Kekebalan Alami VS Kekebalan Vaksin, Manakah Lebih Baik?

kekebalan alami

Hidup normal bersama Covid19 hanya bisa terwujud bila sebagian besar populasi sudah memiliki kekebalan atau antibodi terhadap Covid19, baik itu berupa kekebalan alami maupun kekebalan yang dicetuskan oleh vaksinasi. Antibodi yang dimaksud disini adalah antibodi yang dihasilkan oleh memori sel B.

Baca juga: Manakah Yang Lebih Baik? Vaksin Pfizer atau Moderna?

Tidak seperti antibodi pasca infeksi atau vaksinasi yang puncaknya bisa diperoleh beberapa saat setelah terinfeksi atau divaksin lalu menghilang beberapa bulan kemudian, antibodi yang dihasilkan oleh sel B memori bisa bertahan beberapa dekade.

Memuat...

Antibodi sel B memori ini juga berkembang dari waktu ke waktu, belajar untuk menjadi lebih kuat dan lebih baik dalam menetralkan virus sehingga bisa beradaptasi terhadap munculnya berbagai macam varian.

Vaksinasi menghasilkan jumlah antibodi yang lebih besar bila dibandingkan dengan infeksi alami Covid19. Namun, menurut penelitian terbaru, sel B memori yang dihasilkan tidak sama. Sel B memori yang dihasilkan pasca vaksinasi berevolusi selama beberapa minggu, sementara infeksi alami melahirkan sel B memori yang terus berevolusi selama beberapa bulan. menghasilkan antibodi yang sangat kuat dan mahir dalam melawan berbagai macam varian virus.

Penelitian ini membuktikan bahwa kekebalan yang diperoleh pasca infeksi alami lebih baik bila dibandingkan dengan pasca vaksinasi, tetapi peneliti mengingatkan, meskipun kekebalan yang diperoleh lebih baik, risiko kematian dan kecacatan akibat Covid19 jauh lebih merugikan dibandingkan dengan kekebalan yang didapatkan pasca infeksi Covid19.

“Meskipun infeksi alami dapat menyebabkan terjadinya pematangan antibodi dengan aktivitas yang lebih luas daripada vaksin—infeksi alami juga dapat membunuh Anda,” kata Michel C. Nussenzweig, profesor Zanvil A. Cohn dan Ralph M. Steinman dan kepala Laboratorium Rockefeller. Imunologi Molekuler.

Tubuh dan Kekebalan Alami Covid19

Ketika virus apa pun masuk ke dalam tubuh, sel-sel kekebalan segera mengeluarkan sekumpulan antibodi ke dalam sirkulasi darah. Hidup dan matinya antibodi yang dihasilkan ini sangat bervariasi tergantung dari apakah antivodi itu dihasilkan oleh infeksi alami atau vaksin. Antibodi ini melindungi kita selama berbulan bulan, bahkan bertahun tahun untuk kemudian jumlahnya makin berkurang sehingga memungkinkan terjadinya infeksi ulang.

Selain antibodi ‘remeh temeh’ itu, tubuh juga menghasilkan antibodi yang lebih elit melalui sel B memori. Antibodi yang dihasilkan sel B memori ini bertahan hidup lebih lama dan memberikan perlindungan jangka panjang. Penelitian terdahulu menunjukan, sel B memori untuk cacar bisa bertahan sampai dengan 60 tahun pasca vaksinasi, sementara untuk flus Spanyol bisa bertahan hampir seabad.

Baca juga: WHO: Stop Pemberian Vaksin Covid19 Dosis Ketiga

Patut dicatat, meskipun antibodi yang dihasilkan sangat kuat, bukan berarti seseorang langsung kebal alias tidak mengalami infeksi ulang. Yang pasti, antibodi ini dapat mencegah terjadinya penyakit yang parah.

Nih buat jajan