Tinitus - Telinga Berdenging
Apakah yang dimaksud dengan tinitus?
Tinitus merupakan suara berdengging, mendesis atau lainnya yang terdengar pada telinga atau kepala. Suara yang terdengar begitu nyata dan serasa berasal dari dalam telinga atau kepala. Pada sebagian besar kasus, gangguan ini tidak begitu menjadi masalah, namun bila terjadinya makin sering dan berat maka akan menganggu juga. Uniknya suara yang terdengar oleh pasien, tidak akan terdengar oleh orang lain.
Tinitus bukan merupakan suatu penyakit melainkan sebuah gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu. Menurut catatan ahli di bidang tinitus di Amerika (data di Indonesia belum ada), hampir 36 juta penduduk Amerika mengalami gejala ini dalam hidupnya. Hanya sebagian kecil dari jumlah itu yang memeriksakan diri ke klinik klinik kesehatan terdekat.
Apakah yang menyebabkan tinitus?
Tinitus dapat berasal dari empat bagian telinga yaitu telinga bagian luar, telinga bagian tengah, telinga bagian dalam dan otak sebagai pusat pendengaran. Pada beberapa kasus, tinitus merupakan sesuatu yang normal alias tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Pada keadaan normal, tubuh memang akan mengeluarkan suara suara aneh akibat dari proses yang terjadi di dalam tubuh. Kita tidak awas akan suara ini dikarenakan suara yang terdengar lebih kecil dari suara di luar tubuh. Jika pada suatu kondisi suara di luar tubuh tidak ada maka baru akan terdengar suara yang berasal dari dalam tubuh.
Penyebab lain dari tinitus adalah gangguan keseimbangan cairan dalam telinga, infeksi, atau penyakit yang menyerang tulang tulang pendengaran dan gendang telinga.
Penyebab paling sering dari tinitus abnormal adalah rusaknya ujung saraf pada telinga bagian dalam. Bertambahnya usia merupakan faktor penting dari rusaknya susunan saraf dalam telinga. Akhir akhir ini, suara yang terlampau keras atau bising juga sering menyebabkan terjadinya tinitus disamping akan menganggu fungsi pendengaran secara keseluruhan. Sayangnya, banyak diantara kita tidak terlalu ambil pusing terhadap paparan suara keras yang berasal dari suara musik, senjata api, dan lain lain.
Beberapa obat seperti aspirin dan penyakit telinga bagian tengah juga bisa menyebabkan terjadinya tinitus.
Bagaimana cara mendiagnosa tinitus?
Wawancara mengenai riwayat penyakit sebelumnya, pemeriksaan fisik dan serangkaian tes dapat membantu para dokter dalam menegakan diagnosa tinitus. Data ini akan dapat dipakai oleh dokter untuk menentukan kualitas dan kuantitas dari tinitus. Bila ternyata penyebab tinitus belum diketahui maka pasien tersebut dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pendengaran atau audiogram. Pola hilangnya fungsi pendengaran dari hasil pemeriksaan audiogram dapat dijadikan pegangan oleh dokter untuk menentukan penyebab tinitus.
Pemeriksaan lain seperti Auditory Brain Stem Response (ABR), CT Scan dan MRI masih sangat jarang dilakukan meskipun pada beberapa kasus dapat membantu menentukan penyebab tinitus. Mungkin karena pertimbangan biaya sehingga pemeriksaan ini tidak rutin dikerjakan.
Bagaimana mengobati tinitus?
Setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, dokter akan dapat menentukan penyebab dari tinitus dan melakukan pengobatan terhadap penyebab itu. Pada beberapa kasus, penyebab tinitus tidak dapat diidentifikasi sehingga tidak mampu untuk diberikan pengobatan yang pas. Keadaan ini memaksa pasien untuk mengalami tinitus sepanjang hidupnya.
Dapatkah tinitus dicegah?
Gunakanlah cotton bud yang ukuran kapasnya sesuai dengan diameter liang telinga anda. Bundelan kapas yang terlalu besar akan mendorong kotoran telinga ke bagian lebih dalam sehingga menempel pada gendang telinga. Keadaan ini akan mendorong terjadinya tinitus. Minumlah obat obatan sesuai dengan dosis yang dianjutkan oleh dokter.
Gunakan penutup telinga atau pelindung telinga bila anda terpaksa berada di lingkungan yang bising.
Dapatkah gejala tinitus dikurangi?
Berikut beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gejala tinitus yang saat ini anda rasakan :
-
Hindari tempat tempat yang bising.
-
Kendalikan tekanan darah.
-
Hindari makanan atau minuman yang menstimuli saraf seperti kopi dan rokok.
-
Hindari stress.
-
Cobalah berhenti memikirkan tinitus yang anda derita.
-
Istirahatlah yang cukup.
-
Berolah raga teratur.
-
Hindari mengkonsumsi obat aspirin.
Silakan berdiskusi lebih lanjut disini http://www.medisiana.com/viewtopic.php?p=840#840







21 July 2008 pukul 0:09
Makasih infonya Pak Dokter.
21 July 2008 pukul 1:11
Saya juga sering kayak gitu, makasih tipsnya
Salam kenal dari Achmad (blogachmad.blogspot.com)
Tulisan terakhir di blog Achmad adalah : Cara agar kode HTML bisa tampil dipostingan
21 July 2008 pukul 2:02
wah kuping saya kadang (akhir2 ini) suka berderik, rupanya tinitus. Thx infonya, dok.
21 July 2008 pukul 5:53
mitosnya akan ktemu orang kalo telinga bdenging
Tulisan terakhir di blog Anang adalah : Kembaran
21 July 2008 pukul 12:03
termasuk suara perut keroncongan ga dok? hehe
Tulisan terakhir di blog wira adalah : Stoner, You Lose!!
21 July 2008 pukul 14:58
Info yang sangat menarik. terima kasih pak dokter. kalau telinga berdengung beberapa saat setelah mengemudi mobil, apa itu termasuk tinitus?
21 July 2008 pukul 14:59
waduh saya sering kaya gitu, telinga mendesisT_T, tapi bukan ciri2 terjangkit virus B0N907 ya pak dokter
21 July 2008 pukul 15:24
[...] Silakan baca tulisan terbaru tentang telinga berdenging disini [...]
21 July 2008 pukul 16:00
Dulu waktu msh kuliah di fkm, ada dosen yg juga dokter, sering ngelayap ke pub n niteclub…masak sih setiap kali mau masuk ke tempat2 itu telinganya disumpal dulu ma alat…(mentang2 dokter ya…? he…he…he…)
Jadi klo doyan nge-pub-disko, kemungkinan besar bisa kena tinitus kali ya dok…?
21 July 2008 pukul 20:23
kalo bahasa palembang titinus itu bedenging pak dok!
dan mitosnya kalo lagi bedenging itu tandanya ada yang ngomongin tentang kita!
21 July 2008 pukul 21:54
@ wira : Yap.
@ kuti : Betul, hal ini terjadi karena gendang telinga sedang menyesuaikan tekanan udara.
@ manggis : Yap.
22 July 2008 pukul 1:30
oh.. itu tinitus namanya yah ??
kalo dikampung saya mitosnya bakal umur panjang dok…
28 July 2008 pukul 23:28
wah..yang namanya mitos emang seru ya….
Tulisan terakhir di blog GigiSehatBadanSehat adalah : Poles Gigi
29 July 2008 pukul 12:31
@ syamsu : Mitos khan belum tentu benar.
@ GigiSehatBadanSehat : Kalau tidak menjurus ke hal hal negative sih nggak masalah.
29 July 2008 pukul 12:35
saya juga sering mengalami telinga berdering? apa penyebabnya dan berbahayakah? atau ini merupakan adanya suatu tanda penyakit yang mungkin timbul?
terima kasih
yanni prananda
29 July 2008 pukul 12:43
@yanni prananda : Kalau memang tidak ada gejala lain saya rasa tidak berbahaya.
2 August 2008 pukul 8:55
maaf pak/Ibu dokter.. kebetulan saya sedang mengalami gejala seperti yang telah dijelaskan diatas… sangat mengganggu… bahkan saya kesulitan untuk tidur karena terganggu dengan bunyi di telinga/ kepala saya tersebut… (bunyi tersebut saya perkirakan karena seringnya menggunakan I-Pod dan EarPhone)
kebetulan juga saya sudah ke rumah sakit dan telah diberikan obat oleh dokter…
dokter pula menyarankan untuk jogging pada pagi hari minimal 10 menit…
namun.. sepertinya belum berpengaruh…
ada saran?
terima kasih
3 August 2008 pukul 6:15
@rizki : Sangat sulit menentukan penyebab tinitus sebelum dilakukan pemeriksaan khusus seperti yang saya sebutkan diatas. Sebelum ditemukan penyebabnya maka pengobatan apapun yang diberikan akan sia sia. Coba kontrol kembali ke dokter THT.
6 September 2008 pukul 16:41
obatnya apa dong dok?.. belum ada yaa
[imcw] Khan sudah saya tulis diatas. Terggantung penyebabnya.
20 September 2008 pukul 22:21
thanx infona, om