Ilmuwan Berhasil Menemukan Imumoterapi Terbaru Untuk Kanker Darah

kanker darah
Ilmuwan Berhasil Menemukan Imumoterapi Terbaru Untuk Kanker Darah 2

Peneliti dari Institut Karolinska, Universitas Oslo, berhasil menemukan imunoterapi model baru untuk penderita kanker darah atau leukemia. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Biotechnology ini menunjukan, pengobatan imunoterapi model baru berhasil membunuh sel sel kanker pada pasien dengan leukemia limpoblastik. Langkah selanjutnya, peneliti akan melakukan studi klinis dan mencobanya untuk jenis kanker yang lain.

Baca juga: Leukemia Si Kanker Darah

Leukemia jenis limpoblastik akut adalah leukemia yang jamak terjadi pada masa kanak kanak. Di Swedia sendiri, leukemia jenis ini diderita oleh 70% dari seluruh anak anak penderita leukemia. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan abnormal dari sel sel darah putih muda, yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Pertumbuhan abnormal ini menyebabkan terjadinya hambatan pembentukan sel darah yang normal.

Mohon dukungannya agar blog ini tetap update (seikhlasnya) Donasi


Memuat…


Leukemia limpoblastik akut umumnya diobati dengan kemoterapi atau pada kasus kasus berat akan dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang atau imunoterapi. Mekanisme kerja dari imunoterapi ini adalah dengan melakukan modifikasi genetik pada sel T pasien agar mampu menyerang sel B. Sayangnya, imunoterapi yang dikenal dengan nama CAR-T hanya bekerja pada pasien pasien dengan leukemia sel B, bukan untuk leukemia sel T.

Menjaga sel imun yang sehat

Ilmuwan dari Institut Karolinska mencoba melakukan pendekatan lain dalam memodifikasi sel T sehingga sel T ini berhasil menembus ke dalam sel kanker, tidak hanya mencapai permukaan sel. Imunoterapi jenis baru ini bekerja pada enzyme terminal deoxynucleotidyl transferase (TdT), yang terdapat pada baik sel T maupun sel B. Uniknya, pada sel T dan sel B yang sehat, imunoterapi ini hanya bekerja sebentar saat proses awal pembentukannya. Artinya, imunoterapi jenis baru ini sangat potensial menyerang sel kanker baik sel T maupun sel B dengan tetap menjaga sel sel imun yang sehat.

Meskipun sangat menjanjikan, penelitian ini baru dilakukan di dalam laboratorium dengan tikus sebagai makhluk percobaan. Dalam waktu dekat akan dilakukan uji klinis agar bisa diterapkan pada manusia.

Donasi seikhlasnya demi keberlangsungan blog ini:

Nih buat jajan

dokterMade

Seorang dokter yang suka ngeblog dan berteman.