Kabar Baik, Varian Omicron Ternyata Tidak Seberbahaya Delta

Varian Omicron

Mereka yang terinfeksi Covid19 yang disebabkan oleh infeksi varian Omicron ternyata lebih sedikit yang memerlukan perawatan rumah sakit bila dibandingkan dengan mereka yang terinfeksi varian Delta. Kesimpulan ini didapat dari dua buah studi besar yang dilakukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Baca juga: Siapakah Orang Pertama Yang Menderita Covid19?

Temuan yang akan dibahas dalam tahap peer review ini sekaligus menguatkan temuan terdahulu yang menyatakan Omicron lebih infeksius dengan gejala yang lebih ringan bila dibandingkan dengan varian yang terdahulu.

Memuat...

“Hasil studi ini memberi gambaran kepada kita seberapa berat kasus yang disebabkan oleh Omicron bila dibandingkan dengan Delta. Risiko perawatan rumah sakit pada penderita varian Omicron, 40 – 75% lebih rendah dibandingkan dengan penderita Delta.” kata Eric Topol, MD, seorang kardiolog dari Scripps Research Translational Institute di La Jolla, CA.

Varian Omicron Tidak Berbahaya

Penelitian pertama dilakukan oleh WHO bekerjasama dengan Imperial College London menemukan, secara umum risiko masuk rumah sakit pada penderita Omcron, 20% lebih rendah dibandingkan dengan penderita Delta. Jikapun harus rumah sakit, risiko mereka berada di rumah sakit lebih dari semalam, 40% lebih rendah dibandingkan dengan penderita Delta.

Sementara pada mereka yang sebelumnya telah menderita Covid19, bila terjadi reinfeksi Omicron maka risiko masuk rumah sakitnya lebih rendah lagi. Ini artinya, kekebalan yang didapat dari infeksi sebelumnya bekerja dengan baik.

Studi yang berlangsung selama 2 minggu, melakukan analisa terhadap 56.000 kasus Omicron dan 269.000 kasus infeksi Delta.

Penelitian kedua dilakukan oleh peneliti dari Institut Nasional Penyakit Menular, Afrika Selatan. Hasilnya, risiko masuk rumah sakit pada penderita Omicron, 70% lebih rendah dibandingkan dengan penderita Delta.

Meskipun beberapa berita baik ini telah sampai ke tingkat bawah, sistem pelayanan kesehatan di beberapa negara masih dalam kondisi tertekan akibat peningkatan kasus Covid19 varian Omicron.

Melihat tingginya tingkat penularan varian Omicron, peningkatan kasus Covid19 masih tetap akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Para ahli berharap masyarakat tetap waspada dengan peningkatan kasus ini terutama bagi mereka yang belum divaksin dan masuk ke dalam kategori penduduk rentan.

Nih buat jajan