Alergi Makanan

Kategori Info Penyakit pada 12 Apr 2008

Makanan

Alergi makanan bisa menyerang siapa saja dengan kadar yang berbeda beda. Pada saat seseorang menyantap makanan kemudian timbul perasaan tidak enak pada tubuhnya maka mereka akan beranggapan bahwa mereka alergi terhadap makanan tersebut. Fakta membuktikan, tidak semua anggapan tersebut benar. Hanya 1% pada orang dewasa dan 3% pada anak anak yang terbukti jika mereka memang benar benar alergi terhadap makanan tertentu.

Perbedaan ini terjadi akibat masih banyaknya orang yang salah kaprah akan pengertian alergi makanan. Mereka tidak bisa membedakan mana yang disebut alergi makanan dan mana yang disebut dengan intoleransi terhadap makanan. Alergi makanan adalah respon abnormal tubuh terhadap suatu makanan yang dicetuskan oleh reaksi spesifik pada sistem imun dengan gejala yang spesifik pula. Sedangkan intoleransi makanan adalah respon abnormal dari tubuh terhadap makanan tertentu yang gejalanya mirip dengan alergi makanan, cuma pencetusnya bukan dari reaksi spesifik pada sistem imun melainkan dari beberapa penyakit tertentu.

Seseorang dengan alergi makanan harus segera diidentifikasi dan ditangani sebab meskipun gejala awalnya tidak berat namun lama lama mereka bisa mengalami gejala berat dan fatal.

Bagaimana mekanisme kerja alergi makanan?

mast cell

Alergen yang terdapat pada makanan adalah komponen utama terjadinya alergi makanan. Alergen ini berupa protein yang tidak rusak pada saat proses memasak, dan tidak rusak pada saat berada di keasaman lambung. Akibatnya alergen dapat melenggang mulus di dalam tubuh masuk ke peredaran darah mencapai organ yang menjadi targetnya guna menimbulkan reaksi alergi. Mekanisme terjadinya alergi makanan melibatkan sistem imun dan herediter/keturunan.

Alergi makanan merupakan reaksi hipersensitif yang artinya sebelum reaksi alergi terhadap alergen pada makanan muncul, seseorang harus pernah terkena alergen yang sama sebelumnya. Pada saat pertama kali terkena, alergen akan merangsang limfosit (bagian dari sel darah putih) untuk memproduksi antibodi (IgE) terhadap alergen tersebut. Antibodi ini akan melekat pada sel Mast jaringan tubuh manusia. Jika kelak orang tersebut memakan makanan yang sama maka antibodi ini akan menyuruh sel Mast untuk melepaskan histamin. Zat kimia yang bernama histamin inilah yang menyebabkan gejala alergi makanan. Bingung ya? :)

Apa saja gejala alergi makanan?

Alergi makanan

Kompleksnya proses pencernaan makanan akan mempengaruhi waktu, lokasi dan gejala alergi makanan. Gejala dapat muncul beberapa menit setelah makan atau berjam jam kemudian. Gejala awal dari alergi makanan dapat berupa rasa gatal pada mulut, kesulitan menelan dan bernafas. Saat makanan sudah mencapai lambung dan usus halus, gejala yang timbul berupa rasa mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Gejala inilah yang sering membingungkan dan mengacaukan dengan gejala intoleransi makanan.

Seperti disebutkan diatas, alergen akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Saat mereka mencapai kulit, alergen akan menyebabkan terjadinya eksim. Pada saat mereka mencapai paru paru, alergen dapat mencetuskan terjadinya asma. Gejala alergi yang paling ditakutkan dikenal dengan nama anafilaktik syok. Gejala ini ditandai dengan tekanan darah yang menurun, kesadaran menurun, dan bila tidak ditangani segera dapat menyebabkan kematian.

Apakah bayi bisa terkena alergi makanan?

Jawabannya adalah Ya. Alergi terhadap susu sapi atau susu kedelai pada bayi sudah sering kita dengar. Gejala alergi makanan pada bayi dan anak anak lebih sering berupa gangguan pencernaan baik itu diare maupun konstipasi. Pemberian ASI ekslusif dipercaya mampu mencegah bayi terkena alergi terhadap susu sapi/kedelai.

Makanan apa saja yang serung menimbulkan alergi?

no nuts

Pada orang dewasa : makanan laut seperti kerang, udang, lobster, kepiting, cumi cumi, dan ikan. Beberapa jenis kacang kacangan seperti kacang kenari, kacang tanah. Yang paling sering ditemukan adalah alergi telur.

Pada anak anak : Pola alergi yang terjadi terkadang berbeda dengan orang dewasa. Makanan yang sering menimbulkan alergi pada anak adalah telur, susu, kacang tanah, dan buah buahan seperti tomat dan stroberi.

Apa saja kelainan yang mirip dengan alergi makanan?

Kelainan dibawah ini merupakan kelainan kelainan yang mempunyai gejala mirip dengan alergi makanan sehingga sering diduga alergi makanan oleh pasien. Seperti disebutkan diatas, kelainan seperti ini sering disebut dengan intoleransi makanan bukan alergi makanan.

Keracunan hitamin : Beberapa makanan yang kita makan dapat mengandung histamin yang tinggi. Kadar histamin yang tinggi pada makanan ini bila beredar dalam darah akan menimbulkan efek seperti alergi makanan sebab terjadinya alergi makanan juga akibat dilepaskannya histamin oleh sel Mast. Bedanya, pada keracunan histamin, histamin berasal dari luar tubuh sedangkan pada alergi makanan, histamin berasal dari sel Mast yang ada di dalam tubuh. Makanan yang tinggi kadar histaminnya antara lain keju, anggur, dan beberapa jenis ikan.

Zat tambahan pada makanan : Zat tambahan pada makanan akan menimbulkan efek samping pada tubuh. Makin banyak dikonsumsi maka efek samping yang terjadi pun akan semakin kuat. Zat tambahan pada makanan yang sering menimbulkan efek samping adalah monosodium glutamate atau MSG. Bila dikonsumsi berlebihan, MSG dapat menyebabkan kemerahan dan rasa hangat pada kulit, kepala menjadi terasa ringan, sakit kepala, nyeri pada dada, dan wajah terasa berat.

Keracunan makanan : Memakan makanan basi yang mengandung kuman, dan racun akan menyebabkan terjadinya keracunan makanan. Gejala yang terjadi terggantung jenis kuman dan racun yang mengkontaminasi makanan.

Kekurangan laktase : Laktase adalah enzim yang bertanggung jawab untuk memecah laktosa yang terdapat dalam susu menjadi gula yang lebih sederhana. Bila enzim ini kurang, maka proses pemecahan itu akan terganggu sehingga laktosa gagal dipecah dan diserap ke dalam darah akibatnya bakteri yang ada di usus akan memecah sendiri laktosa itu dengan menghasilkan gas. Hasilnya, orang tersebut akan merasa kembung, nyeri perut dan diare.

Penyakit saluran cerna yang lain : Beberapa penyakit saluran cerna yang gejalanya berhubungan dengan makanan adalah ulkus peptikum atau maag, batu empedu, chron’s disease, kanker dan radang saluran cerna lainnya.

Psikologis : Beberapa orang yang mengalami intoleransi makanan disebabkan oleh faktor psikologis. Pada pasien seperti ini perlu dilakukan pemeriksaan yang cermat terhadap faktor faktor psikologis yang melatarbelakangi terjadinya intoleransi makanan.

Bagaimana menangangi alergi makanan?

Menghindari makanan yang menjadi penyebab alergi merupakan hal yang paling utama dalam penanganan alergi makanan. Setelah diketahui jenis makanan yang menyebabkan alergi maka makanan tersebut harus segera dihapuskan dari daftar menu sehari hari. Caranya adalah pasien harus dapat membuat daftar makanan/kandungan makanan yang ia makan sehari hari. Ketika alergi muncul, maka ia dapat melihat kembali apa apa saja yang ia makan sebelum munculnya alergi. Bila sudah ditemukan, segera hapus jenis makanan tersebut dari daftar menu.

Bila gejala alergi telah muncul maka perlu dilakukan pengobatan terhadap gejala yang timbul. Misalnya dengan pemberian obat antihistamin untuk mengatasi gejala pada kulit, saluran cerna, asma, bersin dan rasa tidak enak pada hidung. Bila gejala yang timbul sangat berat, segeralah membawa pasien tersebut ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Baca Juga :

Trackback URI | Comments RSS

40 komentar untuk “ Alergi Makanan ”

  1. # 1 rama Berkomentar:

    wuaduh.. bahaya kali ini. thanks for the powerful tips

  2. # 2 rd Limosin Berkomentar:

    oh, artikel bagus. aku print ah

    Tulisan terakhir di blog rd Limosin adalah : One Step Forward

  3. # 3 edy Berkomentar:

    berarti ga ada faktor keturunan ya, pak?

    Tulisan terakhir di blog edy adalah : Yang Tertinggal

  4. # 4 anas Berkomentar:

    Yang membingungkan dari artikel ini adalah bagian ini pak

    …………….. Jika kelak orang tersebut memakan makanan yang sama maka antibodi ini akan menyuruh sel Mast untuk melepaskan histamin. Zat kimia yang bernama histamin inilah ………

    Kenapa justru dari dalam tubuh kita (histamin) alergi itu berasal, bukan alergen yang menyebabkan :-? Kalau nggak dihadang histamin ada apa ya :-? Apa ya fungsinya histamin ?

    Tulisan terakhir di blog anas adalah : PCLinuxOS Gnome 2008

  5. # 5 jimmy Berkomentar:

    jadi inget, dulu pernah makan dukuh kebanyakan, sampe bibir bengkak :D
    Tulisan terakhir di blog jimmy adalah : Zlio, Buka Toko Online Dengan Sangat Mudah

  6. # 6 devari Berkomentar:

    klo saya tiap makan kacang tanah goreng, pasti besoknya langsung jerawat. apa ini bisa dinamakan alergi dok ?

    Tulisan terakhir di blog devari adalah : Pindah Rumah ke devari.org

  7. # 7 Rosyidi Berkomentar:

    Teori terkadang tidak sejalan dengan prakteknya. Dulu juga pernah dapet kuliah tentang ini, en sepertinya beda banget ama yg aku alami.
    Dari kecil aku gak punya alergi makanan. Makan udang tambak ataupun sungai gak apa2. Makan Lobster juga gak apa2. Bahkan dulu waktu di Bali aku habis sekitar 8 Lobster waktu makan malam. Tapi gak apa2. Gak ada gejala apapun.
    Namun sekitar 5 tahun yg lalu, setelah makan lobster tiba-tiba badanku biduren (bentol2 merah gatel). Tiba2 jadi alergi. Aneh kan.
    Trus aku kira, wah ini mungkin gara2 lobsternya. Tapi ternyata sejak saat itu makan udangpun jadi alergi.
    Terapinya gimana? aku coba pelan2. Pertama makannya cuma 2 ekor. Gatel dikit emang, tapi gak apa2 lah coba2. Trus kalo ada yg masak udang lagi, cuma makan 4, dst. Emang masih alergi sih. Tapi anehnya lama2 udah gak alergi lagi ama udang.
    Kalo lobster sampe sekarang blom coba sih. Maklum lobster mahal, cuma makan kalo ada acara besar aja :D
    Tulisan terakhir di blog Rosyidi adalah : Ketika Wartawan Salah Kutip

  8. # 8 Labyrinth™ Berkomentar:

    Kok ada ya orang yang alergi makanan,

    Diriku aja semua makanan masuk, apalagi yang gratis :D

  9. # 9 Doni Berkomentar:

    kalo misalnya waktu kecil ga alergi, tapi ketika dewasa alergi bisa ya? aku sekarang kalo makan udang besar suka gatel di bibir, tapi kalo kecil ga tuu?
    makasiy dah infonya

    Tulisan terakhir di blog Doni adalah : Pesaing Tuhan

  10. # 10 ady gondronk Berkomentar:

    kadang saya ga ngerti dok..
    dibibir saya kadang muncul tebal kaya abis kena disulut api gitu..
    trus lama2 mengering..,dan akhirnya kering kaya luka udah mau sembuh gitu..Nah..kalo udah seperti itu,kalo buka mulut terlalu lebar pasti yg kaya bekas luka itu pasti berdarah dok..? Kalo dibilang sariawan juga ngga..
    kira2 itu ada pengaruh dengan alergi makanan ga dok..?? (maaf jadi konsultasi nih.hehehe)

    Tulisan terakhir di blog ady gondronk adalah : DPR VS SLANK

  11. # 11 Okta Sihotang Berkomentar:

    ya tugh dok, terkadang klo makan udang, begh..langsung gatal2 tugh, jadi anti ama udang degh jadinya.. :(
    Tulisan terakhir di blog Okta Sihotang adalah : Actually, life is struggle !!!

  12. # 12 ghozan Berkomentar:

    dok, kakak saya tuh pernah alergi makanan tapi susah untuk menentukan sebenarnya alergi makanan apa… kira2 ada cara yang bisa ditempuh untuk memastikan makanan apa yang tidak boleh dimakan selain dengan tes laboratorium?

    Tulisan terakhir di blog ghozan adalah : A Busy Day

  13. # 13 artana Berkomentar:

    Ternyata semua penolakan oleh tubuh bukan berarti alergi ya dok?…
    Gatal pada seluruh tubuh saat udara dingin termasuk apa dok? apakah intoleransi atau alergi?
    Info bagus dok!

    Tulisan terakhir di blog artana adalah : Galian C, sebuah dilema.

  14. # 14 deniar Berkomentar:

    Kalo alergi udara dingin gimana?

    Tulisan terakhir di blog deniar adalah : Beginilah hitungannya PPN pada talktime (pulsa) kamu, akhirnya ketemu jawabannya

  15. # 15 Zalukhu Berkomentar:

    Wew aku juga suka alergi nih kalo keringatan, badan merah-merah n gatel, kira2 solusinya apa ya? Kalo makanan sih ga pernah alergi, biarpun alergi slalu disikat abizzzz hehehe

    Tulisan terakhir di blog Zalukhu adalah : Sisi Lain Ngeblogging

  16. # 16 ZALUKHU - Jalan-jalan Yuuuu…… Berkomentar:

    [...] Berita-berita yang saya temukan pun cukup beragam, ada Mas Cosa yang lagi beternak Backlink, si Bocah yang lagi ngegossipin tyas , si cantik Fen-fen yang lagi naksir berat ama Oliver James. Ga ketinggalan juga Kang Jimmy yang pusing gara-gara parkir, Ecko yang ketakutan gara-gara judi serta Om Dokter yang sedang alergi. [...]

  17. # 17 paramarta Berkomentar:

    pak dokter saya nanya :
    telur, ikan laut dan udang sering dibilang sumber alergi, memangnya ada kandungan apa dengan ketiga jenis makanan itu? saya juga dibilang alergi udang pas ngecek ke dokter . siku saya gatal ada bintik2 gitu.

    Tulisan terakhir di blog paramarta adalah : Jason Mraz : I’m Yours

  18. # 18 quelopi Berkomentar:

    syukur lah sampai detik ini saya nggak alergi makanan, cuman saya nnek tuk makan telor

    Tulisan terakhir di blog quelopi adalah : Yah, mana hadiahnya?

  19. # 19 fenfen Berkomentar:

    waduh, brarti saya ini bukan alergi kalkulus dong? soalnya ga ada gejala spesifiknya, palingan cuma ngantuk aja tiap kuliah kalkulus :D
    Tulisan terakhir di blog fenfen adalah : Puisi -Catatan yang terbuang-

  20. # 20 baladika Berkomentar:

    saya alergi bokek nih :P .

    liat gambar pertama bikin nafsu makan.. liat gambar 3 jd…

    Tulisan terakhir di blog baladika adalah : Tante teny oh……

  21. # 21 imcw Berkomentar:

    @ rama : Yap.

    @ rd Limosin : Yap.

    @ edy : Khan sudah saya sebutkan di paragraf ke 4 bahwa yang berpengaruh juga adalah faktor keturunan atau herediter.

    @ anas : Histamin dikeluarkan untuk melindungi tubuh dari benda asing yang berbahaya. Sayangnya pada kasus alergi histamin malah dilepaskan untuk benda yang tidak berbahaya. Kenapa? Karena tubuh menganggap benda itu sebagai sesuatu yang berbahaya.

    @ jimmy : Jangan diulang ya. :)

    @ devari : Bisa ya, bisa juga tidak.

    @ Rosyidi : Mungkin bukan alergi, Ros. Tetapi intoleransi tubuh terhadap histamin yang ada pada udang. Kalau mau pastinya, harus dicek kadar IgE saat makan udang, sayangnya lumayan mahal.

    @ Labyrinth™ : Selamat, Mas.

    @ Doni : BIsa, sebenarnya alergi ada yang tipe cepat, ada pula yang tipe lambat.

    @ ady gondronk : Susah juga ya. Mendiagnosa alergi memang memerlukan ketelitian tingkat tinggi dan harus diperiksa langsung.

    @ Okta Sihotang : Yap.

    @ ghozan : Catat menu sehari hari, lalu bila muncul alergi, telusuri makanan apa yang dimakan sebelumnya dari catatan itu.

    @ artana : Khan udah jelas karena dingin, berarti bukan alergi makanan.

    @ deniar : Akan saya bahas dilain kesempatan.

    @ Zalukhu : Usahakan jangan berkeringat yang berlebihan.

    @ paramarta : Proteinnya tinggi. Alergen penyebab alergi merupakan suatu protein juga.

    @ quelopi : Selamat.

    @ fenfen : Huehehehehe. Saya malah nggak ngerti ama kalkulus. :)

    @ baladika : Walah, alergi bokek. :)

  22. # 22 .:. F u n k y L o v e .:. » Mitos tentang bulu tubuh Berkomentar:

    [...] merasa bahwa saya perlu meluruskan pandangan kita terhadap mitos-mitos tersebut. Semoga dr. Cock dan salah satu sahabat saya, dr. Deddy setuju dengan postingan saya [...]

  23. # 23 kesehatan anak Berkomentar:

    terima kasih infonya

  24. # 24 Rosyidi Berkomentar:

    @ 20 (imcw) : kalo mahal mungkin juga harus pikir2 dulu. Tapi bukan masalah itunya. Yang jadi masalah aku kan sekarang udah sembuh. Jadi makan udang ato lobster banyak juga gak apa2. So, kayaknya gak fungsi kalo aku testnya sekarang :D dah telat. hehehe..
    Ya, mungkin juga itu bukan alergi, aku gak tau juga. Dulu gak pernah cek.

    Tulisan terakhir di blog Rosyidi adalah : Ketika Wartawan Salah Kutip

  25. # 25 imcw Berkomentar:

    @ kesehatan anak : Yap.

    @ Rosyidi : Mudah mudahan memang benar hanya intoleransi makanan doang.

  26. # 26 dwihandyn Berkomentar:

    Makasih atas infonya Dok… :)

  27. # 27 imcw Berkomentar:

    @ dwihandyn : Yap.

  28. # 28 Mia Berkomentar:

    sebenarnya manusia telah dilengkapi mekanisme pertahanan dan adaptasi yang canggih, sehingga sebenarnya kita dapat makan apa saja yang dihalalkan secukupnya . Kalau kita makan secara alami kecil kemungkinannya terkena alergi ;-)

  29. # 29 imcw Berkomentar:

    @ Mia : Proses alergi terjadi secara alami juga, Mbak. :)

  30. # 30 BIO-E Berkomentar:

    silahkan cek website kami untuk penyembuhan alergi.

    Semoga membantu.

  31. # 31 imcw Berkomentar:

    @ BIO-E : Yap.

  32. # 32 untari Berkomentar:

    dokter, boleh donk nanya banyak ya….
    anak saya 6 tahun, kena asma dan juga sinus sekarang tambah lagi alergi kulit
    kulit merah - merah kayak kena ulat bulu, berlangsung hampir tiap hari tapi baru 3 minggu ini
    udah di cek di klinik alergi dan asma, pake ditusuk2 jarum kulit tanganya (nggak tau test apa namanya)
    kemungkinan alergi makanan putih telor, kuning telor, kacang tanah, coklat dan alergi hirup serpihan kulit manusia
    kata dokternya disuruh test darah lagi untuk kelima macam kemungkinan alergi tadi
    sekarang baru disuruh minum obat aerius dan bestalin syrup hydroxzine
    kasian dok, anak saya dari 2 taon konsumsi obat terus gara2 asmanya
    apakah klo alergi juga terus2an minum obat?
    sementara ini cara mengatasinya stop semua makanan yg kemungkinan bikin dia alergi
    klo alergi hirup serpihan kulit manusia gimana ngatasinnya?
    tolong ya dok? saya butuh infonya. Terima kasih banyak

  33. # 33 imcw Berkomentar:

    @ untari : Prinsip utama mencegah serangan alergi adalah dengan menghindari penyebab atau alergen.

  34. # 34 untari Berkomentar:

    oke dok klo mencegah dengan menghindari faktor pencetus
    klo pas udah kena alerginya, apakah harus minum obat ato hanya kita stop aja pemicunya?

  35. # 35 imcw Berkomentar:

    @ untari : Minum obat untuk menghilangkan gejala, lalu menghindari pencetus untuk mencegah alergi muncul lagi.

  36. # 36 ana Berkomentar:

    saya termasuk salah satu penderita alergi makanan sejak 15 tahun yang lalu dan sekarang alergi itu belum sembuh. saya sering merasakan gatal2 jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang amis(daging ayam,ikan,telur,dll).namun jika hanya sedikit mengkonsumsi jarang terasa gatal. saya juga termasuk penderita alergi hawa dingin? bagaimana untuk mengatasi kedua jenis alergi ini? mhon jawabannya secepatnya, jwban bisa dforward kemail saya. mkasih

  37. # 37 imcw Berkomentar:

    @ ana : Alergi tidak bisa diatasi selain menghindari penyebab alergi.

  38. # 38 anestan Berkomentar:

    mau tanya dong….kalau kita sendiri ga tau penyebab alerginya gimana??
    hampir setiap minggu alergi dalam setahun terakhir…kalo ga minum obat..ya terus2an…

    anyone can help?

    Tulisan terakhir di blog anestan adalah : The Seeker’s Glossary of Buddhism

  39. # 39 imcw Berkomentar:

    @ anestan : Bisa di cek ke laboratorium.

  40. # 40 inya Berkomentar:

    saya alergi ayam, efeknya kulit di kaki (lutut kebawah) gatal2 dan menimbulkan luka, perih, dan mengeluarkan sedikit air, terus2an gatal sehingga tidak bisa kering. apabila kering, meninggalkan bekas hitam. ini sudah saya alami selama 2 tahun sampai sekarang. tempat gatal2nya berpindah pindah, apabila satu kering, pindah ketempat lain.

    sudah 4 kali ganti dokter kulit, diberi obat dan salep. berhasil, namun 3 bulan kemudian kambuh lagi, apalagi kalau stress berat. terakhir minum bersih darah (jamu kapsul), sempat hilang alerginya meski makan ayam, tapi dua bulan kemudian kambuh lagi gara2 stress berat.

    sekedar informasi, gatal2 tsb hanya terjadi pada malam hari (sebelum tidur) bukan setelah makan ayam langsung gatal2.’

    bagaimana solusinya?terima kasih.

Tinggalkan sebuah komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.