Ganja Dapat Menyebabkan Masalah Mental?

ganja
Grass Plant Marijuana Nature Leaf Hashish

Mereka yang memiliki riwayat penggunaan ganja berisiko mengalami masalah kesehatan mental seperti gangguan cemas (anxietas), depresi dan penyakit mental yang lainnya. Kesimpulan penelitian terbaru ini didapat dari catatan kunjungan pengguna ganja di praktek dokter umum.

Baca juga: Antibiotika Masa Depan Bisa Jadi Berasal Dari Ganja

Temuan ini menunjukan pentingnya pendekatan kesehatan secara menyeluruh bagi orang yang menyalahgunakan ganja, termasuk deteksi dini kesehatan mental yang dilakukan oleh dokter umum saat memeriksa pengguna ganja, khususnya mereka yang menggunakan ganja untuk kesenangan.

Memuat...

Sebelumnya telah diketahui dengan baik hubungan antara penggunaan ganja dengan penyakit mental yang parah seperti skizofrenia dan psikosis, sementara hubungan antara penggunaan ganja dengan penyakit mental lain seperti depresi dan kecemasan masih kurang dipahami.

Penelitian ini sendiri diterbitkan dalam jurnal Psychological Medicine.

Dalam penelitian ini, peneliti dari Institut Kesehatan Mental, Universitas Birmingham dan Institut Penelitian Kesehatan Terapan menemukan hubungan yang sangat kuat antara penggunaan ganja dengan kesehatan mental berdasarkan catatan kesehatan yang tercatat di praktek dokter umum. Kelompok yang diteliti juga lumayan besar.

Penulis senior Dr. Clara Humpston mengatakan: “Ganja sering dianggap sebagai salah satu obat ‘yang lebih aman’ dan juga menjanjikan dalam terapi medis, yang mengarah pada seruan untuk legalisasi ganja secara global. Meskipun kami tidak dapat menetapkan hubungan sebab akibat secara langsung, temuan kami menunjukkan bahwa kami harus terus berhati-hati karena gagasan ganja sebagai obat yang aman mungkin salah.”

Dr. Joht Singh Chandan mengatakan: “Penelitian ini menegaskan kembali kebutuhan untuk memastikan pendekatan kesehatan masyarakat bagi pengguna narkoba di seluruh Inggris. Kita harus terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan dan deteksi penggunaan narkoba serta menerapkan tindakan pendukung yang tepat dengan cara yang adil untuk mencegah konsekuensi kesehatan sekunder yang negatif.”

Data Penelitian Ganja

Penelitian ini menggunakan data perawatan primer yang diambil dari Database Penelitian Medis IQVIA (IMRD-UK). Para peneliti menemukan, setelah penggunaan ganja yang pertama kali, kemungkinan pasien mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan meningkat tiga kali lipat. Selain itu, terjadi juga peningkatan risiko mengalami penyaki mental parah seperti psikosis atau skizofrenia sebanyak 7 kali lipat.

Penelitian ini menggunakan data catatan praktek dari 787 dokter umum di seluruh Inggris yang dikumpulkan selama periode 23 tahun antara tahun 1995 sampai 2018. Para peneliti memasukan data 28.218 pasien pengguna ganja yang kemudian dicocokkan dengan 56.208 pasien yang tidak menggunakan ganja dengan melakukan kontrol terhadap jenis kelamin, usia, etnis, status merokok dan karakteristik lain yang relevan.

Baca juga: Ganja Meningkatkan Risiko Kanker Testis Pada Pria

Sebagai catatan, pengguna ganja juga memiliki riwayat penggunaan narkoba lain seperti heroin, kokain dan amfetamin.

Para peneliti berharap ada penelitian lanjutan sehingga hubungan sebab akibat antara penggunaan ganja dengan terjadinya masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan bisa diketahui dengan lebih pasti.

Nih buat jajan