Selamat Datang Wabah Flu Tomat

Wabah Flu Tomat
Selamat Datang Wabah Flu Tomat 2

Mendengar kata tomat pasti pikiran kita mengarahkan ke makanan yang mengandung buah berwarna merah ini. Namun, tomat yang saat ini beken di India adalah istilah untuk penyakit baru yang menyerang manusia. Yap, namanya flu tomat atau tomato flu. Menurut The Lancet Respiratory Medicine, flu tomat bahkan sudah menimbulkan wabah di India. Wabah flu tomat ini telah terjadi beberapa minggu.

Baca juga: Cegah Kematian Dini Dengan Minum Kopi

Flu tomat telah menyebabkan lebih dari 100 anak di India mengalami demam tinggi, nyeri sendi, lecet dan ruam pada kulit. Sejak tanggal 26 Juli 2022, setidaknya 82 anak di bawah usia lima tahun yang mengalami gejala flu tomat di negara bagian Kerala dan 26 anak berusia di bawah sembilan tahun mengalami gejala yang sama di negara bagian Odisha.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip


Memuat…


Kasus flu tomat pertama dilaporkan terjadi di distrik Kollam pada tanggal 6 Mei 2022. Sejak saat itu, kasus flu tomat makin bertambah dan dilaporkan di tiga negara bagian, Kerala, Tamilnadu dan Odisha.

Sebelum memvonis flu tomat akan menjadi ancaman global pasca Covid19, ada baiknya kita lihat lebih mendalam tentang penyakit baru ini. Apakah ini benar benar penyakit baru atau penyakit lama yang tampil dengan wajah baru. Karena belum adanya nama resmi untuk penyakit ini, para ahli menyebutnya dengan istilah flu tomat.

Mengapa disebut wabah flu tomat?

Disebut flu tomat karena gejala yang dialami oleh penderitanya mirip dengan tomat. Hmmmm, bukan penderitanya berubah bentuk jadi tomat ya, tapi kulit penderita mengalami perubahan warna menjadi kemerahan sampai timbul bulla atau gelembung melepuh sebesar tomat. Itulah sebabnya mengapa penyakit ini sampai dinamakan flu tomat. Meskipun dinamakan flu tomat, penyakit ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan tomat.

Lalu mengapa disebut flu?

Meski disebut flu, penyakit ini bukan disebabkan oleh virus influenza. Sebutan flu lebih ke gejala penyakit yang muncul seperti demam, kelelahan, mual, muntah, diare dan nyeri tubuh. Gejala ini muncul seiring dengan munculnya gelembung kemerahan pada kulit. Flu tomat juga gak ada hubungannya dengan flu burung dan flu babi.

Bagaimana cara penularannya?

Yap, penyakit ini menular, tapi penularannya bukan karena penderitanya bersentuhan dengan tomat. Menurut hasil penelitian, penularan yang terjadi pada anak anak akibat adanya kontak langsung atau kontak dengan benda benda yang telah terkontaminasi.

Penularan dipercepat karena kebiasaan anak anak yang saling bersentuhan dengan temannya atau perilaku suka memasukan benda benda di sekitarnya ke dalam mulut. Belum diketahui berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang anak bisa menularkan penyakit ini ke anak yang lain, tapi para ahli menyarankan agar anak yang terinfeksi diisolasi selama lima hingga tujuh hari sejak gejala muncul pertama kali. Semua benda atau permukaan yang disentuh oleh anak yang terinfeksi harus didesinfeksi.

Menurut Vivek P. Chavda dan Kaushika Patel dari LJ University, Ahmedabad di Gujarat, India, dan Vasso Apostolopoulos dari Victoria University di Melbourne, Australia, flu tomat merupakan varian baru dari penyakit tangan, kaki dan mulut yang disebabkan oleh virus.

Saat ini, belum ada pemeriksaan khusus yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosa flu tomat. Penegakan diagnosa hanya dilakukan dengan melihat gejala yang terjadi. Tampaknya masih perlu banyak penelitian lanjutan untuk memastikan penyakit ini.

Baca juga: Makan Tomat Untuk Turunkan Risiko Kanker Payudara

Akhir kata, perlukah kita khawatir? Jawabannya belum. Masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk memastikan penyakit ini. Apakah flu tomat merupakan penyakit baru atau penyakit lama dengan wajah yang baru.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip

Bisa klik logo di bawah ini juga:

Nih buat jajan