Mari Mengenal Trans Fat

trans fat
Mari Mengenal Trans Fat 2

Kamu mungkin pernah mendengar tentang trans fat atau lemak trans dan kamu mungkin juga tahu kalau lemak ini tidak sehat. Yang mungkin kamu tidak tahu adalah, mengapa lemak ini dikatakan tidak sehat.

Baca juga: Tidak Semua Lemak Itu Jelek, Ini Alasannya

Di beberapa negara maju, penggunaan trans fat dalam makanan sudah mulai dilarang. Hasilnya, konsumsi trans fat di negara negara tersebut telah jauh berkurang. Kesadaran masyarakat tentang bahaya trans fat pun meningkat.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip


Memuat…


Apa itu trans fat?

Trans fat atau lemak trans atau asam lemak trans adalah bentuk lain dari lemak tak jenuh. Sumber lemak ini bisa secara alamiah atau buatan manusia.

Trans fat alami atau ruminansia terdapat pada daging dan susu dari sapi, domba dan kambing. Trans fat ini terbentuk secara alami saat bakteri di perut hewan tersebut mencerna rumput.

Sekitar 2 – 6% dari total lemak yang ada pada susu adalah trans fat, sedangkan pada potongan daging sekitar 3 – 9%.

Tapi jangan khawatir, menurut beberapa studi, konsumsi trans fat yang terkandung alami pada produk susu dan daging ini dalam porsi sedang tidak berbahaya bagi kesehatan.

Trans fat alami ini justru ada yang bermanfaat seperti asam linoleat terkonjugasi (CLA) yang terdapat dalam lemak susu. Asam lemak jenis ini malah ada yang dijual dalam bentuk suplemen makanan.

Yang berbahaya bagi kesehatan adalah trans lemak buatan atau dikenal sebagai trans fat industri atau lemak terhidrogenasi sebagaian. Lemak jenis ini terbentuk saat minyak nabati diubah secara kimiawi agar tetap padat pada suhu kamar sehingga memiliki waktu simpan yang lebih lama.

Mengapa trans fat buatan berbahaya?

Dalam banyak studi disebutkan, trans fat buatan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Orang yang mengonsumsi trans fat mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) yang signifikan tanpa adanya peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) yang sesuai.

Sebagaimana diketahui, pada saat seseorang mengonsumsi lemak, selain terjadi peningkatan kadar kolesterol LDL, kadar kolesterol HDL juga ikut naik.

Sebaliknya, pada konsumsi trans fat, terjadi peningkatan secara signifikan rasio total terhadap kolesterol HDL yang berdampak negatif terhadap lipoprotein. Ujung ujungnya adalah terjadi peningkatan risiko penyakit jantung.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) https://trakteer.id/blogdokter/tip

Bisa klik logo di bawah ini juga:

Nih buat jajan