3 Milyar Untuk Bendera Pusaka
Antara Online beberapa waktu yang lalu menulis rencana pemerintah untuk memindahkan bendera pusaka dari Istana Merdeka ke Monas pada tanggal 20 Mei 2007 bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Persiapan untuk pemindahan ini rencananya dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Permusiuman DKI Jakarta berikut pelaksanaannya di hari ‘H’.
Tahu nggak berapa dana yang dihabiskan untuk melakukan pekerjaan ini? Jumlahnya sangat sangat fantastis yaitu Rp2.753.500.000 untuk pelaksanaan pembuatan tempat penyimpanan bendera pusaka, pengawasan Rp69.400.000, perencanaan Rp94.900.000, dan biaya persiapan berupa administrasi dan lelang penyedia barang jasa senilai Rp82.200.000.
Memang sih bila dibandingkan nilai sejarah bendera pusaka, nilai uang segitu masih sangat sangat jauh nilainya, tetapi disini yang menjadi masalah adalah skala prioritas. Baguskah pemerintah mengeluarkan kocek sampai 3 milyar lebih untuk sekedar memindahkan bendera pusaka sementara kondisi rakyat masih sangat terhimpit masalah kemiskinan? Tentu ada pembenar dari tindakan itu yaitu pelaksanaan pemindahan tersebut sudah lama ditunda dan sekaranglah saat yang tepat, tepat dalam artian apa?
Kalau memang dana sebesar itu berasal dari proses perhitungan yang cermat sih tidak menjadi masalah, namun bagaimana kalo perhitungan itu sudah dibumbui oleh mark up disana sini? Apakah pengunaan dana yang besar itu tidak bisa dihemat lagi?
Mudah mudahan hari Kebangkitan Nasional yang kita peringati bersama sama lusa, tidak ternoda oleh tindakan tidak terpuji segilintir rakyat Indonesia yang tidak ingin melihat Indonesia bangkit secara Nasional.
Belum ada komentar yang spesial.







18 May 2007 pada jam 15:56
bener2 dah edan bangsa ini…
hanya karena label pusaka, maka bendera lusuh yang jauh dari ‘keren’ itu perlu duit 3 milyar untuk mindahin?
gmana gak rakyat di bikin laper ama tingginya harga minyak goreng, BBM atau lapindo yg terkatung2 nyaris setahun? atau warga meruya yang gak ada angin gak ada ujan langsung di serobot…
menyedihkan hidup dengan pemimpin yg kehilangan nurani dan akal sehat…
sayang sekali kita, rakyat jelata ini, hanya dibutuhkan ketika pemilu saja….
19 May 2007 pada jam 0:50
hah???? 3 milyar itu duit beneran??? wah…
19 May 2007 pada jam 10:20
Duitnya untuk apa aja ya? gimana kalo benderanya ga usah dipindah, trus duitnya dikasi ke anak2 dipelosok nusantara yang perlu dana untuk sekolah, pasti lebih bermanfaat. Betul tidak?
Jangan-jangan ini hanya kegiatan untuk menghabiskan anggaran, karena saya denger kalo ada anggaran di pemerintah yg tidak digunakan akan “hangus”.
#betullllll#
19 May 2007 pada jam 15:14
aku ada proyek neh…mindahin pemikiran petinggi bangsa ini yang semakin ngaco!!(sebenernya pengen bilang dari dengkul ke kepala!!). Dulu si Bush datang habis brapa milyar itu yang ga jadi dipake mendarat?? Terus untuk pengadaan laptop anggota DPR habis brapa milyar itu rencananya??
Ini bendera dikirim lewat supir taxi aja, minta tolong kirim ke Monas, taruh di dalam brankas, kunci..dah slese!!
#huehehehehe…kalo bisa dibuat ruwet, ngapain juga dipermudah#
21 May 2007 pada jam 15:26
hmm 3 milyar, untuk pindahan bendera, keblinger apa? meskipun pusaka, rasanya keterlaluan
27 August 2008 pada jam 21:44
wah…3 milyar..
kyany dpindahny seh boleh ajj.. tp ga smp 3 milyar kali..
bner kta komentar yg sblmny klo uangny lbh baek dpke k’hal-hal yg lebih berguna,
msh bnyk yg harus kita benahi dr negara ini..bkn hanya itu..