Acetaminophen (Paracetamol)

Acetaminophen atau paracetamol merupakan obat yang paling laku dan paling banyak dikonsumsi orang selain Amoxicillin. Setiap kali menderita demam, paracetamol sudah pasti akan menjadi obat yang paling dicari untuk menurunkan panas badan. Kalau di dunia blog kita sering mendengar istilah seleb blog maka di dunia obat, paracetamol bisa kita masukan ke dalam seleb drug alias seleb obat.
Obat yang mempunyai nama generik acetaminophen ini, dijual di pasaran dengan ratusan nama dagang. Beberapa diantaranya adalah Sanmol, Pamol, Fasidol, Panadol, Itramol dan lain lain. Cukup banyak pilihan bukan? Namun tidak usah khawatir walaupun dengan nama dagang, harga obat ini termasuk terjangkau bagi semua kalangan.
Paracetamol utamanya digunakan untuk menurunkan panas badan yang disebabkan oleh karena infeksi atau sebab yang lainnya. Disamping itu, paracetamol juga dapat digunakan untuk meringankan gejala nyeri dengan intensitas ringan sampai sedang. So, tidak perlu heran bila suatu saat diberikan paracetamol oleh dokter untuk mengatasi sakit kepala atau sakit gigi.
Walaupun sebenarnya obat ini bisa dibeli dengan bebas di warung warung, tetapi dalam penggunaanya tentu saja harus tetap memperhatikan pakem atau dosis yang dianjurkan. Jangan pernah coba coba minum obat ini melebihi dari dosis yang dianjurkan bila ingin selamat. Jangan pula meminum obat ini selama lebih dari 10 hari berturut turut tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat ini juga jangan sembarangan diberikan pada anak dibawah 3 tahun tanpa terlebih dahulu meminta saran dari dokter.
Peringatan diatas bukannya tanpa alasan sebab walaupun paracetamol kelihatan seperti obat yang jinak, namun dibalik semua itu terdapat banyak efek samping yang perlu diwaspadai. Tetapi hal tersebut tidak usah terlalu dikhawatirkan, asal diminum sesuai dengan anjuran maka efek samping tidak akan pernah muncul dan walaupun muncul, derajatnya sangat ringan.
Segera ke dokter bila salah satu dari tanda berikut muncul setelah anda minum paracetamol. Tanda tanda itu antara lain : terjadi perdarahan ringan sampai berat, keluhan demam dan nyeri tenggorokan tidak berkurang yang kemungkinan disebabkan oleh karena infeksi sehingga perlu penanganan lebih lanjut.
Jika tidak ada masalah di organ hati, dosis maksimum paracetamol untuk orang dewasa adalah 4 gram (4000mg) per hari atau 8 tablet paracetamol 500mg. Bila karena suatu sebab yang tidak jelas pasien bandel minum obat ini melebih dosis maksimum tadi maka jangan heran bila kelak terjadi kerusakan hati yang fatal. Gejala kerusakan hati yang perlu mendapatkan perhatian dan harus segera ke dokter antara lain : mual sampai muntah, kulit dan mata berwarna kekuningan, warna air seni yang pekat seperti teh, nyeri di perut kanan atas, dan rasa lelah dan lemas.
Beberapa reaksi alergi yang dilaporkan sering muncul antara lain : kemerahan pada kulit, gatal, bengkak, dan kesulitan bernafas/sesak. Seperti biasa, bila mengalami tanda tanda diatas setelah minum paracetamol, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menjalani pengobatan dengan paracetamol antara lain, sebelum minum paracetamol, sampaikan ke dokter anda kalau anda sebelumnya pernah mengalami alergi setelah mengkonsumsi paracetamol atau alergi yang disebabkan oleh sebab lain. Selain itu, informasikan pula ke dokter bila anda mempunyai riwayat penyakit khronis seperti penyakit hati, ketergantungan alkohol, dan lain lain. Paracetmol dapat merusak hati, maka bila ditambah dengan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan maka akan mempercepat terjadinya kerusakan hati.
Paracetamol sering dikombinasikan dengan aspirin untuk mengatasi rasa nyeri pada rematik sebab paracetamol tidak mempunyai efek anti inflamasi seperti aspirin sehingga bila kedua obat ini digabung maka akan didapatkan sinergi pengobatan yang bagus pada penyakit rematik. Paracetamol aman diberikan pada wanita hamil dan menyusui namun tetap dianjurkan pada wanita hamil untuk meminum obat ini bila benar benar membutuhkan dan dalam pengawasan dokter.
Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com
Baca Juga :
- Sakit Kepala Migren (2)
- Denpasar Masih Panas
- Campak (Measles)
- Malaria Oh Malaria
- Demam Berdarah Dengue







mau nanya neh, kalau kita minum obat warungan suka pro pada satu obat, apakah ini hanya sugesti aja atau emang cocok-cocokan ..?
[imcw] kebanyakan karena faktor sugesti mas…isi obat sebenarnya sama saja walaupun merknya beda beda…
Saya heran bli, harga obat buatan sanbe paling mahal daripada harga dari produsen lain.. padahal isinya sama.. Termasuk Sanmol dari sanbe lebih mahal daripada lanamol dari Lansen..
[imcw] wajarlah kur…biaya promosinya juga paling gede…tapi bila dibandingkan dengan pma, sanbe masih belum apa apanya…
kesimpulannya minum obat yang dijual bebaspun harus sesuai dosis yang tertera dikemasan ya dok? kadang kebablasan, biar cepat sembuh minum obatnya double.
[imcw] tidak hanya obat mas…saat kita membeli makanan yang dibungkus pun harus meluangkan waktu untuk membaca kemasan dari makanan tersebut…hal ini sering dilupakan oleh orang…dan kebiasaan lupa ini pula yang terbawa saat mengkonsumsi obat…
pendarahan disini (paragraf 6) maksudnya gimana bli?
[imcw] tanda tanda perdarahan bisa berupa mimisan, bercak merah atau biru pada kulit, muntah darah, berak darah dan sebagainya…tetapi biasanya kalo sudah muntah dan berak darah udah berat tuh…
Mau tanya dok. Anak saya demam tinggi krn amandelnya meradang. Umur 3.5 th berat bdn 20. Sdh minum obat penurun panas sampai 5x belum turun juga. Akhirnya sama dokter diberi paracetamol yg dimasukan lewat anus. Selain itu diberi resep jg utk batuk pilek, antibiotik dan paracetamol yg diminum. Sampai rumah saya suapin anak saya makan lalu minum obat. Saya juga meminumkan paracetamol lagi padahal jarak dari pemberian paracetamol lewat anus sebelumnya baru 2 jam. Saya lupa padahal dokter sudah pesan utk meminumkan 4 jam kemudian. Apakah ini berbahaya atau tidak dok?
@ Ariastuti : Tidak berbahaya kalau cuma sekali salahnya.
Pemberian parasetamol pada bayi memang perlu sedikit perhatian lebih karena toleransi tubuh anak terhadap zat/obat tentu tidak sama dengan orang dewasa. Penggunaan dengan petunjuk dokter tentu paling dianjurkan. tetapi untuk pertolongan pertama tentu saja tidak ada salahnya kita memberikan parasetamol pada anak. Obat dengan sediaan suppositoria (dimasukkan lewat anus) cenderung lebih aman untuk digunakan sebagai pertolongan pertama bila anak terserang demam tinggi, selain karena kerjanya lebih cepat dosisnya juga masih dalam batas aman untuk anak-anak.
untuk kaitannya dengan mengidap asma dikemudian hari sampai saat ini bukti-bukti hasil penelitian sendiri belum cukup kuat untuk mendukung hal tersebut.
Jadi bila anak anda panas tengah malam, anda dapat berikan parasetamol untuk menurunkan panasnya. bila anda takut akan kelebihan dosis karena merasa anak anda masih terlalu kecil maka anda bisa gunakan yang dalam bentuk sediaan suppositoria (dimasukkan lewat anus).
@dextro : Terima kasih atas masukannya.
berdasarkan ilmu farmasi, penggunaan parasetamol dalam jangka panjang dapat menyebabkan hepato toksik (gangguan fungsi hati) lho. anak usia balita, sebaiknya jangan sembarangan diberi obat. meskipun itu adalah parasetamol.
ada batasan demam pada anak, sebaiknya obat baru diberikan ketika demam anak sudah mencapai suhu diatas 39. jika masih dibawah 39, sebenarnya tubuh anak sedang dalam proses latihan sendiri dalam mengurangi bakteri (zat) penginfeksi dalam tubuh.
kalo setiap demam sedikit saja, langsung diberi obat…suatu saat tubuh anak tersebut tidak akan mandiri dan akan cepat terkena penyakit musim seperti flu.
tapi perlu diperhatikan pula jika demamnya bukan karena infeksi biasa, misal karena DBD atau malaria. itu baru perlu penanganan lebih intensif. oleh karena itu harus dikenali dahulu tanda – tanda dari demam itu sendiri.
tentang merk obat yang kandungan zat aktifnya sama. belum tentu itu sama. biasanya masing masing pabrikan memiliki produsen sendiri2x. misal paracetamol buatan eropa jauh lebih baik kualitasnya dibandingkan buatan cina atau india, dan tentu harganya pun jauh lebih mahal. dan khasiatnya pun bisa jadi lebih cepat menurunkan panas.
namun tidak dapat dipungkiri sugesti juga memiliki pengaruh besar dalam proses kesembuhan….namun tetap harus ditunjang dengan obat berkualitas.
info : flu itu disebabkan oleh virus influenza bukan oleh bakteri, jadi antibiotik tidak dapat menyembuhkan flu. flu dapat dihilangkan jika kita beristirahat total. makanya obat flu biasanya selalu disertai dengan obat tidur. supaya kitanya bisa istirahat.
info : AIDS juga disebabkan oleh virus, jadi antibiotik sehebat apapun tidak bisa mencegah AIDs/ HIV
@indra : Terima kasih atas tambahannya.
@ Ariastuti: Paracetamol dimasukan lewat Anus? bagaimana caranya?
@Anna : Yap, bisa koq tetapi sediaan obatnya memang khusus buat anus. Contohnya, dumin rectal, propiretik dll.
saya alergi dengan paracetamol, apakah boleh diganti dgn asetaminophen? karn saya mendapat obat tersebut, tapi tdk saya minum karena katanya sama saja. bagaimana menurut dokter?
anak saya (3 th) pernah “nyuri” acetaminophen drop (yang untuk bayi). padahal sudah ditaruh di atas
entah berapa sendok dia minum.
apakah ada efek samping jangka panjang?
bagaimana cara mengatasinya?
setelah kejadian itu, saya suruh dia muntah.
qlo sakit kepala setiap hari trus say aminum parasitamol terus sembuh tapi qlo blm minum kepala saya masih tetep saktit.berati saya udah kejanduan parasitamol yach….
efek samping ya ada gag sie..
@lili : Bukan, harus diatasi dulu penyebab sakit kepalanya.
anak sy usia 7th BB:21 kg TB:110 cm.
alergi obat paracetamol dan asam mefenamat (analgesik), doksisiklin,cotrimokzazole,tetrasiklin (antibiotik).
obat apa yg sy hrs berikan jika anak saya demam?
@amalia : Untuk obat untuk demam bisa menggunakan obat yang kandungannya ibuprofen, untuk antibiotika lebih baik anaknya dibawa ke dokter.
ingin bertanya dan memperjelas
saya pernah mendengar bahwa paracetamol lebih cocok untuk anak2 dibandingkan dengan orang dewasa…apa benar???klo emang benar knp???
mau tanya,..waktu saya melahirkan saya di kasih obat antibiotik sama bidan yg ada di klinik, dan sejam kemudian mata saya bengkak..trus setlah brp bulan kemudian saya mengalami sakit kepala dan saya biasanya minum paramex,..namun keesokan harinya mata saya bengkak, dan belum lama ini saya sakit gigi dan minum ponstan hasilnya jg mata merah dan bengkak,ini yg terparah..oh ya saya jg pernah minum bodrex dan hasilnya sama..mata merah dan bengkak,..pertanyaan saya apakah saya juga mengalami alergi parasetamol? terimakasih dokter…
@indah: Tidak.
@Katrina Lumoindong: Kemungkinan iya.
Pak Dokter,
apa benar kalau kita kena masuk angin biasa atau influenza meminum penurun panas malah lama sembuhnya?
apa antibiotik memang diperlukan untuk virus seperti influenza?
saya pernah dengar pendapat dari Dokter Kondou waktu berkunjung ke rumah bahwasannya virus semacam influenza tidak mempan terhadap antibiotik.
Lalu kalau tubuh kita mengeluarkan panas untuk memperlambat laju virus dan meningkatkan kekebalan tubuh kenapa malah paksa turun dengan minum obat semacam paracetamol?
Dok, Apa ada yang perna meninggal karena demam influenza terlalu tinggi?