Osteoporosis Pada Pria Yang Sering Terabaikan

osteoporosis
Osteoporosis Pada Pria Yang Sering Terabaikan 2

Osteoporosis atau pengeroposan tulang bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Selama ini, osteoporosis kerap dianggap sebagai penyakit kaum wanita sehingga para profesional di bidang kesehatan kerap mengabaikan kasus yang terjadi pada pria. Demikian hasil dari sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Lancet Diabetes and Endocrinology.

Baca juga: 7 Kebiasaan Yang Membuat Tulangmu Melemah

Para peneliti berharap anggapan ini segera ditinggalkan sehingga pengobatan osteoporosis pada pria juga menjadi fokus perhatian.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip


Memuat…


Osteoporosis

Osteoporosis adalah suatu kondisi di mana tulang melemah secara bertahap — bagian normal dari proses penuaan. Pada beberapa orang, kehilangan kepadatan tulang terjadi lebih cepat sehingga tulang mereka menjadi lebih rapuh, berisiko patah tulang dan memerlukan perawatan di rumah sakit.

Wanita umumnya lebih berisiko menderita pengeroposan tulang karena penurunan kepadatan tulang mereka terjadi lebih cepat dibandingkan dengan pria, terutama setelah menopause. Pada sebagian besar populasi, pria memiliki permukaan tulang dan sendi yang lebih besar dan kuat, sehingga pengeroposan tulang sering diabaikan.

Para peneliti dari University of Sheffield yang melakukan analisa data riwayat penyakit pengeroposan tulang pada pria menemukan bahwa para pria yang didiagnosis osteoporosis jarang mematuhi manajemen pengobatan yang disarankan dan mereka baru datang kembali ke rumah sakit pada usia yang lebih tua dibandingkan wanita. Akibatnya, tingkat kematian akibat osteoporosis pada pria lebih tinggi dibandingkan wanita karena terlambatnya penanganan.

Dr Tatiane Vilaca, penulis review dari University of Sheffield’s Department of Oncology and Metabolism mengatakan, pria umumnya datang ke rumah sakit setelah mengalami beberapa jenis patah tulang pada usia yang lebih tua. Patah tulang bahkan terjadi spontan saat melakukan gerakan ringan. Tulang yang kerap patah adalah bagian pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang.

Studi ini juga menunjukan, pria yang dirawat di rumah sakit dengan patah tulang pinggul cenderung lebih tua daripada wanita. Kondisi ini bisa jadi karena osteoporosis pada pria berkembang lebih lambat. Usia tua menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih susah sehingga risiko kematian dan kecacatan pada pria menjadi lebih tinggi setelah dirawat di rumah sakit.

Data di Inggris, lebih dari 3 juta orang menderita osteoporosis dan lebih dari 500ribu orang memerlukan perawatan di rumah sakit untuk patah tulang setiap tahunnya.

Perawatan untuk osteoporosis umumnya berupa pencegahan parah tulang melalui pengaturan diet, olahraga, perubahan gaya hidup dan minum obat yang dapat memperkuat kondisi tulang.

Peneliti berharap ada studi lanjutan tentang pengeroposan tulang pada pria sehingga membantu sistem diagnosis yang lebih baik. Dokter lebih terbantu dalam melakukan deteksi dini dan fokus pada pengobatan pasien secara cepat guna mencegah terjadinya kematian dan kecacatan akibat osteoporosis.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip

Bisa klik logo di bawah ini juga:

Nih buat jajan