Selayang Pandang Tentang Abortus
Kemarin sore saya menonton berita di televisi bersama keluarga. Berita berita yang tampil masih itu itu saja, masalah korupsi, IPDN dan bencana lumpur. Beberapa berita berlalu tanpa kesan, sampai akhirnya perhatian saya tertuju kepada berita tentang di legalkannya aborsi oleh parlemen Mexico. Bukannya apa apa, tetapi keputusan tersebut terbilang berani di tengah masyarakat Mexico yang sebagian besar memeluk agama Katolik Roma.
Apasih aborsi itu? Aborsi adalah suatu tindakan membuat abortus. Sedangkan abortus sendiri artinya suatu ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram.
Abortus pun dibagi bagi lagi menjadi beberapa bagian, antara lain :
1. Abortus Komplet
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari rahim pada kehamilan kurang dari 20 minggu.
2. Abortus Inkomplet
Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari rahim dan masih ada yang tertinggal.
3. Abortus Insipiens
Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks yang telah mendatar, sedangkan hasil konsepsi masih berada lengkap di dalam rahim.
4. Abortus Iminens
Abortus tingkat permulaan, terjadi perdarahan per vaginam, sedangkan jalan lahir masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam rahim.
5. Missed Abortion
Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus terlah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih dalam kandungan.
6. Abortus Habitualis
Abortus yang terjadi sebanyak tiga kali berturut turut atau lebih.
Banyak juga ya, namun jangan khawatir ibu ibu tidak harus bisa membedakan jenis jenis abortus diatas. Tentu saja harus dilakukan pemeriksaan intensif agar bisa membedakan jenis abortus diatas karena penangannnya pun berbeda beda. Ada yang memerlukan obat obatan, istirahat atau malah kuretase. Untuk memeriksa pasien dengan abortus, dokter biasanya menggunakan bantuan alat Dopler untuk mendeteksi denyut jantung janin dan atau USG untuk menentukan secara langsung keadaan janin apakah masih hidup atau sudah meninggal.
Untuk menangani pasien abortus, ada beberapa langkah yang dibedakan menurut jenis abortus yang dialami, antara lain :
1. Abortus Komplet
Tidak memerlukan penanganan penanganan khusus, hanya apabila menderita anemia ringan perlu diberikan tablet besi dan dianjurkan supaya makan makanan yang mengandung banyak protein, vitamin dan mineral.
2. Abortus Inkomplet
Bila disertai dengan syok akibat perdarahan maka pasien diinfus dan dilanjutkan transfusi darah. Setelah syok teratasi, dilakukan kuretase, bila perlu pasien dianjurkan untuk rawat inap.
3. Abortus Insipiens
Biasanya dilakukan tindakan kuretase bila umur kehamilan kurang dari 12 minggu yang disertai dengan perdarahan.
4. Abortus Iminens
Istirahat baring, tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan karena cara ini akan mengurangi rangsangan mekanis dan menambah aliran darah ke rahim. Ditambahkan obat penenang bila pasien gelisah.
5. Missed Abortion
Dilakukan kuretase. Cuma kudu hati hati karena terkadang plasenta melekat erat pada rahim.
Terbukanya jalan lahir akibat abortus dan akibat dari tindakan kuretase tentu tidak terlepas dari komplikasi. Komplikasi yang sering terjadi yaitu infeksi, perforasi/robekan/lubang pada dinding rahim. Tapi bila dikerjakan sesuai prosedur dan pasien cepat tanggap akan keluhan yang diderita maka kemungkinan terjadinya komplikasi dapat ditekan seminimal mungkin.
Catatan :
Dalam dunia hukum, abortus dibagi dua yaitu Abortus Provokatus Medisinalis (Abortus atas indikasi medis) dan Abortus Provokatus Kriminalis (Abortus karena keinginan Pasien). Penjelasan panjang tentang ini kita bahas di lain kesempatan…;)







26 April 2007 pukul 16:17
wah serem sekali ya… tapi masih banyak juga perempuan-perempuan hamil yang melakukan. gak takut ya? apalagi orang yang membantu melakukannya.
#kalo diurut kesalahannya udah sistemik mas…apa yang menyebabkan perempuan hamil mau melakukan itu dan apa yang menyebabkan orang lain mau membantunya…susah susah#
26 April 2007 pukul 16:53
pada kehamilan pertama, setelah perdarahan 3 hari saya mengalami abortus pada umur kehamilan sekitar 10-12 minggu. aduh mulesnya… pas di rumah sendirian lagi. sedih banget…
#saya bisa membayangkan apa yang terjadi saat itu mbak…#
26 April 2007 pukul 20:09
Ih… ngeriiii…
#yap#
26 April 2007 pukul 23:52
Tuh para pria, berat kan jadi wanita? makanya, jaga wanita sebaik-baiknya.
26 April 2007 pukul 23:54
Kebanyakan aborsi ilegal karena ‘kecelakaan’.
28 April 2007 pukul 13:26
ihh tatuttt
30 April 2007 pukul 13:42
Abortus ..hmm jadi inget “mereka” yang pernah ngelakuin.. *rahasia Dok!* ..
Dok kok yang tinggi badan ga bisa aku kasih komen yah.. atau ?? ntar aku coba lagi deh!
30 April 2007 pukul 18:25
hah ih ngeri dok
speechless deh
7 May 2007 pukul 9:05
Pendaftaran Top-Posts Maret-April 2007 telah dibuka.
Silakan daftarkan postingan Anda di http://muhshodiq.wordpress.com/2007/05/02/pendaftaran-top-posts-maret-april-2007/
#yap#
28 June 2007 pukul 2:01
Saya sangat tidak setuju dengan Abortus Provokatus Kriminalis. Itu sudah jelas pembunuhan dan sangat keji.
11 October 2007 pukul 11:02
dok…5 bulan yg lalu sy mengalami keguguran pd usia kehamilan 3bln…kata dokter sy kematian mudigah..maksudnya apa yah dok?..
[imcw] kematian janin dalam kandungan…
10 July 2008 pukul 21:25
dok…,pa perlu setiap keguguran harus dilakukan kuret?..
terus seumpama tdk kuret apakah ada dampak negatifnya?..
11 July 2008 pukul 22:52
@ Henry : Yap, bila tidak dikuret ada resiko jaringan tertinggal di rahim dan ini tidak bagus untuk kehamilan berikutnya.