Vaksin Covid19 Buatan Moderna Terbukti Efektif Melawan Delta

Para peneliti memeriksa sistem kekebalan dari 24 sukarelawan yang telah menerima dua dosis vaksin Moderna. Mereka dikelompokan menjadi 3 kelompok dengan masing masing berisi 8 orang sampel. Kelompok pertama rentang usia 18-55, kelompok kedua memiliki rentang usia 55-79, dan kelompok ketiga berusia diatas 71 tahun.

Baca juga: Vaksin Nusantara, Vaksin Politis?

Sistem kekebalan para sukarelawan ini diukur empat minggu setelah dosis pertama Moderna dan dua minggu, tiga bulan, dan enam bulan setelah dosis kedua mereka.

Memuat...

Banyak penelitian sebelumnya melakukan pengukuran segera setelah pasien menerima suntikan sehingga menjadikan penelitian ini unik dalam umur panjangnya karena mengukur sistem kekebalan dalam waktu yang lebih panjang.

Selain meneliti respon sistem imun terhadap varian Delta, peneliti juga meneliti varian ‘Alpha’ Inggris, varian ‘Beta’ Afrika Selatan, varian ‘Gamma’ Brasil, dan lain-lain.

Studi ini fokus pada antibodi pengikat, sejenis partikel sistem kekebalan tubuh yang menempel pada virus, memperingatkan partikel sistem kekebalan lainnya untuk mulai bertahan melawan penyerang.

Dalam analisis, para peneliti melihat apakah antibodi pengikat pasien masih mengenali varian virus corona pada interval waktu yang berbeda setelah vaksinasi.

Untuk semua varian, sistem kekebalan pasien memiliki kemampuan yang berbeda dalam hal mengenali dan merespon masuknya virus corona setelah dosis pertama vaksin Moderna. Tetapi setelah dosis kedua, tingkat antibodi pengikat melonjak pada semua pasien, untuk semua varian – termasuk Delta dan varian lain yang menjadi perhatian.

Enam bulan setelah dosis kedua, 96 persen pasien masih memiliki antibodi yang mengikat untuk varian Delta – menunjukkan bahwa sistem kekebalan mereka masih prima untuk melawani versi virus corona ini.

Hasil serupa juga didapat untuk varian lain. Enam bulan setelah dosis kedua, 96 persen pasien memiliki antibodi pengikat untuk Alpha dan 85 persen memiliki antibodi untuk Gamma.

Sementara varian Beta memiliki tingkat antibodi terendah – hanya 54 persen pasien yang masih memiliki antibodi pengikat yang merespons varian ini setelah enam bulan.

Berita baik bukan? Sayangnya vaksin ini tidak beredar untuk umum di Indonesia. Vaksin Covid19 buatan Moderna hanya sebagai vaksin booster untuk tenaga kesehatan.

Nih buat jajan