Difteri (Difteria)

Kategori Info Penyakit pada 30 Sep 2007

Difteri merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya pada anak anak. Penyakit ini mudah menular dan menyerang terutama daerah saluran pernafasan bagian atas. Penularan biasanya terjadi melalui percikan ludah dari orang yang membawa kuman ke orang lain yang sehat. Selain itu penyakit ini bisa juga ditularkan melalui benda atau makanan yang terkontaminasi.

Difteri disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae, suatu bakteri gram positif yang berbentuk polimorf, tidak bergerak dan tidak membentuk spora. Gejala utama dari penyakit difteri yaitu adanya bentukan pseudomembran yang merupakan hasil kerja dari kuman ini. Pseudomembran sendiri merupakan lapisan tipis berwarna putih keabu abuan yang timbul terutama di daerah mukosa hidung, mulut sampai tenggorokan. Disamping menghasilkan pseudomembran, kuman ini juga menghasilkan sebuah racun yang disebut eksotoxin yang sangat berbahaya karena menyerang otot jantung, ginjal dan jaringan syaraf.

Menurut tingkat keparahannya, penyakit ini dibagi menjadi 3 tingkat yaitu :
- Infeksi ringan bila pseudomembran hanya terdapat pada mukosa hidung dengan gejala hanya nyeri menelan.
- Infeksi sedang bila pseudomembran telah menyerang sampai faring (dinding belakang rongga mulut) sampai menimbulkan pembengkakan pada laring.
- Infeksi berat bila terjadi sumbatan nafas yang berat disertai dengan gejala komplikasi seperti miokarditis (radang otot jantung), paralisis (kelemahan anggota gerak) dan nefritis (radang ginjal).

Disamping itu, penyakit ini juga dibedakan menurut lokasi gejala yang dirasakan pasien :
- Difteri hidung bila penderita menderita pilek dengan ingus yang bercampur darah.
- Difteri faring dan tonsil dengan gejala radang akut tenggorokan, demam sampai dengan 38,5 derajat celsius, nadi yang cepat, tampak lemah, nafas berbau, timbul pembengkakan kelenjar leher. Pada difteri jenis ini juga akan tampak membran berwarna putih keabu abuan kotor di daerah rongga mulut sampai dengan dinding belakang mulut (faring).
- Difteri laring dengan gejala tidak bisa bersuara, sesak, nafas berbunyi, demam sangat tinggi sampai 40 derajat celsius, sangat lemah, kulit tampak kebiruan, pembengkakan kelenjar leher. Difteri jenis ini merupakan difteri paling berat karena bisa mengancam nyawa penderita akibat gagal nafas.
- Difteri kutaneus dan vaginal dengan gejala berupa luka mirip sariawan pada kulit dan vagina dengan pembentukan membran diatasnya. Namun tidak seperti sariawan yang sangat nyeri, pada difteri, luka yang terjadi cenderung tidak terasa apa apa.

Melihat bahayanya penyakit ini maka bila ada anak yang sakit dan ditemukan gejala diatas maka harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan. Pasien biasanya akan masuk rumah sakit untuk diopname dan diisolasi dari orang lain guna mencegah penularan. Di rumah sakit akan dilakukan pengawasan yang ketat terhadap fungsi fungsi vital penderita untuk mencegah terjadinya komplikasi. Mengenai obat, penderita umumnya akan diberikan antibiotika, steroid, dan ADS (Anti Diphteria Serum).

Dengan pengobatan yang cepat dan tepat maka komplikasi yang berat dapat dihindari, namun keadaan bisa makin buruk bila pasien dengan usia yang lebih muda, perjalanan penyakit yang lama, gizi kurang dan pemberian anti toksin yang terlambat.

Walaupun sangat berbahaya dan sulit diobati, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara menghindari kontak dengan pasien difteri yang hasil lab-nya masih positif dan imunisasi.


Technorati : , , , ,
Del.icio.us : , , , ,
Ice Rocket : , , , ,
Flickr : , , , ,
Zooomr : , , , ,
Buzznet : , , , ,
Riya : , , , ,
43 Things : , , , ,

Baca Juga :

Trackback URI | Comments RSS

16 komentar untuk “ Difteri (Difteria) ”

  1. # 1 venus Berkomentar:

    aduuuhhh…aku selalu serem kalo ngomongin penyakit :(

    [imcw] sekedar menambah kewaspadaan aja mbak…:)

  2. # 2 aprikot Berkomentar:

    klo yg punya alergi terhadap antibiotik trus gimana dok?

    [imcw] cari antibiotika alternatif…dokternya pasti tahu…

  3. # 3 Anang Berkomentar:

    pokoke tengs banget infone… bisa dapat banyak pelajaran dari sini

  4. # 4 septianw Berkomentar:

    ternyata persis kayak flu ya. jadi khawatir neeh.

    [imcw] yap…orang dewasa sih jarang, paling sering menimpa anak anak…

  5. # 5 dwihandyn Berkomentar:

    Mau tanya nich Dok… tenggorokan saya jg mudah banget alergi ya, apalagi klo minum sari buah ato minuman apa aja yg manis yg ada di toko serba ada, pasti deh blm lewat 1 hari tenggorokan udah memerah n terasa panas banget. Klo udah gitu, pasti terasa kayak ada riak di dlmnya. Begitu juga klo saya minum air minum dingin (maksud saya, yg dikulkas gitu), pasti jg akan mengalami hal yg sama.

    Kenapa bisa begitu ya Dok…???

    [imcw] makanan dan minuman yang mbak sebutkan itu memang lebih baik dihindari…tidak bagus untuk kesehatan…terutama untuk tenggorokan…

  6. # 6 three Berkomentar:

    dok,saya mau tanya kenapa setelah tiap kali saya makan makanan yang pedas dan minum es kemudian trnggorokan saya seperti ada tonsilitisnya.trus berasa seperti ada riaknya.
    kenapa begitu z dok?

  7. # 7 imcw Berkomentar:

    @ three : Maaf sekali, Mbak. Saya tidak bisa memberikan jawaban disini. Silakan bergabung di forum blogdokter untuk berkonsultasi masalah kesehatan diluar topik yang saya bahas di blog ini. Alamatnya di http://forums.blogdokter.net

  8. # 8 Rosyidi Berkomentar:

    lagi nyari bahan buat UAS, nyasarnya ke blog ini juga :D
    Lagi nyari jawaban :
    Komplikasi difteria faring yang berbahay aadalah miokarditis
    SEBAB
    Kuman difteria dapat langsung menyerang miokard

    Jawabannya apa ya pak dokter? :D
    Tulisan terakhir di blog Rosyidi adalah : Kedelai Transgenik Berbahaya

  9. # 9 arief Berkomentar:

    trims.. bangat infonya..

  10. # 10 imcw Berkomentar:

    @ Rosyidi : Jawabannya disini “Disamping menghasilkan pseudomembran, kuman ini juga menghasilkan sebuah racun yang disebut eksotoxin yang sangat berbahaya karena menyerang otot jantung, ginjal dan jaringan syaraf.”

    @ arief : Yap.

  11. # 11 Yoga Berkomentar:

    Apakah DD kasus Difteri adalah Amandel..?

    Saya belum pernah bertemu langsung dengan pasien Difteri maupun Amandel..jadi mohon pencerahannya pak Made. Trims.

  12. # 12 imcw Berkomentar:

    @ Yoga : Yap. Tetapi yang membedakan adalah adanya pseudomembran pada difteri. Masa sih belum pernah ketemu kasus amandel atau tonsilitis?

  13. # 13 Lya Berkomentar:

    Di rs-ku barusan ada ks difteri pd anak usia 3,5th, yg gawatnya..dokter igd berkeras itu faringitis, pdhl jelas terliat pseudomembrannya, yg sayangnya petugas lab tdk ada yg berpengalaman dlm mengambil sampelnya utk diperiksa kultur, sdg pemeriks.gram +..hrsnya ada plat bagi dokter baru utk ks jarang spt ini..

  14. # 14 imcw Berkomentar:

    @ Lya : Sayangnya banyak dari sejawat dokter yang tidak berkeinginan untuk melakukan update terhadap ilmunya.

  15. # 15 abdul razakkkkkkkkkkk Berkomentar:

    saya polisi kesihatan dari malaysia
    mau tanya ini.
    baru2 ini saya ke rumah kes difteri di malaysia
    takut dong nanti dijangkiti
    gi mana ya dokter

  16. # 16 imcw Berkomentar:

    @abdul razakkkkkkkkkkk : Asal imunitas tubuh bagus tidak menjadi masalah.

Tinggalkan sebuah komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag ini : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.

  • Pencarian Kustom