat dari menyajikan telor dalam kondisi setengah matang itu ?
Tulisan terakhir di blog Hendra W Saputro adalah : Cari duit di internet - Cerita manis indexu
24 August 2008 pada jam 15:18
pak dokter salam kenal…
mo nanya dunk pak dokter, apa betul telor kalo makannya kebanyakan bisa bikin bisulan ato jerawatan??
karena pernyataan tersebut, dita yang tadinya suka telor, jadi ngurangin makan telor nih, padahal kan telor tuh enak…
hiks…
Tulisan terakhir di blog dita_disini adalah : Verboden yang sudah tidak ada artinya…
24 August 2008 pada jam 16:29
kalo aku gak alergi telor tapi gak boleh makan kuning telor gara2 kolesterol..
Tulisan terakhir di blog jimmy adalah : Orang Kaya yang Rendah Hati
24 August 2008 pada jam 22:10
@Hendra W Saputro : Asal yakin ayamnya sehat sih nggak masalah.
@dita_disini : Tidak benar, itu mitos. Yang jelas makan telur memang tidak boleh berlebihan sebab protein dalam telur sangat tinggi sehingga cukup membebani hati dan ginjal dalam metabolisme protein. Kecuali bila anda olahragawan yang memerlukan protein tinggi.
@jimmy : Huehehehe…sama dengan saya.
25 August 2008 pada jam 19:07
Kalo alergi telor susah banget. Soalnya kebanyakan makanan kan pake telor. Belum lagi kalo mau vaksin Flu Burung, kan gak bisa.
26 August 2008 pada jam 14:47
@Rosyidi : Alergi memang penyakit kutukan, segalanya serba susah.
28 August 2008 pada jam 1:49
dok katanya kalo alergi misalnya ama telur dan dipaksa makan telur maka alerginya bisa ilang, bener ga dok ?
Tulisan terakhir di blog penyu adalah : Beasiswa salah satu alternatif meringankan beban pendidikan
28 August 2008 pada jam 16:18
@penyu : Tidak benar.
31 August 2008 pada jam 22:43
Dok, apakah sudah ada suatu sumber yang mengaitkan kebiasaan merokok terhadap resiko timbulnya reaksi hipersensitifitasi dapatan? Karena belum lama ini saya menderita alergi telur yang sebelumnya belum pernah sama sekali, malahan saya doyan banget. Dan waktu latihan praktek di rumah sakit saya juga mendapati seorang pasien yng mempunyai kebiasaan merokok dan akhirnya dia masuk ke rumah sakit karena terserang asma berat yang sebenarnya dia tidak mempunyai riwayat asma(tapi dari neneknya ada).
Dan yang ingin saya tanyakan, kenapa kebanyakan orang yang alergi terhadap telur ayam ras tidak alergi terhadap telur ayam kampung?apakah terdapat perbedaan kadar dalam alergen dalam kedua telur tersebut?
O iya, kalo ada waktu kapan-kapan main ke blog saya ya dok. Saya butuh pencerahan. Terima kasih
[imcw] Zat kimia atau polutan memang berperan dalam mengubah struktur gen tubuh yang berhubungan dengan alergi. Tapi hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Mengenai jenis telur memang ada perbedaan struktur antara protein yang terdapat dalam telur ayam ras dan ayam kampung. Kalau ada waktu pasti saya main ke blognya.
21 October 2008 pada jam 9:59
dok saya mau tanya tentang alergi makanan yang disertai jamur. saya sudah kedokter tapi gak sembuh sembuh. obat yang diberikan adalah bufacaryl , ketoconazole ,omellegarar. gejala yang di timbulkan pertama seluruh badan benjol kecil2 tapi sudah hilang.yang masih jadi masalah alergi yang ada d wajah, terdapat benjolan kecil2 yang mengumpul jadi satu, awalnya merah tapi lama lama jadi hitam, rasanya gatal dan agak tebal. sempat mengecil dan berwarna kecoklatan, tapi beberapa hari lagi atau klo obatnya habis selalu keluar lagi benjolan dan semakin besar seperti tompel. saya sudah mengkonsumsi obat trsbt selama 2 bulan lebih,saya takut jadi ketergantungan obat tersebut. apa ada cara alami tuk mengobati alergi saya yg d sertai jamur itu????? saat makn udang kaki saya timbul bercak2 merah. sekrng saya sudah menghindari udang dan terasi. tapi kenapa alergi saya tidak sembuh2 ya dok???saya mohon jawabannya.
22 October 2008 pada jam 22:05
@bella : Lanjutkan pengobatan salepnya, mengobati jamur memang membutuhkan waktu yang lama.
7 November 2008 pada jam 13:34
anak saya waktu umur 2 tahun alergi telor, kulitnya merah dibagian dada dan punggung kemudian menghitam dan mengelupas, disertai gatal2. sebelumnya tidak ada masalah jika makan telor. ini kenapa? dan apa harus diobati? sementara ini tidak diberi makan telor, tapi kalo timbul gatal2 saya beri norit, gimana?