Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Ditengah menjamurnya makanan siap saji yang banyak mengandung lemak dan perubahan gaya hidup sebagian masyarakat perkotaan, maka penyakit penyakit sebagai imbas dari perubahan gaya hidup itu pun akan bermunculan semakin banyak. Salah satu penyakit tersebut adalah Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi.
Mungkin banyak dari kita yang kurang tahu apa yang dimaksud dengan Hipertensi, secara garis besar Hipertensi dapat didefinisikan sebagai penyakit yang umum timbul di dalam masyarakat yang merupakan peningkatan yang persisten dari tekanan pembuluh darah arteri, yaitu tekanan diastolik diatas 95 mmHg. Tekanan darah normal biasanya tekanan sistolik tidak melebihi 140 mmHg dan diastolik tidak melebihi 90 mmHg. Namun patokan tekanan darah normal tersebut individual sifatnya.
Penyebab
Sebanyak 90 % kasus penyebab tidak diketahui. Namun dapat juga sekunder akibat penyakit jantung/ginjal, diabetes, atau tumor dari kelenjar adrenal, obat-obatan, maupun kehamilan.
Faktor Risiko
Merokok/minum alkohol, pola makan banyak garam dan lemak, kurang berolah raga, obesitas, dan stress.
Gejala dan Tanda
Biasanya tidak ada gejala sampai timbul komplikasi.
Komplikasi
Stroke
Kegagalan jantung
Kerusakan ginjal.
Pencegahan
Setelah umur 30 tahun, periksa tekanan darah setiap tahun.
Jangan merokok/minum alkohol
Kurangi berat badan bila berlebihan
Lakukan latihan aerobik
Pelajari cara-cara mengendalikan stres.
Penatalaksanaan
Pengelolaan terhadap penderita hipertensi adalah :
Pengobatan tanpa obat, antara lain : diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh, peredaan stress emosional, berhenti merokok/alkohol, dan latihan fisik ringan dan teratur.
Obat-obatan antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat yang tepat diharapkan menghubungi dokter.
Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur, serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi, maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.
Bagimana?…mengerikan bukan?…Hipertensi sebenarnya gampang banget dicegah (kecuali yang tipe genetik), sayangnya upaya upaya pencegahan tersebut selalu terkendala dari sisi diri kita sendiri…;)






25 March 2007 pukul 17:54
oh… ternyata yang jadi ukuran hipertensi itu malah tekanan diastolik-nya ya? biasanya kita cuma merhatiin sistoliknya aja.
terus kalo sistoliknya tinggi diastoliknya rendah (140/70), gimana? termasuk apa tuh? apa sebabnya? suamiku pernah ngalami, saat itu yang dia rasakan adalah vertigo.
btw, boleh request hipotensi gak, bli? bakat gw nih. rata-rata 100/70, kadang masih turun lagi 90/70, pualing bagus 110/70. plizz…
25 March 2007 pukul 18:17
to Titah
sebetulnya batas antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi tidaklah jelas, sehingga klasifikasi hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Menurut WHO, di dalam guidelines terakhir tahun 1999, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg, sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi; dan di antara nilai tsb disebut sebagai normal-tinggi. (batasan tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 tahun)…
mengenai tekanan darah 140/70 disebut hipertensi sistolik terisolasi, hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.
sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis. vertigo mungkin juga disebabkan oleh peningkatan tekanan darah ini terutama yang berlangsung tiba tiba…
mengenai hipotensi, ditunggu aja mbak…sedang ngumpulin bahan…;)
25 March 2007 pukul 19:04
Pencegahan
Setelah umur 30 tahun, periksa tekanan darah setiap tahun.
===
mas, emang apa hubungannya dgn umur 30 ya? (jadi khawatir nih…)
but thanks infonya ya
25 March 2007 pukul 21:46
to rusle
biasalah umur sekian tubuh manusia sudah mulai menua…mulai terjadi proses degeneratif…salah satu yang berhubugan dengan tekanan darah tinggi yaitu arterosklerosis, hiperkolesterol dll…
26 March 2007 pukul 20:27
mas, denger2 ada juga hipertensi karena keturunan ya? maksutnya klo org tuanya terkena hipertensi, keturunannya juga mungkin bakal kena hipertensi, apa bener? thanks utk jawabannya yah
26 March 2007 pukul 21:39
to Fa
iya kalo orang tuanya juga menderita hipertensi karena faktor genetis…untuk mengetahu kudu mempelajari silsilah keluarga…tetapi biasanya yang menjadi patokan adalah umur dan faktor resiko…semakin muda umur penderita dengan ketiadaan faktor resiko maka diduga bahwa hipertensinya karena faktor keturunan…
26 March 2007 pukul 22:03
wadouuuhhh…sereeeemmmm…
26 March 2007 pukul 22:20
to venus
makanya kita harus bersyukur diberikan kesehatan sampai saat ini oleh Tuhan…;)
28 March 2007 pukul 9:40
Waduh, jangan2 saya kena hipertensi nih.. (Sering marah2).
Btw, ada cara or tempat cek gratis ga ya??
28 March 2007 pukul 15:19
to ankerzone
bisa jadi…tetapi untuk mengetahuinya dengan pasti ya kudu dicek tekanan darahnya…kalo mau, ke tempat praktek saya aja di bali, untuk cek tensi bisa gratis…
28 March 2007 pukul 23:52
tempatnya dimana bli? siapa tau saya mampir…
29 March 2007 pukul 15:13
#ankerzone
saya praktek di RSU. Sari Dharma Jl. Pulau Seram 1 Denpasar sebelah pertokoan genteng biru…
30 March 2007 pukul 14:40
ok dok, kali aja saya lewat n sempat say hello
5 April 2007 pukul 12:24
bli,
aku pernah ‘collaps’ waktu dinas di aceh. diukur tensi 150/120. kata dokternya aku kena stres.
nah itu 3 bulan yang lalu. minggu lalu aku MCU dan tensi 160/105. diberi obat penurun tekanan darah yang harus diminum tiap pagi tapi kadang suka lupa.
alhamdulillah sejak haji aku sudah tidak merokok tapi masih setiap minum kopi 2 gelas sehari, apakah ini ada hubungannya dengan tensi yang tetap tinggi ini dok? thx in advanced.
cc ke pm ane yak.
5 April 2007 pukul 15:34
#oyi#
mas, kalo bisa kebiasaan ngopi sampeyan distop dulu, kasihan tuh jantung kerja extra berat, sudah susah payah mompa darah yang tekanannya tinggi, ditambah efek kopi yang memacu kerjanya jantung so lambat laun jantung akan kepayahan…tensi darah sampeyan termasuk hipertensi yang berat, penyebabnya bisa macam macam, bisa karena stress seperti kata dokter, bisa karena kolesterol yang tinggi atau penyebab lain yang tidak jelas…sampeyan harus kudu wajib minum obat teratur bila ingin selamat (sorry bahasanya agak keras), karena tensi tinggi yang tidak terkontrol merupakan gerbang utama menuju penyakit STROKE…
8 April 2007 pukul 18:49
Mas, sejak perusahaan memberi kesempatan untuk jabatan baru membuat saya sedih dan stress karena… aku sudah keluar uang banyak untuk kuliah S3 tinggal 1 semesster lagi tidak boleh dilanjutkan oleh kantor dan bossku memberikan tugas-tugas yang high pressure tapi mengatakan aku belum pantas menduduki jabatan tsb… tekanan darahku yang 120/80 kini 145/95… leher sering pegal dan setiap hari pulang dari kantor jam 7 malam karena banyak pekerjaan yang harus dihandle..
Apakah tekanan darah tinggi ini karena stress, atau karena sedih ?
tolong dijawab yaa..
thanks
dewi
#nggak usah sedih mbak…sedih akan menambah stress yang mbak derita akibat masalah pekerjaan…stress memang berperanan dalam meningkatkan tekanan darah, tetapi biasanya tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh stress agak kurang stabil…saat stress meningkat dia akan melesat tinggi, bila stress menurun tekanan darah juga akan melorot…jadi untuk mengukurnya biasanya dicari waktu ideal dimana tubuh belum banyak stress yaitu baru bangun tidur…#
11 April 2007 pukul 16:20
halo dok, saya baru liat nih blog ini karena lagi cari info tentang vertigo dan hipertensi. sahabat saya kemarin collaps karena tiba-tiba dia vertigo dan muntah-muntah. pingsan selama 1 jam lebih dan ketika diperiksa, ternyata tekanan darahnya naik hingga 140 (tidak tahu diastoliknya berapa). padahal biasanya dia tekanan darah rendah, sekitra 100/60. dia memang punya penyakit sakit kepala luar biasa, setidaknya tiap hari bisa sakit kepala hingga tidak bisa bangun sekitar 2-3 jam. sakit kepala yang mencengkeram mulai dari tengkuk belakang itu seringkali membuat dia muntah. itu dialami sejak kecil 25 tahun lalu. kalo kata dokter lan, itu karena maag juga yang memang dia miliki. dia jadi “addicted” obat sakit kepala, dulu minum neuralgin, tapi setelah lambungnya berdarah, ganti ke panadol. hidupnya cukup sehat, tidak merokok, ngopi dikit sekali.
#vertigo memang bisa dipicu oleh tekanan darah yang naik tiba tiba, hal ini menyebabkan terjadinya gangguan hemodinamik pada rumah siput di telinga tengah sebagai pengatur keseimbangan yang menjadi cikal bakal terjadinya vertigo…#
18 April 2007 pukul 14:32
rasio perbandingan antara pria dan wanita lebih besar mana yang cenderung terkena hipertensi???????
#laki laki, mungkin karena kadar stress pada laki laki lebih tinggi#
4 May 2007 pukul 15:55
dok, saya pernah baca guidelines dr who mengenai klasifikasi tekanan darah. Bagaimana kita menentukan tekanan darah hasil pengukuran termasuk kelompok yang mana, apabila nilai sistolik dan diastolik yang didapat berbeda kelompok. Misal: 120/100. 120 kan termasuk normal sedangkan diastolik 100 kan termasuk hipertensi?
TIA
#yang dipake biasanya yang diastolik-nya, tapi jarang banget ada kasus seperti itu, kebanyakan sistoliknya naik jauh sedangkan diastoliknya normal, terutama pada orang tua#
16 May 2007 pukul 14:42
dok, saya seorang penderita hypertensi sejak usia 35 th, sekarang usia sy 39 th. Dokter yang memantau kesehatan sy menyarankan menggunakan obat hypertensi seumur hidup sehari 2 kali 1 tablet. Tapi sampai sekarang tensi sy tetap tinggi 140/100 ini saya ukur pada saat bangun tidur. Apakah obat yg sy minum kurang dosisnya, at ada faktor lain?
oh ya sy adalah seorang dosen, apa ada kaitannya dng propesi saya, atau memang sdh keturunan krn ibu sy penderita hypertensi?
terimakasih
Pitoyo Yuliatmojo
#dosisnya bisa dinaikan atau dikombinasi dengan obat anti hipertensi jenis lain#
22 May 2007 pukul 11:19
konsumsi suplemen dengan teratur domk!!Biar gak kena penyakit seeereeee…mmm.jangan terlalu banyak makan yang berlemak terlalu sering githu….!?!!?!!!??!!!?!!
24 May 2007 pukul 12:21
pekerjaan apa aja yang dapat menigkatkan tekanan darah
atau menyebabkan hipertensi
thanks
29 June 2007 pukul 14:35
Saya dulu pas hamil kena pre-eklampsia, TD sampai 160/110….Kepala rasanya mau pecah, ulu hati serasa diremas-remas, nafas megap-megap, Dokter saya sampai mengelu-elus jidatnya hehehehehe…..Padahal sebelum hamil nggak pernah >120/80…
20 August 2007 pukul 11:03
Umur saya 29 thn. Gara-gara diare, kemarin saya “terpaksa” pergi ke dokter. Kaget banget, ternyata tekanan darah saya 120/100. orang tua saya tidak darah tinggi, saya juga tidak merokok, alkohol, dll. Meskipun jarang banget berolah raga
selama ini saya merasa sehat-sehat saja dan merasa jarang stress (gampang tidur). Mohon pencerahannya, karena setelah diberi tahu kena hipertensi, kok bawaannya malah jadi deg2an mlulu
[imcw] vonis tekanan darah tinggi tidak bisa ditegakan saat pertama kali periksa, apalagi saat itu pasien dalam keadaan sakit…coba ulangi memeriksa tekanan darah 2 minggu setelah sembuh pada pagi hari…
5 October 2007 pukul 10:13
Apakah tekanan darah saat kerja shift malam bisa lebih tinggi dibandingkan saat kerja pada shift pagi?
[imcw] mengukur tekanan darah yang paling baik adalah saat baru bangun tidur di pagi hari…memang benar bahwa tekanan darah akan berfluktuasi dalam 1 harinya, tergantung dari kadar stress yang dialami individu…
10 December 2007 pukul 13:34
Hipertensi harus dikontrol terus dan dijaga dengan pola makan serta pola hidup yang sehat, hindari stress….ngomong2 yg perlu tensimeter baik yg manual atau digital boleh buka buka website saya. he he he sekalian promosi
10 December 2007 pukul 14:33
@ TEMON : Betul sekali.
8 January 2008 pukul 23:54
Saya merokok Bli tetapi nggak kena tekanan darah tinggi, soale saya vegetarian alias pemakan rumput …wakakaka ..eh sayuran. makan daging kalo di rumah orang waktu bertamu, itu selalu saya hindari kecuali dipaksa .. kadang kalo cumin ada daging kepaksa makan sama kuah plus kecap plus sambel sambil ndengerin misuhan yang punya rumah ” daging aja nggak doyan, cepet kaya tuh”. halah ! masih miskin gini, uangnya habis buat apgret komputer terus
Tulisan terakhir di blog Yohan adalah : Ayo Ngeblog Biar Nggak Goblog !
9 January 2008 pukul 23:57
@ Yohan : Seandainya vegetarian plus tidak merokok, alangkah sehatnya cara hidup itu.
11 January 2008 pukul 2:27
[...] Kesehatan, Opini, Reviews Posting ini tidak membahas hipertensi karena artikel seluk beluk Hipertensi sudah ditulis oleh teman sejawat om imcw (dr. I Made Cock Wirawan, S.Ked [...]
23 January 2008 pukul 15:18
salam kenal dok…
hanya ingin sedikit advice…
kira-kira kalo penelitian efektivitas obat herbal (yang dijual di apotek-bukan jamu loh-) untuk hiper… kira-kira ribet g dok? ada g ya rumah sakit yang ngeresepin obat herbal buat pasiennya??
24 January 2008 pukul 11:13
@ lya : Ribet sih nggak asal ada usaha. Apotek yang menjual obat herbal banyak, sayangnya peresepan untuk ini masih jarang karena dokter tidak diperkenankan untuk meresepkan obat herbal. Obat yang dipakai dokter adalah obat yang berdasarkan atas penelitian atau evidence based drugs.
7 March 2008 pukul 21:33
sy 25 thn.tekanan darah saya 150/90.saya pingin pangobatan herbal yg manjur bisa menrunkan tekanan darah saya scr permanen dan bisa normal lgi.adakah obatnya??
7 March 2008 pukul 21:37
kalau pakai obat dr dkte obat apa yang baik utk saya?saya kdng2 pakai pbat orangtua saya BISOPROROL 25mg dosisnya 1/2 tblt.
8 March 2008 pukul 12:02
@ anto : Modifikasi gaya hidup mumpung tensi belum begitu tinggi.
7 April 2008 pukul 14:34
Ass. Bagaimana mengatasi tekanan darah tinggi itu, dok kalu panas dan gatal terasa di kuping mohon penjelasanya……
7 April 2008 pukul 22:57
@ afa : Usaha dengan tanpa obat dulu yaitu mengubah gaya hidup, kalau gagal baru dengan obat.
24 April 2008 pukul 21:03
dok, saya mau tanya makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita tekanan darah tinggi dan apa saja yang boleh dimakan?? terima kasih
2 May 2008 pukul 20:48
apa akibatnya klo banyak mkn bawang putih
(barlebihan) misal biar cepet turun tekanan darahnya. thanks
3 May 2008 pukul 4:58
@ sylvia prafita : Yang memang harus dihindari adalah makanan yang banyak mengandung lemak dan garam. Yang harus dimakan adalah sayuran dan buah buahan.
@ kie : Aduh, kalau obat tradisional saya kurang tahu, atau coba tanyakan disini http://medisiana.com/viewforum.php?f=24
5 May 2008 pukul 7:21
[...] tekanan darah anda. Periksalah tekanan darah anda secara periodik dan jika naik, segeralah ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan tekanan darah yang tepat [...]
23 May 2008 pukul 0:20
dok…mu tanya nih… tekanan darah/ darah tinggi ada hubungannya ga dengan orah raga fitnes?…dan kurang tidur?… makasih..
24 May 2008 pukul 16:15
@ nedy : Tidak.
26 May 2008 pukul 16:50
Dear Dokter
Kebetulan saya ketemu site ini. Saya mendadak kena hypertensi setelah beberapa hari melahirkan (sectio). Umur wkt itu 40 thn melahirkan anak ke 3. Sebelum melahirkan ngga pernah tekanan darah naik. Paling berkisar 110/70 dan 120/80. Waktu itu dilakukan berbagai macam pemeriksaan termasuk urine. Hasinya baik semua. Sekarang saya minum obat hypertensi setiap hari. Ada ngga efek samping minum obat darah tinggi setiap hari? skg usia udah 47 thn (ayah saya juga penyandang hypertensi)
Thanks Dok.
26 May 2008 pukul 20:51
@ vania : Obat hipertensi memang harus dikonsumsi tiap hari. Tidak boleh diputus sembarangan. Efek samping ssih tidak akan terjadi asal selalu kontrol ke dokter.
27 May 2008 pukul 11:19
Mohon penjelasannya. Suamiku 33 tahun, sekarang terkena hipertensi dengan tensi 140/110, selama 2 bln belakangan ini paling tinggi adalah 170/110. Memang secara genetik keluarganya juga demikian. Dulu perokok sekarang berhenti, jarang olah raga dengan bb 73 kg tinggi 175 cm. Pertanyaannya, bagaimana pola hidup/kebiasaan yang dapat menstabilkan tensinya? Apakah hipertensi yang diidap beliau berbahaya (mengingat diastoliknya selalu 110 mmHg dan usianya masih terbilang produktif) ? Benarkah tidak dpt disembuhkan? Apakah harus mengkonsumsi obat seumur hidupnya? Apabila obat medis dikombinasi dengan obat herbal, tidak apa2? Terima kasih banyak.
27 May 2008 pukul 14:30
@ neng noy : Faktor genetik memang ikut andil dalam hipertensi. Berapa pun tekanan darahnya, pada penderita hipertensi memang harus diobati. Dan obat hipertensi harus diminum seumur hidup untuk menstabilkan tekanan darah sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Mengenai penggunaan obat herbal saya rasa tidak masalah selama herbal yang digunakan dari sumber resmi.
27 May 2008 pukul 23:43
dok, hipertensi bisa sembuh nggak , sy 33 th tensinya tinggi kadang2 sampai 170/100. ngeri ya dok. captopril hrs diminum terus yaa.. sy pengen sembuh dan lepas obat. kira2 bisa nggak dok. ortu hipertensi juga. makasih dok.
28 May 2008 pukul 10:44
@ lusi : Hipertensi tidak bisa sembuh tetapi bisa dikendalikan. Untuk mengendalikan memang harus minum obat terus.
28 May 2008 pukul 19:45
Saya pria 37 thn, 10 hari lalu saya ke UGD karena emosi, tensi saya jadi 150/100, dokter kasih obat, 2 hari kemudian saya cek lagi tensi saya turun 130/80, kemudian dokter kemudian cuma kasih obat penenang. 2 hari kemudian saya cek lagi tensi saya jadi 100/60. Kemudian dokter menyetop obat, saya cuma disuruh jaga makan. Saya udah merasa fit, tapi beberapa hari kemudian, ketika masalah yang sama datang lagi saya merasa serangan tensi tinggi datang lagi. Meski cuma sebentar & saya makan obat penenang sisa itu. Hasil cek darah kolesterol saya 236, LDL 155 lainnya normal. Berat badan saya juga lebih 10 kg dari idel . Sekarang saya ketat atur makan, tapi saya sering jadi merasa pusing lemas & saya cemas serangan itu datang lagi.. Apa saya kena sakit darting? sebelum serangan itu saya sering merasa leher kaku & ibu saya kena darting juga…
28 May 2008 pukul 21:21
@ agus : Obat hipertensi tidak boleh distop walau tekanan darah sudah normal.
29 May 2008 pukul 15:56
dok, saya 43 th. Biasanya memang tidak pernah memperhatikan tekanan darah. Kemarin kepala agak sakit, saya periksa tekanan darah 160/90. Setelah diberi obat dokter, saya beli tensimeter digital dan saya cek setiap hari memang turun tapi kok masih berfluktuasi ya. Hasil pemeriksaan tensimeter dokter dan punya saya yang digital kok beda ya. Orang tua saya hipertensi, apa sudah pasti yang menurun itu tidak bisa dikendalikan tanpa obat. terimaksih
29 May 2008 pukul 22:48
@ Bam : Atur gaya hidup. Jangan tiru gaya hidup orang tua anda. Walaupun hipertensi ada faktor keturunannya namun bukan berarti tidak bisa dihindari.
30 May 2008 pukul 15:58
Dokter, saya cek dg digital meter tek darah saya 140/95. tapi tdk pusing2 saya tdk minum alkohol maupun merokok, tapi minum kopi. berat badan 74 tinggi 172cm. makanan/minuman (juice buah) apa yg bisa membantu menurunkan tek drh tsb. apakah makan daging kambing (tanpa lemak) menyebabkan hipertensi? Tks
30 May 2008 pukul 16:23
@ Abdul : Kurangi makanan yang mengandung lemak dan garam. Perbanyak olah raga dan kurangi stress.
15 June 2008 pukul 11:40
Benarkah golongan darah berpengaruh terhadap rentan tidaknya terkena stroke? Katanya golongan darah AB kuat/jarang yang stroke. Aku hawatir, masalahnya suamiku pengidap hipertensi dan gol darah A. O ya apa itu stroke?
15 June 2008 pukul 12:17
@ neng noy : Saya kurang tahu masalah hubungan ini. Coba nanti saya cari literaturnya.
19 June 2008 pukul 17:03
Kemarin kakak saya tensinya 165/120 setelah diberi obat dalam 2 hari turun menjadi 140/110, namun saat tidur menjadi ngorok kencang yg nga wajar seperti sesak nafas. Dok, apa pengaruh hipertensi dgn sesak nafas ?
19 June 2008 pukul 17:11
Suami saya (39 th) penderita hipertensi, saya justru membuat dia tidak tergantung obat, setiap hari saya buatkan ekstrak sledri yang secara ilmiah mengandung beta blocker - dan efek diuretika (kubaca dari internet), juice tomat 2 kali sehari, dan suplemen Kloropil , setiap hari juga saya tensi.. tensinya bervariasi 120 - 160 sistolik, 90 - 100 diastoliknya… bagaimana pendapat dokter ? thanks a lot
1 July 2008 pukul 13:52
Siang Dok, kebetulan saya baru terserang hipertensi sekitar 1 minggu yg lalu. Dari keturunan mulai dr kakek, mama dan oom. Umur sy 36 tahun. Tekanan darah sy 190/110 lalu 3 hari kemudian 150/100. Yang mau saya tanyakan apakah tidak ada penyembuhan total untuk hipertensi ? pengobatan alternatif ?
Thanks
2 July 2008 pukul 6:22
@ Ade : Tidak ada.
@ asih kushartati : Boleh diberikan asal tidak ada komplikasi lain.
@ frans : Tidak, penderita hipertensi harus tetap minum obat selama hidup.
2 July 2008 pukul 15:18
alhamduillah ga usah terlalu risau dng hipertensi,dibekam aja dngn cara mengeluarkan darah kotor insya ALLAH tensi akn turun….HIPERTENSI?? DIBEKAM AJA SAHABAT…jgn biarkan hipertensi menyiksa hidup sahabat semua,,hubungi klinik saya di 021-32619735
3 July 2008 pukul 17:41
mas kalau boleh tau pengarang buku yang menyatakan kalau hipertensi dikarenakan keturunan itu sapa ya…….?????
4 July 2008 pukul 16:49
@ ira mashadi : Coba buka halaman ini, banyak artikel terkait tentang itu http://www.google.com/search?hl=en&client=opera&rls=en&hs=K4g&q=hipertensi+keturunan%3F&btnG=Search