Apa Itu BPA? Mengapa Paparan BPA Membuat Khawatir?

paparan BPA
Botol plastik

Kamu mungkin pernah melihat bahwa sebagian besar plastik yang kamu beli akhir-akhir ini diberi label “Bebas BPA” atau “Free BPA”. Namun, kamu mungkin bertanya-tanya apa artinya itu dan mengapa itu penting. Mengapa paparan BPA bisa menyebabkan masalah?

Baca juga: Kandungan Mikroplastik Pada Garam Dapur Yang Mengkhawatirkan

Bisphenol-A (BPA) adalah bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan plastik dan ditambahkan ke banyak produk komersial, termasuk wadah makanan, botol bayi, botol air plastik, dan produk kebersihan.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip


Memuat…


BPA telah digunakan sejak tahun 1960-an guna memproduksi plastik yang kuat dan tahan banting untuk kemasan makanan dan peralataan dapur.

Beberapa orang khawatir dengan kemungkinan BPA yang larut ke dalam makanan dan minuman, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan BPA dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Mengapa orang-orang mengkhawatirkan BPA?

Banyak orang khawatir dengan paparan BPA. Salah satu alasan utama kekhawatiran ini adalah bahwa BPA dapat merembes keluar dari wadah makanan atau minuman dan masuk ke dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Hal ini terutama pada makanan atau minuman yang disimpan dalam waktu lama dalam wadah yang mengandung BPA, seperti tomat kalengan atau air kemasan.

Kekhawatiran juga untuk plastik yang dapat dipanaskan, karena panas dapat menyebabkan BPA mengontaminasi makanan, misalnya makanan yang dimasukkan ke dalam microwave bersama dengan wadahnya.

Faktanya, paparan BPA begitu marak terjadi. Dalam sebuah studi menunjukkan kebanyakan orang di atas usia 6 tahun memiliki jumlah BPA yang terukur dalam urin mereka. Satu studi lain menemukan, sekitar 85% anak-anak Korea di bawah usia 2 tahun memiliki kadar BPA yang terdeteksi dalam urin mereka.

Para peneliti juga menemukan, paparan BPA berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, sebagian karena BPA meniru struktur dan fungsi hormon estrogen. BPA dapat mengikat reseptor estrogen dan mempengaruhi beberapa proses di dalam tubuh, seperti pertumbuhan, regenerasi sel, perkembangan janin, metabolisme, dan kesehatan reproduksi. Selain itu, BPA juga dapat berinteraksi dengan reseptor hormon lain, seperti untuk tiroid, sehingga menyebabkan fungsinya tidak optimal.

Tubuh manusia sangat sensitif terhadap perubahan kadar hormon, itulah mengapa BPA yang memiliki kemampuan meniru estrogen atau memengaruhi hormon lain dianggap memengaruhi kesehatan.

Paparan BPA dan tingkat aman

Menurut sebuah laporan tahun 2014 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), paparan kurang dari 2,25 miligram per pon (5 mg per kg) berat badan per hari terbukti aman

Kebanyakan orang hanya terpapar 0,1-2,2 mikrogram per pon (0,2-0,5 mikrogram per kg) berat badan per hari.

Faktanya, FDA masih menganggap BPA sebagai aditif yang aman dalam kemasan makanan, meskipun agensi tersebut melarang produsen menggunakan BPA dalam kaleng susu formula, botol bayi, dan cangkir minuman pada tahun 2012.

Terlepas dari itu, beberapa penelitian yang muncul menunjukkan bahwa tingkat keamanan BPA ini sangat bervariasi termasuk kadar BPA yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Penelitian lanjutan tentang tingkat keamanan BPA ini sebenarnya masih membutuhkan penelitian lanjutan. Berapa sih ambang batas yang aman dari BPA sebelum bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

BPA ditemukan di banyak produk plastik, dan sayangnya, dapat larut ke dalam makanan dan minuman dan kemudian diserap ke dalam tubuh kita. Sebagai senyawa mirip estrogen, dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Produk apa saja yang mengandung BPA?

Berikut beberapa produk umum yang kemungkinan mengandung BPA:

  • Barang dikemas dalam wadah plastik
  • Makanan kaleng
  • Perlengkapan mandi
  • Pembalut
  • Kertas printer termal
  • CD dan DVD
  • Peralatan elektronik
  • Lensa kacamata
  • Peralatan olahraga
  • Tambalan gigi
  • Pipa air minum

Umumnya, wadah yang mengandung BPA ditandai dengan kode daur ulang 3 atau 7.

Masalah kesehatan yang bisa timbul akibat paparan BPA

1. Dapat menyebabkan kemandulan pada pria dan wanita

BPA dapat mempengaruhi beberapa aspek kesuburan pria dan wanita.

Sebagai fitoestrogen, atau senyawa nabati yang meniru estrogen, BPA dapat bekerja pada reseptor estrogen baik pada pria dan wanita yang dapat meningkatkan risiko terjadinya inflamasi atau menyebabkan kerusakan sel melalui proses yang disebut stres oksidatif.

Kerusakan yang terjadi bisa dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Dalam sebuah penelitian, tikus jantan yang minum air yang diberi BPA memiliki kadar testosteron yang lebih rendah, kualitas sperma yang berkurang, dan infertilitas yang lebih besar dibandingkan dengan tikus yang menerima air minum biasa.

Pada tikus betina, para peneliti telah menemukan bahwa paparan BPA mengurangi kesuburan dengan menurunkan hormon estradiol, mengurangi jumlah telur yang sehat dan secara negatif mempengaruhi kemampuan telur yang telah dibuahi untuk ditanamkan pada rahim.

Dalam sebuah konsep yang dikenal sebagai “menua sebelum waktunya,” paparan BPA tampaknya membuat sistem reproduksi wanita menua sebelum waktunya, menyebabkan perubahan hormon dan berkurangnya kesuburan.

BPA juga telah dikaitkan dengan endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS) dalam penelitian pada hewan.

Meskipun efek seperti itu penting, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat bukti. Sebagian besar bukti yang kami miliki berasal dari penelitian pada tikus, jadi itu tidak selalu menunjukkan bagaimana BPA memengaruhi kesuburan manusia.

2. Berhubungan dengan obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.

Efek inflamasi BPA berkontribusi pada penambahan berat badan yang tidak diinginkan, seiring dengan perkembangan penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Selain mengikat reseptor estrogen, BPA dapat mengikat reseptor hormon lain, menyebabkan adipogenesis (akumulasi lemak).

BPA juga dapat menyebabkan stres pada tubuh dengan merusak mitokondria (pabrik energi di setiap sel). Stres dapat menyebabkan peradangan kronis, respons ini dapat mengubah cara tubuh mengatur berat badan, nafsu makan, dan kadar hormon.

Peradangan kronis sangat erat hubungannya dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2′

3. Dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya

Selain hubungannya dengan infertilitas, BPA dan plastik lainnya mungkin terkait dengan cacat lahir dan masalah kesehatan anak.

Ada banyak cara plastik dapat mengganggu pertumbuhan embrio, janin, dan masalah kesehatan lain pada anak karena BPA dapat masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta dan ASI.

Bagaimana mengurangi paparan BPA?

Meskipun dibutuhkan lebih banyak penelitian, sementara dapat disimpulkan BPA kemungkinan memiliki dampak negatif pada tubuh manusia. Mulai saat ini, sebaiknya kita mulai belajar mengurangi paparan BPA sehingga bisa menurunkan risiko terjadinya masalah kesehatan.

Baca juga: 9 Fakta Hidung Yang Wajib Kamu Ketahui

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan BPA:

  • Batasi makanan kemasan yang tidak berlabel “Bebas BPA”. Makanlah sebagian besar makanan segar dan utuh. Batasi makanan kaleng atau makanan yang dikemas dalam wadah plastik berlabel daur ulang nomor 3 atau 7.
  • Minum dari botol kaca. Beli cairan yang dikemas dalam botol kaca, bukan botol atau kaleng plastik, dan gunakan botol bayi kaca sebagai pengganti botol plastik.
  • Selektif dengan mainan. Pastikan mainan plastik apa pun yang dibeli untuk anak-anak terbuat dari bahan bebas BPA — terutama mainan yang cenderung dikunyah atau dihisap oleh si kecil.
  • Jangan masukan makanan berbungkus plastik ke microwave.

Bagaimana menurutmu? Bisa kan?

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip

Bisa klik logo di bawah ini juga:

Nih buat jajan