WHO: Jangan “Mencampuradukan” Vaksin Covid19

vaksin covid19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan sekaligus larangan pencampuran berbagai jenis vaksin Covid19 untuk suntikan pertama dan kedua.

Para ahli WHO mengatakan, bukti yang menunjukan keamanan dan manfaat dari pencampuran vaksin Covid19 ini masih sangat sedikit.

Baca juga: Vaksin Covid19 Pfizer Mampu Menurunkan Viral Load

Memuat...

Peringatan WHO ini dikeluarkan setelah Thailand mengumumkan akan mengizinkan sasaran mendapatkan suntikan vaksin Covid19 dari dua jenis vaksin yang berbeda.

Pencampuran jenis vaksin Covid19 yang dilakukan otoritas kesehatan Thailand adalah mencampur vaksin AstraZeneca dan Sinovac. Tujuannya untuk memerangi lonjakan kasus Covid19 yang terjadi di negara tersebut.

Sebelumnya Kanada juga mengharuskan penduduk yang menerima suntikan AstraZeneca pada suntikan pertama agar pada suntikan kedua menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna.

‘Ini tren yang berbahaya. Kita berada di zona bebas data dan bebas bukti dengan mencampur dan mencocokan berbagai jenis vaksin Covid19,” kata Dr Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO.

Saat ini Thailand sedang mengalami lonjakan kasus Covid19 terbesar sejak awal pandemi. Negara Asia Tenggara itu mencatat rata rata 6.695 kasus baru Covid19 dalam sehari dan besar kemungkinan jumlahnya akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Kenaikan kasus baru Covid19 di Thailand mencapai 162 persen dari bulan lalu dan 1.239 persen bila dibandingkan dengan jumlah kasus baru Covid19 pada tiga bulan yang lalu.

Thailand menjadi salah satu negara Asia yang menggunakan vaksin Sinovac buatan Tiongkok. Untuk menekan lonjakan kasus Covid19, vaksin Sinovac yang telah diterima penduduk pada suntikan pertama akan dikombinasikan dengan vaksin AstraZeneca pada suntikan kedua.

Baca juga: Studi: Covid19 Jauh Lebih Berbahaya Dibandingkan Flu

Indonesia sendiri berencana menggunakan vaksin Moderna sebagai booster atau suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan yang sebelumnya sudah mendapatkan vaksin Sinovac sebagai vaksin Covid19 dosis pertama dan kedua.

Nih buat jajan