Alergi Telur

Posted in Info Penyakit on Aug 23, 2008 Print

stop telur.gif

Alergi telur termasuk ke dalam golongan alergi tipe 1 atau dikenal dengan nama alergi kontak. Protein yang terdapat dalam telur merangsang reaksi sistem immun secara berlebihan. Sistem immun ini lalu menghasilkan antibodi untuk melawan protein pada telur yang sebenarnya tidak berbahaya. Penyebab reaksi immun tubuh yang berlebihan ini masih belum jelas dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Bagian telur yang paling sering menyebabkan alergi adalah putih telur walaupun ada beberapa kasus alergi yang disebabkan oleh kuning telur. Orang yang menderita alergi telur mempunyai kemungkinan besar untuk mengalami alergi terhadap makanan yang berasal dari ayam.

Umumnya gejala alergi timbul beberapa menit sampai beberapa jam setelah penderita mengkonsumsi telur. Gejala dapat menetap sampai beberapa jam sampai dengan beberapa hari. Beberapa gejala yang sering timbul antara lain kemerahan dan gatal pada kulit, rasa mules pada perut, diare, mual, muntah, hidung meler, mata berair, sesak dan batuk.

Sampai saat ini salah satu metode untuk mengetahui bahwa seorang penderita mengidap alergi telur adalah dengan melakukan tes alergi. Tes alergi sebaiknya dilakukan oleh seorang spesialis alergi sehingga dapat diketahuii secara tepat jenis alergi yang diderita. Sebelum melaksanakan tes alergi, penderita diwajibkan tidak mengkonsumsi obat obatan anti alergi untuk mencegah hasil tes yang tidak valid. Ingatlah untuk selalu mendiskusikan pelaksanaan tes alergi dengan spesialis alergi sehingga didapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Tes alergi dilaksanakan dengan cara memasukan ekstrak protein telur ke dalam kulit lalu di lihat efek yang terjadi pada kulit tersebut. Bila timbul bengkak kemerahan dan gatal maka dapat dipastikan bahwa penderita tersebut menderita alergi telur.

Tes alergi yang lain adalah ‘food challenge’. Penderita disuruh untuk menghindari segala bentuk makanan yang mengandung telur selama beberapa minggu. Memang agak sulit untuk benar benar menghilangkan protein telur dari makanan sebab ada beberapa makanan yang mengandung protein telur walaupun makanan tersebut tidak terbuat dari telur. Penderita dianjurkan untuk selalu membaca kandungan makanan yang terdapat pada label makanan yang dibeli sehingga saat menjalani tes ini penderita dapat semaksimal mungkin menghindari makanan yang mengandung protein telur.

Langkah selanjutnya adalah penderita disuruh hanya makan telur dalam pengawasan dokter. Jika setelah makan telur gejala alergi muncul maka penderita tersebut dapat dikatakan positif alergi telur. Pada penderita ini sangat tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi segala bentuk makanan yang mengandung telur.

Beberapa vitamin yang kita kenal ternyata cukup membantu mengurangi kejadian alergi seperti Vitamin A, B, C, E. Selain vitamin ada beberapa zat yang kurang lebih mempunyai fungsi yang sama dengan vitamin seperti asam pantothenic, glukosamin, antioksidan dan quercitin.

Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com

Share |

Baca Juga :

49 Responses to “Alergi Telur”


  1. aldy says:

    dok, saya kalau makan telur setiap hari nanti di badan saya suka tumbuh semacam jerawat atau bisul, tetapi tidak sakit, dan nanti itu berbekas dan bekasnya tidak bisa hilang (badan saya jadi banyak bintik2 semacam bekas jerawat), tapi efeknya tidak langsung terjadi seperti artikel dokter di atas dalam beberapa jam, melainkan setelah 2-3 hari rutin memakan telur, saya kira2 kenapa ya dok ya ? ada obatnya kah ?

  2. Blog Dokter says:

    @aldy: Proses alergi ada yang berlangsung cepat dan lambat. Mungkin anda termasuk yang tipe lambat.

  3. Wiwin says:

    Dok,aq wi2n dr grntalo..Mo nanya dkit ttg telur..Blh gak dok mkn telur dg udang skaligus??Krn mm sy mlarang kras 2 mknan ni dmakan brsamaan…Thnx b4 dok..^_^

  4. wiwin says:

    Dok, aq wiwin dari gorontalo…mo nanya dikit ttg telur dok…blh gak telur dimakan ma telur sekaligus??? aq dikit bingung dok,,soalna mamaku mlarang keras makan telur+udang berbarengan…apa emank gak boleh ya dok??? trus klo dimakan berbarengan,,ada efekx gagh???????

    thx b4 yua dok…..^_^

  5. yuli says:

    dok, mo ny nich anak sy kliatannya alergi telur tp emng blm prnh dites.. wkt umur 5 th setiap abis mkn telur tumbh bisul di sktar wajah nya trus sy cba terus ksh telur smpai akhirnya setiap abis mkn telur bisul itu gak muncul lgi tp stlh itu stiap abis mkn telur tngn dn kaki bengkak2 merah trus batuk2 gak berenti sampai sesak nafas, stlh ke dktr anak kmi diberi obat anti alergi dn sembuh tp krn ank sy suka telur dia tetap mkn telur mmng keliatannya alerginya gak muncul lgi tp akhir2 ini stiap bangun tidur dia bersin2 gak berenti, 4 hr yll dia batuk-pilek disertai sesak nafas stlh kmi bw ke dktr kta dktr anak sy alergi dingin dn kalo bs disuruh pindah dr bukittinggi pdhl kmi tggl di bukittinggi…kenapa ya dok alergi pd anak sy bs muncul dlm bntk yg berbeda2…?

    • Blog Dokter says:

      @yuli: Menurut saya, kasus pertama belum begitu pasti alergi telur karena sifat alergi yang tidak bisa hilang. Kemungkinan anak anda memang alergi dingin dan kasus pertama pun kemungkinan disebabkan oleh alergi ini.

  6. yuli says:

    dok, mo ny lgi ya dok…kalo emang anak sy alergi dingin gmna cara menanggulanginya ya dok mengingat kmi tnggl di daerah dingin dn gak mgk utk pindah….

    • Blog Dokter says:

      Kalau memang tidak memungkinkan untuk pindah, anda harus mengusahakan saat cuaca dingin si anak tetap dalam kondisi hangat. Bisa dengan selimut atau penghangat yang lain.



Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom