5 Keluhan Serius Pada Anak Yang Tidak Boleh Diabaikan

5 Keluhan Serius Pada Anak Yang Tidak Boleh Diabaikan 1
5 Keluhan Serius Pada Anak Yang Tidak Boleh Diabaikan 2

Bagi yang sudah memiliki anak, keluhan seperti pilek, sakit perut, ruam yang gatal dan demam pada anak mungkin sudah tidak asing lagi. Ada orang tua yang menganggap setiap keluhan sebagai sesuatu yang keluhan serius, ada pula orang tua yang sedikit lebih santai.

Lalu bagaimana sih keluhan pada anak yang bisa dikatakan serius? Atau disebabkan oleh penyakit berbahaya?

Mengapa ini penting? Agar para orang tua bisa mengetahui kapan harus bergegas ke ruang gawat darurat, menelepon dokter atau hanya menunggu di rumah.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) Donasi


Memuat…


Kebanyakan orang tua mengandalkan naluri mereka saat memutuskan pergi ke UGD. Mereka merasa khawatir dengan kondisi anak mereka. Faktanya, tidak semua anak anak yang dibawa ke UGD tersebut memerlukan tindakan emergency.

Data di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat, dari 590 panggilan untuk dokter pada suatu malam, 20% anak tersebut harus segera dikirim ke UGD, 30% disarankan datang keesokan harinya dan sisanya dapat dirawat dengan aman di rumah.

Baca juga: WHO: Anak Anak Harus Diberi Kesempatan Bermain

Orang tua yang panik ini umumnya menghubungi nomor telepon rumah sakit di malam hari saat dokter praktek sudah tutup. Dokter yang menerima panggilan akan memberikan solusi yang harus dilakukan olah orang tua anak tersebut.

Berikut beberapa gejala umum atau keluhan serius pada anak yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua dan harus segera mengajak anaknya ke dokter, klinik 24 jam atau ruang gawat darurat:

1. Demam tinggi pada anak diatas 1 tahun.

Keluhan pada anak yang kerap membuat orang tua khawatir dan segera membawa anaknya ke dokter adalah demam. Padahal tidak semua keluhan demam pada anak harus diselesaikan dengan ke dokter.

Orang tua tidak boleh hanya memperhatikan angka angka yang muncul pada termometer. Orang tua harus memperhatikan juga gejala yang muncul pada anak saat anak mengalami demam.

Demam sendiri adalah proses alami tubuh mempertahankan diri dari infeksi. Jika seorang anak mengalami demam, itu artinya sistem kekebalan tubuhnya sedang bekerja. Menurut defininya, anak anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya berada diatas 38 derajat Celcius. Pengukuran suhu dibaiknya dilakukan melalui lubang anus. Bila mengukurnya pada ketiak maka hasilnya harus ditambahkan 1 derajat Celcius untuk mendapatkan angka yang lebih akurat.

Saat demam, anak boleh diberikan paracetamol atau ibuprofen (untuk anak yang usianya diatas 6 bulan) untuk menurunkan demamnya. Tetapi harus diingat, tidak semua gejala demam harus diselesaikan dengan minum paracetamol, kadang hanya dikompres hangat saja sudah bisa menurunkan demam pada anak. Sebelum memberikan anak obat, pastikan dosis obat yang diberikan sudah sesuai dengan petunjuk yang ada dalam kemasan obat. Ingat, obat penurun demam hanya membantu meringankan gejala demam, bukan mengatasi infeksinya.

Sebuah studi menyebutkan, rata rata orang tua sudah memberikan anak mereka paracetamol meskipun demam pada anak belum mencapai 38 derajat Celcius. Kebanyakan dokter anak tidak menganjurkan pemberian obat penurun demam sebelum suhu tubuh anak berada diatas 38,2 derajat Celcius. Jika anak terlihat sehat, makan minumnya baik dan demam bisa diturunkan dengan baik setelah minum paracetamol maka anak tersebut tidak membutuhkan perhatian medis segera atau bisa dirawat di rumah.

Lalu kapan anak harus segera dibawa ke dokter saat demam? Dokter menganjurkan para orang tua untuk segera membawa anaknya ke dokter jika demamnya mencapai diatas 40 derajat Celcius. Atau sebelum mencapai suhu 40 derajat Celcius, anak terlihat tidak sehat atau demamnya terus menerus selama empat hari berturut turut. Khusus untuk anak yang usianya dibawah 2 tahun, anak harus segera diperiksa dokter bila demamnya telah lebih dari 48 jam.

2. Sakit kepala berat

Sakit kepala berat adalah keluhan pada anak yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh orang tua. Sakit kepala ringan umumnya akan hilang dengan obat pereda sakit yang dijual bebas dan atau istirahat.

Jika sakit kepala pada anak bertahan selama beberapa jam atau rasa sakitnya begitu hebat sehingga mereka tidak bisa makan, bermain atau menikmati acara televisi favorit mereka, maka sakit kepala seperti ini dapat dikategorikan sebagai sakit kepala berat.

Jika anak mengalami sakit kepala berat, apalagi sampai melumpuhkan aktivitas anak maka harus dilakukan tindakan segera dengan membawa mereka ke dokter.

Sakit kepala biasanya disebabkan oleh ketegangan pada otot otot kulit kepala, bukan masalah yang berhubungan dengan otak, tetapi bila sakit kepalanya disertai dengan gejala kebingungan, penglihatan kabur atau kesulitan berjalan maka harus segera dievaluasi di ruang gawat darurat.

Sakit kepala yang disertai demam, muntah, kebingungan, ruam dan kekakuan pada leher juga harus segera dievaluasi karena anak kemungkinan mengalami infeksi atau penyakit serius seperti meningitis, yang merupakan keadaan darurat medis.

Anak yang sering mengeluh sakit kepala juga harus dievaluasi karena secara teori, anak anak umumnya tidak boleh mengeluh sakit kepala.

3. Ruam yang luas

Tidak perlu khawatir jika ruam hanya mengenai bagian kecil dari lengan atau kaki anak, umumnya bukan disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya. Namun, jika ruam menutupi seluruh tubuh maka anak tersebut perlu segera mendapatkan penanganan medis.

Coba tekan pada ruam yang berwarna merah, jika ruam tersebut berubah warna menjadi pucat dan begitu tekanan dilepas ruam kembali berwarna merah maka sebagai orang tua, anda tidak perlu khawatir. Sebagian besar ruam yang seperti ini disebabkan oleh virus dan reaksi alergi. Kebanyakan disertai juga dengan rasa gatal.

Ruam yang tidak memucat saat ditekan atau ada bintik kecil berwarna merah atau ungu pada kulit, bisa jadi disebabkan oleh sesuatu yang serius seperti meningitis atau sepsis, terutama bila disertai demam. Ruam jenis ini juga dapat muncul di wajah setelah batuk atau muntah yang hebat, jadi tidak selalu merupakan suatu tanda yang serius.

Untuk amannya, bila anak mengeluhkan adanya bintik bintik kecil berwarna merah atau ungu yang tidak memucat saat ditekan dan tersebar di area yang luas maka sebaiknya anak segera dibawa ke rumah sakit.

Ruam luas lainnya yang merupakan suatu keadaan darurat medis adalah gatal gatal yang muncul disertai dengan pembengkakan pada bibir. Gejala alergi berat seperti ruam yang disertai dengan gangguan pernafasan harus segera dibawa ke UGD.

4. Infeksi perut yang parah

Jika anak mengalami keracunan makanan atau radang usus, pantau dengan baik seberapa sering mereka muntah atau diare.

Muntah dan diare yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi. Jika dehidrasi ringan, dokter umumnya menyarankan anak diberikan minuman larutan elektrolit di rumah. Jika kondisi anak semakin parah yang ditandai dengan tidak buang air kecil atau telihat sakit parah, segera ajak anak ke dokter.

Jika muntah tiga kali dalam sehari mungkin tidak menyebabkan dehidrasi, tetapi bila diare terjadi lebih dari delapan kali dalam delapan jam maka kemungkinan besar dapat menyebabkan dehidrasi. Kombinasi muntah dan diare dapat mempercepat terjadinya dehidrasi.

5. Leher kaku

Leher kaku dapat mengindikasikan radang selaput otak atau meningitis. Ini merupakan kondisi darurat yang mengharuskan orang tua segera membawa anaknya ke UGD. Leher kaku pada anak jarang disebabkan oleh sekedar sakit pada otot, apalagi disertai dengan demam, sensitif terhadap cahaya dan sakit kepala. Meningitis juga bisa disertai dengan muntah dan lesu.

Leher kaku disertai demam juga bisa disebabkan oleh radang amandel atau pembengkakan pada kelenjar getah bening pada leher. Yang juga harus segera ke UGD adalah leher kaku atau sakit yang disebabkan oleh cidera atau trauma.

Donasi seikhlasnya demi keberlangsungan blog ini:

Nih buat jajan

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman.