Vaksin Covid19 Buatan Moderna Terbukti Efektif Melawan Delta

Vaksin Covid19 Buatan Moderna

Ada berita gembira bagi mereka yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid19 buatan Moderna secara lengkap ( dua dosis ). Menurut sebuah studi terbaru, dua dosis vaksin Covid19 buatan Moderna terbukti efektif memberikan perlindungan jangka panjang terhadap varian Delta asal India.

Baca juga: WHO: Stop Pemberian Vaksin Covid19 Dosis Ketiga

Para peneliti dari National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa 96 persen orang yang telah disuntik dosis kedua vaksin Moderna memiliki antibodi terhadap varian Delta, setidaknya enam bulan setelah mendapatkan suntikan.

Memuat...

Orang yang mendapatkan dosis lengkap vaksin Covid19 Moderna juga terlindungi dari varian virus Corona yang lain seperti varian Alpha asal Inggris dan varian Gamma asal Brasil. Sementara vaksin ini tidak begitu baik melawan varian Beta asal Afrika Selatan karena hanya 54% sasaran yang bisa mempertahankan antibodi melawan varian Beta setelah 6 bulan.

Temuan ini menegaskan kembali bahwa vaksinasi adalah perlindungan terbaik terhadap varian Delta, dengan suntikan Moderna mengungguli vaksin Covid19 lainnya.

Varian Delta merupakan varian yang super-menular dan sekarang telah menyebabkan lebih dari 90 persen kasus baru Covid19 di Amerika Serikat. Varian Delta juga mendorong terjadinya lonjakan kasus baru Covid19 secara global termasuk Indonesia.

Studi terbaru banyak yang mengungkapkan fakta bahwa orang yang telah tervaksin lengkap masih bisa tertular dan menularkan varian Delta. Fakta ini membuat berbagai pihak ragu dengan efektivitas vaksin Covid19 melawan varian Delta sehingga menyebabkan terjadinya penurunan minat varga divaksinasi.

Meksipun masih mungkin terjadi penularan Covid19, vaksinasi bisa mencegah terjadinya gejala parah dari infeksi Covid19. Ini dibuktikan dengan pasien pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit sebagian besar sudah divaksin dan sebagian besar pula mengalami gejala ringan sampai sedang.

Sebuah studi baru memperkuat kemampuan perlindungan vaksinasi, dengan fokus pada vaksin Moderna. Studi – yang dilakukan oleh para peneliti di NIH – diterbitkan di jurnal Science.

Nih buat jajan