Antioxidant Update

Posted in Info Kesehatan, My Day on Jun 23, 2007 Print

Seperti diketahui, berbagai radikal bebas yang berasal dari polusi, asap rokok, sinar ultraviolet, makanan berlemak dan lain lain secara terus menerus 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, masuk ke dalam tubuh, menyebabkan proses oksidasi dan mengacaukan struktur sel manusia (stress oxidatif). Hal ini bila berlangsung lama akan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit kardiovaskuler, proses penuaan dini, kanker dan sebagainya.

Salah satu cara untuk menangkal radikal bebas adalah dengan pemberian antioksidan dari luar. Tetapi saat ini berbagai antioksidan yang dikenal justru menghasilkan radikal bebas baru (prooksidan) bila digunakan dalam jumlah besar dan lama.

Hal tersebut terungkap dalam simposium Astaxanthin, The Only Strongest and Safest Antioxidant without Any Pro-oxidant yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bekerjasama dengan PT Soho. Simposium yang rutin diselenggarakan tiap bulan oleh FK UNUD ini menghadirkan dua orang pembicara lokal yaitu Prof. dr. N. Dwi Sutanegara, SpPD KEMD, yang juga sebagai guru besar bagian penyakit dalam FK UNUD dan dr Budiastra, SpM, staf bagian penyakit mata FK UNUD. Disamping itu, hadir pula dua orang pembicara tamu, Vincent Wood. MRes, PhD dan Eiji Yamashita, PhD, dua orang peneliti dari Fuji Health Science, Jepang.

Prof. Dwi dalam paparannya lebih banyak menyoroti peranan radikal bebas dalam proses terjadinya komplikasi pada pasien pasien diabetes melitus seperti Neuropathy DM, Nepropathy DM dan Retinopathy DM. Sedangkan dr. Budhiastra, SpM yang mendapat giliran kedua menekankan lebih banyak kepada peranan radikal bebas pada kelainan kelainan yang terjadi pada mata khususnya pada retina dan makula.

Pada sesi berikutnya terungkap tentang Astaxanthin yaitu suatu antioksidan yang paling kuat yang pernah ditemukan. Antioksidan yang termasuk golongan karotenoid ini mempunyai kekuatan 550 kali lebih kuat dari Vitamin E, 40 kali lebih kuat dari beta karoten dan 6000 kali lebih kuat dari Vitamin C. Data data ini diungkap oleh dua orang Doktor pembicara dari Jepang yang merupakan hasil dari beberapa clinical trial yang dilakukan di Jepang dan beberapa negara di Eropa.

Sayangnya karena penelitian tentang manfaat Astaxanthin ini baru dilakukan kurang dari 10 tahun maka banyak khasiat lain dari suplemen makanan ini yang belum diketahui secara pasti. Hal ini diakui oleh Vincent Wood menjawab pertanyaan peserta simposium tentang peranan Astaxanthin pada penderita Fatty Liver.

Simposium yang dihadiri oleh lebih kurang 50 dokter dari seputaran Denpasar ini ditutup pada pukul 12.30 dengan pemberian Door Prize dan makan siang.


Technorati : , , ,
Del.icio.us : , , ,
Ice Rocket : , , ,
Flickr : , , ,
Zooomr : , , ,
Buzznet : , , ,
Riya : , , ,
43 Things : , , ,

Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.com

Share |

Baca Juga :

8 Responses to “Antioxidant Update”


  1. Agam says:

    Mau tanya, kira2 ada gak efek yang ditimbulkan karena terlalu banyak antioksidan?

    obatnya mahal mas…1 box isi 18 butir seharga 90 ribu HNA…aturannya diminum 1 kali 1…kalo golongan astaxanthin dan beta karoten aman untuk jangka panjang…vitamin c akan dibuang bersama kencing, yang berbahaya adalah kelebihan vitamin e karena vitamin ini larut dalam lemak jadi akan terakumulasi dalam tubuh…

  2. huda says:

    Klo temen2ku kok pada rame mbahas ttg VCO dan Buah merah (dulu) ya? (pada rame yg neliti itu). Aku sih biasa aja, gak pernah ngonsumsi suplemen khusus antioksidan. Yg penting jaga pola hidup sehat

    sumber antioksidan sebenarnya tidak hanya berasal dari sebutir pil mas…astaxanthin ternyata banyak ditemukan pada hewan laut yang berwarna oranye kemerahan…karena astaxanthin memang merupakan pigmen pembentuk warna itu…kebanyakan yang berwarna seperti itu adalah kepiting dan udang…jadinya antioksidan banyak, kolesterol juga banyak…:)

  3. Ardana says:

    SELAMAT HARI SUCI GALUNGAN DAN KUNINGAN, SEMOGA KEBAIKAN DATANG DARI SEGALA PENJURU MATA ANGIN DAN KEMENANGAN DHARMA MENJADI MILIK SETIAP ORANG, DAN DUNIA MENJADI TEMPAT YANG INDAH.

    suksma bli

  4. septianw says:

    berapa persen yang bisa dipulihkan oleh antioksidan dengan penggunaan teratur?

    antioksidan tidak untuk menyembuhkan mas, tetapi untuk mencegah…

  5. Mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang adalah mungkin salah satunya mendapatkan antioxidant alami yah? :D

    betul…malah ini yang sangat dianjurkan

  6. Ivan says:

    Saya masih belum dapat gambaran atas pernyataan ‘lebih kuat’ yang bapak utarakan (550 kali lebih kuat dari Vitamin E, 40 kali lebih kuat dari beta karoten dan 6000 kali lebih kuat dari Vitamin C).

    Perlu juga di definisikan apakah antioksidant yang dibicarakan disini adalah antioksidant alami ? sebab kalau bukan alami 100% itu menimbulkan makna bahwa kita mengkonsumsi antioksidant dan radikal bebas dalam waktu yang bersamaan .

    yang saya bicarakan disini adalah antioxidan alami mas…walau saat ini antioxidan tersebut sudah dikemas dalam bentuk pil, namun ternyata yang alami masih banyak disekitar kita…
    perbandingan antara astaxanthin dan antioksidan yang lain saya baca di penelitian penelitian yang telah dilakukan tentang manfaat astaxanthin dalam mengatasi radikal bebas…memang artikel yang saya tulis tidak lengkap karena cuma menginformasikan pelaksanaan simposium antioxidant saja…kelak kalo ada kesempatan akan saya tulis lebih lengkap

  7. santy says:

    apakah ada pengarungnya mengkonsumsi suplemen yg mengandung ataxanthin pada pasien yg mengidap kanker, ex:kanker payudara?

  8. imcw says:

    @ santy : Kalau sebelum menderita kanker ada yaitu mencegah kanker tetapi kalau sudah menderita kanker sih sulit.



Leave a Reply


  • You Avatar
    Blog Ini Ditulis Oleh Seorang Dokter Yang Kebetulan Suka Pada Kemeriahan Dunia Blogger.
  • Pencarian Kustom