Kenali Yuk 4 Cara Penularan Ebola

cara penularan ebola
Kenali Yuk 4 Cara Penularan Ebola 2

Beberapa hari terakhir, Ebola kembali menjadi trending dan merenggut korban jiwa di benua Afrika. Penyakit dengan angka kematian yang sangat tinggi ini memang cukup menakutkan. Meskipun cara penularan ebola sudah diketahui, tetapi tetap saja kekhawatiran akan menyebarnya penyakit ini masih menghantui penduduk dunia.

Baca juga: Selamat Datang Wabah Flu Tomat

Apa sih Ebola itu?

Ebola adalah virus yang menyebabkan pendarahan parah, kegagalan organ, dan dapat menyebabkan kematian. Gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, dan menggigil. Kemudian, penderita bisa mengalami perdarahan internal yang mengakibatkan muntah atau batuk darah. Meskipun perawatan telah dilakukan di rumah sakit, angka kematian akibat penyakit ini masih sangat tinggi.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) Donasi


Memuat…


Bagaimana sih cara penularan Ebola?

Pada awalnya, virus Ebola ditularkan melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti kelelawar buah atau primata. Namun, pada perkembangannya, penyakit ini akhirnya bisa menyebar dari satu manusia ke manusia lain dan berpotensi menyebabkan terjadinya wabah.

Virus Ebola menyebar melalui kontak langsung (seperti melalui kulit yang rusak atau selaput lendir di mata, hidung, atau mulut) dengan:

  • Darah atau cairan tubuh (urin, air liur, keringat, tinja, muntah, ASI, cairan ketuban, dan air mani) dari seseorang yang sakit atau telah meninggal karena penyakit virus Ebola (EVD).
  • Benda (seperti pakaian, tempat tidur, jarum, dan peralatan medis) yang terkontaminasi cairan tubuh dari orang yang sakit atau telah meninggal karena EVD.
  • Kelelawar buah yang terinfeksi atau primata bukan manusia (seperti kera dan monyet).
  • Air mani dari pria yang sembuh dari EVD (melalui seks oral, vaginal, atau anal). Virus dapat tetap berada dalam cairan tubuh tertentu (termasuk air mani) dari pasien yang telah pulih dari EVD, bahkan jika mereka tidak lagi memiliki gejala penyakit parah. Tidak ada bukti bahwa Ebola dapat menyebar melalui hubungan seks atau kontak lain dengan cairan vagina dari seorang wanita yang menderita Ebola.

Saat seseorang terinfeksi Ebola, mereka tidak segera menunjukan tanda atau gejala. Periode antara paparan penyakit dan timbulnya gejala ini dikenal sebagai masa inkubasi. Seseorang hanya dapat menyebarkan Ebola ke orang lain setelah mereka menunjukan tanda dan gejala Ebola.

Baca juga: Asal Usul Virus Yang Perlu Diketahui

Meskipun belum diketahui apakah virus Ebola dapat menular melalui makanan atau minuman, di belahan dunia tertentu, virus Ebola dapat menyebar melalui penanganan dan konsumsi daging hewan liar atau buruan hewan liar yang terinfeksi Ebola. Tidak ada bukti bahwa nyamuk atau serangga lain dapat menularkan virus Ebola.

Nah, dengan mengetahui cara penularan virus Ebola ini, diharapkan kita bisa lebih waspada dan berharap penyakit ini tidak sampai masuk Indonesia.

Donasi seikhlasnya demi keberlangsungan blog ini:

Nih buat jajan

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman.